
Keesokan paginya Aleandra bangun pagi-pagi sekali dan membuatkan makan pagi untuk kakaknya. Pagi ini ia membuatkan omlet. Beberapa menit kemudian omlet buatannya sudah selesai dan mulai menata meja makan. Sambil menunggu kakaknya bangun ia menyapu lantai dan membereskan beberapa koran dan majalah, lalu menumpuknya di bawah meja. Aleandra kemudian menyalakan TV untuk melihat berita di pagi hari. Kebanyakan berita yang disiarkan berupa perkembangan ekonomi, politik dan peluang bisnis di Rusia.
Aleandra merasa tidak tertarik dengan berita itu, ketika ia akan mematikan TV ada berita mengenai rencana pernikahan Dimitri dan Sofia yang akan segera dilangsungkan di salah satu hotel termewah di Rusia. Aleandra melihat Sofia sedang menjawab semua pertanyaan wartawan tentang rencana pernikahannya dengan Dimitri. Air mata tidak terasa telah mengalir di pipinya dan dia segera mematikan TVnya. Hatinya terasa sakit dan kembali hancur untuk yang kedua kalinya Pria yang yang dia sangat cintai, belahan jiwanya telah memutuskan untuk menikahi wanita lain.Kini hatinya terluka sangat dalam.
Aleandra sangat marah dan juga kesal kepada Dimitri. ‘’Aku tidak akan memaafkanmu, meskipun kamu harus berlutut di hadapanku untuk menerima maaf dariku."
Aleandra menghapus air matanya , tapi air mata itu tidak mau berhenti mengalir.
Anastasia yang baru keluar dari kamar terkejut mendapati Aleandra yang sedang menangis.’’ Ada apa?’’
Tangisan Aleandra semakin keras dan langsung memeluk Anastasia.
" Aleandra sudah jangan menangis lagi."
Anastasia menepuk-nepuk pelan punggungnya. Aleandra melepasakan pelukannya dan menatap Anastasia dengan wajah yang bersimbah air mata."Dimitri akan menikah dengan Sofia."
Sekarang Anastasia mengerti mengapa Aleandra menangis.
"Kamu sudah tahu kalau pak Romanov akan menikah dengan Sofia."
"Iya,’’kata Aleandra disela-sela isak tangisnya.
"Sebenarnya kemarin aku ingin mengatakannya padamu, tapi aku mengurungkan niatku karena kamu kemarin terlihat lelah."
"Kenapa dia melakukan ini kepadaku? Apa salahku padanya sehingga dia berbuat kejam padaku seperti ini? Aku benci dia...benci...benci...’’
‘’ Aku mengerti perasaanmu. Aku juga sangat marah kepadanya. Tega sekali dia memutuskan pertunangannya denganmu dan sekarang dia memutuskan untuk menikahi wanita itu."
"Sekarang apa yang harus aku lakukan? Aku sampai sekarang masih sangat mencintainya dan merindukannya. Dia belahan jiwaku."
"Tapi dia sudah mengkhianatimu. Lupakan saja dia dan cari pria lain saja."
"Tidak semudah itu untuk melupakannya. Aku terlalu mencintainya melebihi dari hidupku. Aku tidak sanggup kehilangan dia untuk selamanya."
‘’Aleandra, pak Romanov yang memulai masalah ini bukan kamu, jadi sekarang tunjukkan dirimu dihadapannya kalau kamu wanita yang kuat dan jangan menangis dihadapan dia lagi. Kamu mengerti?"
Aleandra menganggukan kepalanya.’’Aku mengerti’’.
"Sekarang kita makan pagi. Kamu sudah membuatkanku makan pagi, bukan?’’
Mereka pun menuju meja makan. Aleandra terlihat tidak nafsu makan dan hanya makan beberapa suap saja setelah itu ia lebih sering mengaduk-aduk makannya, lalu menggeser kursinya dan berdiri. ‘’Aku sudah selesai makan.’’ Ia lalu pergi ke kamarnya.
Anastasia yang merasa khawatir terhadap Aleandra pergi ke kamarnya dan ia menempelkan telinganya di pintu. Samar-samar ia mendengar suara isak tangis. Pandangan mata Anastasia berubah menjadi sedih.’’Menangislah sampai kamu puas. Keluarkanlah segala kesedihanmu jika itu akan membuatmu lebih baik,’’gumamnya.
🌻🌻🌻
Saat makan malam Aleandra keluar dengan mata sembab, karena hampir seharian dia menangis.
__ADS_1
"Kamu sudah merasa baikan?’’tanya Anastasia yang sedang menyiapkan makan malam. Aleandra menganggukan kepalanya.
"Itu bagus. Sebentar lagi makan malam siap."
"Kamu pasti masih memikirkan pak Romanov, bukan?’’
