
Aleandra membuka tirai jendela dan berdiri beberapa saat memandang pemandangan yang ada dihadapannya, bulan terlihat sangat pucat diufuk timur menjelang fajar.Semilir angin menerpa wajahnya dan terasa sangat dingin. Langit berwarna kemerahan, udara segar berhembus dengan lembut membelai tubuhnya, ia menarik nafas dalam-dalam menikmati udara segar di pagi hari yang telah memberi semangat baru dalam hidupnya. Perlahan-lahan matahari mulai naik ke kaki langit dan beberapa menit kemudian matahari mulai menampakan diri di langit yang cerah. Lama kelamaan pemandangan disekitarnya mulai terang, sekarang di depan terbentang pemandangan hijau yang sangat indah dan burung-burung mulai berkicau menyambut pagi tiba.
"Indahnya. Selamat pagi!’’
Aleandra merentangkan kedua tangannya menikmati pemandangan indah di pagi hari. Ia langsung keluar dari penginapan dengan langkah pelan-pelan, lalu berlari ke halaman.
Aleandra merasa dirinya sudah menjadi lebih baik untuk menghadapi masalahnya dengan Dimitri dan sudah bisa mengatasi rasa sedihnya walaupun dia masih merasakan sakit hati, karena ketidakpercayaan Dimitri terhadap dirinya dan juga pengkhianatan yang dilakukannya. Setiap kali dia memikirkan itu hatinya kembali ingin menangis. Aleandra memandang langit dan di sana terbentuk wajah Dimitri yang sedang tersenyum lembut kepadanya.’’Sekarang apa yang harus aku lakukan kepadamu ?"
Aleandra berusaha untuk tidak menumpahkan air matanya lagi untuk Dimitri.
🌻🌻🌻
Sergei sudah berada di ruang makan sambil membaca sebuah koran. Nester dan beberapa pelayan lainnya tampak sibuk menyiapkan makan pagi untuk mereka berdua. Ia senang Dimitri akhirnya mau menikah dengan Sofia dan akan segera memberikannya cucu. Ia ingin sekali mendengar suara anak-anak di rumah yang besar ini, karena sekarang rumahnya terasa sangat sepi.
Beberapa menit kemudian terdengar langkah cepat dari lorong rumah dan Dimitri sudah muncul dengan wajah tanpa ekspresi.
"Aku senang kamu mau menikah dengan Sofia."
"Mungkin Sofia akan menjadi istri yang baik untukku."
"Kamu sudah tidak mencintai Aleandra lagi?’’
"Tidak,’’katanya dingin.
Sergei tidak percaya begitu saja dengan kata-katanya, karena ia sangat tahu bagaimana perasaan Dimitri terhadap Aleandra. Dia tidak mungkin bisa melupakannya begitu saja pikirnya.
"Aku harap keputusan yang kamu ambil sekarang tidak akan membuatmu menyesal."
"Tidak akan"
"Bagaimana seandainya kalau Aleandra tidak pernah mengkhianatimu?’’
"Ayah jangan membelanya. Sejak kapan ayah berpihak kepadanya."
"Aku tidak membelanya atau berpihak kepada siapa pun. Aku hanya ingin tahu apa yang akan kamu lakukan nanti seandainya Aleandra tidak pernah selingkuh dengan pria lain."
Dimitri hanya terdiam mendengar perkataan ayahnya selama ini dia tidak pernah memikirkan hal itu, tapi hati nuraninya sudah menolak jika Aleandra tidak selingkuh. Dimitri lebih percaya kalau Aleandra telah selingkuh, karena perasaan cemburunya sudah menguasai hati dan pikirannya. Dimitri mengelap bibirnya dan meneguk minumannya.
"Aku pergi!’’tanpa menjawab pertanyaan ayahnya.
Sergei menatap kepergian Dimitri dengan tatapan rasa kasihan dan mengeleng-gelengkan kepalanya. Ia meminum jus jeruknya dan kembali membaca koran yang memuat berita tentang Aleandra yang sukesr membintangi sebuah produk minuman ringan dan sekarang dia percaya untuk menjadi model dalam video klip dari penyanyi aktris terkenal.
