
Keesokan siangnya Lizzie telah berada di kamar barunya di Romanov mansion yang baru.Ia begitu senang mendapatkan kamar yang sangat indah dan luas. Ini pertama kalinya Lizzie memiliki kamar suas dan sebagus ini.
Dimitri tak henti-hentinya selalu memeluk Lizzie disetiap kesempatan. Ia berharap Aleandra akan segera sadar dan bertemu dengan Lizzie, sehingga mereka dapat berkumpul lagi. Dimitri bermaksud untuk membawa Lizzie ke rumah sakit untuk menemui ibunya, tapi Sergei menyarankan agar Lizzie beradaptasi dulu dengan lingkuangan barunya.
Setelah makan siang Dimitri kembali ke kantornya, sedang Lizzie dan Sergei jalan-jalan di halaman mansion dan Lizzie mulai menceritakan sebuah dongeng dan selama mendengarkan cerita yang diceritakan oleh Lizzie, Sergei tidak berhenti tertawa dan Lizzie pun senang dapat membuat kakeknya tertawa seperti itu.
Ivander yang melihat mereka dari kejauhan merasa sangat senang melihat Lizzie bahagia bersama keluarganya.
Polisi menangkap Anthony setelah ia tiba di kantor Nicola.
" Apa-apaa ini?" teriaknya.
" Anda ditangkap atas percobaan pembunuhan terhadap Dimitri, Aleandra, dan Lizzie Romanov,"kata Polisi yang menangkapnya.
"Apaaa? Aku bukan pembunuh.Lepaskan aku !"
Semua orang dikantor terkejut dan mulai berbisik-bisik.
" Tuan Kalashnikov, apa yang sebenarnya terjadi?"tanya Anthony.
" Tuan Lennox, Anda jangan menyangkal lagi. Kami mempunyai saksi kunci bahwa Anda yang mencoba membunuh Dimitri dan keluarganya. Kami juga menemukan pakaian dan topeng yang Anda kenakan pada saat percobaan pembunuhan itu."
"Ini tidak mungkin. Bukan aku pelakunya. Percayalah!"
Nicola merasa kesal, karena Anthony tidak mengakui kejahatannya.
" Bawa dia pergi!" perintah Nicola.
Polisi membawa Anthony secara paksa, karena pria itu selalu mencoba kabur.
"Aku tidak bersalah,"teriaknya.
"Akhirnya dia ditangkap juga," kata Vladimir yang baru saja datang ke kantor ayahnya.
Nicola kemudian membubarkan kerumunan para pegawainya.
" Kembali kepada pekerjaan kalian masing-masing,"seru Nicola.
Para karyawan telah membubarkan diri dan Nicola membawa Vladimir ke ruang kerjanya.
" Sekarang kita bisa merasa lega tidak akan ada yang akan menyakiti paman Dimtri dan keluarganya lagi,"kata Vladimir.
" Semoga saja."
" Ada apa ayah?Sepertinya ada yang ayah cemaskan."
" Entahlah. Tapi ayah jadi tidak merasa yakin kalau Anthony pelakunya."
"Tapi kenapa?"tanya Vladimir terkejut.
"Ekspresi wajah Anthony pada saat ditangkap tadi terlihat sangat terkejut dan juga ketakutan.".
"Ekspresi penjahat saat kejahatannya terbongkar pasti akan memasang ekspresi seperti itu."
" Anda saja kamu melihatnya tadi. Kamu kan belajar membaca ekspresi wajah orang."
" Sudah jelas Anthony pelakunya. Milly melihatnya."
"Kamu benar."
" Sore ini aku akan Romanov mansion."
" Ayah juga ikut."
πππ
Lizzie menghabiskan sisa sore itu bersama dengan kakeknya bercerita, berbicara, dan bercanda. Saat mereka akan masuk ke dalam, Sergei terkejut dengan kedatangan Viktor dan Angela, anak perempuannya. Lizzie terkejut melihat Angela. Dia adalah wanita yang ia selamatkan ketika akan tenggelam di danau.
"Lizzie, kenalkan ini keponakanku Viktor dan ini putrinya, Angela,"kata Sergei.
"Halo!"sapa Lizzie.
"Aku tidak percaya ketika diberitahu Lizzie sudah ditemukan," kata Viktor
" Sudah kukatakan Lizzie masih hidup dan baik-baik saja."
"Aku senang bisa melihatmu lagi, Lizzie dan selamat datang kembali!"
"Terima kasih."
"Paman Sergei, aku ingin bicara."
"Lizzie pergilah sama Angela," kata Sergei.