"Saat ini aku berusaha untuk tidak memikirkannya, tapi dia selalu hadir dalam pikiranku. Aku tidak tahu lagi bagaimana caranya menghilangkan dia dari pikiranku dan juga hatiku."
"Aleandra."
"Katakan padaku bagaimana caranya untuk melupakan dia untuk selamanya?’’
"Kalau itu aku benar-benar tidak tahu.Mungkin kalau kamu mencari pria lain, mungkin dapat melupakannya."
"Aku tidak yakin akan jatuh cinta pada pria lain. Itu akan sulit."
"Aku tahu. Cinta bisa datang kapan saja. Tidak ada salahnya kan untuk mencoba."
"Saranmu akan kupikirkan."
🌻🌻🌻
Satu minggu kemudian
Hari ini adalah hari pernikahan Dimitri dan Sofia. Di ruang ganti pengantin, Sofia terlihat bahagia . Hatinya sangat senang, karena pada akhirnya dia akan dapat memiliki Dimitri. Sementara itu Dimitri terlihat murung.
Dimitri mulai memasuki altar dan suara musik pernikahan pun bergema. Sofia masuk bersama dengan ayahnya dengan wajah senang. Para wartawan sibuk meliput upacara pernikahan mereka berdua. Tiba saatnya mereka mengucapkan janji.
"Dimitri Mikhail Romanov, apakah Anda bersedia menjadikan Sofia Esterlla Hendrikova sebagai istri Anda ?"
"Aku bersedia."
Sofia terlihat sangat senang.
"Sofia Esterlla, apakah Anda bersedia menjadikan Dimitri Mikhail Romanov sebagai suami Anda?’’
"Aku bersedia,"kata Sofia dengan suara keras.
Lalu mereka dinyatakan sah sebagai suami istri. Dimitri mencium pengantinya walaupun dia tidak mau melakukannya. Sergei sangat senang melihat Dimitri sudah menikah,Kemudian mereka menuju ruang resepsi pernikahan di salah satu hotel termewah di Rusia. Dimitri dan Sofia akan melakukan bulan madu keliling Eropa selama sebulan.
Setelah pesta pernikahan selesai, Dimitri dan Sofia langsung pergi ke hotel dan besoknya melakukan perjalanan ke Eropa. Dimitri telah selesai mandi dan Sofia sudah menunggunya di tempat tidur. Hatinya senang karena sebentar lagi akan melakukan malam pertama dengan Dimitri.
Dimtri mengambil bantal dan selimut.
"Dimitri, apa yang kamu lakukan?’’
"Tentu saja aku mau tidur, ‘’jawabnya dingin.
__ADS_1
Sofia terlihat sangat kesal.
"Kamu,’’teriaknya kesal sambil melamparkan bantal ke wajahnya.
Dimitri kemudian menarik selimutnya sampai atas dan tidur sedangkan Sofia masih memandanginya dengan wajah kesal dan marah.
Keesokan paginya mereka berdua bulan madu ke Eropa.
🌻🌻🌻
Aleandra sedang menikmati makan siangnya bersama Anastasia, tiba-tiba saja Aleandra merasakan mual dan pusing. Ia menutup mulutnya dan pergi ke kamar mandi. Anastasia yang terlihat khawatir menyusul Aleandra ke kamar mandi dan menyaksikannya berada di dekat wastafel seperti akan muntah.
"Kamu tidak apa-apa?’’tanya Anastasia sambil menepuk-nepuk lembut punggung Aleandra.
"Aku....’’
Aleandra kembali mulai mual lagi.
"Sebaiknya kita pergi ke dokter saja. Aku akan mengantarmu, lagi pula hari ini aku libur kerja. Bagiamana?’’
Aleandra mempertimbangkan saran kakaknya
"Aku tidak ingin merepotkanmu."
"Kamu sama sekali tidak merepotkanmu, jadi bagaimana?’’
"Baiklah."
"Kita akan kesana setelah selesai makan pagi."
Setelah selesai makan mereka berdua pergi ke rumah sakit dengan menggunakan taxi. Tidak membutuhkan waktu lama mereka telah tiba di rumah sakit. Aleandra segera di periksa dokter.
"Jadi adikku ini sakit apa?’’
"Nona Aleandra baik-baik saja hanya saja mulai sekarang dia harus lebih memperhatikan kesehatannya, karena sekarang nona Aleandra sedang hamil. Usia kehamilannya memasuki minggu ke-8."
Mereka terhenyak di tempat duduknya dan hampir tidak mempercayai apa yang telah di katakan dokter.
"Saya ha..hamil?’’
"Benar. Selamat ya,’’kata dokter itu tersenyum. Aleandra dan Anastasia keluar dari ruang dokter. Kakaknya langsung menarik Aleandra dan menyuruhnya duduk.
"Sekarang katakan siapa ayah bayi yang sedang kamu kandung sekarang?’’
"Dimitri Romanov."
"Apaaa?"seru Anastasia terkejut. [ ]
__ADS_1