🌻🌻🌻
Aleandra makan pagi dengan semangat, hari ini dia akan mulai syuting video klip dari salah satu penyanyi terkenal Rusia. Dia sama sekali tidak menyangka kalau syuting iklannya yang dimodali akting pas-pasan dapat berhasil dengan baik. Aleandra sekarang mulai menikmati kehidupannya sebagai seorang aktris terkenal. Dia kali ini tidur di apartemennya sendiri setelah memberi alasan kepada Anastasia akan menginap di rumah temannya.
"Hari ini nona akan pergi lagi?’’
__ADS_1
"Iya."
"Hari ini aku ada urusan penting yang harus aku selesaikan."
Aleandra memakan omlet telurnya dengan sangat lahap dan omlet itu dalam sekejap sudah dihabiskannya.Dengan terburu-buru Aleandra pergi dan menutup pintu sampai menimbulkan suara yang sangat keras.Selama dalam perjalanan Aleandra selalu melihat jam tangannya.
"Gawat, aku hampir terlambat ."
Aleandra mempercepat langkah kakinya dan akhirnya berjalan setengah berlari. Beberapa menit kemudian dia sampai di stasiun kereta api bawah tanah dan terlihat banyak orang yang sedang menunggu kereta datang. Kereta yang ditunggu-tunggu akhirnya datang. Tidak jauh dari sana ada sepasang mata yang sedang memperhatikannya dan orang itu tersenyum. Orang itu berusaha untuk mendekatinya dan harus berdesak-desakan agar dapat berjalan, tapi terlambat Aleandra sudah masuk ke dalam kereta dan di dalam ia terdorong ke pintu kereta api dan tergencet oleh penumang lainnya tubuhnya tidak bisa bergerak sama sekali dan kereta mulai bergerak.
"Aleandra...Aleandra...’’panggil Alexei, tapi gadis itu tidak mempedulikannya dan orang itu merasa heran dengan sikapnya. Kereta itu akhirnya melaju dengan cepat. Pria itu hanya menatap kepergian Aleandra dengan wajah heran.
🌻🌻🌻
Dimitri duduk melamun di kantornya belum satu pekerjaannya pun disentuh olehnya padahal Sabrina sudah memberikannya setumpuk pekerjaan untuknya.Lamunannya dibuyarkan oleh suara Hpnya dan dilihatnya Sofia menelepon. Dimitri hanya membiarkannya saja. Saat ini dia tidak ingin menerima telepon dari siapa pun. Setiap perkataan ayahnya satu persatu terngiang kembali di kepalanya. Terutama kata-kata’’Bagaimana kalau Aleandra tidak pernah selingkuh dengan pria lain,’’kata-kata itu sangat menganggu pikirannya.Tiba-tiba dihatinya muncul rasa takut, jika perkataan ayahnya benar. Saat ini Dimitri sudah tidak tahu lagi kepada siapa dia harus percaya.
Tok...tok...
"Masuk!’’
"Maaf pak Romanov, Alexei sudah datang."
"Suruh dia masuk!"
Alexei masuk dan berdiri dihadapan Dimitri. Alexei masih merasakan rasa kesal pada Dimitri yang telah mencampakkan Aleandra, mantan kekasihnya begitu saja. Rasanya dia ingin sekali memukul pria yang ada dihadapannya sekarang.Tapi dia berusaha untuk menahan rasa marahnya kepada Dimitri.
Alexei duduk di sofa menuruti perintah Dimitri dan mereka berdua duduk saling berhadapan.
"Aku menyuruhmu datang kesini untuk menugaskanmu pergi ke Spanyol untuk mengecek proyek pembangunan hotel.
"Baik pak Romanov."
"Bagus. Kamu boleh pergi ke Spanyol besok lusa."
"Baik.Aku mengerti."
"Sekarang kamu boleh pergi."
Akexei menghentikan langkahnya dan berbalik pada Dimitri. "Ada yang ingin kamu tanyakan lagi?’’
"Pak Romanov, boleh aku bertanya sesuatu pada Anda, ini mengenai Aleandra,’’katanya hati-hati. Seolah tidak peduli Dimitri kembali meneruskan pekerjaanya lagi.
"Ada apa dengannya?’’
Akexei terlihat ragu-ragu untuk menanyakannya , tapi rasa ingin tahu tentang sikap aneh Aleandra, ia memberanikan diri untuk bertanya pada Dimitri.