"Ayo Lizzie!"kata Angela.
Setelah Lizzie dan Angela pergi, Viktor langsung mencecarnya dengan banyak pertanyaan.
" Apa paman yakin Viktor pelakunya? Aku tidak percaya kalau dia pelakunya. Selama ini aku mengenalnya bahkan sebelum menjadi pengacara."
"Tapi kenyataannya seperti itu."
"Aku sudah bicara dengan Anthony. Dia mengatakan bukan pelakunya dan dia tidak punya alasan untuk membunuh Dimitri, Aleandra, atau pun Lizzie."
" Apa kamu percaya?"
"Entahlah. Semua bukti tertuju kepadanya."
"Jangan sampai Anthony mempengaruhi pikiranmu."
" Ya. Baiklah."
Lizzie dan Angela berada di taman bermainan ayunan.
"Pasti kamu senang bisa bertemu dengan keluargamu lagi."
Lizzie mengangguk.
"Aku juga senang kamu sudah kembali. Selama ini kakek Sergei selalu sedih. Aku kasihan kepadanya, tapi sekarang ia sudah tidak sedih lagi."
" Apa kamu menyayangi kakek Sergei?"
" Tentu saja. Aku sudah menganggapnya sebagai kakekku sendiri. Aku sudah tidak memiliki kakek lagi."
" Aku ingin menanyakan sesuatu padamu."
"Menanyakan apa?"
" Dua tahun yang lalu di desa Zelenogradsk, Kenapa kamu mencoba bunuh diri?"
Angela terkejut. " Dari mana kamu tahu?"
" Karena aku melihatnya dan pada saat itu aku ada di sana. Aku sudah menyelamatkanmu."
" Jadi kamu yang sudah menyelamatkanku?"
Lizzie mengangguk.
__ADS_1
"Terima kasih sudah menyelematkanku. Aku memang bodoh sudah melakukan itu. Seharusnya aku tidak melakukannya. Pada waktu itu pikiranku sedang kacau dan tidak bisa berpikir jernih. Aku baru saja ditolak oleh pria yang aku sukai. Ah maaf seharusnya aku tidak banyak bicara. Kamu masih belum mengerti."
"Tidak apa-apa. Lain kali jangan lakukan itu lagi."
" Tidak akan. Itu tindakan terbodoh dalam hidupku. Jangan katakan pada ayahku ya. Kalau ayahku tahu aku akan kena marah habis-habisan."
" Aku tidak akan mengatakan apa pun."
" Ayo sebaiknya kita masuk aja mungkin mereka sudah selesai bicara."
πππ
" Halo Lizzie!" sapa Vladimir saat Lizzie baru saja masuk bersama Angela.
" Vladimir,"seru Lizzie.
Vladimir mengendong Lizzie.
"Sepertinya kalian berdua sudah sangat akrab,"kata Sergei tersenyum penuh arti.
" Vladimir temanku sewaktu aku masih tinggal di Zelenogradsk meskipun pertemanan kami sangat singkat."
" Apa kabarmu?" tanya Vladimir.
" Seperti yang kamu lihat. Aku baik."
Vladimir menurunkan Lizzie dan gadis kecil itu juga memeluk Nicola.
"Apa kabar Tuan Nicola?"tanya Lizzie.
Nicola membungkuk.
" Baik. Aku senang kita bisa bertemu lagi. Aku membawakan kue pai plum kesukaanmu."
"Terima kasih Tuan Nicola."
Hari demi hari pun berlalu tak terasa satu minggu telah berlalu. Sudah tiba saatnya ketika Ivander dan istrinya untuk berpamitan pulang. Lizzie begitu sedih ketika mereka akan pulang.
" Apa kalian tidak bisa tinggal lebih lama lagi?"
" Maafkan kami Lizzie. Kami harus segera pulang."
"Aku akan sangat merindukan kalian.
"Aku juga," kata Ivander.
"Kamu bisa mengunjungi kami kapan saja," kata Juliana.
Lizzie memeluk Juliana yang sudah ia anggap ibunya sendiri
" Terima kasih."
Setelah Ivander selesai bicara dengan Dimitri, mereka pun naik mobil dan meninggalkan Romanov mansion.
" Ayah, kapan-kapan aku ingin mengunjungi mereka."
"Tentu saja."
Kedekatan sang kakek dengan Lizzie setiap hari kadang menimbulkan kecemburuan di hati Angela. Angela menuduh kakeknya lebih sayang dan lebih senang menghabiskan waktunya bersama Lizzie dari pada dirinya. Tentu saja hal itu membuat Sergei sedih. Tapi akhirnya Angela mengerti dan menyadari kalau kakeknya juga sayang kepadanya. Sejak saat itu mereka bertiga selalu berkumpul bersama dan menghabiskan waktu bersama.
