
Ivander terbangun pagi-pagi dan menemukan sinar matahari berkedip-kedip ke dalam kamarnya. Ia tidak dapat tidur dengan nyenyak, setelah kejadian kemarin sore. Hatinya gelisah takut terjadi sesuatu yang buruk pada Lizzie dan keluarganya. Ia akan menyalahkan dirinya sendiri, jika Lizzie sampai terbunuh. Di lihatnya Istrinya masih tertidur dengan nyenyak di sampingnya. Ia meninggalkan tempat tidurnya dan turun ke bawah.
Saat ia selesai menyeduh kopi, terdengar suara ketukan di depan pintu. Dilihatnya jam yang sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Ia merasa heran siapa yang datang ke rumahnya pagi-pagi sekali. Tiba-tiba jantungnya berdetak semakin kencang.
Sebelum membuka pintu, ia mengintip di balik jendela dan hatinya merasa lega.
"Selamat pagi!’’sapa Ivander dengan tersenyum ramah.
"Se...selamat pagi!’’
"Kalau tidak salah namamu Milly, kan?’’
"Benar."
"Ayo masuk!’’
Milly mengikutinya masuk ke dalam rumah. Milly mencium aroma kopi ketika memasuki rumah itu dan juga bau harum manis dari kue pai apel yang baru saja dikeluarkan dari oven. ‘’Silahkan duduk!’’
Milly duduk di sebuah sofa dengan canggung dan perasaannya gelisah. Matanya melihat ke sekeliling rumah, sementara itu Ivander pergi ke dapur menyiapkan minum dan kue untuk tamunya. Setelah sekian lama , akhirnya Milly dapat bertemu dengan orang yang ia lihat saat kebakaran itu terjadi. Tangannya terasa sangat dingin padahal di depannya ada perapian yang menyala.
’’Maaf sudah menunggu lama, silahkan di minum!’’
"Terima kasih."
Ivander duduk di samping Milly dan memperhatikan gadis itu. Setelah meletakan cangkir kopinya, Milly mulai bicara.’’Apa benar Anda bernama Ivander Armaturov yang pernah berada di Romanov mansion?’’
Saat itu juga wajah Ivander menegang.
’’Kenapa kamu mengatakan itu?’’tanyanya penasaran dengan nada sepelan mungkin.
"Aku pernah melihatmu di sana saat kebakaran itu terjadi."
"Kamu melihatku?’’tanyanya terkejut.
"Benar. Aku melihatmu dengan jelas, saat Tuan Dimitri menyerahkan anaknya kepadamu. Aku tidak mungkin salah lihat, meskipun waktu itu aku masih berusia 12 tahun, tapi aku sekarang masih mengingatnya."
"Siapa kamu sebenarnya?’’
"Aku Milly hanya anak seorang pelayan. Ibuku adalah pelayan sekaligus pengasuh nona Lizzie. Nama ibuku adalah Ophelia Ester Constantine. Ibuku juga ada saat kebakaran itu terjadi."
"Ini sungguh mengejutkan."
"Aku rasa Anda juga melihatku saat itu?’’
"Eh, maksudmu?’’
"Anda ingat tidak, saat Anda akan pergi, Anda melihatku di balik pintu saat itu aku menyuruhmu hendak pergi."
Ivander diam mencoba mengingat-ingat.
"Jadi gadis kecil yang aku lihat waktu itu adalah kamu’’.
‘’Tepat sekali. Itu aku."
"Sekarang dimana kamu tinggal?’’
"Aku tinggal beberapa meter dari rumah Anda. Aku tinggal dengan ibuku."
"Jadi rumah yang ada dibelakang rumahku itu adalah rumahmu. Aku tidak percaya, jadi selama ini kita adalah tetangga. Ini suatu kebetulan yang sungguh hebat."
"Pertama kali melihatmu di rumah Lizzie, aku begitu terkejut. Aku tidak percaya kalau Anda adalah pria yang kulihat pada waktu itu. Jadi kemana Anda membawa pergi bayi itu?’’
"Kalau aku memberitahumu, apa aku bisa dipercaya?’’tanyanya penuh selidik.
"Anda dapat mempercayaiku sepenuhnya. Aku dan keluargaku adalah pelayan setia keluarga Romanov."
