
Sabrina dipusingkan oleh sikap Dimitri yang akhir-akhir selalu marah-marah tanpa alasan jelas. Ia memilah-milah beberapa dokumen yang harus segera ditanda tangani oleh Dimitri. Dia masuk ke ruangannya dan menaruh semua dokumen di atas meja.
Beberapa menit kemudian Dimitri baru kembali dari makan siangnya bersama dengan Sofia. Gadis itu tiap hari semakin lengket dengan pak Romanov pikirnya. Sabrina juga merasa heran kenapa Aleandra tidak berbuat apa-apa mengenai hubungan Dimitri dan Sofia. Sabrina mengikuti Dimitri dari belakang dan masuk sambil membawakan secangkir kopi. Ia melirik ke arah Sofia yang sudah duduk di sofa sambil membolak-balik majalah.
"Jika Anda tidak membutuhkan saya lagi, saya akan pergi. Permisi!’’
Sabrina berlalu pergi dan menutup pintu di belakangnya.
Dimitri membaca berita Aleandra hari ini. Selama beberapa saat dia menatap fotonya yang sedang melakukan syuting iklan. Dimitri tersenyum lemah sambil mengelus wajahnya yang ada di foto itu.’’Aleandra, aku benar-benar sangat merindukanmu,’’ batinnya.
🌻🌻🌻
Aleandra memasuki apartemennya dan mencium aroma daging panggang yang menguar kesegala penjuru apartemennya.Hidungnya mengendus-endus aroma harum yang datang dari dapur.
"Hmmm....harum sekali."
"Ah, nona Aleandra, Anda sudah datang."
Aleandra segera memeluk bibi Polina.’’Aku rindu masakan bibi.Sehari saja tidak makan masakan bibi seperti tidak makan selama beberapa hari."
"Nona jangan berlebihan seperti itu.Daging panggangnya sudah siap.Apa mau makan sekarang?’’
"Mau...mau...’’kata Aleandra bersemangat dan langsung duduk di meja makan.
"Kemarin nona pergi kemana?’’tanya bibi Polina sambil menata meja makan.
"Itu...hmmm...Aku ada urusan penting, jadi aku menginap di rumah temanku,’’katanya berbohong.
"Tadi nyonya menelepon lagi dan menanyakan nona.:
"Pasti ibu menyuruhku untuk segera pulang. Apa yang sudah bibi katakan tadi."
__ADS_1
Aleandra mulai mengiris daging panggangnya dan memasukannya ke dalam mulut."Hmmmm....sangat enak." Bibi Polina tersenyum melihat Aleandra makan dengan lahap.
"Bibi bilang Anda sedang berada di rumah teman nona.Nyonya juga bilang kalau nona Maya tidak segera kembali pulang, nyonya akan menyeret Anda pulang.Sebaiknya Anda patuhi saja kemauan nyonya."
"Aku akan menghubunginya nanti dan berbicara dengannya. Ibu harus memberikan waktu untukku untuk tinggal disini lebih lama lagi."
"Sepertinya itu akan sulit."
"Aku tahu, tapi aku akan berusaha membujuknya." Aleandra kembali menyuapkan irisan daging ke mulutnya.’’Kali ini ibu harus menyetujui keingananku." Bibi Polina memandangnya dengan penuh cemas.Dia tidak ingin Aleandra terkena marah besar ibunya.
🌻🌻🌻
Dimitri menatap Sofia yang sedang asyik membaca.Dia menatapnya sedih.Dia merasa bersalah, karena sudah memberikan harapan untuk mencintai wanita yang ada di depannya. ’’Apa keputusan yang aku ambil ini benar?’’
Sesaat Dimitri terlihat ragu-ragu atas keputusan menjadikan Sofia kekasihnya, tapi bila mengingat rasa sakit hatinya terhadap Aleandra, dia ingin menjalani hubungan yang serius dengan Sofia.
"Kamu sebaiknya pulang saja?’’
