
Nicola tidak mengira cinta Vladimir pada gadis itu sangat dalam, sepertinya dia tidak akan bisa untuk mencintai wanita lain. Padahal tadinya ingin menjodohkan Vladimir dengan wanita lain.
🍀🍀🍀
‘’Pagi, Reiko!’’kata Lizzie
‘’Selamat pagi! Apa tidurmu semalam nyenyak?’’
‘’Iya. Tidurku semalam sangat nyenyak. Sepertinya hari ini cuaca cerah nanti aku mau berjalan-jalan di luar sebentar."
‘’Sebaiknya sekarang kamu sarapan pagi dulu."
‘’Oh ya di mana Nicholas dan Eddy?’’
‘’Nicholas sudah pergi ke kantor dan Eddy pergi ke sekolah."
‘’Pagi-pagi sekali sudah pergi ke kantor."
‘’Di hari ulang tahunmu, apa kamu sudah memutuskan siapa saja yang akan kamu undang? Apa kamu tidak ingin mengundang teman-temanmu yang ada di Moskow untuk merayakan ulang tahunmu," kata Aleandra, ibunya.
‘’Apaaa? teman-temanku yang di Moskow, tapi mereka mengira aku sudah meninggal. Kalau aku tiba-tiba mengundang mereka kemari, apa kata mereka nanti."
‘’Apa kamu masih ingin bersembunyi terus dari mereka terutama dari Vladimir. Aku ingin tahu bagaimana reaksinya ketika dia melihatmu yang selama ini dia anggap kamu sudah meninggal, pasti dia akan sangat terkejut sekali. Apa kamu masih mencintai pria itu?’’
‘’Aku masih mencintainya. Aku ingin sekali bertemu dengannya dan berbicara lagi dengannya, tapi aku tidak bisa melakukannya."
‘’Kenapa tidak bisa dilakukan? Kamu tinggal menghubungi dia dan katakan kamu masih hidup. Lizzie, sudah saatnya kamu mengejar kebahagiaanmu sendiri. Hidup dengan pria yang kamu cintai. Kami akan mendukungmu,"kata Dimitri.
‘’Tapi mungkin sekarang dia sudah memiliki kekasih lagi dan terima kasih kalian sudah mau mendukungku."
‘’Kami belum memberitahmu soal Vladimir. Nicholas baru mendengar kabar tadi malam tentang dia, jadi kami belum sempat memberitahumu soal itu, karena kamu sudah tidur,"kata Reiko.
‘’Memangnya ada berita apa?’’
‘’Vladimir sampai sekarang belum memiliki kekasih lagi. Ada kemungkinan dia masih mencintaimu, makanya sampai sekarang dia masih belum punya wanita lain. Lizzie, kami ingin melihat kamu hidup bahagia,"jawab Reiko.
‘’Ada apa? Apa kamu tidak ingin menikah dengan Vladimir?’’tanya Aleandra.
‘’Bu-bukan begitu. Aku ingin, tapi Vladimir tidak tahu aku masih hidup."
“Kalau begitu kamu harus segera memberitahu dia, kalau kamu masih hidup. Lizzie, mau sampai kapan kamu akan terus bersembunyi dari dia. Jangan semuanya jadi terlambat bagimu,"ujar Dimitri.
‘’Aku takut Vladimir masih marah padaku."
‘’Kejadian itu sudah 2 bulan yang lalu mungkin dia juga sudah melupakan soal pelukanmu dengan Dave,"kata Reiko.
‘’Itu mungkin saja, tapi aku masih belum berani muncul di depan dia."
‘’Apa kamu masih marah dengannya?’’tanya Aleandra.
‘’Tidak aku sudah tidak marah lagi padanya."
‘’Itu bagus. Oh ya, aku dengar Veronica sudah meninggal."
‘’Eh, Vetonica meninggal? Kapan? Aku sama sekali tidak tahu."
‘’Veronica meninggal beberapa hari yang lalu. Ayah dan Ibu baru mengetahuinya seminggu yang lalu,"kata Dimitri.
‘’Dari mana kalian tahu tentang hal itu?’’
‘’Dari Nicola."
‘’Oh begitu. Aku sama sekali tidak tahu. Rasanya tidak percaya dia sudah meninggal."
Lizzie cepat-cepat menghabiskan makanannya.
‘’Aku sudah selesai makan. Aku mau ke kamar dulu mau chatting dengan seseorang. Aku ingin minta pendapat dari dia tentang hal ini."
