
Aleandra sedang melihat langit malam yang di penuhi oleh bintang di desa Vyatskoye. Ia berbaring di tanah yang dipenuhi rerumputan hijau segar.Tercium aroma tumbuhan pepohonan dan bunga-bunga.’’Indah sekali’’.
Wajah Dimitri kemudian terbayang di langit malam berbintang.’’Dimitri...’’gumamnya lirih. Air mata tidak terasa telah mengalir di wajahnya.’’Aku merindukanmu..’’
Aleandra menutup kedua matanya dengan lengannya dan menangis.’’Dimitri bodoh."
🌻🌻🌻
Dikediaman Hendrikova, Sofia sedang menikmati makan malamnya bersama teman prianya. Senyuman selalu tersungging di wajahnya yang cantik. Kali ini keberuntungan ada di pihaknya. Dimitri dan Aleandra telah putus hubungan. Ia akan kembali mengejar Dimitri dan mendapatkan cintanya.
"Dimitri memang bodoh. Ia lebih memilih aktris murahan itu dari pada kamu. Lihatlah hasilnya, sekarang dia ditinggalkan oleh aktris itu."
Sofia tersenyum. "Aku rasa Dimitri sudah menyesali keputusannya."
"Ini kesempatamu untuk kembali lagi kepadanya."
"Tentu saja. Aku tidak akwn mensia-siakan kesempatan ini."
Keduanya saling tersenyum dan pikiran Sofia sibuk menyusun rencana untuk memisahkan Dimitri dan Aleandra.
🌻🌻🌻
Di hotel Ivan segera membereskan barang-barangnya. Dia memasukkan pakaianannya dengan asal ke dalam koper. Dia bermaksud untuk pergi dari Moskow dan pulang ke negara asalnya Canada dengan penerbangan pertama.
Besok harinya berita hancurnya hubungan Dimitri dan Aleandra beredar secara luas. Dalam berita itu pria yang bernama Ivan mengkonfirmasi kebenarannya kalau Aleandra Ivanov adalah kekasihnya, sedangkan Aleandra juga mengakuinya.
__ADS_1
Dimitri yang membaca berita itu menjadi naik pitam dan melempar koran ke lantai. Sabrina yang baru saja masuk ke terkejut melihat Dimitri yang sedang marah. Ia meletakan beberapa tumpukan kertas di atas meja dan mengambil koran yang dilempar Dimitri. Sabrina pun membacanya dan tidak percaya apa yang diberitakan koran ini.
"Sebaiknya Anda jangan mempercayai semua ini." Sabrina meletakan koran itu di atas mejanya kembali dan berlalu pergi.
🌻🌻🌻
Aleandra bangun dengan mata sembab, karena semalaman menangis. Pemilik penginapan telah menyiapkan sarapan untuknya. Akhir-akhir ini Aleandra sulit untuk tersenyum, karena dia masih merasa sakit hati dan sedih atas perlakuan Dimitri kepadanya.
Aleandra segera memakannya dengan lahap.Kemarin seharian ia tidak makan, karena kehilangan nafsu makannya.Selesai makan ia memutuskan untuk berjalan-jalan disekitar desa.
Desa itu seperti biasa pemandangannya sangat indah. Aleandra merindukan tempat ini. Matanya melihat ke segala arah penjuru desa. Semilir angin bertiup mengerakkan semua daun-daun di pohon. Ia memejamkan matanya merasakan belaian angin diseluruh tubuhnya. Udara yang segar dihirupnya dalam-dalam.
Aleandra kembali menyusui desa. Suara bunyi ranting yang terinjak olehnya mengeluarkan suara yang nyaring dikeheningan desa. Disepanjang jalan banyak pohon-pohon yang membentuk kanopi. Sinar matahari yang tidak seluruhnya menerobos masuk hanya menyisakan titik-titik putih di tanah.Di depan mata terlihat sebuah rumah tua.
Aleandra masuk dan dia melihat kesekeliling rumah itu. Air matanya kembali mendesak keluar. Dia teringat Dimitri kembali. Ia berjongkok dan mengelus-elus tempat dimana dia dan Dimitri pernah tidur sambil berpelukan dan ingatannya berputar kembali saat mengenang hari itu dimana dia dan Dimitri terjebak di sini karena hujan badai. Wajahnya memanas saat teringat peristiwa itu. Dua tubuh telanjang saling berpelukan. Ia teringat peristiwa itu satu bulan yang lalu.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang?"gumamnya.Rasa sakitnya memukul dadanya.
