Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 41 Sepertinya yang gue pikirkan memang benar


__ADS_3

selamat sore readers 😗


Sebelumnya author minta maaf sudah lebih dari tiga hari gak update pasti kalian dibuat kesal dengan jam up yang tidak menentu terkesan up semaunya author saja tapi percayalah pemikiran kalian salah readers 😣 sekarang author sedang mempersiapkan diri untuk uji kompetensi di sekolah maklum lah author masih sekolah dan sedang berada di semester terakhir menuju ujian Nasional , praktik dan masih banyak lagi😣 Author sekolah dengan mengambil kejuruan jadi seperti inilah sekarang author sedang sibuk mempersiapkan untuk Ujikom atau uji kompetensi yang sebentar lagi akan dilaksanakan 😣 author juga minta do'anya dari para readers semoga Ujikom nya berjalan lancar ☺️ terimakasih jika diantara kalian ada yang memberikan do'anya untuk author 😚.


happy reading 😚


Jam sudah menunjukkan pukul 09.00 Neina ddk sudah kurang lebih menghabiskan waktu selama satu jam lamanya, Neina sudah berniat ingin pulang.


"gue pulang duluan... kayaknya udah lama banget gue keluar rumah..." ucap Neina yang di angguki Mutia.


"mmm Ney...gimana kalo nanti malam lho nginap di rumah gue... udah lama banget kayanya semenjak lho tinggal di rumah Tante Safira gak ada nginep lagi ke rumah gue..." usul Rere yang membuat Neina terdiam untuk mencari alasan menolak tanpa di curigai .


"mmm...gue kayak nya gak bisa... besok-besok aja gue nginep nya kalo mam...emmm tante Fira udah pulang dari luar kota gue gak bisa kemana-mana tanpa izin dia..." gugup Neina yang hampir keceplosan memanggil mama pada Safira.


" kan Neina bisa izin lewat hp..." ucap Mutia sambil memangku tangan membuat Neina mati kutu sepertinya dia salah mencari alasan pikirnya.


"Hmm sebentar...jadi Tante Fira gak ada di rumah ...jadi lho di rumah ..." Rere tidak meneruskan ucapannya dengan mata melotot tidak percaya sementara Mutia mengernyitkan keningnya tidak mengerti.


"Ney..." ucap Rere lagi menatap datar meminta penjelasan.


"ekhem....apa..." ucap Neina mencoba menetralkan pacuan jantungnya yang sudah tidak terkendali.


"jadi...apa ada yang ingin lho jelasin pada kami..." kening Rere mengernyit.


"a... apa... yang harus gue jelasin ke kalian...." jawab Neina pura-pura bodoh.


"ck...gak usah belaga bego lho..." kesal Rere Neina menggeleng.


"Tante Fira dan om Raican emang sedang di luar kota...tapi bukan berarti kami tinggal berdua...masih banyak art di rumah..." jelas Neina yang mengerti dengan pemikiran sahabat yang satu ini.


"gue harap lho gak suka ama senior sombong itu ..." ucap Rere langsung pada intinya yang membuat Neina menggeleng.


"yaudah gue pulang duluan....lain kali kalo ada waktu luang lagi kita weekend bareng lagi..." senyum manis Neina yang di angguki Rere dan Mutia, Neina melangkahkan kakinya sementara di sebrang sana Reynaldo yang melihat kepergian Neina langsung menutup meeting nya.


"Gus..." ucap Reynaldo menatap Agus kemudian beralih menatap jam tangannya, mengerti dengan keinginan sang bos Agus pun langsung menutup acara meeting yang terkesan tidak terlalu formal itu, setelah berpamitan pada mitra bisnis nya Reynaldo langsung bangkit dari duduknya yang diikuti Nando sementara Agus masih berusaha menemani mitra bisnis mereka dengan acara makan pagi menjelang siang.


"gue harap gak ada pertengkaran diantara kita hanya gara-gara satu cewek yang sama-sama kalian sukai... " batin Agus sesekali menatap punggung kedua sahabatnya dia tau mereka cepat-cepat pulang karena ingin menemui Neina,sudah ada satu Minggu ini Agus merasakan jika diantara Reynaldo dan Neina terjalin hubungan yang spesial tapi entah apa itu dia pun tidak tau, yang jelas dia pasti akan mencari tau.


"bos...lho jalan cepat amat..." ucap Nando berusaha menyamakan langkah kakinya dengan langkah kaki Reynaldo.


"NJ*rr...bos gue sedang bicara sama lho..." ucap Nando lagi yang tidak mendapatkan jawaban dari sang bos Reynaldo.

__ADS_1


" gue ada urusan..." ucap Reynaldo mengedarkan pandangannya mencari sosok gadis yang sedang dia cari seketika bibirnya tersenyum saat sudah menemukan dimana gadis yang sedang dia cari,di sebrang sana terlihat Neina sedang celingak-celinguk mencari taksi tanpa ragu Reynaldo langsung menghampiri Neina dan langsung menggandeng tangan gadis mungil itu.


"astagaa..." teriak panik Neina saat tiba-tiba ada yang menggandeng tangannya.


"kenapa teriak-teriak hmmm..." tanya Reynaldo tidak merasa bersalah berbanding terbalik dengan Neina yang langsung memutarkan matanya ke arah kiri kesal dengan kehadiran Reynaldo yang seperti jelangkung datang gak di jemput pulang gak di antar.


" kondisi kan itu bibir... monyong banget..." kekeh Reynaldo merasa gemas dengan kelakuan istri kecilnya itu.


