Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 50 Nando patah hati


__ADS_3

Selamat pagi😗


.


Happy reading 😚


.


.


.


"yah...lho bakal merebut bini orang Do kalo lho terus berusaha deketin Neina... tanggal 27 Mei kemarin Neina sudah menikah....dan.."


"kurang ajar lho..."


buggggggg satu bogeham mentah mendarat di pipi Bara dari tangan Nando.


"lho gak usah membenarkan kebohongan Reynaldo...lho jangan ngarang... mungkin jika mereka tunangan gue masih bisa percaya...tapi untuk menikah gue gak bakal percaya sampai kapanpun...b*engsek... gue tau lho sayang banget sama Rey...tapi lho gak usah ikut-ikutan bohongi kami..." cengkraman Nando pada kerah baju Bara.


"itu memang kebenarannya...gue gak pernah ngarang dan gue gak pernah membenarkan suatu kebohongan... lho tau kan gue gimana..." ucap tajam Bara berusaha untuk tidak ikut tersulut emosi mendapatkan perlakuan tidak mengenakan dari sahabatnya itu.


"cihhhh.... ternyata lho juga pandai berbohong Bar...gak nyangka gue sosok ketos baik kaya lho pandai berbohong juga..."


"lho..." marah Bara mengepalkan tangan.


"STOP...kenapa kalian malah bertengkar..." pisah Agus .


"lho Do tahan emosi lho ... jangan asal main bogem aja...kita masih bisa bicarakan dengan baik-baik...tahan emosi lho... lihat lah tangan lho hari ini dengan tangan lho itu sudah melukai kedua saudara lho..apa lho gak sadar dengan tindakan b*jat lho itu..." ucap Agus menatap tajam pada Nando dan melepaskan cengkraman tangan Nando di kerah baju Bara.

__ADS_1


"dan untuk lho Bar...jika yang lho dan bos katakan benar... tunjukan buktinya jangan hanya b*cot saja..." tajam Agus juga pada Bara.


"hahhh...gue tau lho pada gak bakal percaya...geu juga awalnya kaya kalian terus menyangkal semua kebenarannya...waktu itu mama dan papa gue di undang om Raican di acara pernikahan putranya... waktu itu kedua orang tua gue ngajak gue untuk sama-sama hadir di acara tersebut...tapi gue malah menyangkal dan menganggap kedua orang tua gue becanda... sampai saat gue sedang belajar mama gue kirim video ijab qobul mereka... waktu itu gue gak percayakan dan terus putar itu video sampai berulang-ulang... sampai-sampai gue melupakan pelajaran gue selama setengah jam dengan hanya muter-muter itu video... sampai saat itu gue baru percaya jika video itu nyata bukan rekaan...ini ...di galeri gue masih ada videonya... kalian bisa cek sendiri kebenaran itu..."


Swishh


happpp Bara melempar ponselnya dan dengan sigap Agus menangkapnya dan langsung mencari video yang Bara maksud.


..."Saya terima nikah dan kawinnya Neina Raihan Alfaro binti Raihana Alfaro dengan mas kawin tersebut dibayar tunai..."...


Jederrrrrrr Jantung Agus dan Nando berhenti berdetak dengan kedua mata melotot terbelalak dengan video singkat itu, Nando memegangi dadanya yang begitu sesak sedangkan Agus kembali memutar video berdurasi pendek itu.


"gak...m..ana.. mungkin..." Nando menggelengkan kepalanya pikiranya seketika berantakan tidak bisa berpikir jernih.


"ini...ini benar real bukan rekayasa..." ucap Agus menggelengkan kepalanya tidak menyangka jika sang bos menikahi rifal nya sendiri.


"pantas selama ini bos bersikap baik dan lembut sama si cupu... ternyata karena ini semua... arghhhhhhh gue gak nyangka bos kenapa lho mau-mau aja nikahi gadis cupu itu..." batin Agus.


"arghhhhhhh....hiks gue harus mundur sebelum melangkah..." teriak nya dengan sesekali memukuli dadanya mengagetkan Bara dan Agus.


"hiks.... lihat Gus...gue harus mundur sebelum melangkah...hiks Gus dunia bagi gue kejam bener..." racau Nando memeluk Agus.


"njir.... nyingkir lho j*jik gue lihat nya..."


"an*y ...lho Gus teman lagi patah hati juga lho masih sempat-sempatnya hina gue....dasar teman l*knat lho ...hiks hati gue sedang berduka cita Gus... hiks calon bini impian gue ternyata istri orang...hiks dan lebih parahnya istri sahabat gue sendiri hiks...tega lho bos gak bicara dari awal...hiks arghhhhhhh tega bos lho biarkan gue patah hati kaya gini..." teriak Nando memukul-mukul dadanya.


celetakkkk


"Itu konsekuensinya lho suka sama gadis cantik yang punya pawangnya...masih untung lho gak digantung bos karena sudah berani memukul dia gara-gara bos dekat dengan istrinya sendiri...sono lho minta maaf...di pecat lho baru tau rasa... makannya tahan tuh emosi bicarakan baik-baik jangan main bogem aja..." nasehat Agus setelah menjitlak kening Nando.

__ADS_1


"anj*r sakit...lho tega yah Gus teman lagi berduka juga masih sempat-sempatnya jitlak kening gue dan nyumpahin gue di pecat... benar-benar teman l*knat lho..."


"yaelah baru aja patah hati apalagi kalo kaya gue mati lho kayaknya... bukannya lho fackboy yah...mana ada fackboy sakit hati kaya lho...atau jangan-jangan ini karma untuk lho karena selama ini lho sering nyakitin perasaan cewek-cewek..." kekeh Agus.


"hahahaha gue setuju Gus... mungkin ini karma untuk fackboy jahat kaya lho Do..." tawa pecah Bara yang diikuti Agus.


"hahaha...rasain tuh karma...." tawa kencang Agus.


"tega kalian malah ketawain gue ... bukannya dukung gue untuk bangkit..." kesal Nando dengan kedua buah mata berkaca-kaca.


"hahaha... sebaiknya lho sekarang samperin aja si Silsil.... hahahaha kayanya itu cewek cocok jadi bini lho... hahaha..." tawa Agus semakin kencang.


"iya tuh Do sebaiknya lho pinang aja si Silsil..." tambah Bara.


"anj*r ogah gue... punya bini modelan kaya si Silsil... bisa-bisa yang ada tiap hari gue di omelin dan di telantarkan karena dia sibuk menghalu... " tolak mentah-mentah Nando.


"hahahaha itu lebih baik dari pada lho jomblo seumur hidup..." tawa kencang Agus.


"anj*r tega yah lho Gus..." kesal Nando mengejar Agus yang berlari saat melihat ancang-ancang Nando ingin memberikannya bogeham mentah.


"berhenti lho Gus..."


"hahaha kekar aja kalo lho bisa ...hahahaha..." tawa Agus yang di barengi Bara.


.


.


.

__ADS_1


bersambung:(


__ADS_2