Shattering Heart

Shattering Heart
(S2): Reuni keluarga


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu sejak Lizzie pergi ke desa Zelenogradsk. Lizzie duduk di sofa sambil membalik-balik buku dongengnya yang akan dibacakan olehnya sebagai pengantar tidur Amber.


Suara bel pintu mengejutkannya. Juliana yang sedang merajut pakaian pun ikut terkejut.


" Biar aku saja yang membuka pintu, "kata Ivander.


Ivander membuka pintu dan seorang pria asing berdiri di depannya.


" Ada yang bisa aku bantu?" tanya Ivander.


" Aku Jack Carver. Apa Anda Tuan Ivander Armaturov?"


" Benar. Anda siapa?"


Jack tersenyum lebar." Akhirnya aku dapat menemukan Anda."


" Apa maksudmu?"


"Aku sedang mencari Anda atas perintah Nicola Kalashnikov dan Sergei Romanov."


Wajah Ivander menjadi pucat.


" Dari mana Anda tahu alamat ini?"


" Dari nomor mobil Anda. Satu Minggu yang lalu Anda dan Lizzie pergi ke Zelenogradsk dan ada teman Lizzie yang melihatnya dan mencatat nomor mobil Anda."


" Rupanya begitu. Anda tidak perlu bersembunyi lagi, karena kami sudah tahu siapa pelakunya."


"Sungguh?" tanya Ivander tak percaya.


" Itu benar. Sebaiknya kita bicara di dalam saja."


Ivander nampak ragu-ragu akhirnya ia mengizinkan Jack masuk. Jack senang melihat Lizzie lagi. Ia merasa lega Lizzie selamat dan baik-baik saja.


Lizzie langsung mengenali Jack saat melihatnya.


" Tuan Carver," seru Lizzie.


" Halo Lizzie! Sudah lama kita tidak bertemu."


Lizzie berlari dan memeluknya.


" Aku senang bisa bertemu dengan Anda lagi. Bagaimana Anda tahu aku ada di sini?"


"Ceritanya sangat panjang."


Ivander mememberitahu istrinya siapa Jack Carver dan Juliana sangat terkejut.


"Lizzie pergilah ke kamar bersama Juliana!"


"Baiklah."


Juliana melirik sekilas ke arah suaminya sebelum menaiki tangga.


" Kita harus bicara," kata Ivander.


" Itulah tujuanku datang ke sini."


🍎🍎🍎


"Sial!’’


Vladimir menggeram marah melemparkan dokumen yang tengah dibacanya ketika ia berada di kantor ayahnya.


"Lihat saja! Aku akan membuka siapa kamu sebenarnya,’’serunya kesal.


Vladimir mendesah panjang lalu menyandarkan tubuhnya di kursi. Seminggu yang lalu saat Milly menceritakan semua kejadian di Romanov mansion membuat ia benar-benar merasa sangat marah, karena ia tidak percaya kalau Anthony Lennox adalah yang mencoba membunuh paman dan bibinya dengan kejam.


Awalnya ia tidak percaya begitu saja, tapi setelah melihat kesungguhan dan kejujuran di mata Milly mau tidak mau ia harus percaya. Vladimir tahu betul bagaimana ekspresi wajah seseorang jika bicara bohong. Dulu ia pernah belajar cara membaca ekspresi wajah seseorang dan tentu saja keahliannya itu sangat berguna untuk pekerjaannya sekarang.


Anthony Lennox adalah salah satu pengacara kepercayaan ayahnya dan salah satu pengacara terbaik yang dimiliki oleh firma hukum ayahnya ini. Ketika ayahnya diberitahu tentang hal ini raut kekecewaan sangat jelas terpancar dari wajah ayahnya. Tentu saja ayahnya sedih, karena merasa terkhianati oleh orang kepercayaannya sendiri.


Dimitri dan Sergei pun terlihat sangat kecewa. Mereka mengingat-ingat kembali apa mereka punya masalah besar dengan Anthony. Mereka pun tidak tahu apa masalahnya sampai Anthony gelap mata untuk mencoba membunuh mereka.


Anthony tidak bisa dipecat begitu saja dengan alasan karena ia telah membunuh paman dan bibinya. Vladimir dan ayahnya sama sekali tidak punya bukti kuat meskipun mereka mempunyai saksi kunci dalam kasus ini.