Ivander tampak ragu-ragu. Kemudian ia mengatakan kalau kemungkinan besar bayi Lizzie sekarang dalam bahaya.Milly mentap bingung Ivander, lalu ia sedikit membungkuk ke arah Milly dan berkata,’’aku rasa pelaku kejahatan yang membakar Romanov mansion masih mencari Lizzie."
Milly terkejut dan menelan ludahnya.
"Lalu di mana nona Lizzie sekarang?’’
"Dia ada di sini."
Milly menutup mulutnya karena terkejut.’’Maksud Anda nona Lizzie ada di desa ini?’’tanyanya setengah berbisik.
"Benar."
"Katakan dimana?’’
‘’Kamu mengenalnya. Lizzie Thusenka adalah anak Dimitri Romanov."
"Apaaaa? Aku tidak percaya ini, tapi bagaimana mungkin?"
"Karena aku yang memberikannya pada mereka. Keluarga Thusenka tidak mempunyai anak, jadi tidak salah lagi kalau Lizzie adalah anak Dimitri. Aku sangat yakin 100%."
Milly diam tidak tahu harus mengatakan apa.
"Sekarang semua ingatanku sudah kembali. Selama ini aku hilang ingatan, jika kamu ingin tahu."
" Aku dengar Irvin Fretzie dituduh sebagai pelakunya "
"Benar. Tapi memang bukan dia pelakunya,’’jawabnya tiba-tiba membuat Ivander terkejut. Ia memandang curiga pada Milly.’’Apa kamu mengetahui sesuatu, Milly?’’
Milliy terlihat gelisah dan ada rasa takut dalam dirinya.Ia ingin sekali mengatakan siapa orang di balik kebakaran Romanov mansion , tapi jika ia mengatakan kemungkinan ia dan ibunya akan dalam bahaya.
"Aku tidak tahu, apa aku harus mengatakan ini padamu atau tidak, tapi aku...aku tahu siapa pelaku yang sebenarnya."
__ADS_1
"Benarkah itu? Katakan siapa?’’.
Milly terlihat ketakutan.’’Aku mohon jangan katakan kepada siapa pun kalau aku yang mengatakannya. Aku takut mereka akan membunuhku dan ibuku."
"Aku janji tidak akan mengatakannya pada siapa pun."
Milly mendekati Ivander, lalu berbisik di telinganya.Setelah Milly selesai mengatakannya. Wajah Ivander begitu terkejut rahangnya terbuka seakan mau jatuh dan wajahnya menjadi pucat. Ia tahu jelas siapa orang itu.’’Apa kamu yakin orang itu pelakunya?’’
"Aku yakin. Aku melihat semuanya ketika orang itu menembak Tuan Dimitri dan nyonya Aleandra. Saat itu aku begitu ketakutan, tapi aku berhasil pergi sebelum orang itu melihatku."
Wajah Milly terlihat ketakutan dan ngeri ketika menceritakan kejadian itu. Milly pun menangis terisak.
’’Sudah jangan menangis! Kamu akan baik-baik saja selama orang itu tidak tahu tentang dirimu. Kita tidak punya bukti untuk menuntutnya, ini akan sangat sulit."
"Kamu tidak pergi ke rumah Lizzie hari ini?’’
‘’Tidak. Ibuku demam, jadi aku minta izin untuk libur sehari."
"Semoga ibumu cepat sembuh."
"Terima kasih."
"Sebaiknya kamu pulang saja. Tidak baik meninggalkan ibumu terlalu lama dalam keadaan sakit. Pasti ibumu sedang menunggumu sekarang."
‘’Anda benar. Terima kasih untuk kopi dan kuenya."
Milly berdiri dan berjalan menuju pintu depan.
‘’Milly, terima kasih sudah mau mengatakannya padaku, aku berharap semua ini akan segera berakhir." Milly tersenyum tipis.
"Apa aku boleh memberitahu ibuku tentang Lizzie? ‘’
"Entalah Milly. Aku rasa tidak."
"Aku mohon. Ibuku berhak tahu. Selama ini ibuku selalu menyalahkan dirinya sendiri, karena tidak bisa menjaga nona Lizzie dengan baik. Aku akan menyuruh ibuku untuk tutup mulut. Pasti ibu akan senang mendengarnya."