Aleandra tidak bisa membayangkan bagaimana hidupnya nanti tanpa ada Dimitri disisinya."Apa masih ada kesempatan suatu saat nanti cinta kami dapat bersatu?" pikir Aleandra. Ia menangis tersedu-sedu. Hatinya kini terasa lebih tenang setelah menumpahkan segala kesedihannya.
🌻🌻🌻
Sementara di Moskow, Aleandra yang mendapat kabar Ivan akan kembali ke negara asalnya langsung bergegas pergi.’’Nona Aleandra, Anda mau pergi kemana ?’’
Aleandra seolah tidak mendengarkan perkataan bibi Polina, dia sibuk menggunakan sepatunya dan langsung pergi.
__ADS_1
BLAAAMMM
Suara pintu tertutup dengan keras sampai menimbulkan suara yang memekikkan telinga.Segera bibi Polina membuka pintu kembali. ’’Tungguuu!!!Ibu nona menelpon,’’teriak bibi Polina.
Aleandra berhenti dan menoleh ke belakang.’’Bilang padanya aku akan meneleponnya kembali." Aleandra langsung melesat pergi. ‘’Tapi nona...?’’Bibi Polina tidak meneruskan kata-katanya lagi, lalu kembali menutup pintu.
Satu jam kemudian Aleandra sudah berada di bandara Moskow Vnukovo . Dia mencari-cari sosok Ivan.Pandangannya di edarkan kesuluruh bandara yang sudah mulai dipenuhi orang.’’Ivan, kamu dimana?Jangan seperti ini. Aku tidak ingin berpisah denganmu dengan cara seperti ini." Setelah lama mencari akhirnya Aleandra menemukannya yang sedang mengantri pemeriksaan tiket.’’ Ivan."
Ivan langsung menoleh ke arah asal suara dan dia langsung memalingkan wajahnya ketika Aleandra datang mendekatinya.’’Ivan, kumohon jangan pergi seperti ini. Aku tidak pernah mengkhianatimu dengan pria lain.Tolong percayalah padaku !"
Ivan masih menatapnya dengan pandangan tidak suka. Aleandra memegang lengannya dengan kuat dan menariknya keluar dari antrian.’’ Lepaskan tanganmu.Aku sedang tidak ingin membuat keributan denganmu disini."
Aleandra mulai menangis.’’Aku mohon maafkan aku.Aku yakin ini semua hanya salah paham saja.Aku sama sekali tidak kenal dengan orang yang namanya Dimitri Romanov."
"Benarkah?’’tanya Ivan curiga. Aleandra menganggukan kepalanya.
"Tapi kenyataannya tidak seperti itu. Aku sudah bertemu dengan pria itu di Romanov Industries dan dia mengatakan sebaliknya denganmu."
"Tolong percaya padaku kali ini!’’
"Maaf. Aku harus pergi. Sebentar lagi pesawatku akan segera pergi."
Aleandra melepaskan tangannya. Ivan berbalik pergi dan gadis itu memandangi punggungnnya dengan wajah bersimbah air mata.’’Ivan,"katanya lirih.
Aleandra pulang dengan perasaan sedih dan kecewa. Dia sama sekali tidak mengira akan bertengkar hebat seperti ini dengan kekasihnya. Ia duduk disalah satu kursi panjang yang kosong sambil menundukkan kepalanya.Kedua tangannya meremas-remas ujung roknya dan tangannya basah oleh tetesan air matanya.
__ADS_1
"Dimitri Romanov.Siapa dia? Kenapa dia bilang dia kenal denganku?’’
Aleandra tiba-tiba berdiri dan menghapus air matanya.’’Aku harus bertemu dengannya dan meminta penjelasannya. Kenapa dia bilang pada Ivan kalau dia mengenalku? Aku sama sekali tidak tahu apa-apa tentang dia." Aleandra tanpa membuang waktu lagi ia segera melesat pergi menuju Romanov Industries. [ ]