
Satu bulan sudah sejak Aleandra menghilang, Anastasia kembali ke Moskow. Suasana apartemen terlihat hening. Raut sedih terpancar dari wajahnya. Ia membuka kamar Aleandra dan meyimpan semua pakaiannya dan bayinya.’’
Aleandra kamu berada dimana sekarang?’’
Anastasia mulai menangis memikirkan nasib adiknya. Ia duduk di depan pintu kamar dan menangis tertahan sambil menutup mulutnya.
🌻🌻🌻
Sergei sedang duduk termenung di jendelanya. Dia memikirkan keberadaan Aleandra. Sampai sekarang orang suruhannya belum bisa menemukannya.
"Aleandra, kamu di mana? Aku harap kamu baik-baik saja dimana pun kamu berada."
Bulir air mata jatuh dari kedua pelupuk matanya.Dia mengambil buku hariannya di laci meja dan menuliskan sesuatu di sana.
Lizzie sedang terlelap tidur dikamarnya setelah bibi Ester memberikan susu kepadanya. Ia adalah pengasuh Lizzie yang disewa oleh Dimitri untuk merawat anaknya semenjak Sofia tidak mempedulikan anak itu.
Hari sudah menjelang sore Dimitri kembali ke rumah dan langsung menemui Lizzie di kamarnya. Wajahnya melembut dan menghangat , di tatapnya wajahnya dan dicium pipinya yang gemuk dengan gemas. Lizzie mengeliat, lalu Dimitri menepuknya dengan pelan.
‘’Ah tuan Dimitri rupanya Anda sudah datang,’’kata bibi Ester membawa pakaian Lizzie keadalam kamar.
"Di mana Shiori?’’
"Oh nyonya Sofia pergi sejak tadi pagi pergi dan belum pulang sampai sekarang."
"Akhir-akhir ini dia sikapnya semakin membuatku kesal. Dia tidak pernah mempedulikan dan memperhatikan Lizzie lagi. Tolong jaga dia untukku."
"Baik tuan Masumi Dimitri."
Dimitri masuk ke dalam kamarnya dan dia membuka jasnya dan melemparkannya dengan kesal ke tempat tidur, lalu dia duduk di tempat tidurnya sambil menangkupkan kedua tangan di wajahnya.
’’Apa yang dilakukan wanita itu diluar sana? Mengabaikan Lizzie begitu saja. Bukannya dia yang setuju mengadopsinya. Sekarang dia malah tidak mempedulikan anak itu,’’ keluhnya dengan perasaan kesal.
🌻🌻🌻
Akhirnya Sofia pulang kerumah keluarganya. Ia tidak ingin pulang ke rumah suaminya, karena dia sedang tidak ingin dekat-dekat dengan Lizzie atau pun suaminya.Dia lalu pergi ke sebuah bar dan minum sampai mabuk dan malam harinya dia baru kembali ke rumah Hendrikova.
"Halo ayah!"
"Sofia, apa yang kamu lakukan disini? Kamu mabuk.Seharusnya kamu berada di rumah suamimu, pasti dia mengkhawatirkanmu belum pulang."
"Ayah tenang saja. Dimitri tidak akan khawatir padaku, karena dia memang tidak peduli denganku. Mungkin saat ini dia menginginkan aku pergi dari sisinya. Itu yang dia inginkan dariku, tapi aku tidak pernah melepaskan Dimitri begitu saja dan menyerahkannya pada Aleandra , ibu dari Lizzie,’’racaunya, dan tentu saja hal itu membuat ayahnya terkejut.
"Apa maksudmu Sofia? Aleandra ibu dari anak yang kamu adopsi sekarang?’’
"Benar. "
"Dari mana kamu tahu?’’
"Ayah Dimitri yang bilang padaku, jika anak itu adalah anak wanita itu dan yang membuatku tidak bisa menerima adalah ternyata Dimitri adalah ayahnya."
"Apaaaa? ‘’
Sofua langsung terbaring di sofa.
"Hei Sofia, jangan tidur dulu, ayah belum selesai bicara."
"Apa lagi yang ayah ingin bicarakan denganku?’’
__ADS_1
Sofia merasakan kepalanya sangat pusing dan langsung jatuh tertidur di sofa.Tiba-tiba dia terbangun lagi.