Sampai sekarang ia dan ayahnya sedang mengumpulkan beberapa bukti keterlibatannya secara diam-diam.Β  Anthony memang tidak tahu kalau ia dan ayahnya mengetahui semua perbuatannya di masa lalu. Motif Anthony membunuh paman dan bibinya masih menjadi misteri yang ia tahu Dimitri tidak mempunyai masalah atau dendam pribadi kepada Anthony.


Selama ini hubungan mereka baik-baik saja atau memang tidak ada yang mengetahui kalau sebenarnya Anthony mempunyai masalah dengan mereka.


🍎🍎🍎


Ivander masih memandangi Jack dengan tatapan curiga dan Jack tahu bahwa Ivander belum mempercayainya. Tatapan mata Ivander selalu awas dan memperhatikan setiap gerak-geriknya.


" Aku bukan orang jahat jadi jangan tatap aku seperti itu."


" Maaf tapi aku harus berhati-hati."


" Aku mengerti. Aku akan menelopn Nicola untuk membuktikan bahwa aku adalah detektif yang disewa olehnya."


" Jadi Anda seorang detektif?"


"Benar."


" Anda bilang Anthony Lennox adalah pelakunya."


" Benar. "


Jack pun menceritakan semua pengkuan Milly.


" Jadi begitu."


"Sepertinya Anda sama sekali tidak terkejut."


" Milly sudah memberitahuku 2 tahun yang lalu."


Jack terkejut dengan pengakuan Ivander.


" Kalau sudah tahu kenapa kamu tidak memberitahu kami?"


" Itu karena aku tidak sempat melakukannya. Pelakunya bertindak sangat cepat sebelum aku memberitahu kalian."


"Aku akan memberitahu Tuan Nicola, kalau kalian sudah ditemukan."

__ADS_1


"Bagaiamana dengan Anthony?"


" Tidak perlu cemas. Kami akan merahasiakannya kalau kalau kalian sudah ditemukan."


"Mungkin sudah saatnya Lizzie bertemu dengan keluarganya."


" Aku akan memberitahu Tuan Nicola sekarang juga."


Jack mengambil ponsel dari saku celananya, lalu tidak lama kemudian dia mengakhiri pembicaraannya.


" Tuan Dimitri dan Tuan Sergei akan segera ke sini."


" Kami akan menunggu kedatangan mereka."


🍎🍎🍎


Sergei segera menutup teleponnya. Ia begitu senang ketika Nicola meneleponnya dan memberitahu Lizzie sudah ditemukan. Ia segera menelepon Dimitri untuk menyampaikan kabar gembira ini, tapi tiba-tiba Sergei berubah pikiran . Ia akan menemui langsung Dimitri di kantornya.


"Nester,"panggil Sergei.


" Iya Tuan."


" Antarkan aku menemui Dimitri!"


"Baik."


Lalu Sergei pun memerintahkan kepada beberapa pelayan untuk menyiapkan kamar untuk Lizzie dan juga kamar tamu untuk Ivander dan keluarganya. Ia sudah tidak sabar membawa Lizzie pulang.


"Jadi nona Lizzie sudah ditemukan?" tanya Nester.


" Benar."


" Pasti Tuan Dimitri akan senang."


"Tentu saja."


Di kantor Dimitri masih sibukkan oleh pekerjaannya. Selama ia koma pekerjaannnya digantikan oleh orang lain yang ditunjuk oleh Sergei sendiri. Sekarang setelah ia pulih sepenuhnya, Dimitri kembali mengambil pekerjaannya lagi.


Sandra, sekretarisnya sangat senang Dimitri telah pulih. Pertama kali Dimitri masuk kantor satu tahun yang lalu, Sandra langsung memberikannya banyak pekerjaan seperti biasanya dan itu membuat Dimitri kesal. Seperti sekarang ini.


" Yang benar saja, Sandra."


" Maaf Tuan Romanov, Anda harus menandatangani semua dokumen ini."


" Kamu tidak berubah selalu saja memberikanku banyak dokumen yang harus kukerjakan. Apa kamu juga memberikan banyak kerajaan kepada bos barumu selama aku absen."


" Tentu saja."


Dimitri sekali lagi memandangi Sandra. Ia sudah berkali-kali memandangi sekretarisnya, tapi ia masih tak percaya denga perubahan penampilan Sandra. Rambutnya tidak lagi panjang tergerai, tapi dipotong sangat pendek dan diberi warna coklat dan merah. Selain itu tubuhnya agak gendut tidak selangsing dulu sebelum ia menikah.


