Shattering Heart

Shattering Heart
Lizzie


__ADS_3

Sofia merasa lega, Anastasia tidak melihat Lizzie . Kalau dia datang terlambat sedikit saja, Anastasia pasti sudah melihat Lizzie dan akan mengetahui kalau Lizzie adalah anak Aleandra. Dia sudah menetapkan hati agar Dimitri dan orang lain tidak mengetahui kalau anaknya sekarang adalah anaknya Aleandta. Sofia ingin mempertahankan Dimitri dan anak ini disisinya, walau pun dia benci Lizzie.


Sabrina masuk ke kantor Dimitri  untuk memberitahu kalau Sofia membawa pulang Lizzie.’’Jadi Sofia membawa Lizzie?’’


"Benar."


"Kalau begitu biarkan saja. Sudah beberpa hari ini dia mengabaikannnya, mungkin hari ini saatnya dia memperhatikan Lizzie lagi. Sekarang kamu boleh pergi!’’


Anastasia akhirnya memutuskan pergi dari kantor Dimitri, ia tidak ingin membuat keributan dengan istrinya.


🌻🌻🌻


Sebuah ruangan yang hening dan sunyi yang terdengar hanya suara mesin pernafasan dan suara monitor. Seoarang wanita terbaring lemah dan tubuhnya dikelilingi oleh kabel dan selang.


"Dokter , bagaimana keadaan wanita itu?’’


"Sampai saat ini masih belum ada kemajuan. Dia masih tidak beraksi terhadap apa pun. Semoga saja dia punya semangat hidup sehingga dia akan cepat sadar."


"Terima kasih dokter."


Pria itu masuk dan menatap wanita itu.


’’Siapa sebenarnya kamu? Dan kamu berasal dari mana?’’


Pria itu mengelus wajahnya.’’Cepatlah sadar! Dan beritahu aku tentang dirimu."


Pria itu duduk di samping wanita itu dan mengingat kejadian satu bulan yang lalu.Saat itu sedang hujan lebat disertai angin besar, dia dan teman-temannya sedang berteduh dari derasnya hujan di hutan. Dia dan teman-temannya baru saja pulang dari camping.


"Lihat, ada wanita,’’kata salah seorang temannya. Leonid langsung memeriksa keadaan wanita itu.


"Bagaimana  apa dia masih hidup?’’


"Sepertinya dia masih hidup. Kita harus membawanya ke rumah sakit’’kata Leonid


"Aku rasa juga begitu."

__ADS_1


Tiba-tiba lamunannya buyar oleh suara pintu bergeser terbuka.


’’Rupanya kamu ada disini?"


"Inessa! Apa yang sedang kamu lakukan disini?’’


"Tentu saja mencarimu dan aku berpikir pasti kamu ada disini dengan wanita itu. Kenapa kamu begitu memperhatikannya? Kamu kan tidak tahu siapa dia. Mungkin saja dia wanita jahat atau seorang buronan yang sedang dicari-cari polisi."


"Inessa. Jangan bicara sembarangan!’’


"Leonid , kamu ini kenapa sih? Kenapa kamu malah membela wanita yang tidak diketahui asal-usulnya. Aaah, jangan-jangan kamu menyukai wanita itu ya?’’


Wajah Leonid memerah.’’Kamu tidak perlu mengatakannya? Aku sudah tahu jawabannya."


Leonid, kamu memang sudah menyukai wanita itu. Andai kamu tahu aku juga sangat menyukaimu, tapi kamu sejak dulu sampai sekarang hanya menganggapku sebagai teman masa kecilmu. Huuuhh....kenapa wanita itu harus hadir dalam kehidupan Leonid sih.


"Sebaiknya kita keluar saja. Biarkan dia sendiri.:


"Kamu saja yang keluar , aku akan tetap disini menemaninya."


Inessa sesaat menatap Leonid dengan tatapan sedih dan menutup pintu perlahan-lahan.


🌻🌻🌻


Sergei berada di kamarnya makan siang sendiri. Dia kembali mengingat pertemuannya dengan ayah Sofia di rumahnya. Kedatangannya membuat dia terkejut, apa lagi dia mengetahui rahasia besarnya. Dia kecewa kenapa Sofia harus mengatakan semuanya pada ayahnya dalam keadaan mabuk .


