
"Vladimir, kamu kemana saja? Dari tadi aku tidak bisa menghubungimu. Kamu benar-benar keterlaluan sudah membuat skandal besar. Aku menyuruhmu ke sana bukan untuk berduaan dengan seorang wanita di kamar hotel."
"Maaf Ayah. Aku benar-benar minta maaf, tapi percayalah padaku aku tidak berbuat hal yang memalukan. Mereka hanya salah paham saja."
"Kalau begitu sebaiknya kamu segera mengklarifikasi masalah ini."
"Aku akan melakukan itu secepatnya, tapi sekarang aku harus menjelaskan semuanya kepada Lizzie terlebih dahulu."
"Baiklah. Aku percayakan semuanya padamu."
Vladimir menutup teleponnya dan pergi ke kamar Lizzie.
"Lizzie, ini aku tolong bukakan pintunya."
Vladimir tidak mendengar jawaban dari Lizzie dan kemudian ia mendekatkan telinga ke pintu. Vladimir hanya samar-samar mendengar Lizzie menangis.
‘’Bukankah kamu sudah berjanji untuk percaya padaku, kamu tidak memperdulikan gosip yang tidak mengenakan tentang diriku, jadi aku mohon pecayalah padaku tentang ini. Aku tidak punya hubungan khusus dengan Sherly. Aku hanya menganggap dia teman biasa saja. Aku akui dia memang berada di hotel yang sama denganku.
Aku bertemu dengannya di sana secara kebetulan saja. Waktu itu dia memang keluar dari kamarku, tapi kami tidak melakukan apa-apa. Waktu itu Sherly mengajakku makan malam, karena pekerjaanku belum selesai, jadi aku menyuruhnya masuk ke kamar dan menunggu di kamarku. Itu hanya salah paham saja. Sungguh.
Sherly memang sudah mengatakan kalau dia suka padaku, tapi aku menolaknya. Seharusnya aku mengatakan tentang dia padamu dari awal. Aku teman kuliahku dulu. Aku tidak menyangka dia akan jatuh cinta padaku. Lizzie, aku hanya mencintaimu. Kamu satu-satunya wanita yang kucintai. Jadi maafkan aku, karena sudah tidak memberitahumu tentang Sherly. Ini salahku. Aku mohon buka pintunya."
Lizzie bangun dari tempat tidurnya sambil menangis dan berdiri di depan pintu dan tangannya sudah menyentuh pegangan pintu, tapi niatnya untuk membukakan pintu batal. Dia masih kesal pada Vladimir, akhirnya Lizzie kembali ketempat tidur dan menangis. Vladimir yang sudah lelah berdiri menunggu Lizzie membukakan pintu, akhirnya duduk di depan pintu kamar dengan bersandar di pintu.
"Lizzie, mau sampai kapan kamu membuatku menunggu di sini."
Vladimir duduk di depan pintu kamar semalaman. Hari sudah berganti, Lizzie masih tidak mau membukakan pintu.
"Vladimir sebaiknya kamu makan pagi dulu,"kata Aleandra.
"Bagaimana dengan Lizzie?"
"Sepertinya Lizzie belum mau membukakan pintunya dan nanti makanan Lizziw akan di bawa ke sini."
Vladimir menuruti kata Aleandra, sebelum makan Vladimir berganti pakaian dulu. Di sana meja makan makanan sudah dihidangkan, tapi Vladimir tidak ada selera makan, meskipun makanan itu enak-enak, tapi ia memaksakan untuk makan, karena dia butuh tenaga untuk meluruskan masalah ini pada masyarakat luas. Vladimir tidak ingin nama baik keluarganya menjadi buruk.
Vladimir memutuskan untuk pergi ke kantor. Ia hanya diam dan langsung menuju kantornya. Di sana sudah ada Sherly.
"Apa yang kamu lakukan di sini? Kapan kamu datang?’’
"Aku datang kemarin dini hari dan kesini untuk menemuimu untuk membicarakan tentang kita. Sepertinya gosip mengenai kita sudah semakin parah."
"Aku akan secepatnya memyelesaikan ini, jadi semuanya serahkan padaku. Tunggu beberapa hari lagi."
"Baiklah. Masalah ini aku serahkan padamu, tapi sebenarnya siapa yang telah memfoto kita?’’
"Aku tidak tahu."
"Kalau begitu aku pergi dulu. Semoga masalah ini cepat selesai."
"Semoga saja."
Sherly memakai wig dan kacamata kembali , lalu pergi. Tidak lama kemudian Zoya datang.
"Rupanya kamu sudah kembali. Apa kamu sudah membereskan pekerjaan di sana?’’