"ck... terserah gue dong...bibir gue kenapa lho yang ribet..." dengus Neina yang semakin membuat Reynaldo gemas dan refleks mencubit hidup kecil mancung Neina.


"awwww...lho yah bad boy...sakit hidung gue main jewer aja...lho pikir hidung gue ikan goreng apa..." teriak kesal Neina dengan muka merah padam nya penuh kekesalan atas sikap tidak di duga Reynaldo.


"hahahaha...mana ada hidung di jewer... Ney-Ney...lho ada-ada aja..." tawa pecah Reynaldo yang mendapatkan geplakan tangan Neina.


"awwww...lho tega yah Ney... kdrt sama sua..."


"bos..." perkataan Reynaldo terpotong saat mendengar satu suara yang memanggilnya dia sangat kenal siapa pemilik suara itu,dengan cepat dia langsung memutar badannya dan melihat ke arah belakang.


Terlihat Nando disana sedang menatap tanpa ekspresi pada mereka, seolah bingung dan tidak percaya melihat keakraban dua sejoli dihadapannya itu.


"astaga... Nando...kenapa dia ada disini apa dai mendengar perkataan kami..." batin Neina kaget melihat kehadiran Nando.


"bos...lho gak seperti yang sedang ada di pikiran gue kan..." tanya Nando menatap serius dan berharap Reynaldo menjawab Iyah.


"bos..." ucapnya lagi karena Reynaldo masih diam tidak menyahut.


"emang apa yang ada di pikiran lho saat ini tentang gue..." ucap santai Reynaldo yang seolah malah balik bertanya.


"hufttt... gue tau lho gak bego bos..." ucap kesal Nando mendengarkan jawaban Reynaldo yang malah terkesan balik bertanya dan pada kenyataannya memang seperti itu.


"apa hanya ini yang ingin lho bicarakan sama gue.. " tanya Reynaldo.


"gue duluan..." ucap Reynaldo menepuk pundak Nando dan melangkahkan kakinya namun langkahnya terhenti saat Nando mengeluarkan pertanyaannya lagi.


"gue harap lho gak nikung gue bos...lho gak nikung gue kan..." tanya Nando dengan bergetar menahan emosi dan sesak di hatinya.


"di sini gak ada yang nikung lho..." ucap datar Reynaldo tanpa menoleh dan kembali melangkahkan kakinya.


" jelas lho nikung gue...kalo lho juga berusaha deketin neina dan suka sama dia..." teriak Nando penuh kekesalan yang tidak di tanggapi Reynaldo sama sekali.


"arghhhhhhh...tega lho bos...nikung cewek anak buah lho sendiri..." teriak Nando lagi dan menendang kerikil meluapkan emosinya yang sedang meledak-ledak di dadanya seolah sedang menghanguskan hatinya.

__ADS_1


Dia sadar betul bersaing dengan Reynaldo pasti dialah yang akan kalah tidak pernah terbayangkan olehnya jika Reynaldo akan sama-sama suka pada Neina gadis incarannya beberapa Minggu ini.


"arghhhhhhh...." teriak Nando lagi dan berjalan cepat menuju mobilnya diparkiran cafe.


buggggggg Nando menutup pintu mobilnya dengan keras dan langsung membanting stir dan melajukan mobilnya memecah jalanan yang sudah kembali ramai lagi kendaraan baik roda empat ataupun dua,baik kendaraan umum atau kendaraan pribadi yang sedang berdesak-desuk melajukan kendaraannya masing-masing ingin segera sampai ke tempat tujuan.


Sementara itu Neina mengernyitkan keningnya saat tadi melihat dan dengar samar-samar jika Nando berbicara dengan membawa-bawa namanya.


"Apa yang mereka bicarakan ...kenapa bawa-bawa nama gue..." ucap Neina menatap intens satu-persatu dua lelaki remaja yang sedang beradu argument lebih tepatnya Nando yang terus bicara dengan wajah serius dan terlihat emosi.


Sedang berkelana dengan pikirannya Neina seketika dia buat terkejut saat Reynaldo menepuk pundaknya dan sudah berada di hadapannya lagi.


"astagaa..." teriak Neina memegangi jantungnya.


"lho Kenapa bengong..." tanya Reynaldo.


"bukan urusan lho..." ketus Neina membalikkan badannya lagi ke arah jalanan mencari taksi, kembali ke misi awalnya yang sempat tertunda karena kedatangan Reynaldo.


"ayo ikut gue .." Reynaldo menggandeng tangan Neina dan membawanya kerah parkiran.


"lho bisa gak sih gak usah main tarik tangan gue..." ketus Neina namun tidak memberontak.


"kenapa emangnya... bukannya lho istri gue ..udah sah juga bukan ...gak ada salahnya kalo gue tarik dan pegang tangan lho... bahkan gue boleh pegang dan sentuh t*buh lho itu selan tangan kecil lho ini .." ucap santai Reynaldo yang membuat Neina tercengang mendengar perkataan Reynaldo dan refleks mengehentikan langkahnya.


" sepertinya yang gue pikirkan memang benar... kalian memiliki hubungan yang spesial..." gumam seseorang melihat kearah dua sejoli yang jauh di depannya yang berada di pintu cafe.


.


.


.


bersambung;(


.


.


.


Yo siapa orang yang melihat kemesraan mereka reader 🤭apa kalian bisa tebak😂🤣.

__ADS_1


__ADS_2