
Selamat pagi 😗
.
Happy reading 😚
.
.
.
"Kak Rey...."
Happp dengan sekali tubrukan tubuh seseorang sudah berada dalam pelukan Reynaldo yang terlihat kaget dengan kedatangannya.
"I...Ica..." lirih Reynaldo.
deg
buggggggg
"astaghfirullahalazim Ica..."
"auccc..." teriak Safira bersamaan dengan ringisan Ica yang didorong Reynaldo saat sudah sadar jika dia sedang dipeluk oleh Ica.
__ADS_1
"Ica...kamu tidak apa-apa sayang..." tanya Safira berlari membantu Ica berdiri.
"hiks....kak Rey jagat banget dorong-dorong Ica..." Isak tangis Ica membuat semua orang merasakan kesedihannya namun tidak untuk Reynaldo yang berekspresi datar saja.
Semua orang tau siapa Ica itu, dia merupakan teman masa kecil Reynaldo juga, dulu setelah dia tidak bersahabat lagi dengan Neina Reynaldo menjalin hubungan persahabatan dengan Ica lebih tepatnya Reynaldo yang merasa berhutang budi pada gadis imut yang ada dihadapinya itu.
Ica kecil merupakan anak dari dokter Smith yang merupakan dokter keluarga Sangga waktu kecil dulu Ica Pernah menyelamatkan Reynaldo yang hampir saja tertabrak mobil dengan mendorong Reynaldo ke tepian jalan dan membiarkan dirinya yang tertabrak jauh oleh mobil sehingga membuat benturan keras di kepalanya yang membuat Ica kecil geger otak karena benturan yang sangat keras sampai sekarang Ica menjadi gadis yang penyakitan,semua yang dia inginkan pasti selalu dia dapatkan, sehingga membuat dia tumbuh menjadi gadis manja dan angkuh .
"Rey...apa yang kamu perbuat pada putri Om ini..." kesal Smith yang baru saja masuk membawa dua koper berwarna merah muda membuat Reynaldo mengernyitkan dahinya.
"ihhhhh kakak...ayo bantu Ica..." rengek Ica.
"sudah ada mama yang bantu kan..." cuek Reynaldo.
"Rey..." tegur Safira yang malah mendapatkan tatapan tidak suka dari Reynaldo.
"Rey berangkat dulu..." ucap Reynaldo tanpa mau meminta maaf pada Ica seperti yang di perintahkan Safira melalui kode matanya.
"hiks...apa kak Rey udah gak sayang lagi sama Ica Tante... padahal Ica dulu pernah menyelamatkan kakak...hiks sampai Ica sakit-sakitan kaya sekarang..." akhirnya tangisan Ica pecah juga membuat Reynaldo mengepalkan kedua tangannya merasa geram dengan akting berlebihan yang lagi-lagi diciptakan gadis yang dia juluki gadis penguntit waktu mereka masih kecil.
"mulai hari ini Ica akan tinggal disini Rey...dan papa harap kejadian macam ini tidak terulang lagi..." tajam Raican.
"buat apa dia tinggal di kedua kita Pa..." ucap Reynaldo memperlihatkan ketidak setujuanya,jika Ica ada dikediaman Sangga sudah dipastikan gadis itu akan selalu menguntiti dirinya kemana pun dia pergi seperti dulu saat mereka masih kecil.
"Om harus ke Amerika ada sesuatu urusan yang penting dan Om tidak bisa membawa Ica karena kondisinya yang tidak memungkinkan...jadi Om titip Ica pada mu Rey..." ucap Smith menepuk pundak Reynaldo.
__ADS_1
"itu benar kak Rey...dan sekarang juga Ica udah pindah sekolah satu sekolah dengan kak Rey..." ucap Ica menghapus air matanya setelah mengingat dia sekarang satu sekolah dengan sosok laki-laki yang dia sukai semenjak kecil.
Dalam hati Reynaldo berdecak kesal namun karena waktu yang sudah begitu siang dia berangkat tanpa berkata apapun lagi.
"kak Rey...kakak mau kemana..." teriak Ica tidak suka melihat Reynaldo pergi tanpa sepatah katapun yang dia ucapkan padanya untuk menjadi kata-kata perpisahan.
"Rey sekolah Ca...ayo masuk nanti juga dia pulang ..." ucap Safira menenangkan putri dari sahabat suaminya itu, sekarang hatinya menjadi gelisah jika ada Ica di rumah ini bagaimana dengan Neina pikirnya, dia tau putri dari sahabat suaminya itu menyukai Reynaldo dan jika Neina tahu tentang itu, yang ada akan semakin merunyamkan masalah putra dan menantu semata wayangnya itu, tapi untuk menolak kehadiran Ica juga rasanya dia tidak bisa, rasa balas budi pada Ica yang sudah menyelamatkan Reynaldo waktu kecil membuat Safira tidak bisa berbuat apa-apa.
"mungkin iya aku merasa bersalah dan balas budi para gadis ini... tapi sekarang keadaan sudah berubah... Neina sekarang menantu ku... apapun yang akan terjadi kedepannya...aku harus ada di pihak Neina putri kesayangan ku.. " tekad Safira dalam hati dan menatap tidak suka Raican yang pastinya menjadi si biang keladi yang menyetujui kepindahannya Ica dikediaman merek tanpa meminta pendapat terlebih dahulu padanya.
"yasudah Raican... Safira...aku titip putri ku satu-satunya ini...aku harap kalian menjaganya seperti kalian menjaga putri kalian sendiri..." ucap Smith penuh harap yang tentunya di iya kan Raican.
" tentu saja ... Ica sudah kami anggap seperti keluarga kami sendiri ..." ucap Raican menepuk pundak Smith sementara Safira hanya tersenyum paksa saja, pikirannya langsung melayang pada Neina yang tentunya Ica tidak akan suka jika mengetahui jika Reynaldo sudah menikah dengan Neina.
"huftt... semoga saja gadis ini dapat mengerti nanti...jika keinginannya untuk menjadi istri Rey tidak akan pernah terpenuhi...dan semoga saja saat kelak dia mengetahui Rey sudah menikah tidak membuat tekanan untuk mentalnya yang bisa memperburuk kondisi kesehatannya..." batin Safira masih ingat betul jika waktu Ica bangun dari koma satu tahun yang lalu memilki permintaan padanya untuk menjadi menantunya dimasa depan yang akan mendatang, namun Safira yang sudah mengetahui perjodohan antara Reynaldo dan Neina waktu itu hanya bisa tersenyum saja membalas permintaan Ica yang tidak bisa dia penuhi,ingin sekali waktu itu dia mengatakan jika keinginan nya tidak bisa dia penuhi tidak seperti keinginan-keinginan yang selalu Safira penuhi jika Ica sedang drop atau penyakitnya kambuh lagi.
Selama ini keluarganya selalu mengabulkan semua keinginan Ica karena bentuk dari rasa balas budi padanya, namun untuk satu permintaan itu Safira dan Raican tidak bisa memenuhinya karena putra mereka sudah mereka jodohkan dengan putri sahabat Safira yaitu Neina, gadis muda yang mereka sudah anggap putri mereka sendiri dengan tulus tanpa rasa balas budi yang mereka berikan pada Ica.
.
.
.
bersambung ;(
__ADS_1