"Iya. Aku memutuskan kembali ke sini bersama Sherly.Anda tidak perlu khawatir saya sudah membereskan pekerjaan di sana. Ini laporannya. Silahkan Anda periksa."
Zoya menyerahkan laporan dengan setumpuk kerta pada Vladimir.
"Aku sudah membaca berita hari ini. Kali ini sudah keterlaluan. Siapa sebenarnya yang sudah menyebarkan berita seperti ini? Bagaimana dengan Lizzie?’’
"Lizzie masih marah padaku dan tidak ingin bertemu denganku."
"Itu wajar kalau Lizziw marah pada Anda. Anda sudah menjelaskan semuanya kepadanya?’’
"Aku sudah menjelaskan kepadanya. Semoga saja Lizzie dapat mengerti."
"Kapan Anda akan menjelaskan semuanya?
"Besok."
"Baiklah. Aku akan mengurus segala sesuatunya."
Zoya meninggalkan Vladimir sendirian di kantor yang duduk melamun sambil melihat langit.
🍀🍀🍀
Lizzie keluar dari kamar. Aleandra dan Dimitri langsung mendekatinya.
"Syukurlah kamu tidak apa-apa. Kamu sudah dua hari tidak makan. Kami sangat mengkhawatirkanmu. Sebaiknya sekarang kamu makan. Aku akan menyuruh pelayan menyiapkan makan untukmu,"kata Dimitri.
Mereka membawa Lizzie keruang makan dan pelayan menyiapkan makanan enak untuknya. Lizzie makan dengan lahap dan makanan yang disediakan pelayannya hampir habis. Aleandra dan Dimitri senang melihat Lizzie makan dengan lahap.
"Lizzie, kamu tidak lapar selama dua hari tidak makan?’’kata Aleandra.
"Tentu saja lapar. Aku mempunyai sedikit cemilan di kamar, jadi aku tidak terlalu kelaparan."
"Itu salahmu sendiri. Kenapa mau mengurung diri di kamar?"kata Dimitri.
"Karena aku sedih dan kesal pada Vladimir."
"Maafkan saja dia. Vladimi memang salah tidak mengatakan apa-apa padamu tentang wanita itu,"kata Aleandra.
Lizzie menatap ibunya dan kembali melanjutkan makan.
"Entalah. Sekarang ini perasaanku benar-benar kacau.Terlebih lagi dia wanita yang aku tolong waktu itu."
Aleandra hanya menatap Lizzie dengan pasrah.
🍀🍀🍀
__ADS_1
Nicola melihat ke arah depan rumah dari jendela ruang kerjanya.
"Sepertinya para wartawan itu masih ada disana. Ruapanya mereka belum menyerah juga."
"Benar,"kata pelayannya.
Nicola mengambil telepon dan menghubungi Vladimir.
"Vladimir, ini Ayah, sebaiknya kamu jangan dulu pulang hari ini."
"Memangnya kenapa?’’
"Di rumah kita masih banyak wartawan, sepertinya kalau kamu pulang sekarang tidak mungkin pasti mereka menyerbumu kalau pulang ke rumah. Sebaiknya kamu menginap saja dulu di rumah Lizzie nanti aku akan menyuruh pelayan untuk membawa pakaianmu ke sana."
"Baiklah."
"Kamu sudah berbaikan dengan Lizzie?"
"Sayangnya belum. Malam ini aku akan bicara lagi dengannya."
"Kamu harus segera menyelesaikan ini secepat mungkin."
"Aku tahu."
"Baiklah. Sampai jumpa!’’
Nicola menutup teleponnya dan memperhatikan lagi para wartawan yang sedang berkumpul di rumahnya.
🍀🍀🍀
Malam harinya Vladimir pulang ke rumah Lizzie.
"Vladimir, sekarang Lizzie sedang bersama Aleandra di kamar sebaiknya kamu segera pergi ke sana,"kata Dimitri.
"Jadi Lizzie sudah keluar dari kamarnya."
"Iya."
"Terima kasih."
Vladimir cepat-cepat menuju kamar Lizzie dan menemukannya sedang makan es krim di kamar dengan Aleandra. Lizzie terkejut dengan kedatangan Dimitri di kamarnya. Ia lalu membuang mukanya.
"Bisa kami tinggalkan berdua?"tanya Vladimir.
"Tentu."
Aleandra meninggalkan kamar Lizzie. Lizzie masih tidak mau melihat Vladimir dan memakan es krimnya lagi.
"Mau sampai kapan kamu marah padaku?’’
