
Sergei duduk termenung di pinggir kolam ikannya. Dia melihat semakin hari kehidupan rumah tangga Dimitri dan Sofia semakin tidak harmonis. Kehadiran Lizzie di rumah ini tidak dapat membuat mereka berdua bersatu, bahkan diluar dugaan Sofia tidak lagi mempedulikan Lizzie. Sergei mulai berpikir untuk mengatakan rahasianya pada Dimitri, tapi dia tidak ingin kehidupan rumah tangga Dimitri dan Sofia hancur dan itu akan membawa kerugian besar bagi keluarga Romanov.
"Apa tuan sedang memikirkan tuan Dimitri?’’tanya Nester.
"Benar. Akhir-akhir ini aku dipusingkan oleh mereka berdua. Aku sudah kehilangan ide agar mereka berdua hidup harmonis dan tidak ada pertengkaran diantara mereka."
"Saya rasa itu tidak mungkin terjadi, karena tuan Dimitri tidak pernah mencintai Nyonya Sofia. Jadi itu akan sulit."
"Apa yang sebaiknya aku lakukan?’’
"Katakan saja sejujurnya pada tuan Dimitri tentang nona Aleandra dan biarkan mereka bersama dengan anak mereka."
"Kamu tahu kan kalau itu akan menyebabkan kerugian besar pada keluarga ini."
"Saya tahu itu, tapi kebahagiaan tidak dapat dibeli dengan uang dan masalah perasaan tidak bisa dipaksakan."
"Keadaan ini membuatku benar-benar bingung."
Sergei kembali melemparkan makanan ikan dan ikan-ikan itu menyambutnya dengan gembira.
🌻🌻🌻
Sergei sedang tertidur lelap di kamarnya. Tidurnya dalam keadaan gelisah dan keringat dingin membasahi dahinya. Di dalam tidurnya Sergei melihat Aleandra sedang duduk disebuah ayunan dalam keadaan menangis.’’Kamu kenapa?’’
"Anakku telah di culik, aku ingin dia kembali. Aku ingin dia kembali. Tolong kembalikan dia. Kembalikan dia padaku,’’kata Aleandra dengan berderai air mata.
"Aleandra...’’
Aleandra mencengkeram bahu Sergei dengan kuat dan membuatnya kesakitan.
’’Dimana dia? Dimana Lizzie?’’
Tiba-tiba Aleandra berteriak.’’Kembalikaaaannn...’’
Sergei tiba-tiba terbangun dan nafasnya tersengal-sengal.
"Ternyata itu hanya mimpi."
Tapi dia tidak dapat menghilangkan raut wajah Aleandra dalam mimpinya tadi.
Bibi Ester baru saja menyimpan Lizzie dalam box bayi dan akan keluar kamar, Dimitri sudah ada di depannya."Selamat malam tuan Dimitri!’’
"Bagaimana dia?’’
"Baik-baik saja. Hari ini dia minum susu banyak sekali."
Dimitri mendekati box bayi itu dan mengusap pipinya dengan punggung jarinya.
"Terima kasih sudah menjaganya untukku."
__ADS_1
"Itu sudah kewajiban saya."
"Tuan Dimitri itu....’’
"Apa ada yang ingin kamu katakan lagi padaku?’’tanyanya tanpa mengalihkan pandangannya pada Lizzie.
"Ini mengenai nyonya Sofia."
"Memangnya ada apa dengannya?’’
"Kelihatannya nyonya benci pada Lizzie."
"Kenapa kamu bilang seperti itu?’’
Bibi Ester terdiam sebentar dan terlihat ragu-ragu.’’Katakan ada apa dengan istriku?’’
"Tapi tuan Dimitri janji jangan katakan pada nyonya kalau saya yang mengatakannya pada Anda."
"Baiklah aku janji, jadi apa yang ingin kamu katakan padaku, jangan membuatku penasaran,’’katanya sedikit kesal.
"Baiklah , saya akan mengatakannya pada Anda. Saya sudah beberapa kali menangkap basah nyonya Sofia berbuat jahat pada nona Lizzie,’’katanya sambil menelan ludahnya.