Dimitri begitu terkejut Sandra telah menikah dengan Richard, sahabatnya dan mereka sudah memiliki anak kembar laki-laki dan perempuan. Sandra kemudian bercerita bagaimana ia bisa bertemu dengan Richard dan akhirnya menikah.


Sandra bertemu dengan Richard setelah satu tahun Dimitri koma. Ia bertemu dengan Richard di rumah sakit saat menjenguk Dimitri dan Aleandra, karena mereka sering bertemu akhirnya benih-benih cinta mulai tumbuh diantara mereka. Setelah satu tahun mereka pacaran dan melakukan hubungan jarak jauh, Richard melamar Sandra dan satu tahun kemudian mereka mempunyai anak kembar.


Richard yang tahu Dimitri telah sadar dari komanya yang saat itu sedang berada di Amerika langsung terbang menuju Moskow. Dimitri juga terkejut dengan penampilan Richard yang sudah banyak berubah. Rambutnya sudah banyak ditumbuhi uban seperti hal dirinya dan agak gemuk.


Sekarang Richard berada di Amerika dan Sandra kembali melakukan hubungan jarak jauh lagi. Dimitri pernah bertanya kepada Sandra kenapa tidak ikut tinggal bersama Richard di Amerika. Sandra menjawab, Richard akan segera pindah ke Moskow setelah ia menyelesaikan pekerjaannya di Amerika.


" Selamat siang! Apa aku menganggu?"


" Ayah,"seru Dimitri terkejut.


"Selamat siang Tuan Romanov."


"Siang Sandra!"


"Ada apa ayah datamg ke sini?"


" Ada yang ingin ayah sampaikan kepadamu."


" Kalau begitu saya permisi dulu," kata Sandra.


" Apa telah terjadi sesuatu?"


" Aku baru saja diberitahu oleh Nicola. Lizzie sudah ditemukan. Dia bersama Ivander."


" Benarkah? Di mana dia sekarang?"


"Tenanglah Dimitri! Lizzie tinggal di desa Vyatskoye. "


"Aku pernah pergi ke sana bersama Aleandra."


"Aku ingin mengajakmu pergi ke sana sekarang."


"Tentu saja."


Dimitri kemudian melirik ke atas meja di mana banyak dokumen yang masih menumpuk. Ia akan mengerjakannya nanti setelah bertemu dengan Lizzie, meskipun ia harus mendapatkan tatapan kesal dari Sandra.


" Ayo ayah kita pergi!"


Selama dalam perjalanan Sergei bercerita bagaimana Lizzie ssmpai akhirnya bisa ditemukan.


"Syukurlah teman Lizzie yang bernama Fanya itu sangat pintar, karena dia, kita bisa menemukan Lizzie. Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya."


"Aku juga."


🍎🍎🍎


Lizzie turun pada saat makan malam tiba. Ia tidak bisa mempercayai penglihatannya. Di ruang tamu ia melihat ayah dan kakeknya. Lizzie mengenali mereka dari foto yang selalu ia lihat sepanjang waktu. Mereka tersenyum dan Lizzie langsung berlari kepelukan ayahnya


"Ayah,"seru Lizzie.


Dimitri menciumi wajah Lizzie dan memeluknya erat menumpahkan semua kerinduannya. Sekali lagi Dimitri memandangi wajah putrinya. Putri yang selama ini ia rindukan. Putrinya telah tumbuh besar.


" Ayah sangat merindukanmu."


Dimitri kembali menciumi wajah Lizzie.


"Ayah sayang Lizzie."


"Aku juga."


Sergei kemudian memeluk Lizzie. Cucu yang selama ia rindukan. Sergei begitu bahagia satu persatu anggota keluarganya mulai berkumpul lagi.

__ADS_1


" Kamu tumbuh menjadi gadis yang cantik."


Wajah Lizzie merona merah. Ivander dan Juliana terharu melihat Lizzie bisa bertemu dengan ayah dan kakeknya. Ivander pun minta maaf, karena selama ini sudah menyembunyikan Lizzie.


"Kamu tidak perlu minta maaf. Kamu sudah melakukan tugas dengan baik. Aku tidak salah mempercayaimu, "kata Dimitri.


" Yang dikatakan Dimitri benar,"kata Sergei.


" Terima kasih sudah menjaga dan merawat Lizzie dengan baik."


Dimitri memeluk Ivander.


" Aku senang bisa bertemu denganmu lagi," kata Ivander.


" Aku juga."


