
‘’Apa yang kalian bicarakan tadi?’’
"Ah itu...itu tadi tidak membicarakan apa-apa, karena kamu keburu datang.
" Jadi apa kita bisa makan siang bersama?’’
"Tidak. Kau saja yang makan siang."
"Dimitri, kenapa kamu selalu menolak setiap ajakanku ?’’
"Karena sekarang aku sedang banyak kerjaan. Seharusnya kamu berada di rumah menjaga Sakura bukan berada disini."
"Sudah ada bibi Ester yang menjaganya."
"Tapi dia butuh ibunya."
"Anak itu bukan anakku."
"Tapi kita sudah mengadopsinya, jadi kita berdua sekarang adalah orang tua anak itu."
Sofia terlihat sangat kesal.
"Pergilah, saat ini aku sedang tidak ingin diganggu."
Sofia menatap Dimitri dengan marah dan dia pun berlalu pergi dan mentup pintu dengan membantingnya.
Dimitri mendesah panjang dan berjalan mendekati jendela. Kehidupan pernikahannya dengan Sofia terasa begitu melelahkan. Dia ingin sekali menceraikannya, tapi sekarang sudah ada Lizzie di tengah-tengah mereka dan sekarang dia harus memikirkan dua kali untuk bercerai dengannya.
Sekarang pikirannya melayang pada pembicaraan dengan Anastasia. Dia harus segera mencari Aleandranya dan menemukannya, dia ingin sekali meminta maaf kepadanya dan berharap Aleandra akan memaafkannya.
🌻🌻🌻
Sergei merasa gelisah saat Dimitri memberitahunya di telepon tentang menghilangnya Aleandra.
’’Dari mana dia tahu kalau saat ini Aleandra menghilang’’gumamnya. Dia keluar kamarnya dan melihat bibi Ester yang baru saja keluar dari kamar bayi.
"Sofia mana?’’
"Nyonya Sofia pergi. Dia bilang akan menemui Dimitri di kantornya untuk makan siang bersama."
"Apa Lizzie sedang tidur?’’
__ADS_1
"Iya tuan, dia sedang tidur."
"Aku akan melihat cucuku sebentar."
Bibi Ester melihat Sergei dengan tatapan kasihan dan dia kembali mengingat pembicaraan tuannya dengan Nester, lalu dia mengikuti Sergei ke kamar dan di sana di sedang memandangi Lizzie yang sedang tertidur lelap.
"Maaf tuan."
"Ah kamu rupanya. Ada apa?’’
"Beberapa hari yang lalu saya tidak sengaja mendengar percakapan Anda dengan Nester di depan kamar tuan Dimitri. Waktu itu Anda bilang kalau tuan Dimitri adalah ayah kandung nona Lizzie. Apakah itu benar?’’
Sergei terkejut mendengar pengakuan bibi Ester.
’’Saya hanya ingin memastikan saja, apa yang saya dengar itu benar atau tidak."
"Jangan katakan hal ini pada Dimitri. Apa kamu mengerti?’’
"Jadi itu semua benar? Kenapa tuan Dimitri tidak boleh tahu?’’
"Pokoknya saat ini dia tidak boleh tahu soal masalah ini, kalau sampai dia tahu mungkin dia akan menceraikan Sofia dan itu bisa membawa masalah besar dalam keluarga ini. Berjanjilah untuk merahasiakan ha ini. Kamu mengerti? Kalau tidak , aku akan memecatmu."
Setelah berada di luar kamar bibi Ester mengelus dadanya dan menenangkan diri. Dia tidak ingin dipecat sebagai pengasuh Lizzie, karena hanya dia yang saat ini bisa melindunginya dari niat jahat Sofia terhadap anak asuhnya.
🌻🌻🌻
Sementara itu Anastasia masih sibuk dengan pikirannya.Hari ini dia tidak bisa menjelaskan tentang permasalahan Aleandra pada Dimitri, karena Sofia datang secara tiba-tiba. Ia berdiri dari kursinya dan kembali pergi.