Ivander mendesah.’’Baiklah. Tapi ingat, ibumu harus bisa menjaga rahasia ini."
"Aku mengerti. Terima kasih. Sampai jumpa lagi Tuan Armaturov!’’
Ivander menghempaskan dirinya ke sofa dan memikirkan kembali apa yang dikatakan Milly tadi. Ia sungguh tidak percaya di dalam keluarga Romanov ada musuh dalam selimut. Ia pun segera naik ke atas dan berpakaian dan pergi diam-diam dari rumah setelah meninggalkan pesan untuk istrinya yang masih tidur. Ia harus memperingatkan keluarga Thusenka akan adanya bahaya dan memberitahu siapa Lizzie sebenarnya.
🍎🍎🍎
Pengacara Anthony Lennox datang kerumah Victor. Ia memperhatikan keadaan rumah itu setelah sekian lama tidak datang. Tanpa sengaja matanya menangkap sesosok pria tua sedang berdiri di pinggir kolam sambil memberi makan ikan.Ia menghampirinya dan tersenyum kepadanya.’’Selamat siang Tuan Sergei, sudah lama kita tidak berjumpa. Bagaimana kabar Anda? Sepertinya Anda terlihat sangat sehat."
"Ah ternyata Anda. Seperti yang Anda Lihat! Aku baik-baik saja sekarang. Bagaimana kabarmu?’’
"Baik. Tidak terasa waktu sudah cepat berlalu sejak kejadian delapan tahun yang lalu."
"Halo Tuan Victor! Apa kabar?’’
"Baik. Aku diberitahu kalau Anda datang dan ternyata itu benar Anda."
‘"Aku datang kesini karena panggilan Tuan Sergei."
Victor terkejut, lalu melirik pamannya." Paman,’’serunya,
"Benar."
"Aku yang menyuruhnya kemari karena ada sesuatu hal yang ingin aku diskusikan kepadanya."
Lalu tatapannya beralih kepada pengacara yang berdiri di sampingnya. Sebaiknya kita masuk saja."
Sergei membawa pengacaranya masuk ke ruang kerja. Wajah Sergei terlihat begitu serius dan pengacara Lennox dapat menangkap kegelisahan di mata kliennya.’’Ada apa sebenarnya Tuan Sergei?’’
"Apa aku bisa mempercayai Anda sepenuhnya?’’
Anthony duduk tegak membetulkan jasnya.
"Tentu saja."
"Alasanku menyuruhmu datang adalah untuk membuat ulang surat wasiat."
Pengacara Lenox terlihat sangat terkejut. ‘’Membuat ulang surat wasiat? Tapi kenapa?’’
"Aku ingin mewariskan kekayaanku semuanya pada cucuku, jika Dimitri tidak pernah sadar lagi."
"Cucu?Tapi cucu Anda sudah meninggal."
Sergei tersenyum misterius.
"Tidak. Cucuku masih hidup disuatu tempat."
"Ta..tapi bagaimana mungkin?’’
"Aku telah mengetahui keberadaan cucuku dan mungkin sebentar lagi aku akan dapat menemukannya."
"Aku tidak percaya."
"Awalnya aku juga tidak percaya, tapi ada seseorang yang sudah membawa pergi cucuku ke suatu tempat."
"Siapa?’’
"Ivander."
"Siapa dia?’’
__ADS_1
"Mungkin salah satu orang kepercayaan anakku dan kamu tahu cucuku berada di Helenogradsk. Dia diasuh oleh keluarga Thusenka dan aku bertemu dengan gadis kecil itu , tapi saat itu aku tidak tahu siapa dia. Kemarin sore aku sudah menyuruh seseorang untuk mencarinya,’’ kata Sergei. dengan wajah berbinar-binar senang. Anthony sekali lagi dibuat terkejut.
"Tapi bagaimana bisa?’’
"Bibi Ester yang memberitahuku kemarin malam. Ia melihat Ivander di sana. Milly memberitahu ibunya, bahwa Lizzie ada di sana. Sekarang Anda sudah tahu . Tidak banyak orang yang mengetahui ini, jadi aku harap Anda merahasiakannya dulu dari orang-orang."