" Jadi apa yang akan kalian lakukan sekarang?" tanya Jack.


" Kami akan membawa Lizzie pulang," kata Sergei.


"Pulang?" tanya Ivander.


" Iya."


" Bagaiamana dengan Tuan Lennox?Aku takut dia akan menyakiti Lizzie?" kata Ivander.


" Anthony tidak akan bisa menyakiti Lizzie lagi. Lagi pula tidak lama lagi kami akan segera menangkapnya,"kata Sergei.


" Yang dikatakan oleh ayahku benar."


" Kami akan merindukan Lizzie, "kata Juliana.


" Kalian boleh ikut bersama kami ke Moskow dan tinggal di sana selama beberapa hari," kata Sergei.


" Bibi Juliana dan paman Ivander, ikutlah bersama kami," kata Lizzie dengan pandangan memohon.


" Baiklah,"kata Ivander.


" Horeee," seru Lizzie senang.


Mereka semua pun tertawa. Lizzie merasakan kebahagiaannya kembali setelah bermimpi buruk selama dua tahun. Ia senang telah memiliki keluarganya lagi dan ia tidak bisa melupakan orangtua angkatnya yang sudah banyak berkorban untuknya.


🍎🍎🍎


Pada saat makan malam Nicola memberitahu Vladimir bahwa Lizzie telah ditemukan di desa Vyatskoye. Vladimir sangat senang dan tidak sabar menemui mereka di mansionnya.


Setelah selesai makan malam, seorang pelayan memberitahukan ada seseorang yang ingin menemui Nicola.


"Suruh dia masuk!"


Seorang pria muda masuk dan Nicola mempersilahkannya duduk.


"Siapa dia ayah?"


" Dia Freddie salah satu pelayan Anthony Lennox. Ayah bekerja sama dengannya untuk mencari bukti kejahatan Anthony."


" Aku tidak tahu ayah punya mata-mata di rumah Anthony."


"Sekarang kamu sudah tahu."


Nicola kembali menaruh perhatian kepada Freddie lagi." Jadi ada informasi apa yang kamu dapatkan?"


"Ini."


Freddie menyerahkan bungkusan dalan kantung plastik hitam kepada Nicola.


"Apa ini?" tanya Nicola penasaran.


"Buka saja."


Nicola langsung membukanya "Ini?"


" Benar Tuan Nicola. Aku menemukan pakaian dan topeng itu di bawah tempat tidur Anthony. Aku mengambilnya dari dalam kardus."


" Jadi itu topeng dan pakaian yang ia gunakan untuk mencoba membunuh paman Dimitri dan Bibi Aleandra?" tanya Vladimir.


" Mungkin saja. Kita perlu memberitahu Milly apa pelakunya mengenakan pakaian hitam dan topeng ini."


"Aku akan memfotonya dan mengirimkannya kepada Milly."


Vladimir segera mengirimkan fotonya kepada Milly dan tidak butuh waktu lama, Milly segera menjawabnya.


" Apa yang dikatakan Milly?" tanya Nicola.


" Itu adalah pakaian dan topeng si Pelaku."


"Bagus."


"Apa kita sekarang bisa menangkapnya?"tanya Vladimir.


"Setelah surat perintah penangkapannya keluar, Anthony akan segera ditangkap."


Vladimir menghela napas lega.


" Aku sangat berterima kasih padamu, Freddie. Kerja yang sangat bagus. Sebaiknya kamu segera mengundurkan dii dari pekerjaanmu di sana. Kamu bisa kerja denganku di sini."


"Terima kasih Tuan Nicola."


" Apa Anthony tidak curiga pada Freddie?" tanya Vladimir.


" Ayah rasa tidak. Anthony tidak pernah memperhatikan para pelayannya."


" Baiklah Tuan Nicola. Saya permisi pulang dulu. Selamat malam!"


" Selamat malam!"


Setelah Freddie pulang, Vladimir kembali bertanya kepada Nicola.


" Kenapa Freddie mau membantu kita?"


" Karena Freddie adalah detektif dan ia menyamar sebagai pelayan Anthony dua tahun yang lalu."


" Jadi begitu. Ayah punya banyak rencana yang tidak aku ketahui."

__ADS_1


" Besok kita akan menangkap Anthony. Ia tidak bisa kabur lagi. Sudah saatnya ia mempertanggungjawabkan semua perbuatannya."


" Aku tidak sabar hari esok tiba pasti akan sangat menarik." [ ]


__ADS_2