Lizzie tidak menjawab, lalu Vladimir mendekati Lizzie dan duduk di sampingnya. Vladimir memegang dagu Lizzie dan membuat Lizzie menoleh padanya, lalu selama beberapa saat mereka saling berpandangan.
"Aku ingin sekali melihat wajahmu, karena sudah 3 hari ini aku tidak melihat wajahmu, aku merindukanmu."
"Sudah aku katakan, aku tidak ada hubungan apa-apa dengan dia kecuali teman. Percayalah padaku. Bukannya kamu sudah berjanji untuk percaya padaku."
"Itu benar, tapi kalau aku melihat foto itu, apa aku harus percaya padamu. Lagi pula sepertinya aku kenal dengan wanita itu."
"Eh, apa maksudmu?’’
"Bisakah kamu melepaskan tanganmu dari wajahku,’’kata Lizzie sinis.
Vladimir melepaskan tangannya.
"Jelaskan apa maksudmu, kamu kenal Sherly?’’
"Aku bertemu dengan dia di dekat supermarket ketika aku selesai belanja. Waktu dia pusing, lalu aku menolongnya dan dia mengajakku makan siang."
"Apa dia tahu siapa kamu?"
"Sepertinya tidak. Dia wanita yang sangat cantik, pantas saja kamu suka padanya."
Vladimir tersenyum melihat Lizzie cemburu,
"Iya aku suka padanya."
Lizzie langsung melihat Vladimir dengan pandangan marah.
"Aku suka dia hanya sebagai teman."
"Kenapa kamu tidak cerita tentang dia padaku? Apa kamu tidak ingin aku tahu?’’
"Bukan begitu. Aku salah tidak cerita padamu, karena aku pikir itu tidak perlu, karena aku memang tidak ada hubungan apa-apa dengannya. Kalau begini jadinya seharusnya aju cerita padamu. Lizzie, aku menyesal. Maafkan aku."
Lizzie ingin mempercayai Vladimir. Ia menatap mata pria itu dan mencari kejujuran dimatanya.
"Apa kali aku bisa percaya padamu?’’
"Tentu saja. Kamu bisa percaya padaku. Jangan pernah sekali-kali kamu meragukan cintaku padamu."
Vladimir mengambil kedua tangan Lizzie dan mencium kedua tangannya.
"Jadi, kamu memaafkanku?’’
"Iya. Aku memaafkanmu."
Vladimir langsung memeluk Lizzie.
"Terima kasih."
Vladimir melepaskan pelukannya dan menatap Lizzie. Ia melihat di sudut bibir Lizzie ada sisa es krim, lalu Vladimir menghapus es krim itu dengan mulutnya. Lizzie terkejut yang dilakukan Vladimir tadi. Pipinya menjadi merah.
__ADS_1
"Ada es krim dibibirmu. Es krimnya enak juga. Boleh aku minta?’’
"Te-tentu saja."
Lizzie menyerahkan sisa es krimnya pada Vladimir
"Ini sudah malam. Kamu tidak pulang?’’
"Kamu mengusirku ya? Padahal aku ingin lebih lama lagi denganmu, karena kita baru bertemu lagi."
"Bukan begitu. Kamu pasti sudah lelah dan butuh istirahat."
"Aku tidak pulang hari ini."
"Kenapa?’’
"Karena aku tidak bisa pulang ke rumah. Banyak wartawan di rumahku. Ayah menyuruhku untuk menginap di sini. Besok aku aku mengumumkan tentang hubungan kita. Aku ingin kesalahpahaman ini cepat selesai supaya tidak ada lagi gosip mengenaiku dan Sherly. Aku ingin supaya semuannya menjadi jelas dan aku juga ingin mengumumkan pada dunia kalau kamu adalah milikku. Dengan begitu tidak ada pria lain yang berani mendekatimu."
‘’Seharusnya aku yang bilang begitu, supaya tidak ada wanita lain yang mendekatimu."
Vladimir tersenyum.
"Terima kasih es krimnya. Sepertinya malam ini aku akan tidur nyenyak."
"Sebaiknya kamu tidur. Aku mau kembali ke kamar untuk berganti pakaian dulu."
"Setelah kamu berganti pakaian, maukah kamu datang ke kamarku lagi? Aku ingin kamu bernyanyi untukku sebelum tidur."
"Baiklah. Aku akan segera kembali ke sini."
Vladimir meninggalkan kamar Lizzie dengan wajah bahagia.
"Kamu kelihatan senang sekali. Kamu sudah berbaikan dengan Lizzie? Apa dia memaafkanmu?"tanya Aleandra.
"Lizzie sudah memaafkanku dan kami sudah berbaikan."