"Ayah harus merahasiakan hal ini pada Dimitri. Aku tidak ingin dia tahu kalau anak itu adalah anaknya sendiri, kalau dia sampai tahu, dia akan menceraikanku dan menikahi Aleandra. Aku tidak mau itu."
Setelah mengatakan itu Sofia kembali tertidur.
"Tenang saja, ayah tidak akan mengatakannya pada siapa pun. Ini akan menjadi rahasia kita berdua."
ayah terlihat geram dan dia ingin sekali memarahi Dimitri yang sudah membuat Sofia tidak merasa bahagia dalam kehidupan pernikahannya.
🌻🌻🌻
Dimitri yang telah selesai mandi dia duduk disofa sambil memeriksa beberapa dokumen yang belum sempat dia periksa. Dari speaker bayi, Dimitri mendengar rengekkan Lizzie, cepat-cepat dia pergi ke kamarnya.
"Halo sayang! Kamu kenapa? Ayah, disini jangan menangis lagi ya? Apa kamu lapar? Sebentar ayah buatkan susu dulu."
Dengan cekatan Dimitri membuatkan susu untuk Lizzie dan membawanya ke kamar. Selama beberapa saat dia terus menatapnya, setelah di lihat baik-baik Lizzie memang mirip dengan dirinya, tapi hal itu dia tepis, karena mana mungkin Lizzie adalah anaknya sendiri, tapi asal usul Lizzie memang terlihat misterius, dia sudah mencoba menanyakannya berkali-kali pada ayahnya, tapi ayahnya selalu bilang kalau orang tua kandungnya sudah meninggal dan terpaksa ia harus mempercayai perkataan ayahnya.
Tapi ada perasaan aneh yang menyelinap dalam dirinya , dia merasa sangat menyayangi anak ini begitu pertama kali melihatnya seolah-olah dia sudah mengenalnya begitu lama. Botolnya susunya sudah kosong. Setelah perutnya kenyang Lizzie tersenyum dan tertawa. Dimitri lalu mencium pipinya, bahkan Lizzie mengajak Dimitri bicara dan dia menanggapi celotehan Lizzie dengan senang.
Sergei yang melihat itu merasa senang, karena ayah dan anak dapat bersatu kembali, tapi ibunya terpisah dari mereka berdua. Dalam hati Sergei ada rasa bersalah telah memisahkan anak itu dari ibunya. Dia juga tidak bisa membayangkan seperti apa reaksi Dimitri seandainya di tahu kalau Lizzie adalah anaknya dan Aleandra pelan-pelan Sergei pergi dari depan kamar Dimitri.
"Anda tidak apa-apa tuan?’’tanya Nester.
"Aku tidak apa-apa. Aku hanya merasa senang sekaligus sedih melihat nasib Dimitri, Lizzie ,dan ibunya."
"Jadi sampai sekarang nona Aleandra belum diketahui keberadaannya?’’
"Belum. Dimitri , dia tidak tahu apa-apa tentang menghilangnya Aleandra."
"Seharusnya Anda jujur saja pada tuan Dimitri kalau Lizzie itu adalah anaknya sendiri dan ibunya adalah nona Aleandra."
"Baik tuan."
Bibi Ester yang tanpa sengaja mendengar percakapan mereka merasa terkejut. Dia lalu kembali ke kamarnya untuk menenangkan diri.
"Tuan Dimitri adalah ayah kandung nona Lizzie rasanya aku tidak percaya,’’gumamnya.
🌻🌻🌻
Anastasia terbangun pada keesokan paginya dengan mata sembab menangisi Aleandra yang tidak tahu bagaiamana nasibnya sekarang. Ia melapisi matanya yang sembab dengan bedak yang tebal. Lalu matanya teralihkan pada sebuah foto yang tertempel di kaca cermin dan jari-jarinya menelusuri foto itu.
"Aleandra, Lizzie, dimana kalian berada?’’
Anastasia melihat jam tangannya.’’Gawat aku harus segera pergi."
Sementara itu Dimitri dan Sergei makan pagi dengan suasana yang kaku dan tidak menyenangkan.
" Sofia mana?’’
"Dia tidak pulang dari kemarin?’’
"Apaaa? Kamu tahu kemana dia pergi?’’
