Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 60 Gak boleh sekolah


__ADS_3

Selamat sore 😗


.


Happy reading 😚


.


.


.


"Gue gak bisa jauh-jauh dari lho...gue gak mau dipisahkan sama lho Ney...cinta gue untuk lho udah terlanjur besar..." batin Reynaldo dengan memeluk tubuh Neina.


Mentari sudah mulai menampakkan dirinya kembali namun sepasang suami istri muda itu masih betah menutup matanya,efek obat tidur yang disuntikkan pada Neina membuatnya tertidur pulas sedangkan Reynaldo yang baru bisa tertidur setelah melakukan tugasnya sebagai umat muslim membuatnya tertidur pulas melupakan jam yang sudah menunjukkan pukul 07.54.


"eangghhh " tubuh Neina mengeliat merasakan tubuhnya di peluk erat oleh seseorang seketika matanya terbuka lebar .


"siapa yang meluk gue seerat ini...." batin Neina kaget setengah mati.


"kau sudah bangun.." tanya Reynaldo dengan suara serak khas orang baru bangun tidur, walaupun bibirnya bersuara namun matanya masih terpejam erat, rasanya matanya perih jika harus dipaksa dibuka disela-sela mengantuk yang masih melanda.


"arghhhhhhh...apaan sih lho.... lepas..." teriak Neina kesal saat tau jika badannya sedang di peluk Reynaldo, meskipun matanya belum bisa melihat siapa si pelaku yang memeluknya karena wajah Neina berada di dada bidang yang memeluknya namun setelah mendengar suara si pemeluk Neina sekarang sudah tau siapa pelaku yang berani memeluknya.


"diam lah...gue masih ngantuk..." ucap Reynaldo semakin mengeratkan pelukannya, setelah pembicaraan selam dengan dokter Smith rasanya Reynaldo tidak mau berjauhan dengan Neina, dia takut jika nanti sang Papa mengiyakan ucapan dokter Smith.


"Ck...lho apa-apaan sih...minggir gak...gue mau sekolah..." ketus Neina memukul dada bidang Reynaldo.


"astaga...jantung gue...kenapa rasanya jantung gue seakan mau copot dari tempatnya... berlama-lama di peluk lho bikin jantung gue bermasalah bad boy...". batin Neina.

__ADS_1


Mendengar kata sekolah mata Reynaldo langsung terbuka lebar.


"astaga... kenapa gue bisa lupa..hari ini ada ulangan..." gumam Reynaldo nyaris tidak terdengar Reynaldo.


Mata Reynaldo melihat ke arah jam seketika matanya melotot.


"astagaa...gue telat..." teriak Reynaldo langsung melepaskan pelukannya dan meloncat dari ranjang menuju kamar mandi.


"astaga...lho apa-apaan sih bad boy kalo celaka gimana..." teriak kaget Neina melihat aksi cepat Reynaldo namun tidak digindahkan Reynaldo yang sudah masuk kedalam kamar mandi.


"Awww...kenapa kepala gue pening banget..." gumam Neina saat hendak mendudukkan badannya.


Sepuluh menit kemudian Reynaldo sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang melilit tubuh bagian bawahnya saja, matanya langsung menatap khawatir Neina yang sedang menyiapkan bajunya.


"astaga Ney...lho apa-apaan...cepat duduk...lho gak boleh banyak bergerak... " ucap Reynaldo menuntun Neina duduk kembali di ranjang.


"apaan sih lho...lebay banget deh ..." tepis Neina.


"gue gak kenapa-kenapa...gue mau sekolah..." ketus Neina.


"gak...gue gak izinkan... semalam fobia lho kambuh dan gue gak mau lho sekolah..."


"ck...gue tau...tapi gue tetap mau sekolah..." ngotot Neina menatap tajam Reynaldo.


" pokoknya lho gak boleh sekolah..." titah Reynaldo.


"gue..."


"Ney... dengerin kakak ok... semuanya demi kebaikan mu... kakak gak mau kamu kenapa-kenapa...kakak janji setelah ulangannya selesai kakak akan balik lagi ke ke rumah..." ucap Reynaldo serius memegang pundak Neina.

__ADS_1


"sekarang lebih baik tiduran lagi...dan minum obat yang ada di atas nakas...kakak sudah telat nanti kakak suruh kepala pelayan menemani mu..." ucap lembut Reynaldo tidak terbantahkan dan kembali berdiri memakai seragam sekolahnya.


"mentang-mentang anak pemilik sekolah... berangkat dan pulang sesuka hatinya...cih menyebalkan..." gumam Neina masih bisa di dengar Reynaldo namun dia memilih tidak meladeninya, sekarang jam sudah menunjukkan pukul 08.00 Reynaldo sudah sangat telat semoga saja masih keburu ikut ulangan harian pikir Reynaldo.


"Kakak berangkat dulu... hati-hati di rumah kalo ada apa-apa hubungi kakak..dan jangan lupa minum obatnya dengan teratur...kakak akan usahakan untuk pulang lebih awal..."


Cup Reynaldo menc*um kening Neina membuat sang empu melotot.


"kakak berangkat... baik-baik di rumah..." ucap Reynaldo lagi mengacak lembut rambut Neina.


"sekalian aja gak usah pulang sana...dasar mencari kesempatan dalam kesempitan..." kesal Neina yang dibalas senyuman manis Reynaldo.


Tap


Tap


Tap


"Pagi tuan muda..." sapa kepala pelayan yang di angguki Reynaldo.


"Jaga istriku baik-baik dan jangan lupa awasi dia sarapan dan minum obat dengan teratur...saya akan usahakan untuk pulang lebih awal..." ucap dingin Reynaldo.


"baik tuan..." jawab kepala maid saat Reynaldo sudah melangkahkan kakinya namun baru beberapa langkah dia sudah berhenti dan berbalik ke arah belakang lagi.


"Usahakan jangan melakukan kesalahan untuk yang kedua kalinya...jika kecerobohan semalam terulang lagi...saya tidak akan segan-segan menghukum kalian lagi..." ucap dingin Reynaldo, semalam Reynaldo tidak bisa tidur dan akhirnya meninggalkan Neina sebentar guna memberikan hukuman bagi para maid yang menurutnya sangat ceroboh sampai hampir membahayakan keselamatan Neina.


.


.

__ADS_1


.


bersambung ;(


__ADS_2