‘’Apakah seseorang itu, orang yang waktu itu kamu ceritakan padaku,kalau tidak salah namanya Edena, bukan?’’tanya Dimitri.
‘’Iya betul. Dia orangnya. Aku suka bertukar pikiran dengannya."
‘’Jangan terlalu percaya padanya. Siapa tahu dia orang jahat. Kamu harus hati-hati."
__ADS_1
‘’Aku tahu. Ayah tidak usah khawatir. Aku akan berhati-hati."
Lizzie pergi ke kamarnya, lalu menyalakan komputernya. Dia mencari-cari apakah Edena sedang online atau tidak. Lizzie tersenyum. Orang yang dicarinya ternyata sedang online, kemudian Lizzie menulis pesan kepadanya.
🍀🍀🍀
Vladimir yang sedang melamun di kantornya mendapatkan pesan dari Rose teman chattingnya. Ia tersenyum dan segera menjawab pesannya. Baginya, Rose adalah teman yang selalu dia tunggu untuk di ajak berbicara, lalu mereka pun saling menulis pesan.
Tok...tok...tok...
‘’Masuk!’’
‘’Ini ada beberapa berkas lagi yang harus Anda tangani."
‘’Tolong simpan di atas meja!"
Zoya yang melihat Vladimir tersenyum-senyum sendirian di depan komputer membuatnya heran. Biasanya Vladimir selalu kelihatan serius kalau berada di depan komputer.
‘’Apa ada hal yang menyenangkan di komputer Anda?’’
‘’Eh, apa maksudmu?’’
‘’ Saya dari tadi melihat Anda senyum-senyum sendiri, jadi saya pikir telah terjadi hal yang menyenangkan. Biasanya Anda selalu kelihatan serius."
‘’Ternyata kamu selalu memperhatikanku. Aku memang tidak bisa menyembunyikan apa-apa darimu. Kamu memang sekretaris yang sangat hebat. Aku beruntung memilikimu di sini. Sekarang aku sedang chatting dengan seseorang. Dia orang yang mudah diajak bicara. Kami selalu bertukar pikiran tentang segala hal, meskipun aku tidak tahu siapa dia sebenarnya, dan kehadirannya selalu aku tunggu setiap kali aku online."
‘’Dia laki-laki atau perempuan?’’
‘’Perempuan. Memangnya kenapa kamu tanyakan itu?’’
‘’Tidak apa-apa hanya ingin tahu saja. Mungkin saja Anda akan jatuh cinta kepadanya."
‘’Apa? Jatuh cinta padanya? Sebaiknya jangan bicara yang tidak masuk akal. Mana mungkin aku jatuh cinta padanya. Aku tahu apa yang kurasakan sekarang. Aku mengerti betul dengan perasaanku. Aku hanya menganggap dia teman biasa tidak lebih dari itu, karena saya masih....’’
‘’Masih mencintai Lizzie, bukan? Rupanya cinta Anda untuknya masih sangat kuat. Saya merasa terharu melihat ketulusan cinta Anda untuk Lizzie sampai sekarang. Cinta Anda kepadanya begitu dalam."
‘’Bagaimana denganmu? Apa kamu sudah mendapatkan cinta dalam hidupmu?’’
‘’Kalau itu saya belum mendapatkannya. Kenapa Anda juga menanyakan hal itu kepada saya?’’
Kemudian Zoya teringat dengan pemuda yang menolongnya membawa barang belanjaannya. Wajahnya menjadi merah.
‘’Pasti ada kan, Zoya? Lihat wajahmu menjadi merah."
‘’Itu...itu...maaf saya tidak bisa mengatakannya. Saya permisi dulu."
Zoya keluar dari kantor dengan terburu-buru untuk menghindari pertanyan Vladimir lebih lanjut. Vladimir yang melihat itu hanya tertawa.
‘’Sepertinya sekretarisku yang hebat itu sedang menyukai seseorang. Tapi siapa ya?’’
Vladimir kemudian melanjutkan chatting .Rose juga mengatakan kepada Vladimir kalau minggu depan hari ulang tahunnya dan Vladimir pun memberikan ucapan selamat kepadanya. Ia kemudian diam sejenak, karena baru teringat sesuatu. Hari ulang tahun Rose sama dengan hari ulang tahun Lizzie. Beberapa menit kemudian, Vladimir mengakhiri pembicaraannya dengan Rose.
