Shattering Heart

Shattering Heart
Pesawat kertas


__ADS_3

Dimitri dengan wajah sendu menikmati makan siangnya bersama Richard. Temannya memperhatikan Dimitri sejak dari tadi hanya mengaduk-aduk makanan saja tanpa satu sendok pun masuk ke mulutnya. Richard tahu saat ini Dimitri sedang benar-benar patah hati dan dia merasa iba apa yang telah terjadi pada sahabatnya.


’’Sebaiknya kamu makan kalau tidak ingin sakit.Kamu masih memikirkan Aleandra? Lupakan saja dia. Mungkin dia memang tidak pernah mencintaimu. Dia lebih memilih pria itu dari pada kamu. Sebenarnya aku juga merasa kesal dengannya yang sudah mengkhianati ketulusan cintamu kepadanya."


Dimitri mendongkakkan kepalanya, menatapnya, lalu kembali mengaduk-aduk makanannya lagi.


’’Seandainya aku bisa melupakan dia dengan mudah sudah aku lakukan sejak dulu. Tapi Aleandra sudah terlanjur tertanam dihatiku dengan sangat kuat sehingga aku tidak mudah melupakannya."


Richard mengeluarkan rokoknya dari dalam saku jasnya dan menyulutnya. Asap rokok yang tebal segera menyelimuti mereka berdua.’’Apa yang akan kamu lakukan sekarang?’’


Richard menghisap rokoknya dalam-dalam.’’Aku belum memikirkannya. Sepertinya hidupku tidak akan sama seperti dulu ketika aku masih bersama dengan Aleandra."


"Ternyata kamu memang sangat mencintainya."


"Aku memang sangat mencintainya. Hidupku sudah tidak berarti lagi tanpa dirinya. Hatiku masih sakit melihat pengkhianatannya."


Dimitri menegak segelas wine dan melihat jam tangannya.’’Aku harus kembali ke kantor.Terima kasih sudah mau menemaniku makan siang.Maaf sudah merepotkanmu untuk datang kesini."


Mereka berdua berdiri dan Richard menepuk bahunya.


’’Kedatanganku kesini tidak sia-sia, karena aku dapat bertemu denganmu lagi meskipun aku gagal menghadiri acara pertunanganmu."


"Terima kasih. Kamu sudah mau datang kesini."


"Besok lusa aku akan pulang ke Amerika. Kamu tidak perlu mengantarku."


Mereka kemudian berpelukan. Di depan  restoran mereka berpisah. Dimitri menuju mobilnya yang diparkir tidak jauh dari restoran tempatnya makan.


🌻🌻🌻


Aleandra berdiri terpaku di tempat tidak bergerak sama sekali. Jantungnya berdebar semakin cepat dan merasakan tangannya mulai dingin. Pria itu tersenyum ramah dan berjalan mendekatinya. Aleandra sama sekali tidak mengenal pria itu.Dia terlihat gugup, akhirnya dia tersenyum  untuk menutupi kegugupannya.


"Aleandra , senang bisa bertemu denganmu lagi.Tadi aku hampir tidak mengenalimu. Bagaimana kabarmu?’’


"Ba..baik.Terima kasih."


Pria itu menatap Aleandra dari ujung kaki sampai ujung rambut. Aleandra semakin gugup ketika pria itu terus memperhatikannya.’’Aku yakin pria ini salah satu kenalan Aleandra Ivanov. Kenapa aku harus memiliki wajah yang sama dengannya? Ini membuatku banyak masalah saja,’’pikirnya.


"Aku sudah dengar mengenai gagalnya pertunanganmu dengan pak Romanov.Aku harap semuanya baik-baik saja. Aku percaya kalau kamu tidak pernah berselingkuh dengan pria mana pun."


"Terima kasih sudah mau percaya padaku."


Aleandra berpikir kalau pemuda tampan yang ada di depannya sangat baik.’’Seandainya Ivan mempunyai kepercayaan seperti dia mungkin kami akan masih tetap bersama dan tidak akan bertengkar,’’katanya dalam hati.

__ADS_1


"Kamu mau makan siang denganku?"