"Apa maksudmu Sofia telah berbuat jahat pada Lizzie?’’
"Nyonya Sofia sepertinya pernah mencoba membunuh nona Lizzie."
"Apaaa? Itu tidak mungkin. Pasti kamu salah lihat,’’kata Dimitri kebingungan dan hampir tidak mempercayai kata-kata yang terucap dari pengasuh anaknya.
"Itu tidak mungkin, pasti ini semua adalah suatu kesalahan."
"Tapi itu benar tuan Dimitri, aku tidak berbohong."
"Tapi kenapa Sofia berusaha untuk menyakitinya sampai mencoba membunuhnya?’’
"Mungkin nyonya Sofia sangat membenci nona Lizzie."
"Tapi kenapa dia membencinya, apa salahnya sehingga dia mencoba membunuhnya? Aku benar-benar tidak mengerti."
Dimitri terlihat tidak percaya dengan sikap istrinya yang tega menyakiti anak angkatnya.’’Sekarang kamu boleh pergi?’’
"Baik tuan Dimitri.’’
Akhirnya Dimitri hanya berdua di kamar dengan Lizzie .Rahangnya menegang dan wajahnya memerah menahan rasa kesal dan marah pada Sofia.
Keesokan paginya Dimitri dan Sergei makan pagi bersama dan Dimitri merasa ada yang aneh dengan ayahnya.
"Apa ayah baik-baik saja? Wajah ayah terlihat pucat. Apa ayah sakit?’’
"Ayah baik-baik saja, kamu jangan khawatir."
__ADS_1
"Sungguh?’’tanyanya tidak percaya.
Sergei menganggukan kepalanya.
’’Baguslah kalau ayah baik-baik saja."
Dimitri telah menyelesaikan makan paginya , lalu pergi ke kantor.
Setibanya di kantor Sabrina menyambut kedatangannya.
🌻🌻🌻
Sergei yang baru saja keluar dari kamarnya melihat kedatangan Sofia.
"Tuan Sergei, ada apa?’’tanya Nester.
"Bawa aku kebun!’’perintahnya.
Nester mendorong kursi rodanya dan turun dengan tangga khusus. Di kebun dilihatnya bibi Ester sedang memberikan susu pada Lizzie , lalu dia mendekatinya.
"Ah, tuan Sergei ternyata Anda."
"Aku ingin mengendongnya,berikan dia padaku."
Bibi Ester menyerahkannya dalam pangkuan Sergei dan dia menatapnya lembut.
"Anak yang manis. Aku tidak mengira dia akan menjadi bayi yang manis dan mirip sekali dengan ayahnya." Wajah Sergei terlihat sedih.
"Maaf tuan. Kalau boleh tahu dimana ibu Lizzie sebenarnya?’’
"Tidak tahu, ibunya telah menghilang dan masih belum ditemukan?’’
"Oh, itu benar-benar sangat disayangkan, pasti ibunya cantik."
"Ibunya memang cantik."
Lizzie terlelap tidur di pangkuan kakeknya, setelah puas memandanginya, Sergei mengecup keningnya dan berkata dalam hati,’’Maafkan kakek."
"Tolong bawa dia ke kamarnya.:
"Baik."
Setelah bibi Ester pergi menjauh, pandangannya beralih kepada ikan-ikannya.’’Aku rasa aku harus memberitahu Dimitri yang sebenarnya."
"Apa Anda benar-benar akan mengatakannya pada tuan Dimitri tentang identitas Lizzie yang sebenarnya?’’
"Aku rasa begitu, aku tidak dapat menghilangkan raut wajah Aleandra saat dalam mimpiku. Ada rasa sesal yang telah memasuki hatiku saat ini dan itu membuat hatiku tidak tenang."
"Tuan Sergei...’’
__ADS_1
‘’Mungkin Dimitri akan memarahiku dan membenciku karena aku telah membohonginya."
"Mungkin tuan Dimitri akan sangat marah kepada Anda, tapi aku yakin dia pasti akan dapat memaafkan Anda." [ ]