Shattering Heart

Shattering Heart
Hilang


__ADS_3

Terdengar langkah-langkah panjang dan cepat di sepanjang lorong rumah. Anastasia membawa makan pagi untuk Aleandra.


Tok....Tok...Tok...


"Aleandra, ini aku Anastasia."


Beberapa saat tidak terdengar jawaban, lalu ia mengetuk pintu lagi tetap tidak ada jawaban.Rasa cemas mulai menghantui Anastasia , dibukanya pintu kamar dan  di dalam kamar tidak ada Aleandra.


"Aleandra...Aleandra...kamu dimana?’’


Anastasia mencarinya di setiap sudut kamar dan juga kamar mandi, tapi Aleandra tidak ditemukan dimana pun. Ia menjadi bertambah cemas dan meminta pertolongan pada seisi rumah untuk mencarinya.


Aleandra berjalan di sepanjang jalan di tepi gunung dengan wajah ling lung dan langkah gontai dan tatapannya kosong.Dari mulutnya hanya terucap.


"Lizzie, dimana kamu? Jangan tinggalkan mama sayang."


"Mama akan segera menemukanmu dan kita akan bersama lagi."


Aleandra berjalan dengan menyeret kakinya, karena rasa lelah dan pegal di kedua kakinya .Udara dingin menusuk, karena sudah memasuki musim gugur. Aleandra memeluk dirinya. Dia sudah tidak tahu lagi dimana dia berada.Tiba-tiba kakinya tidak kuat untuk menahan tubuh, karena lelah dan akhirnya keseimbangan tubuhnya hilang.


Aleandra terjatuh dari atas bukit dan tubuhnya terguling-guling selama beberpa menit dan akhirnya tubuhnya berhenti berguling-guling setelah kepalanya membentur kayu pohon yang besar dan ia pun tidak sadarkan diri. Dikeningnya mengalir darah segar.


Anastasia dan beberapa pelayan masih mencarinya di sekitar rumah, Aleabdra masih belum ditemukan.


"Sepertinya nona Aleandra tidak ada rumah mungkin dia keluar mencari anaknya,’’kata Edith.


"Mungkin saja. Sebaiknya kita mencarinya mungkin Aleandra belum pergi jauh."


Anastasia langsung mencarinya di jalan dan berharap dia menemukan adiknya. Wajah cemas dan gelisah sudah menghiasi wajahnya .


"Aleandraaaaa......Aleandraaaaa......’’teriak Anastasia.


"Kamu dimana?"


Malam telah tiba dan Aleandra masih belum ditemukan. Anastasia lalu menghubungi Sergei.


"Maaf malam-malam menganggu Anda, tapi saya ingin memberitahu Anda mengenai Aleandra dan juga bayinya."

__ADS_1


"Apa yang telah terjadi?’’


"Lizzie telah diculik."


Jantung Sergei berdebar kencang.’’Dan Aleandra dia...’’Anastasia berhenti bicara.


"Aleandra kenapa?’’


" Aleandra telah menghilang dan sampai sekarang kami belum menemukannya."


Anastasia akhirnya menangis terisak-isak.


"Aleandra menghilang kapan?’’


"Sejak pagi, aku tidak menemukannya di mana pun?’’


"Tenang. Mungkin saja Aleandra akan kembali."


"Entalah. Pasti dia sekarang sedang mencari Lizzie. Sejak bayinya menghilang Aleandra telah kehilangan semangat hidupnya. Dia sangat sedih sekali. Bahkan ia sempat pingsan berkali-kali. Sepertinya dia tidak bisa menerima kenyataan kalau bayinya telah menghilang  dan sering melamun. Tatapannya begitu kosong."


Sergei menitikkan air matanya.


"Baik. Aku mengerti."


Sergei menutup teleponnya dan menyerahkannya pada Nester.


"Ada apa tuan?’’


"Aleandra telah menghilang."


Nester terlihat sedih.


"Pergilah! Aku ingin sendirian dulu."


"Baik tuan."


Sergei mendekati jendela dan menatap keluar dengan pandangan sedih. Butiran air mata jatuh dari kedua matanya.

__ADS_1


Beberapa hari setelah menghilangnya Aleandra,  Sofia membawa Lizzie jalan-jalan di halaman rumah. Dia merasa terhibur dengan kehadirannya dan tidak merasa kesepian lagi. Sofia terus memandangi bayi itu dan dia agak sedikit terkejut melihat ada kemiripan bayi itu dengan Dimitri.


"Ah mungkin ini hanya kebetulan saja."


Tapi hatinya mulai tidak merasa tenang, karena dia sama sekali tidak tahu dari mana Sergei mendapatkan bayi ini.


Sofia mencari Sergei dan menemukannya di ruang kerjanya.’’Ayah, aku ingin bicara."


"Kamu ingin bicara apa?’’


"Dari mana ayah mendapatkan bayi itu?’’


"Itu tidak penting dari mana aku mendapatkannya."


"Itu penting karena sekarang aku adalah ibu angkatnya, lagi pula...lagi pula bayi itu mirip dengan Dimitri."


Wajah Sergei langsung menengang. Ia memang tidak menyangkalnya kalau Lizzie mirip dengan Dimitri, karena dia memang ayah kandungnya.


"Ayah,Hil’’teriak Sofia.


"Apakah ayah telah merahasiakan sesuatu mengenai bayi ini dariku dan juga Dimitri?"


Sergei menelan ludahnya dan berpikir apa dia harus memberitahu kepada Sofia tentang identias Lizzie padanya.


"Aku ingin berjanji satu hal padamu. Kamu harus merahasiakan hal ini pada semua orang terutama dari Dimitri."


"Baik aku janji."


"Aku memang telah merahasiakan sesuatu kepadamu dan juga Dimitri tentang bayi itu.Sebenarnya bayi itu adalah anak Dimitri dan Aleandra."


Sofia terlihat shock mendengarnya kemudian jatuh terduduk di tempat duduk.’’Maafkan aku selama ini telah merahasiakan hal ini."


Sofia semakin marah dan benci pada Aleandra.


"Ayah, aku permisi dulu."


Sofia berdiri dan meninggalkan ruang kerja Sergei. Dia pergi menuju kamar bayi dan memandangi Lizzie yang sedang tidur. Wajahnya memperlihatkan kebencian kepada bayi itu.

__ADS_1


’’Ternyata kamu adalah anak Dimitri dan Aleandra Wanita yang aku benci. Jangan harap aku akan berbuat baik padamu nanti."


Sofia mencubit tangan Lizzie dengan keras sampai  dia terbangun dan menangis dengan sangat keras.[ ]


__ADS_2