
Semoga diloloskan malam ini review nya🙃🤲🏻dan semoga bisa naik level secepatnya biar bisa semangat lagi nulisnya 🙃 semenjak poin pertumbuhan author disunat sampai nol apa yang harus saya jadikan semangat untuk nulis🙃 mungkin saya masih nulis karena ada para readers saya yang menanti up saya yang tanpa gajih ini🙃tapi tak apalah yang penting kalian terus dukung karya author 🙃.
happy reading 😚
waktu tidak terasa berputar begitu saja Neina sedang duduk di bangku kelasnya menunggu keadaan sepi untuk bisa pulang bersama dengan Reynaldo walaupun para murid sudah tau jika dia sering satu mobil dengan Reynaldo tapi tetap saja Neina merasa risih setiap kali menjadi bahan tontonan orang-orang.
"eh Ney...lho belum pulang..." tanya Bara saat hendak mengunci kelas Neina karena mengunci kelas sudah menjadi kewajiban ketua OSIS Jika pak satpam sedang sakit.
"mmm kak Bara.." senyum manis Neina.
"lho belum Jawab pertanyaan gue Ney..."
"mmm gue sedang nunggu seseorang..."
"seseorang siapa...apa Reynaldo...semua murid sudah pada pulang Ney... makannya gue sudah kunciin kelas..."
"A..apa..." teriak Neina Bara menghela nafas.
"apa lho ada janji sama Reynaldo..."tanya bara mencoba menebak.
"gue sementara ini tinggal di rumah Tante Fira... jadi..."
"iya gue paham...tapi Reynaldo sudah pulang tadi..." potong bara.
deg
"apa dia ngerjain gue lagi kaya dulu...ck.. seharusnya gue sadar gak mungkin dia mau nemenin gue ke makam kak Tara...dan seharusnya gue sadar mustahil dia berubah...dia emang udah tidak suka dari dulu sama lho Ney... seharusnya lho sadar diri sebelum ingin membuka hati...."
Tes air mata seketika jatuh dari pipi Neina .
"Ney lho..."
"gue pulang duluan kak..." Neina bangkit dari duduknya dan menyambar tasnya dengan perasaan tidak menentu.
"cihhhh lho bodoh Ney...dari tadi lho nunggu orang yang tidak pantas lho tunggu... bahkan dia ninggalin lho begitu saja... cihhhh sekali gak bener sampai kapanpun gak bakal bener..." Neina menyusut air matanya dengan kasar dan tangan terkepal erat.
"tidak lho gak boleh lemah ... cihhhh dia mulai menunjukkan sifat aslinya lagi...oke gue bakal ikuti permainan lho bad boy...." senyum devil Neina melangkah menuju gerbang dan menyetop taksi.
"tenang Ney...gak semua supir taksi bersikap seperti di novel yang lho baca..." neina berusaha untuk bersikap tenang, di lain tempat terlihat seorang pemuda mencoba menelpon sahabatnya.
drt drt drt suara berdering terus terdengar dari ponsel milik Bara.
"ck...lho kemana sih Rey..." kesal bara.
"hallo..."
" ck...lho kemana aja sih Rey...dari tadi gue telponin juga..."
__ADS_1
"lho aneh lho juga udah tau kan gue dimana...kalo gak ada yang penting lebih bai..."
"kalo lho ada janji seharusnya lho tepati...dari tadi Neina nunggu lho..." potong Bara dengan kesal.
"astagaa....gue lupa Bar... Terus sekarang dia dimana apa masih ada disana..."
"cihhhh...lho pikir Neina istri lho yang bakal terus nungguin lho..." kesal Bara.
"arghhhhhhh..."
tup suara sambungan telpon di tutup Bara.
.
.
.
"arghhhhhhh...kenapa gue bisa lupa sih..." gerutu Reynaldo menjambak rambutnya.
"bos...lho mau kemana..." teriak Nando saat melihat Reynaldo bangkit dari kursinya.
" ada urusan..." singkat Reynaldo memakai jaket kulitnya.
" tapi bos ini juga..."
"tapi ini juga penting Gus..."
