
happy reading 😚
.
.
"hufttt...aku lelah sekali tuhan... rasanya hidup ku terlalu banyak drama... hufttt sebenarnya aku sudah nyaman dengan kehidupan cupu ku...jauh dari keramaian dan menjadi pusat perhatian..tapi dengan aku seperti itu aku di benci dan dianggap udik... dan lagi pula memang inilah diriku yang sebenarnya..."
"hufttt ayolah ney semangat lah kau harus kuat untuk bertahan hidup di dunia ini... jika kau lemah maka kau akan ditindas..." neina menghela nafas dalam-dalam.
"jika lho lelah berpura-pura maka hentikan lah... jadilah diri lho sendiri...buat apa lho pura-pura jadi yang lain jika itu buat lho gak nyaman..." neina langsung melihat ke sumber suara, terlihat Reynaldo yang sedang bersedekap dada mata neina seketika berputar malas.
"dasar jelangkung..datang tak diundang pulang tak diantar..." jengah neina yang malah di kekehi Reynaldo.
"Ney lho memang seharusnya kek dulu... yang dikatakan Reynaldo memang benar...jangan merubah penampilan lho jika itu buat lho gak tenang dan nyaman ... jadilah diri lho sendiri selagi itu buat lho nyaman..." senyum manis bara yang berada di sisi Reynaldo yang baru datang membawakan tas milik Reynaldo dan neina.
"hahaha maunya seperti itu sih kak... tapi kak bara tau sendiri bagaimana hidup di era modern ini... penampilan adalah nomer satu..."senyum manis neina yang seketika membuat dua laki-laki remaja itu tertegun terpesona.
"ekhem..."bara berdehem untuk menetralkan pacuan adrenalin nya.
"ini tas lho Ney ...." bara memberikan tas neina yang tadi tertinggal di sekolah.
"eh kok tas neina ada di tangan kak bara.. kok bisa..." tanya heran neina.
"iya tadi kakak bawa sekalian sambil bawa tas Reynaldo kesini..."
"tapi..tadi neina udah nyuruh Rere dan Mutia..."
"kelas sepuluh ada rapat... dan kakak juga di suruh Reynaldo untuk sekalian bawa tas lho..."
"oh gitu... kalo begitu terimakasih..."
"ck lho salah orang cupu... seharusnya lho ucapkan terimakasih sama gue bukan sama sahabat gue...dan lho juga gak usah so baik sama dia..."
"ck lho ini Rey..dia neina bukan cupu...lho memang gak pernah berubah..."
__ADS_1
"ciuhhhh bilang terimakasih sama lho yang ada lidah gue gatal-gatal..."sinis neina , tangan Reynaldo seketika terkepal erat.
"lho sama gue selalu bicara ketus sedangkan sama bara lho bersikap manis..."
"gue harus bilang terimakasih sama lho...sorry ya gue masih bisa nilai mana orang yang pantas diberikan ucapan terimakasih dan mana orang yang tidak pantas mendapatkan ucapan terimakasih dari gue..."
"dan lho juga benar-benar aneh atau gengsi yah... didepan orang banyak lho manggil gue cupu sedangkan saat hanya berdua manggil gue Ney..." batin neina melanjutkan perkataannya dalam hati dengan menatap tidak suka pada Reynaldo yang terlihat sama menatap tidak suka padanya.
"lho lebih baik pulang..." ucap tegas Reynaldo pada bara.
"eh.. kenapa lho main usir kak bara...dasar gak tau terimakasih...orang jauh-jauh datang kesini untuk bawakan tas lho... dan lho dengan gak tau malunya usir kak bara tanpa ucapkan terimakasih..."
"dia sahabat gue...jadi suka-suka gue mau bersikap bagaimana pun itu bukan urusan lho..."
"iuww menjijikkan.... kak bara masih betah berteman dengan orang arogan seperti itu...kalo aku jadi kak bara gak bakal mau tuh... jangankan berteman berdekatan pun gak mau..."
"lho ...jaga ucapan lho ..." geram Reynaldo dengan menunjuk neina dengan jati telunjuknya.
"sudah Rey... yaudah gue pulang pulang dulu Ney..semoga nyokap lho cepat sembuh...bro gue duluan..." bara memeluk Reynaldo ala-ala laki-laki cool sedangkan yang dipeluk hanya berdiri tanpa membalasnya.
"diam lho..."
"hahaha lho ini Rey .... dari kecil sampai dewasa masih belum berubah...masih sama arogan..." bisik bara yang dibalas decihan Reynaldo.
bara melepaskan pelukannya dan memegang pundak Reynaldo.
"semangat...gue tau apa yang lho mau..." setelah berkata seperti itu bara pergi pulang.
"jangan pernah lho dekat-dekat dengan dia lagi..."ucap Reynaldo pada neina dengan menekan kata-katanya.
"lho siapanya gue sampe ngatur-ngatur gue...ini hidup gue...gue yang jalani jadi lho gak ada berhak untuk ngatur-ngatur hidup gue..."
"lho tunangan gue..."
"tunangan rahasia.." senyum devil neina.
__ADS_1
"lho..."
"turunkan jari lho itu ...jika lho masih sayang dengan jari lho itu..."
"arghhhhhhh...neina kenapa sih lho sama gue kasar banget... padahal tadi lho sama bara manis banget ..." teriak kesal Reynaldo.
"lho masih nanya...lho dan kak bara itu jelas berbeda...lho jahat dia baik..."
"Ney gue udah berulangkali minta maaf sama lho...tapi lho gak pernah mau maafin gue..."
"lho pikir dengan lho minta maaf... semuanya akan tuntas... tidak Reynaldo... semuanya tidak segampang itu...lho udah torehkan luka besar di hati gue...gak ada maaf lagi bagi lho dari mulut gue..." neina meninggalkan Reynaldo seorang diri di taman.
"gue tau gue salah Ney...tapi gue juga manusia biasa yang gak suci...apa yang harus gue lakukain biar lho bisa maafin gue Ney....gue benar-benar gak tau apa yang harus gue lakukain supaya lho bisa maafin gue..." Reynaldo menatap sendu punggung neina yang mulai menjauh.
"seandainya lho gak pernah melakukan semua itu... hubungan kita tidak akan pernah renggang...itu semua salah lho...lho yang bikin gue benci sama lho...lho yang merubah rasa sayang gue jadi rasa benci yang teramat sama lho...semua itu lho yang bertanggung jawab Reynaldo..." ucap neina yang menoleh ke arah belakang dimana ada Reynaldo yang sedang mengacak kesal rambutnya.
.
.
.
bersambung
.
.
.
hallo-hallo readers selamat kembali dengan author lagi😚 selamat membaca lagi novel author yang satu ini 🤗😚 belakanganya ini author jarang update karena kesibukan author yang masih menimba ilmu ini 😚tapi Alhamdulillah semuanya sudah beres tinggal menunggu libur saja dan semoga saja cepat-cepat di liburkan ðŸ¤ðŸ˜… jadi Karena author udah gak sibuk lagi author usahakan untuk rajin up tiap hari lagi 😚
mau nambah lagi? berikan komentar nya maka author tambah lagi up nya🤠tidak masalah kak jika author minta komentar kalian ðŸ¤.
selamat pagi menjelang siang salam sejahtera untuk semua😚.
__ADS_1