πππ
Pada suatu pagi, Nester berjalan-jalan terburu-buru di sepanjang lorong mansion menuju kamar Dimitri.
"Selamat pagi Tuan Dimitri!"
" Saya baru saja mendapat telepon dari nyonya Anastasia, Bahwa nyonya Aleandra telah sadar dari komanya."
Jantung Dimitri seolah berhenti berdetak.
" Apa kamu bilang?"
"Nyonya Aleandra telah sadar dari komanya."
"Aleandra telah sadar dari komanya,"ulang Dimitri. Matanya memerah menahan air matanya yang hendak tumpah.
"Aku akan segera ke rumah sakit."
Dimitri terlalu senang mendengar istrinya telah sadar. Inilah hari-hari yang ditunggu Dimitri. Ia pun segera memberitahu ayahnya dan ternyata Nester juga sudah memberitahunya. Dimitri pergi ke kamar Lizzie. Ia tersenyum melihat putrinya masih terlelap tidur. Dikecup keningnya.
"Pagi, sayang!"
Lizzie menggeliat dan tersenyum melihat ayahnya.
"Pagi!"
"Cepat berpakaian! Kita pergi ke rumah sakit. Ibumu sudah sadar dari komanya."
Lizzie langsung terbangun." Benarkah?" tanyanya senang."
" Iya."
"Horeee," teriak Lizzie senang.
Anastasia langsung mengendong Lizzie begitu mereka bertemu. Ia begitu senang setelah keponakannya ditemukan. Ia sudah dua kali bertemu Lizzie di Romanov mansion.Lizzie juga sangat senang bertemu dengan kakek dan neneknya.Marina dan Michael begitu senang bisa bertemu dengan Lizzie lagi.
Dimitri masuk ke kamar menemui Aleandra setelah dokter selesai memeriksanya. Ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya lagi. Dimitri langsung memeluk Aleandra ketika istrinya tersenyum kepadanya, menumpahkan semua kerinduannya.
"Aku mencintaimu,"kata Dimitri.
Dimitri melepas pelukannya, memandangi istrinya sepuas mungkin, lalu mengecup kening, mata, hidung, dan bibirnya.
" Bagaimana perasaanmu sekarang?"
" Aku merasa lebih baik. Aku senang melihatmu baik-baik saja."
"Semuanya sudah berakhir. Pelakunya sudah ditangkap."
"Keluargaku sudah menceritakannya kepadaku."
"Sebentar ada yang ingin bertemu denganmu," kata Dimitri.
Dimitri memanggil Lizzie. Gadis kecil itu masuk.
"Ini putri kita, Lizzie."
"Ibuuu," teriak Lizzie berlari kepelukan ibunya.
"Kamu sudah besar."
Aleandra menciumi Lizzie dan ia menangis bisa kembali bertemu dengan putrinya, lalu kembali dipeluknya dan mengecupi puncak kepalanya.
"Putri kita memang sudah besar."
Dimitri kemudian menceritakan kepada Aleandra selama dua tahun terakhir ini.
" Aku senang kalian berdua baik-baik saja."
__ADS_1
"Apa yang terjadi? Kenapa kamu bisa sampai terluka? Bukannya kamu dan Ivander pergi?"
" Aku tidak jadi pergi, karena aku mencemaskanmu. Aku kembali masuk mencarimu. Aku naik ke lantai atas, tapi kamu tidak ada di sana. Saat aku turun ada seseoran yang mendorongku. Aku terjatuh dari tangga setelah itu aku tidak ingat apa-apa."
"Seharus kamu pergi bersama Ivander."
"Maafkan aku sudah membuatmu cemas."
"Yang penting kalian sekarang selamat," kata Sergei yang baru saja masuk.
"Ayah."
"Senang melihatmu telah sadar kembali. Ayah tidak tahan melihat Dimitri terus menangisimu."
"Ayah,"seru Dimitri.
Sergei tersenyum."Tapi yang dikatakan ayah benar, kan?"
Wajah Dimitri memanas dan merona.
πππ
Persidangan Anthony Lennox pun dimulai dan berlangsung selama satu minggu dan dinyatakan bersalah atas percobaan pembunuhan pada Dimitri dan keluarganya. Anthony divonis hukuman seumur hidup. Dimitri pun sangat puas dengan hasil sidang.