"Tentu,’’jawabnya berusaha menyembunyikan keterkejutannya.
"Aku percaya pada Anda karena Anda sudah menjadi pengacara kami selama bertahun-tahun." Anthonyhanya tersenyum tipis.
"Apa kita bisa mulai membuatnya?’’
"Tentu."
Di luar Victor menunggu ayahnya bicara dengan pengacara Lennox, ia semakin penasaran apa yang ia inginkan dari pengacara itu. Satu jam telah berlalu, tidak ada tanda-tanda dari keduanya akan muncul dari balik pintu." Sebenarnya apa yang mereka bicarakan?’’
Sergei dan pengacara Lenox keluar dan mereka bersalaman. Nester membawa pergi Sergei ke kamarnya dan Victor segera mendekati Anthony dan mencecarnya dengan berbagai macam pertanyaan.
"Tenang Tuan Victor! Sebaiknya kita bicara tidak disini. Anda tahu kan kalau dinding selalu punya telinga."
"Baiklah. Ikuti aku!’’
Victor membawa Anthony ke sebuah rumah kaca yang dipenuhi oleh bunga-bunga mawar kesukaan istrinya.’’Sekarang katakan, apa yang diinginkan pamanku darimu. Kamu masih merupakan orang kepercayaanku dan kaki tanganku, karena aku sekarang kamu sudah menjadi pengacara terkenal."
"Saya tidak akan lupa itu dan akan tetap menjaga kesetiaan saya pada Anda."
"Bagus kalau kamu ingat itu. Jadi apa yang kalian bicarakan?’’
"Dia ingin membuat ulang surat wasiatnya dan mewariskan seluruh kekayaannya pada cucu perempuannya, jika Dimitri benar-benar meninggal."
‘’Apaaaa? Itu tidak mungkin. Bukankah dia sudah meninggal dan demi Tuhan kenapa paman percaya kalau cucunya masih hidup, jelas-jelas dia sudah meninggal."
"Tapi pamab Anda percaya kalau cucunya masih hidup disuatu tempat. Tuan Sergei juga mengatakan kalau orang yang bernama Ivander telah mengambil cucunya sehingga ia selamat dalam peristiwa kebakaran itu."
"Tidak mungkin."
Lalu Anthony memberitahunya di mana Lizzie dan siapa yang merawatnya selama ini.
"Maaf saya harus segera pergi masih banyak janji bertemu dengan para klien."
"Anda boleh pergi!"
"Permisi!’’
Victor terlihat sangat kesal, ia pun memukul meja marmer dengan keras.’’Sial! Hilang sudah kesempatanku untuk memiliki kekayaan keluarga Romanov secara utuh. Seharusnya anak itu mati sejak dulu."
🍎🍎🍎
Di kamar Sergei menelepon Nicola.
"Nicola, ini aku."
"Sergei, bagaimana kabarmu?"
"Aku baik. Aku ingin memberitahumu sesuatu yang sangat penting."
"Sepertinya sangat serius."
" Kamu adalah salah seorang kepercayaanku selain Anthony dan Vladimir."
"Baiklah. Apa yang ingin kamu beritahukan kepadaku?"
"Ini mengenai cucuku, Lizzie. Sepertinya aku sudah menemukannnya."
"Apaaa? Di mana?"
"Di Zelenogradsk. Lizzie dirawat oleh keluarga Thusenka."
"Aku tahu mereka. Aku sudah bertemu dengan Lizzie."
"Benarkah?"
"Iya. Sergei."
"Aku akan segera ke sana menemui mereka."
" Aku akan menunggu kedatanganmu."
" Bagaimana penyelidikanmu tentang pelaku yang mencoba membunuh anak dan menantuku?"
"Sedang aku selidiki. Aku sudah menyuruh Jack Carver melakukannya. Saat ini aku sedang menunggu informasi darinya "
"Baiklah. Jika ada informasi hubungi aku."
"Tentu saja."
Sergei menutup teleponnya , lalu menghela napas panjang.
"Nester, " panggil Sergei
"Iya Tuan Sergei."
"Kita akan pergi ke Zelenogradsk. Tolong persiapkan semuanya."
"Baik Tuan." [ ]
__ADS_1