Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 35 Gue gak butuh penjelasan lho


__ADS_3

Mata aradella menatap tajam Neina terlihat dia sangat marah dan benci terhadap gadis itu Neina yang melihat tatapan aradella tersenyum penuh kemenangan seolah berkata 'lihat lah gue pemenangnya '.


.


.


.


flashback off


.


"ck ... menyebalkan dia yang nyuruh gue nunggu tapi dia sendiri yang ninggalin gue ..." gerutu Neina turun dari mobil taksi.


"terimakasih bang ini uang nya..."


"sama-sama Neng..." tulus sopir taksi itu sambil mengambil uang ongkos dari tangan Neina.


Mata Neina langsung terarah ke pemakaman yang berjajar rapi kakinya terus berjalan tanpa ada rasa takut dengan mata Terus memindai nama baru nisan yang tertata di gundukan masing-masing.


...' Neintara Raihan Alfaro '...


langkahnya seketika berhenti dan terduduk di makam tersebut.


"assalamualaikum kak...apa kabar kakak... kakak disana baik-baik saja kan..." tanya Neina dengan bergetar air mata sudah menetes dari kedua sela matanya hatinya remuk redam melihat satu gundukan-gundukan yang berada di depan matanya, di peluknya gundukan yang berlapiskan keramik itu dengan semakin berderai air mata.


"hiks... kakak ... Ney Sekarang sendirian disini...hiks Ney tidak punya siapa-siapa kak... Mommy Daddy dan kak Tira ninggalin Ney sendiri disini...hiks mereka pergi ke Amerika tanpa ada kabar...hiks Ney takut kak Ney takut...Ney kangen sama mereka tapi mereka melupakan Ney...hiks Ney kangen kakak...hiks jika Mommy, Daddy dan kak Tira tidak baik-baik saja di sana dan ikut bersama kakak disana...Ney mohon bawa Ney juga kak...hiks Ney tidak mau hidup sebatang kara Ney tidak mau...hiks Ney takut..."


"semalam Ney bermimpi jika Mommy disana tidak baik-baik saja... semua itu tidak benar kan kak... hiks kakak Ney takut...." tangis histeris Neina .


Jika Neina sedang menangis beda lagi dengan Reynaldo yang membawa mobilnya dengan kecepatan penuh dengan sesekali melihat jam di tangannya pikirannya kacau terus merutuki diri sendiri yang lalai terhadap istri kecilnya Neina.


"arghhhhhhh...kenapa gue bisa jadi lalai seperti ini...." teriak Reynaldo membanting setir.


"maafin gue Ney.. masalah yang ada di cafe buat gue lupa sama lho..." batin Reynaldo penuh rasa bersalah.


tinnn tinnn tinnnnn suara klakson mobil Reynaldo berbunyi nyaring seolah meminta untuk dibukakan gerbang seketika pak satpam berlari dan membukakan gerbang mansion mewah itu untuk Reynaldo.


"pak....apa neina sudah pulang..." Reynaldo menyembulkan kepalanya satpam itu langsung menggeleng.


"belum tuan.... nona dari tadi belum pulang..." sopan satpam itu.


"sittt... kemana lho Ney..." Reynaldo mengambil handphonenya di dasbor mobil nya .


"____"


"apa Neina masih ada di sana..."

__ADS_1


"____"


"belum dia belum pulang..."


"____"


"sebaiknya lho diam kalo gak tau dimana Neina..." kesal Reynaldo langsung mematikan sambungan telponnya dengan Bara,yah yang di telpon Reynaldo adalah Bara guna untuk menanyakan keberadaan Neina namun bukan keberadaan Neina yang dia dapatkan melainkan ceramahan yang panjang dari Bara yang semakin menambah mood buruk nya .


"dimana sih lho Ney..." Reynaldo menjambak rambutnya merasa semakin bersalah karena sudah lalai terhadap istrinya.


"tuan..."


"kalo bapak tidak tahu tentang keberadaan Neina...lebih bapak diam... " ucap tegas Reynaldo yang membuat satpam itu menunduk,dia sudah tahu jika satpam itu akan menanyakan keberadaan Neina dan ujung-ujungnya melapor pada kedua orangtuanya Raican dan Safira.


'apa lho mau temenin gue untuk ziarah ke makam kak Tara ...' Seketika perkataan Neina tadi pagi berkelebatan di ingatan Reynaldo.


"yah... sepertinya dia ada disana..." gumam Reynaldo seketika menghidupkan kembali mobilnya dan berlalu pergi lagi tanpa berkata sepatah katapun pada satpam yang masih menunduk padanya.


"tuan muda tidak pernah berubah ...sikap dan sifatnya sama seperti tuan yang arogan tidak seperti nyonya yang lembut dan ramah...." gumam satpam itu melihat kepergian mobil Reynaldo


Tut tut tut suara dering telpon yang tidak diangkat Neina Reynaldo berdecak sebal karena Neina tidak kunjung mengangkat panggilan nya yang jelas-jelas berdering.