"Makan siang? Maaf aku tidak bisa. Aku harus segera pulang." Aleandra mengatakan itu dengan wajah panik.


"Permisi." Aleandra langsung pergi dengan langkah yang sangat cepat.


"Tunggu!’’


Pria itu terus mengejarnya dan Aleandra akhirnya berlari.’’Aduh, kenapa dia terus mengikutiku. Maunya dia apa?’’


Aleandra terus saja berlari. Di depan, ia melihat sebuah ruangan terbuka dan tanpa pikir panjang masuk untuk bersembunyi. Pria itu terus memanggi-manggil namanya. Aleandra melihat kesekeliling ruangan ternyata ruangan ini adalah ruangan alat-alat kebersihan.Ia melihat pegangan pintu bergerak lalu dia panik mencari tempat untuk bersembunyi.


Cekklleekk!


Pria itu melihat kesekeliling ruangan dan terlihat tidak ada seorang pun. Aleandra dengan gugup bersembunyi dibawah kain besar yang sudah usang dimakan waktu, pria itu masuk. Tiba-tiba saja Hp pria itu berbunyi.


’’Baik aku akan segera kesana,’’katanya. Sekali lagi dia melihat ke sekeliling, lalu keluar dan menutup pintunya.


Aleandra mendesah lega, keluar dari tempat persembunyiannya dan perlahan-lahan dia membuka pintu. Kepalanya menyembul keluar untuk memastikan pria itu sudah tidak ada. Dengan langkah cepat Maya segera berlari meninggalkan Romaniv Industries.


Pria itu berjalan cepat menyusuri setiap koridor gedung.’’Alexei!’’seru seseorang dari belakang.


Alexei menoleh.


‘’Apa yang kamu lakukan disini? Rapat dengan pihak Majalah MP akan segera dimulai."


🌻🌻🌻


Dimitri mengemudikan mobil dengan wajah muram.Saat ini pikirannya tidak pernah lepas pada Aleandra. Rasa rindunya pada gadis itu membuatnya sakit dan juga telah membuatnya gila meskipun dia tahu Aleandra sudah tidak mencintainya lagi.


Dimitri terus melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi berusaha untuk membuang Aleandra dalam pikiran dan juga hatinya. Dimitri membelokkan jalannnya ke sebuah jalan kecil untuk cepat sampai ke kantornya.Tiba-tiba....


Ckiiiiittt!


Dimitri melakukan rem mendadak dan dia sangat terkejut ketika seorang gadis itu tiba-tiba menyebrang. Dilihatnya gadis itu menutup  wajahnya dan dia juga terlihat terkejut.Perlahan-lahan gadis itu melepaskan kedua tangan dari wajahnya.


"Aleandra...’’seru Dimitri dengan wajah yang tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya. Dimitri langsung keluar dari mobilnya.


"Aleandra, kamu tidak apa-apa?’’tanyanya cemas.


‘’Siapa dia? Kenapa dia kenal padaku? Pasti pria ini salah satu kenalan Aleandra Ivanov lagi. Apa yang harus aku lakukan? Sebaiknya aku cepat pergi dari sini’,’katanya dalam hati.


"Aku tidak apa-apa. Permisi tuan!’’Aleandra membungkukkan badannya dan langsung pergi.

__ADS_1


Dimitri masih berdiri di tempat dengan wajah bingung bercampur heran.’’Tadi Aleandra memanggilku tuan. Apa aku tidak salah dengar? Dan dia juga bersikap sangat sopan padaku. Sebenarnya apa yang telah terjadi?’’


Dimitri kemudian tersadar dari keterkejutannya dan langsung mengejarnya, tapi Aleandra sudah menghilang dengan cepat.’’Larinya cepat sekali."Dimitri kembali ke mobilnya dengan perasaan kecewa.


Aleandra berhenti berlari dan nafasnya tersengal-sengal.Dia berusaha untuk mengatur nafasnya kembali.’’Untung saja."


Aleandra mengambil nafas panjang berkali-kali.’’Ternyata banyak juga yang mengenal Aleandra Ivanov. Arrrgghh...kenapa aku bisa memiliki wajah yang sama dengannya,’’keluhnya.