"Sejak Anda putus dengan Aleandra, apakah Anda pernah bertemu atau berbicara dengannya?’’
__ADS_1
"Aku pernah bertemu dan berbicara dengannya sekali."
"Memangnya kenapa?’’tanya Dimitri heran.
"Akhir-akhir ini sikapnya aneh. Tidak seperti biasanya."
Dimitri langsung mendongkakkan kepalanya dan menatap Alexei.
"Aneh bagaimana?’’
"Bagaiamana mengatakannya ya? Saya mendengar cerita dari lokasi syuting ketika Aleandra syuting iklan minuman ringan. Mereka bilang Aleandra selalu mengulang banyak kesalahan dan dia juga terlihat gugup di depan kamera, seperti belum pernah berakting dan berhadapan dengan kamera dan di awal syuting iklan, aktingnya sangat buruk , tapi pada akhirnya dia dapat melakukannya dengan baik.Aneh bukan? Aku sempat berpikir yang mengerikan kalau Aleandra sekarang bukan Aleandra yang kita kenal. Saya kira Anda sudah tahu tentang sikapnya yang aneh."
Dimitri terkejut dengan perkataan Alexei terutama pada bagian kalimat kalau Aleandra sekarang bukan Aleandra yang dikenalnya. Jantungnya berdegup kencang, lalu ingatannya kembali ke masa lalu saat dirinya hampir menabrak Aleandra dan dia bersikap sangat sopan kepadanya seolah-olah dia tidak mengenal dirinya. Hal itu membuat Dimitri sedikit cemas dan curiga.
"Aku tidak tahu itu.Ceritamu ini sangat menarik dan membuatku terkejut. Kenapa kamu berpikiran seperti itu?’’
"Pak Romanov, seberapa besar Anda mengenal Aleandra? Apa Anda mengenal keluarganya dengan baik?’’
"Kenapa kamu tanyakan itu?’’
"Mungkin saja ada hal yang tidak Anda ketahui tentang Aleandra dan keluarganya."
" Mungkin kamu benar . Aku memang tidak tahu apa-apa tentang keluarganya."
Dimitri kembali mengingat kembali pertemuan pertamanya dengan Aleandra disebuah gedung bioskop. Saat itu Aleandra menjatuhkan pop cornnya dan aku membantunya memungutinya. Senyuman lembut mengembang di wajahnya.
"Pak Romanov, maaf saya sudah berbicara yang tidak perlu. Saya hanya mengeluarkan apa yang saya pikirkan. Sebaiknya lupakan saja pembicaraanku tadi. Saya permisi dulu!’’
Setelah Akexei keluar, Sabrina masuk dan kembali memberikannya setumpuk dokumen.
"Sabrina, apa kamu bisa menghentikan sebentar pemberian dokumen-dokumen padaku. Kamu lihat di mejaku masih menumpuk dokumen yang belum aku periksa,’’katanya dengan suara penuh kekesalan.
"Maaf pak Romanov, jika itu membuat Anda tidak suka, tapi dokumen-dokumen itu segera butuh perhatian Anda.Makanya Anda jangan banyak melamun ,’’sindir Sabrina.
Dimitri menatap kesal pada Sabrina . ‘’Kamu boleh pergi sekarang?’’
Tanpa perintah kedua kalinya Sabrina langsung meninggalkan ruangan.
"Tunggu!’’
"Apa Anda masih ada perlu dengan saya?’’
"Apa kamu akhir-akhir ini ada yang merasa aneh dengan Aleandra?’’
"Hmmm...sepertinya memang ada yang aneh dengan Aleandra. Waktu itu saya secara tidak sengaja melihatnya keluar dari toko bunga dan saya keluar dari mobil dan melambaikan tangan saya untuk menyapanya, tapi dia tidak merespon lambaian tangan saya dan tidak membalas sapaan saya. Dia berjalan lurus kedepan melewati saya. Seolah-olah dia sama sekali tidak kenal saya dan saya berpikir itu sangat aneh Aleandra tidak mengenali saya."
"Sekarang kamu boleh pergi."
__ADS_1
Tanpa perintah kedua kalinya Sabrina langsung meninggalkan ruangan. Dimitri duduk dikursi memikirkan perkataan Alexei dan juga Sabrina. [ ]