Dia juga marah kepadanya karena dia tidak bisa menyakinkan Dimitri untuk bersikap baik pada Sofia selayaknya seorang istri. Dia juga menyalahkannya karena Dimitri tidak pernah menyentuh Sofia sehingga mereka tidak punya anak sendiri.


"Sergei, jika mereka bisa hidup seperti pasangan suami istri normal mungkin sekarang mereka sudah memiliki anak sendiri dan mereka berdua tidak perlu mengadopsi seorang anak."


"Tapi anak itu anak Dimitri."


"Tapi anak itu bukan anak Sofia , tapi anak Seharusnya kamu tidak membawa anak itu kemari, kamu tahu setelah dia mengetahui anak itu adalah anak Aleandra, dia tidak lagi memperhatikan anak itu lagi, karena Sofia tidak menyukai ibunya. Aku tidak akan memaafkan kalian jika kalian menyakiti dan membuat putriku sedih, apa lagi kalau Dimitri sampai menceraikannya.’’


Sergei mendesah panjang, dia seharusnya tidak pernah memberitahu Sofia kalau anak itu adalah anak Dimitri dan Aleandra. Makan siangnya disingkirkan, karena selera makannya sudah menghilang sejak dari tadi.

__ADS_1


"Selamat datang nyonya Sofia!"


"Tolong bantu aku membawa tas bayi ini ke kamar Lizzie."


"Baik nyonya Sofia."


Lizzie tertidur dalam gendongan Sofia dan dia kemudian menyerahkannya kepada salah seorang pelayan untuk menidurkannya di kamar dan Sofia langsung masuk ke kamarnya untuk beristirahat.Baru saja dia akan memejamkan mata, Lizzie menangis dengan keras. Sofia menutup telinganya, tapi tangisan itu tetap terdengar. Akhirnya dia menutup telinganya dengan bantal dan tangisannya tetap terdengar juga. Ia sudah merasa kesal dan bangun.


"Anak sialan itu mengangguku saja!’’keluhnya kesal. Dibukanya pintu kamar bayi. Sofia menatap kesal dan dia mengambil Lizzie dengan kasar dari tempat tidurnya.


"Diamlah!’’bentaknya dengan keras sambil menimang-nimangnya, tapi tangisannya menjadi sangat keras.


"Aku bilang diamlah!’’teriaknya.


Tangisannya membuat Sofia menjadi sangat kesal dan kesabarannya mulai hilang. Dibukanya jendela kamar, lalu dia mengeluarkan Lizzie ke jendela.


"Kalau kamu tidak berhenti menangis, aku akan menjatuhkanmu dari jendela,’’ancamnya.


Lizzie yang tidak mengerti apa-apa tetap menangis dan tangisannya tambah keras. Bibi Ester yang melihat itu sangat terkejut, lalu dia menghambur masuk.


’’Nyonya Sofia, apa yang sedang Anda lakukan?"


Sofia yang terkejut menarik kembali Lizzie ke dalam.


"Aku tidak melakukan apa-apa,’’katanya gugup.


"Ini tolong tenangkan dia. Tangisannya sangat menganggu.Aku mau istirahat dulu."


Bibi Ester hanya bisa mengelengkan kepalanya melihat sikap nyonyanya pada anak ini.


" Jangan menangis lagi. Pasti kamu lapar ya? Ibumu tidak mengerti apa yang kamu inginkan dan dia juga jahat padamu. Jangan takut bibi ada disini untuk menjagamu."


Aku tidak percaya tadi nyonya Sofia mencoba untuk menjatuhkan Lizzie dari jendela. Apa dia berniat untuk membunuhnya? Aku tidak percaya ini. Kenapa dia harus membenci bayi yang selucu ini?Apa salah bayi ini kepadanya.


Tangisan Lizzie akhirnya berhenti setelah diberi susu dan dia kembali tertidur tenang.

__ADS_1


Hampir tengah malam Dimitri kembali ke rumah , dia menemukan Sofia dan Lizzie sudah tertidur. Dimitri pun memberikan kecupan selamat malam pada Lizzie sebelum dia pergi ke kamarnya sendiri. [ ]


__ADS_2