Aleandra melewati sebuah taman bermain dan memutuskan untuk duduk dan beristirahat sebentar di sana. Dilihatnya jam tangan. Wajahnya terlihat sedih.


’’Aku sudah benar-benar terlambat mengikuti les violin." Ia tertunduk lesu.


Aleandra tiba-tiba menegakkan kepalanya. ‘’Tunggu. Semua kesalahpahaman ini bermula pada orang yang bernama Aleandra Ivanov. Dimitri mengatakan pada Ivan kalau dia mengenal Aleandra mungkin Aleandra yang dimaksudnya adalah Aleandra Ivanov, tapi Ivan mengira wanita yang dimaksud Dimitri adalah aku.Aku sekarang mengerti semuanya. Aku harus cepat menjelaskan semuanya pada Ivan."


Aleandra segera mengambil Hpnya dan menghubunginya.


‘’Hpnya tidak aktif lagi. Akhir-akhir ini aku susah sekali menghubunginya.Mungkin dia tidak ingin berbicara denganku lagi. "


Wajahnya terlihat sedih dan setetes air mata jatuh dari pelupuk matanya.


🌻🌻🌻


Dimitri kembali ke kantor dengan wajah muram. Pertemuannya dengan Aleandra di jalan tidak pernah dia kira. Setelah 2 hari tidak melihatnya akhirnya bertemu ,meskipun di tempat dan pada waktu yang tidak tepat, tapi setidaknya dia dapat kembali melihatnya. Rasa rindunya sedikit terobati, walaupun dia ingin sekali menariknya dalam pelukannya dan mendekapnya dengan erat.


Sabrina masuk dengan membawa sebuah map berwarna kuning dan menyimpannya di atas meja. Ia melihat Dimitri bersandar di kursi setengah melamun memikirkan pertemuannya dengan Aleandra. Kejadian di jalan terulang-ulang di pikirannya seperti sebuah film.Ekspresi wajahnya terlihat bingung.


"Apa telah terjadi masalah?’’


"Tidak ada. Hanya saja tadi aku bertemu dengan Aleandra dan dia terlihat aneh seperti tidak mengenaliku."


"Tidak mengenali Anda. Itu memang aneh.Saya rasa dia mencoba untuk menghindari Anda."


"Itu mungkin saja."


"Kalau Anda sudah tidak membutuhkan saya, saya akan pergi. Permisi!’’


Sabrina menutup pintu  dan duduk kembali di mejanya. Perkataan Dimitri kembali terngiang dalam kepalanya.’’Seperti tidak mengenaliku."Itu memang aneh. Kenapa bisa seperti itu?’’gumamnya


🌻🌻🌻


Dimitri pulang ke rumah ketika semua orang sudah terlelap tidur. Itu sudah dilakukannya sejak putus dengan Aleandra. Sergei secara diam-diam memperhatikannya dan hanya menatapnya dengan wajah kasihan sekaligus marah melihat Dimitri seperti itu, karena seorang wanita. Sergei juga tidak habis pikir kenapa Aleandra bisa tega mengkhianati Dimitri.


Setelah mandi dan berpakaian lengkap, Dimitri menuju ke lemari pakaiannya dan mengambil satu bungkusan plastik besar. Dia menuju balkon kamarnya dan membuka bungkusan itu, lalu mengeluarkan isinya.

__ADS_1


Dimitri melemparkan sebuah pesawat kertas dari balkon kamarnya.Disetiap pesawat kertas itu Dimitri menuliskan beberapa kata Aleandra aku mencintaimu. Aleandra aku merindukanmu. Dimitri berharap pesawat kertas itu dapat menyampaikan perasaannya pada Aleandra yang berada jauh di luar sana meskipun pada akhirnya pesawat kertas itu tidak akan pernah menjangkau Aleandra.


Dimitri menerbangkan lagi pesawatnya, lagi dan lagi berharap suatu saat Aleandra akan kembali mencintainya dan kembali ke sisinya. Dimitri meneteskan air matanya setiap kali dia menerbangkan pesawat kertasnya. [ ]


__ADS_2