
Selamat siang readers 😗
.
Happy reading 😚
.
.
.
Hap Dengan satu hentakan tubuh Neina sudah berada di gendongan Reynaldo.
Reynaldo meletakkan tubuh Neina dengan hati-hati di tatapnya wajah Neina dengan intens seketika hati Reynaldo dibuat kesal.
"lho cantik banget Ney...kenapa lho meski merubah penampilan lho kaya gini...lho sebaiknya kaya dulu aja walaupun cupu tetap cantik gue lebih suka lho kaya gitu...jadi hanya gue seorang yang bisa menikmati kecantikan lho ini..." gumam Reynaldo.
Setelah cukup lama menatap wajah cantik Neina Reynaldo segera bangkit dan berlalu kearah kamar mandi, lima belas menit dia keluar dan duduk dimeja belajarnya membuka buku-buku sekolah nya, Neina yang memang sudah terbangun semenjak Reynaldo menggendongnya mengintip sedikit aktivitas Reynaldo.
"Dia buka buku sekolah...apa dia sedang belajar..." batin Neina.
"Entah gue harus bersyukur mendapatkan lho atau gue harus merajuk...lho dari luar emang terlihat garang dan bengal...tapi dari dalam lho anak yang baik ...semakin lama tinggal berdua sama lho.. semakin gue tau sikap asli lho..."
"apa sudah saat nya gue buka hati gue untuk lho ...gue udah bisa merasakan tatapan tulus lho untuk gue ..yah walau sekali-kali lho nyebelin...lagi pula hubungan sakral ini gak bisa gue mainkan... hubungan ini terlalu suci untuk gue permainkan.. "
Setengah jam Neina hanya menatap Reynaldo dengan pikiran melayang jauh memikirkan kehidupan mereka kedepannya.
"kamu udah bangun Ney..." ucap Reynaldo melangkah ke arah ranjang, membuat Neina terbangun dari lamunannya.
"apa masih merasa takut seperti semalam..." tanya Reynaldo lagi, Neina hanya menggeleng saja.
"yasudah... bersiap-siaplah kita akan keluar..."
__ADS_1
"kemana..." akhirnya Neina mengeluarkan suaranya.
"kemana saja yang penting tidak membuat mu suntuk..." lembut Reynaldo.
"tapi gue gak mau kemana-mana..." Reynaldo mengernyitkan dahinya.
"bukannya tadi lho mau ke luar dan terus menggerutu tidak jelas dihadapan para maid..." tanya Reynaldo membuat Neina berdecak sebal.
"ckkkk....jadi mereka melaporkannya sama lho kak..."
Deg jantung Reynaldo berhenti berpacu mendengar perkataan Neina di akhir kata 'kak' apa dia tidak salah mendengar batinya.
tok tok tok
"masuk..." ucap tegas Reynaldo kembali ke mode dinginnya.
"siang tuan... nona..."
"siang juga bibi..." sapa balik Neina berusaha duduk dengan cepat Reynaldo membantu Neina.
"maaf tuan...ini waktunya nona minum obat...makan siang sudah siap...dan barusan ada telepon dari nyonya besar jika nanti sore mereka akan kembali..." lapor kepala maid.
"mama akan kembali hari ini..." tanya Neina dengan tersenyum manis.
"iya nona... nyonya besar juga mengatakan maaf yang diperuntukkan untuk nona jika kemarin nyonya besar tidak jadi pulang karena di kota X ada badai besar..." jelas kepala pelayan.
"tak apa...yang penting hari ini mama pulang..." senyum rekah Neina membuat Reynaldo tersenyum melihat tingkah istri kecilnya itu, kepala pelayan yang melihat senyuman di bibir tuanya yang kakuk itu ikut tersenyum bahagia atas kebahagiaan tuan mudanya.
"terimakasih nona... kehadiran nona membawa mentari ke rumah dingin ini..." batin kepala maid.
"apa kau senang mama mau pulang..." tanya lembut Reynaldo membelai lembut rambut panjang Neina yang dibalas anggukan kepala Neina.
"sangat...Ney sudah sangat merindukan mama kak Rey..."
__ADS_1
Deg Lagi-lagi perkataan Neina membuat jantung Reynaldo berhenti berdetak, dapat Reynaldo rasakan ucapan Neina kali ini terasa sangat tulus bukan hanya akting semata yang dia lakukan di depan maid.
"kalau begitu saya permisi tuan... nona..." kepala maid langsung ke luar dari kamar majikan mudanya.
"ayo kak Rey...Ney udah gak tahan mau makan cacing di perut Ney sudah keroncongan minta di isi..." ucap Neina bangun dari duduknya.
"Ney..." ucap Reynaldo seolah mempertanyakan sikap manis yang dilakukan Neina saat ini padanya.
Tidak mau membahas yang menurut Neina sangat memalukan dia malah menuntun Reynaldo untuk berdiri, yah menurut Neina bersikap lembut lagi pada Reynaldo merupakan sesuatu yang memalukan, dengan berat hati Neina meruntuhkan ego yang setinggi langit itu setelah banyak pertimbangan.
"ayo berdiri..." rengek Neina yang membuat Reynaldo tersenyum.
Cup
"mari my little wife..." ucap Reynaldo setelah mengecup singkat kening Neina membuat sang empu cemberut dan menggerutu tidak jelas.
"dikasih hati minta jantung...udah di baikin malah main kecup-kecup saja...emang dia pikir teh celup...eh..." Neina menggaruk kepalanya sendiri merasa aneh dengan perkataannya sendiri.
"apa hubungannya main kecup-kecup dengan teh celup..." gumam Neina menggelengkan kepalanya.
"sepetinya bersikap manis kaya gini bikin lho oleng deh Ney..." gumam Neina lagi yang membuat Reynaldo menahan sekuat mungkin bibirnya untuk tidak mengeluarkan tawa menggelegarnya.
"ayo Ney.... Kenapa malah bicara sendiri..." ajak Reynaldo menggandeng tangan Neina, Neina menurut saja dengan perasaan canggung yang mulai menghinggapi hati kecilnya.
"apa yang gue lakukan sudah benar...apa gue gak kelihatan terlalu murahan..." batin Neina di sela-sela langkah kakinya.
.
.
.
bersambung :(
__ADS_1
.
Ayolah keluarkan jempol dan suara kalian reader 🥺.