"Syukurlah. Kalian berdua membuat kami cemas."
"Terima kasih sudah mau mendukung kami."
Vladimir masuk ke kamarnya dan cepat berganti pakaian dan kembali ke kamar Lizzie.
"Kamu belum tidur?’’
"Belum. Aku menunggumu datang."
Vladimir duduk di pinggir tempat tidur dan menyanyikan lullaby untuk Lizzie. Lizzie akhirnya tertidur. Vladimir mencium bibir dan kening Lizzie.
"Selamat malam sayang!’’
🍀🍀🍀
Besok paginya Vladimir dan Lizzie sudah berada di kantor Vladimir untuk menagadakan konferensi pers.
"Lizzie, apakah kamu sudah siap?’’
"Iya aku sudah siap."
Vladimit melihat Lizzie yang gugup, lalu Vladimir memeluknya.
"Jangan gugup. Aku akan di sana bersamamu."
"Iya. Aku mengerti."
2 jam kemudian para wartawan sudah berkumpul. Mereka sangat antusias untuk mengetahui berita yang akan di sampaikan Vladimir.
"Sebaiknya kalian segera turun. Konferensi akan segera di mulai,"kata Zoya.
Mereka bertiga turun dan menuju ruang konferensi pers. Vladinir dan Zoya langsung menemui mereka, sedangkan Lizzie masih ada di belakang ruangan. Mereka memfoto Vladimir berkali-kali, lalu ia mulai berbicara.
"Aku mengadakan konferensi ini untuk meluruskan kesalahpahaman antara aku dengan Sherly. Kami tidak mempunyai hubungan asmara. Berita yang selama ini beredar itu tidak benar. Kalian menyimpulkan begitu, karena aku selalu dekat dengannya, jadi kalian beranggapan kalau kami memiliki hubungan asmara. Hari ini aku mau memberitahukan kalian tahu bahwa aku sudah memiliki calon istri."
Semua orang yang ada disana ribut dengan pernyataan Vladimir termasuk Sherly yang datang pada konferensi itu.
Lizzie kemudian keluar. Wartawan mulai memfoto Lizzie dan kilatan blitz bertebaran dimana-mana, membuat mata Lizzie menjadi silau, kemudian Lizzie duduk di samping Vladimir.
"Aku juga ingin mengumumkan sesuatu kepada kalian. Wanita yang ada di sampingku ini adalah kekasihku yang sebenarnya. Namanya Lizzie Romanov."
Para wartawan mulai ribut kembali dan berbisik-bisik.
" Jadi kalian sekarang sudah tahu dengan jelas siapa kekasihku yang sebenarnya. Semua berita yang beredar sekarang tentang diriku itu tidak benar."
Sherly berdiri diam di dekat pintu masih memperhatikan mereka berdua.
"Wanita itu ternyata kekasihnya Vladimir. Aku benar-benar tidak menyangkanya. Vladimir mencintai dia, ternyata dia adalah wanita yang dicintai Masumi selama ini. Dia yang sudah berhasil mencuri hati Vladimir."
Sherly akhirnya pergi dari ruangan konferensi itu, sedangkan para wartawan masih sibuk memfoto mereka berdua dan mengajukan beberapa pertanyaan.
Vladimir sudah mulai melihat Lizzie gemetaran dengan pertanyaan yang diajukan wartawan.
"Sepertinya konferensi ini diakhiri sampai di sini saja."
Vladimor membawa Lizzie keluar dari ruangan. Para wartawan mengejar mereka, tapi mereka di halangi oleh para petugas keamanan. Mereka sekarang berada dia kantor Vladimir. Mereka berpelukan.
🍀🍀🍀
"Wanita itu ternyata wanita yang dicintai Vladimir. Mungkin wanita itu adalah kelemahannya,’’kata pria itu.
Pria itu tersenyum jahat dan kembali meneguk birnya. Sementara itu dikediaman Kalashnikov Nicola tersenyum sendirian di ruang kerjanya.
"Anak itu sudah membereskan masalahnya. Sekarang wartawan itu sudah pergi. Aku tidak menyangka dia akan melakukan konferensi pers hari ini. Dan dia sudah berani mengumumkan hubungannya dengan Lizzie. Sekarang aku bisa bernafas lega. Nama baik keluarga tidak jadi tercoreng."
__ADS_1
Vladimir masih berada di kantornya sedang membereskan pekerjaan dan saat itu dia mendapat telepon dari David. David meminta Vladimir untuk bertemu dengannya di bawah. Setelah pekerjaannya selesai ia langsung menemui David dan berbicara dengannya. [ ]