Sofia menoleh ke belakang sambil tersenyum.
"Bukan begitu. Aku akan bekerja sampai malam. Aku berpikir mungkin kamu akan bosan menungguku di sini. Aku akan menyuruh sopir untuk mengantarmu pulang."
Sofia menimbang-nimbang saran Dimitri, akhirnya dia berkata,’’ Baiklah aku akan pulang, tapi nanti hubungi aku ya."
Dimitri menganggukan kepalanya.Sofia mendekati Dimitri bermaksud untuk menciumnya, tapi Dimitri langsung menghindarinya dan membuat Sofia tidak suka.Ketika Sofia sudah menghilang di balik pintu, Dimitri mendesah panjang. Dia tidak tahu , apa dia akan sanggup mencintai dan hidup dengan wanita lain. Dimitri bersandar pada kursinya dan memejamkan matanya.Setiap kali memejamkan matanya bayangan Aleandra selalu hadir tanpa mengenal waktu dan tempat.’’Aleandra,"gumamnya lirih.
🌻🌻🌻
"Pak Romanov, segeralah Anda pergi kerumah sakit . ayah Anda tiba-tiba saja kesehatannya menurun dan sekarang berada di ruang gawat darurat."
Wajah Dimitri menengang dan pucat."Aku akan segera pergi kesana."
__ADS_1
Dimitri langsung memutuskan sambungan telepon dan terburu-buru membereskan semua dokumen dan beberapa surat dari mejanya.Dia keluar dari kantor dengan terburu-buru.
"Sabrina, ayahku masuk rumah sakit. Aku akan pergi kesana dan aku akan memeriksa dokumen-dokumen dan beberapa laporan di rumah sakit mungkin aku akan memriksanya disana."
Sabrina yang terkejut mendengar perkataan Dimitri hanya berkata ‘’ Iya pak Romanov."
Dimitri menghilang dalam pintu lift.
Dimitri segera menemui ayahnya dan melihatnya terbaring lemah tidak berdaya. "Ayah, jangan mati dulu. Aku tidak rela jika ayah mati sekarang, karena urusan kita belum selesai."
Dimitri mendengar ayahnya kena serangan jantung. Ia keluar dari ruang ICU dan duduk sambil memerikasa dokumen dan beberapa laporan penting yang harus dia serahkan kembali pada Sabrina esok hari. Hampir tengah malam Dimitri baru pulang kerumah Masumi tidur terlelap tanpa mengganti pakaiannya.
🌻🌻🌻
Beberapa hari kemudian Sergei sudah bisa pulang kerumah meskipun keadaannya masih lemah. Ia terlihat melamun sambil memandang ke arah luar jendela.
"Aku ingin segera melihat Dimitri menikah dan memberikan cucu untukku sebelum akhirnya aku meninggal."
Nester, pelayan pribadinya, memandang sedih tuannya.’’Apakah harus menikah dengan nona Sofia? Tuan Dimitri tidak mencintainya."
"Sofia wanita yang tepat untuk anakku. Aku yakin dia dapat menjadi menantuku yang baik.Aku ingin segera Dimitri cepat menikah."
"Ayah sungguh-sunggu aku ingin menikah dengannya," kata Dimitri tiba-tiba yang muncul dari pintu.
"Kamu harus menikah dengannya. Ini perintah. Bukannya kamu sudah menyetujui dan dulu sudah berjanji pada keluarganya sebelum kamu mengenal Aleandra. Ayah rasa mereka masih mau menerimamu sebagai menantunya."
"Aku memang sudah berjanji untuk menikah dengannya."
"Apa sekarang kamu akan melanggar janji yang telah kau buat? Sekarang waktunya untuk menepati janji yang sempat tertunda."
"Sepertinya begitu. Maaf sudah mengecewakanmu dulu. Aku akan menikah dengannya."
__ADS_1
"Sungguh?"
"Iya ayah." [ ]