"Dia ada dirumahnya. Kemarin malam ayahnya mengirimiku pesan kalau Sofia akan tidur disana."
"Oh begitu. Dimitri mau sampai kapan kamu akan memperlakukan Sofia seperti ini terus? Ingat sekarang kalian berdua sudah memiliki anak. Anak itu membutuhkan kasih sayang dari kalian berdua."
__ADS_1
"Aku tidak tahu ayah. Mengenai Lizzie ayah jangan khawatir, karena aku akan menjaga dan merawatnya tanpa Sofia, karena sepertinya dia akhir-akhir ini sudah tidak memperhatikannya lagi, padahal ketika Lizzie datang ke rumah ini dia memperhatikannya, aku tidak tahu apa yang membuat tiba-tiba sikapnya berubah pada Lizzie.’’
Sergei terdiam sebentar , dia tahu kenapa sikap Sofia berubah pada anak itu.
"Hari ini aku akan membawa Lizzie ke kantor, karena hari ini bibi Ester tiba-tiba terserang flu, aku tidak ingin Lizzie tertular."
"Semoga saja anak itu tidak menganggumu saat bekerja."
"Aku pergi dulu."
🌻🌻🌻
Dimitri telah tiba di kantornya dengan mendorong kereta bayinya. Para pegawai yang lewat mengarahkan matanya pada kereta bayi itu. Mereka penasaran seperti apa wajah bayi Dimitri, karena sejak Lizzie di bawa ke rumah, Dimitri melarang para wartawan untuk memfoto bayinya, sehingga membuat penasaran sebagian orang. Bayi itu terus bergerak-gerak dalam kereta bayinya.
"Pagi Sabrina!’’
"Pagi! Anda membawa Lizzie kemari? ‘’
"Benar. Pengasuh anakku sedang sakit, jadi tidak ada yang menjaganya setiap saat. Para pelayan di rumah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, selain itu pekerjaanku hari ini tidak terlalu padat seperti biasanya."
Sabrina mengelus pipi Lizzie.’’Bayi yang cantik’’.
"Terima kasih Sabrina."
Dimitri kemudian disibukkan menenangkan Lizzie yang tiba-tiba menangis dan tangisannya semakin keras membuat Dimitri sangat khawatir. Sabrina tiba-tiba masuk, karena mendengar tangisan Lizzie yang sangat keras.
"Pak Romanov, jika tidak berkeberatan saya akan mengajaknya jalan-jalan. Mungkin dia merasa bosan."
"Baiklah, tapi jalan-jalan di sekitar kantor saja dan jangan biarkan para wartawan mendekatinya."
"Saya mengerti."
Sabrina keluar dengan membawa Lizzie dan mengajaknya berkeliling gedung. Lizzie akhirnya terdiam setelah di bawa jalan-jalan.
Anastasia tiba Di kantor Dimitri bermaksud untuk memberitahu tentang Aleandra yang menghilang dan mungkin pria itu bisa membantu mencarinya.
Anastasia memperhatikan Sabrina yang sedang mengasuh bayi pak Romanov. Ia merasa miris melihat bayi Dimitri dan Sofia, lalu membayangkan Aleandra yang harus kehilangan Lizzie.’’
Seandainya pak Romanov tahu kalau Aleandra telah memberikan seorang anak untuknya,’’bisiknya dalam hati.
"Ah Anastasia, apa kabar?’’sapa Sabrina.
"Saya baik dan Anda nona Sabrina?’’
"Saya juga baik-baik saja."
"Apa itu bayi pak Romanov dan nyonya Sofia?’’
"Benar. Bolehkah aku melihatnya?’’
"Tentu."
Anastasia perlahan-lahan melihat ke kereta bayi, tapi tiba-tiba saja Sofia datang dan membawa kererta bayi dari hadapan Sabrina dan Anastasia.
"Nyonya Romanov,’’kata Sabrina terkejut.
"Kamu tidak boleh melihat anakku, Anastasia,i’’kata Sofia dengan nada penuh kemarahan.
__ADS_1
Anastasia yang melihat sikapnya menjadi terkejut dan dia tidak tahu kenapa wanita itu tidak memperbolehkan dirinya melihat bayi itu.Dia berpikir untuk segera pergi dari hadapan Sofia, karena dia tidak ingin membuat masalah dengannya. [ ]