“Entah mengapa aku begitu cepat akrab dengan gadis ini, aku merasa sudah mengenal dia lama sekali. Aneh sekali."
🍀🍀🍀
Lizzie mematikan komputernya dan kemudian mengambil mantelnya yang tergantung di dalam lemarinya, memakai syal berwarna biru muda ,lalu memakai sepatu bot tebal, karena salju di luar banyak sekali meskioun sudah masuk musim semi. Hari ini Lizzie mau berjalan-jalan di kota.
Di luar sangat dingin sekali dan sesekali angin bertiup kencang. Hanya beberapa menit berada di luar, Lizzie sudah menggigil kedinginan. Ia memperhatikan anak-anak sedang membuat boneka salju dan lempar-lempar salju di taman bermain. Lizzie mendekati mereka dan bergabung dengan mereka.
Mereka membuat banyak boneka salju dengan berbagai macam ukuran. Ia sangat menikmati bermain dengan mereka sampai lupa waktu. Ketika Lizzie melihat jam tangannya ternyata sudah jam 4 sore, lalu Lizzie berpamitan dengan mereka, dan cepat-cepat pergi dari taman bermain dengan berlari-lari.
🍀🍀🍀
Keesokan harinya, Zoya yang sudah selesai makan siang, tiba-tiba menyenggol seorang pria di depan pintu masuk gedung.
‘’Maafkan saya!"
‘’Anda? Zoya Faguzina?’’
Zoya terkejut melihat pria itu, sama sekali tidak menyangka akan bertemu dengannya di sini.
‘’Apakah Anda Anton David Zelessky?’’
__ADS_1
‘’Benar. Saya senang Anda masih dapat mengingat nama saya. Senang bisa bertemu dengan Anda lagi."
‘’Saya juga senang bisa bertemu dengan Anda lagi di sini. Apa yang sedang Anda lakukan di sini?’’
‘’Saya baru saja bertemu dengan teman saya di sini. Apa malam ini Anda punya waktu? Saya ingin mengajak Anda makan malam. Saya sudah lama tidak bertemu dengan Anda, jadi saya ingin berbicara dengan Anda."
Zoya kembali terkejut tiba-tiba mendapatkan undangan makan malam dari seorang pria dan wajahnya merona.
‘’Ba-baiklah saya terima undangan Anda."
‘’Bagus. Nanti malam saya menunggu Anda di Gold Rush jam 8 malam."
‘’Saya pasti datang. Maaf saya harus segera kembali ke kantor, pasti atasan saya sudah menungguku. Sampai ketemu di sana."
Zoya berjalan menuju ke kantornya dengan wajah bahagia.
Sesuai dengan waktu yang dijanjikan, Zoya datang tepat waktu dan Anton sudah berada di sana sedang menunggunya. Mereka menikmati makan malam mereka dengan menyenangkan dan menjadi kelihatan lebih akrab, kemudian mereka saling tukar nomor telepon. Sejak saat itu mereka berdua menjadi semakin akrab.
🍀🍀🍀
‘’Pagi, Tuan Kalashnikov!"
‘’Pagi! Hari ini kamu terlihat senang. Pasti hal yang menyenangkan sudah terjadi padamu ya.:
Zoya hanya tersenyum menanggapi perkataan Vladimir.
‘’Sudahlah kalau kamu tidak mau cerita. Hari ini aku akan pulang lebih awal. Aku mau mengunjungi makam Lizzie."
‘’Selama 2 bulan ini Anda rajin sekali mengunjungi makamnya."
‘’Karena aku merindukannya dan ingin lebih dekat dengannya. Kalau bisa aku ingin memeluknya sekarang dan tidak dingin melepasnya lagi, tapi itu tidak mungkin lagi. Orang yang sudah meninggal tidak mungkin akan hidup kembali. Tapi akhir-akhir ini aku merasa kalau Lizzie masih hidup di suatu tempat. Aku tahu, aku tidak boleh berharap yang tidak mungkin."
‘’Saya mengerti. Susah sekali melupakan orang yang kita cintai. Kalau begitu saya permisi dulu."
Vladimir memeriksa berkas-berkas yang diberikan Zoya tadi, lalu pada siang harinya ia datang ke pengadilan untuk menuntut pelaku perampokan terhadap seorang janda tua.