"hufttt...lho pasti kesal dan beranggapan yang tidak-tidak sama gue Ney ..gue janji setelah lho ketemu gue bakal jelaskan semuanya ..." gumam Reynaldo.


.


"hiks Kakak..Ney sudah menikah di usia muda dengan pria yang Ney tidak sukai bahkan Ney benci...hiks setelah kepergian kakak kehidupan Neina bagaikan di neraka sering kena bully karena tampilan Ney yang cupu... Daddy melarang Ney untuk tampil modis kak entah apa alasannya... "


"kakak Ney tidak bahagia dengan pernikahan ini...Ney terasa tersiksa ....Ney belum mau nikah di usia Ney yang masih muda dan bersuamikan orang yang Ney benci..." Adu Neina mencurahkan isi hatinya yang selama ini dia pendam sendirian .


Dari seberang jalan Reynaldo turun dari mobilnya dan melangkahkan kakinya menuju pemakaman umum yang diisi dengan almarhum dan almarhumah konglomerat matanya memindai satu persatu gundukan yang ada didepannya seketika korneo matanya menangkap seseorang yang sedang dia cari seketika dia bernafas lega.


"akhirnya lho ketemu Ney..." Reynaldo melangkahkan kakinya untuk mendekati istrinya terlihat Neina yang sedang memeluk gundukan tanah sang kakak namun tidak ada Isak tangis atau sebagainya hanya ada keheningan yang menyelimuti, seketika Reynaldo menepuk pundak Neina .


"Ney..." Reynaldo menepuk pelan pundak Neina namun sang empu tidak menjawab.


"Neina...." sapa nya lagi namun lagi-lagi Neina tidak menjawab karena rasa tidak sabar Reynaldo mengangkat kepala gadisnya ralat istrinya matanya sontak melotot.


"Ney...lho tidur ..." lirihnya menatap mata istrinya yang terlihat bengkak dan masih ada sisa-sisa cairan bening yang belum kering di kedua pipinya.


"apa lho nangis dan ketiduran Ney..."


greppppppp Reynaldo membawa tubuh istrinya itu kedalam dekapannya hati Reynaldo sungguh teriris melihat kondisi Neina yang menyedihkan rasa bersalah terhadap Neina dihatinya semakin besar.


"maaf gue Ney...maafin gue yang sudah lalai..." gumam Reynaldo dengan suara lirih yang sedikit bergetar Neina ketiduran sambil menangis di kuburan kakaknya pasti karena ulahnya pikirnya.


tappppp Reynaldo menggendong tubuh Neina ala bridal style.

__ADS_1


.


Jam sudah menunjukkan pukul 19.00 Neina membuka kedua matanya yang terasa perih .


"eunggggg.. " erangnya seketika menghentikan fokus Reynaldo yang sedang mengetikan sesuatu di laptopnya.


" Ney lho udah bangun..." ucap Reynaldo langsung berjalan ke arah ranjang .


"kenapa mata dan kepala gue sakit dan pusing..." gumam lirih Neina memegangi dahinya.


"lho kebanyakan nangis sampai ketiduran di makam kakak lho ..." jelas Reynaldo menyodorkan jus lemon.


"nangis sampai ketiduran di makam Kakak..." gumamnya berusaha mengingat semua yang telah terjadi ,seketika bayangan dirinya yang menangis tersedu-sedu di makam sang kakak berputar-putar di otaknya.


"ini minum Ney ...biar kepala lho gak sakit lagi..." ucap Reynaldo menyadarkan Neina.


"Ney..." ucap Reynaldo lagi tapi Neina hanya diam saja dengan ekspresi wajah datar miliknya.


"Ney...gue tau gue salah gue minta maaf...gue benar-benar gak ada niat untuk ninggalin lho .."


"maafin gue...gue udah lalai sama lho...tapi gue mohon jangan diemin gue seperti ini..." lagi-lagi Neina hanya diam dan memijat keningnya yang terasa amat pusing.


"Ney...biar gue yang pij..."


"jangan berani-berani nyentuh gue...dan sebaiknya lho pergi dari hadapan gue..." dingin Neina menepis tangan Reynaldo.


"Ney..."


"gue bilang pergi ya pergiiiiiii..." teriak Neina .


deg seketika jantung Reynaldo terasa berhenti untuk sesaat.


"dengerin penjelasan gue Ney..."


"gue gak butuh penjelasan lho dan gue gak mau bicara sama lho..." tekan Neina dengan mata melotot tajam.


"Ney..."


"pergiiiiiii..."


.


.


.


bersambung :(

__ADS_1


.


Mohon tinggalkan jejaknya 👣biar author semangat terus nulisnya dan jika ada saran atau kritikan dari kalian silahkan katakan di kolom komentar yang selalu kosong.


__ADS_2