Hari sudah menjelang malam Dimitri bersiap-siap pulang ke rumah . Dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Lizzie. Sejak Lizzie berada di rumahnya Dimitri jarang pulang larut malam.
Anastasia telah berdiri di depan rumah keluarga Romanov. Ia sudah tidak peduli lagi jika ia bertemu dengan istrinya. Uap putih keluar dari hidungnya dan juga mulutnya. Tahun ini adalah masumi terdingin di Rusia. Anastasia memeluk tubuhnya dan sedikit menginggil.Dia memberanikan diri untuk menekan bel dan tidak lama terdengar suara.
"Siapa?’’
"Saya Anastasia. Saya ingin bertemu dengan tuan Dimitri Romanov."
"Tuan Dimitri belum pulang dari kantornya, jika Anda mau silahkan Anda menunggunya di dalam."
"Saya akan menunggunya."
Pintu gerbang rumah terbuka dan Anastasia masuk. Seorang pelayan menyambut kedatangannya dan membawanya ke ruang tamu.
__ADS_1
’’Silahkan tunggu disini. Mungkin Tuan Dimitri sebentar lagi pulang."
"Terima kasih."
Dimitri sedang berada dalam perjalan pulang kerumahnya, tapi dia membelokan arah mobil menuju apartemen Aleandra. Ia keluar dari mobil dan memandangi apartemen itu. Dia berjalan masuk dan menekan bel. Tapi tidak ada jawaban dari dalam.
’’Apakah tidak ada orang di dalam ya?’’
Akhirnya Dimitri kembali kedalam mobilnya. Ia masih kepikiran tentang pembicaraannya dengan Anastasia saat itu.
"Sebenarnya Aleandra sedang mencari apa? Sehingga dia menghilang. Apa terjadi sesuatu yang buruk padanya?’’
Pertanyaan itu selalu berputar-putar dalam kepalanya. Dimitri merasakan jantungnya berdetak dengan kencang. Dia takut hal buruk telah menimpa Aleandranya
Anastasia yang sedang menikmati kue langsung dilabrak oleh Sofia.
"Kamu lagi. Kenapa kamu datang kemari?’’
"Selamat malam nyonya Romanov! Saya datang kesini untuk menemui pak Romanov, jadi saya menunggu kedatangannya di sini."
"Sekarang cepat pergi dari sini. Aku tidak ingin melihatmu lagi di sini atau dimana pun."
Sofia begitu marah pada Anastasia dan ia tidak mengerti kenapa Sofia begitu marah padanya tanpa alasan yang jelas, apa dirinya telah berbuat yang salah padanya pikir Anastasia.
Sofia menarik-narik lengan Anastasia untuk segera keluar dari rumah.Dia tidak ingin Dimitri bertemu dengan Anastasia, karena Sofia ketakutan kalau Anastasia nanti akan menceritakan tentang Aleandra kepada Dimitri.
"Baiklah nyonya Romanov. Saya akan segera pergi, jadi lepaskan tangan Anda.’’
Anastasia pun berlalu pergi dari rumah Romanov. Beberapa menit kemudian Dimitri telah kembali.
Sofia menyambut kedatangan suaminya dengan tersenyum manis.
’’Kamu sudah pulang, aku sudah siapkan air panas untukmu."
"Lizzie mana?’’
"Dia sedang tidur. Kenapa kamu selalu menanyakan tentang dia, tapi aku , kamu tidak pernah kamu tanyakan bagaimana kabarku."
"Maaf Sofia. Sekarang aku lelah."
Dimitri pergi ke kamarnya dan Sofia terlihat marah dengan sikap dinginnnya. Sofia pun pergi ke kamarnya. Dia merasakan sebentar lagi Dimitri akan mengetahui rahasia ini, apalagi Anastasia telah mendatangi Dimitri dua kali hari ini. [ ]
__ADS_1