Milly juga merasa senang akhirnya ia bisa membantu dan Sergei kembai menwarkan pekerjaan untuknya sebagai pangasuh Lizzie.
" Baiklah Tuan Sergei aku menerimanya."
Lizzie merasa senang Milly kembali menjadi pengasuhnya.
11 tahun kemudian
Fanya melihat Vladimir sedang berdiri di depan rumah Lizzie di Zelenogradsk dan gadis itu tersenyum. Wajahnya memerah, karena terkena sinar matahari. Ia berlari dan berteriak. ββVladimir."
Pria itu langsung melihatnya. Kekasihnya sedang berlari ke arahnyaΒ dan merentangkan kedua tangannya menyambut Fanya ke dalam pelukannya. Sejak satu tahun yang lalu mereka telah menjadi sepasang kekasih.
ββAku tidak tahu , kamu ada di sini;ββkatanya dengan napas masih memburu.
ββMaaf tidak memberitahumu, karena kedatanganku ke sini mendadak. Ada sedikit pekerjaan yang harus aku lakukan. Aku juga sekalian mengunjungi Lizzie."
"Lizzie ada di sini?"
" Iya. Lizzie dan orangtuanya baru tiba di sini kemarin malam."
"Aku sangat merindukan Lizzie.Jadi Lizzie sudah kembali dari Inggris dan sudah menyelesaikan kuliahnya?"
"Iya Lizzie sudah lulus kuliah "
"Aku senang mendengarnya."
"Jadi bagaimana kabarmu, sayang?ββ
Vladimir mengecup Fanya membuat gadis itu tersipu malu. ββAku baik. Sampai kapan kamu akan berada di sini?ββ
"satu minggu."
Wajah Fanya nampak cemberut.ββKenapa sebentar sekali?ββtanyanya dengan merajuk.
"Maafkan sayangku, karena aku masih banyak pekerjaan."
"Bagaimana kalau kamu makan siang di rumahku, mau kan?
"Hmmmβ¦.baiklah. Aku juga ingin bertemu dengan ibumu sudah lama aku tidak bertemu dengannya."
Lizzie keluar rumah dan terkejut melihat Fanya.
" Fanya."
"Lizzie."
"Aku senang bertemu denganmu."
"Aku juga."
"Selamat untukmu. Kamu sudah lulus kuliah."
"Terima kasih Fanya. "
"Kenapa kamu tidak memberitahuku kalau kamu akan datang ke sini?"
" Aku sengaja ingin memberi kejutan untukmu. Tadinya aku akan datang ke rumahmu, tapi tak kusangka kita bertemu di sini."
Lizzie menyadari ada hal yang tak biasa antara Vladimir dan Fanya.
" Sudah satu tahun kami berpacaran,"kata Fanya.
"Benarkah?" tanya Lizzie terkejut.
Fanya mengangguk.
"Aku tidak tahu. Ini sungguh sangat mengejutkan. Selamat untuk kalian."
"Terima kasih. Besok bagaimana kalau kita jalan-jalan?"
" Tentu saja,"seru Lizzie senang.
" Aku akan datang ke sini besok pagi."
"Baik. Bagaimana kalau kita piknik berdua saja."
"Ide bagus. Sudah lama kita tidak melakukannya lagi. Sampai jumpa besok."
"Sampai jumpa besok."
Vladimir kemudian menggandeng Fanya menuju mobilnya. Lizzie sama sekali tidak menyangka kalau mereka berdua akan menjadi sepasang kekasih.
πππ
Milly yang baru saja keluar dari mini market sambil membawa belanjaan tidak sengaja menabrak seorang pria dan ia terkejut saat melihat pria itu. Wajahnya menjadi pucat.
"Nona, Anda tidak apa-apa?" tanyanya.
"Aku...aku tidak apa-apa."
Milly cepat-cepat pergi dengan ketakutan.
"Ini tidak mungkin...ini tidak mungkin,"katanya berulang kali.
Milly duduk di bangku setelah ia yakin telah jauh dari pria itu. Ia mengatur napasnya dan berusaha meredakan rasa takutnya. Kedua kakinya menjadi terasa lemas.
" Kenapa Anthony Lennox berada di sini. Bukannya dia masih di penjara,"gumamnya
Milly pun teringat dengan gambar tato burung elang di leher pria itu sama dengan pelaku itu. Setelah Milly berpikir lagi, ia baru teringat Anthony Lennox yang dipenjara tidak memiliki tato di lehernya.
Milly cepat-cepat pergi. Ia harus bicara dengan Nicola. [ ]
Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β
__ADS_1