"dan urusan bos pasti lebih penting... makannya ninggalin kita berdua begini..." Nando mengacak rambutnya kesal sementara Agus hanya diam saja berpikir harus bagaimana yang mereka lakukan nanti tanpa adanya Reynaldo.
.
.
.
Neina duduk dengan kesal pikirannya langsung melayang ke percakapan tadi siang saat istirahat.
.
flashback on
Neina sedang duduk di bangku kantin bersama ketiga sahabatnya sesekali mereka tertawa keras saat mereka mendengarkan cerita Mutia.
"ih...kok Neina sama Rere malah ketawa..."
"habisnya lho cerita nya bikin kita ngakak...bukan sedih kebawa suasana hati lho..." tawa Rere yang diikuti Neina.
__ADS_1
krekett kursi dihadapan Neina di duduki Reynaldo.
" eh..." kaget mereka bertiga sementara satu isi Kantin sudah mengarah pada mereka apa ada hubungan spesial antara Neina dan Reynaldo pikir mereka karena ini sudah kedua kalinya Reynaldo dan Neina satu meja jika hanya berangkat dan pulang bersama mereka memaklumi karena mereka sudah tau jika Neina Sementara waktu tinggal di rumah orang tua Reynaldo.
"lho ngapain kesini.."tanya ketus Rere yang tidak suka dengan kedatangan Reynaldo si senior galak.
"cihhhh lho mulut cabe jaga ucapan lho... jangan pedas-pedas tuh mulut bicara sama bos kita..." serongot Nando.
" suka-suk..."
"diam..." dingin Reynaldo.
"nanti lho tunggu gue di kelas aja nanti gue samperin lho..."
"ck lho kesini hanya untuk bicara ini saja... cihhhh menyebalkan..." decih Neina.
"gak gue mau makan...Gus..."
"siap bos..." Agus langsung bangkit dari kursinya dan berlenggang memesan.
"lho kalo mau makan jangan disini... lihat tuh mata penggemar lho terus menatap tajam gue..." kesal Neina yang tidak di jawab Reynaldo.
"loh gapapa lah neng Neina...kan kami juga ingin bergabung makan bareng kalian..."
"tapi kami tidak menerima tamu tak diundang di meja ini..." tekan Rere kesal sedangkan Mutia celingak-celinguk mencari keberadaan Bara yang tidak ikut dengan Reynaldo ddk.
" gue gak perlu minta izin dari lho..." ketus Reynaldo memainkan handphonenya.
"lebih baik lho pergi...gue risih dilihatin banyak orang kaya gini..." usir Neina Reynaldo menyimpan handphonenya di atas meja.
" kenapa lho meski merasa risih...ini hidup lho bukan hidup mereka...lho yang jalani kenapa lho harus dengerin perkataan mereka..."
"CK... terserah lho saja..."
"bos ...lho gak punya perasaan spesial kan sama Neina..." bisik Nando yang tidak di jawab Reynaldo.
.
.
.
bersambung ;(
.
Maafkan author yang sering up malam atau bahkan ceritanya tidak asyik😔 author sedang ada masalah pikiran author tidak tentu arah😔 pikiran author tidak bisa fokus terus merasakan sesak dihati melihat orang yang kita sayang dan temenin selama satu tahun lebih malah berakhir ninggalin kita begitu saja😔 tanpa ada alasan mutusin mengakhiri hubungan yang sudah lama terjalin 😔 pikiran author benar-benar tidak karuan saat mendengarkan dia berkata jujur dia dari dulu sudah dekat lagi dengan cewek lain 😔 bagaimana hati Author tidak nyesek coba 😭kita yang nemenin dari nol tapi orang lain yang merasakan manisnya tanpa berjuang terlebih dahulu 😭 author minta ke makluman dari kalian jika author jarang up author sedang dalam proses menenangkan diri dan penyembuhan luka yang tidak berdarah ini😭 bukanya author tidak konsisten tapi apalah daya hati Author sakit ditinggalin begitu saja setelah lama berjuang menemani dari nol 😭 semoga readers author tidak akan merasakan yang Author rasakan amin😭🤲🏻.
__ADS_1