Hari sudah menjelang sore, Vladimir bersiap-siap untuk pulang lebih awal. Sebelum ke makam Lizzie, ia mampir dulu ke toko bunga dan membeli satu buket mawar merah, kemudian meneruskan perjalanan lagi. Sesampainya di makam Lizziw, di sana sudah sebuah karangan bunga mawar putih yang masih baru, lalu Vladimir melihat kiri kanan, depan belakang untuk mencari tahu siapa yang telah datang, karena setiap kali Vladimir datang ke makam Lizzie selalu ada bunga mawar putih.
‘’Siapa sebenarnya orang yang telah datang ke makam Lizzie? Apa kenalan Lizzie atau temannya Lizzie?’’
Vladimir tidak dapat menebak siapa orang itu, meskipun dia sudah berusaha keras dan memikirkan kira-kira siapa yang telah datang ke makam Lizzie, tetapi tidak dapat menemukan jawabannya. Ia pulang dengan rasa penasaran dan tanda tanya akan orang yang telah mengunjungi makam Lizzie.
"Aku harus segera mencari tahu siapa orang itu."
‘’Halo Zoya, ini aku. Tolong segera kirim orang untuk mengawasi makam Lizzie, sepertinya ada orang yang diam-diam selalu mengunjungi makamnya."
‘’Baik. Saya akan segara mengirim orang untuk mengawasi makamnya."
Vladimir kemudian pulang dan langsung menuju kamarnya.
🍀🍀🍀
Beberapa hari kemudian
Hari ini Lizzie berulang tahun. Sebagian ruangan yang ada di kastil sudah dihias dengan cantik. Di dalam kastil terlihat kesibukan untuk mempersiapkan pesta ulang tahunnya. Para pelayan hilir mudik ada yang membawa peralatan makan, taplak meja, kue-kue kering, kue tart, pie, dan makanan lainnya. Kue ulang tahunnya sangat besar dan di letakan di tengah ruangan tempat diadakannya pesta berlangsung. Lizzie berada di kamarnya sedang di dandani oleh perias terbaik di kota ini.
Beberapa menit kemudian para undangan sudah mulai berdatangan. Tamu-tamu penting Nicholas pun sudah berdatangan. Tidak lama kemudian Lizzie keluar dari kamar dan menemui tamu-tamu. Gadis itu kelihatan sangat cantik sekali dan hari ini Lizziw berubah menjadi seorang putri. Ia memakai gaun terusan berlengan pendek berwarna putih keperakan dan juga berkilauan sampai mata kaki. Sepatunya berwarna sama dengan gaunnya. Rambutnya digerai dan sedikit dikeriting dibagian bawah rambutnya, lalu rambutnya dihiasi oleh mahkota yang bertahtakan berlian.
Para tamu undangan terpesona oleh Lizzie yang begitu cantik terutama para pria yang tidak berkedip ketika melihatnya. Lizzie memberi salam kepada para tamu undangan. Acara ulang tahunnya di mulai dengan sangat meriah. Nicholas dan Reiko yang sudah menganggap Lizzie sebagai putri mereka sendiri memberikan ucapan selamat kepadanya dan juga Eddy, anak laki-laki Nicholas dan Reiko.
‘’Terimakasih."
‘’Hari ini kamu sangat cantik sekali, seandainya Vladimir melihat kamu yang secantik ini pasti dia juga akan terpesona melihatmu,"kata Reiko.
Wajah Lizzie berubah jadi merah.
‘’Benarkah? Sayangnya dia sekarang tidak melihatku."
‘’Lizzie, apa kamu senang dengan pesta yang Ayah dan ilIbu adakan ini,"kata Aleandra.
‘’Tentu saja aku senang. Aku sangat berterima kasih pada kalian semua yang sudah membuatkan pesta ulang tahunky dengan meriah setiap tahunnya."
‘’Ibu senang kalau kamu senang. Ditinggal dulu ya Ibu mau menemani para tamu dulu."
__ADS_1
Beberapa jam kemudian pesta berakhir dan para tamu undangan sudah pergi. Di hari ulang tahunnya Lizzie mendapatkan banyak sekali hadiah.
Lizzie langsung membuka hadiahnya yang dibungkus oleh kertas kado berwarna emas dihiasi dengan pita warna perak dari Reiko. Ia mendapatkan sebuah jam tangan, gaun cantik dari Nicholas, lalu membuka hadiah dari Ayah dan Ibunya yang dibungkus rapi oleh kertas kado berwarna hijau dengan pita warna kuning emas. Lizzie tercengang melihat cek itu dan angka yang tertulis di situ.[ ]