
Selamat malam readers 😗
.
Happy reading 😚
.
Neina terdiam sesaat mendengarkan perkataan Reynaldo.
"kakak sangat menyayangi mu Ney...kakak janji tidak akan pernah mengecewakan mu lagi seperti dulu... maafkan kakak yang pernah menyakiti hati mu terlalu dalam... maafkan kakak...semua itu kakak lakukan hanya karena sebatas rasa cemburu kakak atas kedekatan mu dengan Dimas...kakak kecewa kenapa dulu kamu memilih jalan dengan Dimas ketimbang menemani acara ulang tahun ku Ney....kenapa dan mengapa ....apa salah kakak sehingga kau memilih menemani Dimas dari pada aku... kenapa Ney...." ucap Reynaldo melepaskan pelukannya dan melangkah membelakangi Neina satu langkah ke depan.
Hening, keadaan menjadi hening setelah Reynaldo berhenti bicara dan melepaskan pelukannya dari Neina yang juga berhenti menangis setelah mendengarkan perkataan Reynaldo.
"mengapa kau hanya diam saja Ney...apa kamu tidak ingin menjelaskan sesuatu pada ku..." ucap Reynaldo dengan nada suara mulai datar,setiap mengingat kejadian itu emosi Reynaldo Selalu naik tinggi namun saat ini dia sudah bisa mengendalikan emosinya dengan tidak bersikap kasar pada Neina.
Neina melihat mata Reynaldo dan menggelengkan kepalanya.
"apa yang harus ku jelaskan... sementara aku saja tidak ingat tentang masa kecil kita sepenuhnya..." ucap Neina dengan mata sembab karena sempat menangis tadi.
Deg jantung Reynaldo berhenti berdetak.
Tidak mengingat masa kecil mereka? apa maksud Neina...mengapa dia bicara seperti? pikir Reynaldo terdiam seribu bahasa.
"aku tidak ingat apa-apa... setelah kejadian yang merenggut nyawa kak Tara aku belum bisa mengingat semua kenangan masa kecil kita... mungkin yah sedikit demi sedikit kenangan masa kecil kita mulai berdatangan kembali...namun tentang apa yang kakak katakan aku tidak mengingatnya..."
Deg
" M.. maksud mu...kamu hilang ingatan Ney..." lirih Reynaldo dengan kepala menggeleng tidak percaya.
__ADS_1
"iya ... setelah bangun dari koma ku dulu...aku tidak ingat apa-apa..." jawab Neina apa adanya.
"jadi selama ini gue benar-benar sudah salah paham dengannya...pantas saja waktu dia pulang dari rumah sakit tidak pernah datang lagi pada ku... karena dia yang telah kehilangan ingatannya... arghhhh...be-go gue memang be-go... seharusnya dulu aku mendengarkan ucapan mama saat hendak menjelaskan kondisi mu Ney..." batin Reynaldo.
Grepppp
"Lupakan saja sayang...dan maafkan kakak yang sudah berburuk sangka padamu... maafkan kakak... maafkan kakak..." ucap Reynaldo lirih dengan kembali membawa Neina ke pelukannya.
Neina terdiam untuk sesaat jujur saja hatinya merasakan kehangatan yang teramat saat berada dalam dekapan suami kecilnya itu, sedikit demi sedikit rasa tidak percaya atas ketulusan Reynaldo mulai memudar, dipeluknya Reynaldo dengan bibir tersenyum manis dan perlahan-lahan menyelusupkan kepalanya mencari kenyamanan di dada bidang suami SMA nya itu.
"aku pun minta maaf karena sudah berburuk sangka pada mu kak...mencap mu lelaki yang tidak benar dan buruk... maafkan Ney kak Rey...aku sayang kamu..." ucap Neina tanpa dia sadari.
Deg Lagi-lagi jantung Reynaldo berhenti berdetak mendengarkan ucapan yang begitu manis yang keluar dari mulut istri kecilnya itu.
"Ney..." ucap Reynaldo tercekat di tenggorokan saking kagetnya tidak percaya akan Neina yang mengucapkan kata-kata yang sangat dia nantikan selama ini, Neina menyembulkan kepalanya dan tersenyum manis.
"Ya...aku menyayangi kakak...aku mencintai mu kak..." ucap Neina bersemu merah.
Neina tersenyum senang melihat kebahagiaan suaminya yang selama ini dia vonis si bad boy cap kadal, namun sepertinya panggilan itu akan tergantikan dengan panggilan mesra untuk kedepannya.
Neina berjongkok dan menepuk bahu Reynaldo yang masih betah sujud dengan segala kebahagiaan nya.
"Kakak..." ucap pelan Neina menepuk pundak Reynaldo sepelan mungkin, membuat Reynaldo menyembulkan kepalanya dan tersenyum manis melihat kekasih hatinya yang sudah membalas cintanya.
"Terimakasih telah membalas cinta kakak Ney...kakak janji tidak akan mengulangi kesalahan untuk yang kedua kalinya...kakak janji akan membahagiakan mu... terimakasih kakak sayang padamu..." ucap Reynaldo lirih membuat Neina tersenyum dan hendak membalas ucapan terimakasih Reynaldo,namun terhenti karena sesaat kemudian bi-bir ti-pis nya sudah di la-hap suami SMA nya.
"Mphh..." le-nguh Neina.
" Ckkkk... dasar mencari kesempatan dalam kesempitan...baru tadi aku menangis karena di ci-umnya...tapi lihatlah sekarang bi-bir ma-nis ku ini sudah dila-hap kembali olehnya..." gerutu Neina dalam hati untuk sesaat, karena untuk sesaat kemudian pikiran dan jiwa nya sudah dikuasai Reynaldo yang semakin mempe-rdalam ci-uman kedua mereka.
__ADS_1
"Mphhhh..." le-nguh Neina yang sudah mulai kehabisan stok oksigen nya karena ulah Reynaldo, dengan tenaga yang masih ada Neina berusaha menjauhkan bi-bir suaminya dengan bi-bir ti-pis nya.
"hahhh...hahhh...hahh...k...kamu.. apa-apaan sih kak... jantung ku sampai terasa sesak karena ulah mu..." kesal Neina pada Reynaldo yang menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"maaf sayang... kakak terlalu bersemangat..." ucap Reynaldo dengan memperlihatkan gigi putih dan beresnya tanpa merasa bersalah.
"Ckkkk... menyebalkan... seperti tidak ada waktu lagi saja..." gerutu Neina berdiri dari jongkok nya.
"jadi nanti kakak boleh melakukannya lagi sayang..." ucap semangat Reynaldo dengan mata berbinar terang dan ikut berdiri mengekor pada Neina yang sudah duduk di sisi ranjang.
Refleks Neina mempelototkan matanya mendengarkan ucapan me-sum suaminya itu.
"apaan sih kak... dasar me-sum..." kesal Neina dengan salah tingkah membuat Reynaldo terkekeh dan mencolek dagu lancip sang istri.
"me-sum - me-sum gini kamu juga menyukai dan men-ikmati nya Sayang..." ucap Reynaldo memeluk Neina erat dan menyenderkan kepalanya di bahu mulus Neina.
"ih...mana ada..." kilah Neina.
"ada kok...itu buktinya tadi kamu sampai menutup mata mu sayang...dan jangan lupakan suara ero-tis mu itu Sayang..." ucap Reynaldo apa adanya.
"ih... kakak geli...." teriak Neina saat Reynaldo menj-ilat leher jenjangnya.
"ih....kakak hentikan..." teriak Neina lagi namun tidak digindahkan Reynaldo.
.
bersambung :(
.
__ADS_1
Panas... panas....🙈.