Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 72 Bukan penyair cinta


__ADS_3

Selamat pagi 😗


.


Happy reading 😚


.


.


.


Sudah setengah jam yang lalu Reynaldo berada di kamar dengan berguling-guling tidak jelas.


"arghhhhhhh...kenapa gue gak bisa tidur..." kesal Reynaldo bangun dari posisinya dan mengacak-acak rambutnya.


"sehari juga belum...tapi gue udah kelimpungan kaya gini... arghhhhhhh...apa lho ngerasain yang gue rasakan Ney..."


"ck...tega bener lho Ney ninggalin suami sendirian di sini..." racau Reynaldo dengan mata berkaca-kaca hanya Neina yang bisa membuat dia tidak berdaya seperti sekarang selama ini belum ada yang bisa membuat Reynaldo sekacau ini.


"gue rindu banget sama lho Ney..." batin Reynaldo memegangi dadanya yang teramat nyeri.


"rasanyah gue gak mau punya hati ... arghhhhhhh...ribet bener dah jadi manusia..." teriak Reynaldo menendang angin, dengan langkah lebar Reynaldo melangkahkan kakinya menunju balkon.


"bagaimana caranya untuk buat lho percaya kalo gue cinta sama lho Ney...gue bukan penyair yang pandai bersyair untuk mengungkapkan cinta...gue bukan cowok humoris yang membuat nyaman dengan candaan-candaannya...gue bukan pemain cinta yang mengungkap rasa dengan kata-kata cinta...gue bukan puisi cinta yang mengungkapkan rasa dengan puisi-puisi cinta nya... gue buka fackboy yang bisa mengungkapkan cinta dengan begitu mudahnya.... yang gue bisa... hanya menunjukan dengan gerak tubuh gue tanpa kata-kata bualan seperti cowok pada umunya..."


"gue hanya cowok kakuk Ney tidak punya pengalaman cinta..." lanjut Reynaldo dengan lirih.

__ADS_1


Huftt...gue suka sam lho,gue benar-benar suka sama lho, yah sepertinya kata-kata itu yanng besok pagi dia hadiahkan pada Neina, eitsss tunggu... bukannya waktu itu dia sudah pernah mengungkapkan perasaannya dan Neina menolaknya dengan mentah-mentah? apa besok kejadian memalukan itu akan terulang lagi? eitsss yang benar saja seorang Reynaldo Raican Sangga di tolak mentah-mentah untuk keduakalinya ? sangat memalukan, pikiran Reynaldo semakin kacau melayang-layang kesana kemari dengan tidak jelas, dengan perasaan yang gundah gulana Reynaldo menyandarkan kepalanya di sofa balkon tanpa terasa matanya terasa perih dan beberapa menit kemudian dia sudah mengejar Neina di taman yang begitu indah.


Cahaya mentari membangun setiap insan yang sedang asyik bergumul dengan selimut lembut mereka,namun tidak bagi Reynaldo yang diselimuti dengan angin dingin.


"hacccihhh....".


"hacccihhh..." Reynaldo menggosok-gosok hidung putihnya yang sudah mulai memerah itu.


"sepertinya gue ketiduran di balkon..." gumam Reynaldo mulai mengambil kesadarannya kembali.


"astagaa...gue sampai lupa pagi ini harus jemput Neina..." kaget Reynaldo melihat jam kecil yang bertengger di tangan kekarnya.


"astagaa....gue telattt..." teriak Reynaldo meloncat dari sofa menuju pintu kamar yang terbuka lebar bersamaan dengan kedatangan Safira .


"astaghfirullah... Rey kamu belum siap-siap lagi..." ucap Safira.


"belum juga seminggu ditinggal bini...udah kelimpungan aja kamu Rey..." kekeh Safira antara lucu dan kasihan.


"mandinya yang cepat Rey.... Mama tunggu di meja makan...." teriak Safira berlalu dari kamar Reynaldo entah Reynaldo mendengarnya atau tidak .


Tap


Tap


Tap Reynaldo menuruni tangga dengan langkah cepatnya.


"eh...kamu mau kemana Rey...." teriak Safira yang melihat Reynaldo berlari ke arah pintu.

__ADS_1


"mau jemput Neina..." ucap Reynaldo tanpa menghentikan langkahnya.


"buat apa cape-cape menjemputnya...dia sudah berangkat sekolah dari setengah jam yang lalu..." ucap Raican seketika berhasil menghentikan langkah putra semata wayang mereka.


"Papa tau darimana kalo istri Rey sudah berangkat sekolah..." cibir Reynaldo dengan tatapan sinis nya.


"tentu saja dari anak buah Papa..." jawab santai Raican memasukan potongan roti terakhirnya sementara di sebrang sana tangan Reynaldo terkepal erat.


"dia siswi rajin... sudah pasti berangkat paling awal...apalagi selama beberapa bulan ini dia selalu berangkat telat...sekali mendapatkan kebebasan sudah pasti dengan senang hati kembali pada kebiasaan awalnya..." ucap Raican ikut mencibir semakin membuat urat-urat ditangan Reynaldo menonjol keras dan jelas.


"ini semua kare..."


*Tok


Tok


Tok* Suara ketukan pintu menghentikan ucap Reynaldo,semua mata langsung terarah pada sumber suara .


"Kak Rey...."


Happp dengan sekali tubrukan tubuh seseorang sudah berada dalam pelukan Reynaldo yang terlihat kaget dengan kedatangannya.


.


.


.

__ADS_1


bersambung ;(


__ADS_2