Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 43 Vc dengan Mommy Vina


__ADS_3

Selamat sore 😗


happy reading 😚


Setelah mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu, Neina langsung mendengus dan berlalu ke arah meja riasnya dan mengambil sisir milik Reynaldo,di sisirnya rambut sang suami dengan muka cemberut nya.


"ck lho Ney melayani suami dengan senyuman biar jadi ibadah.. " nasehat Reynaldo yang tidak di gubris Neina.


"udah mending gue mau bantu lho masih aja lho banyak bicara..." batin Neina .


"lah...kenapa juga yah gue mau ngurusin dia..." batin Neina lagi menghentikan aktivitasnya sebentar lalu melanjutkan nya lagi, setelah di rasa cukup rapih Neina menyimpan kembali sisirnya dan berlalu begitu saja menuruni tangga yang di susul Reynaldo dengan sedikit bergumam namun masih bisa di dengar Neina.


" jutek amat gue punya istri...." gumam Reynaldo dengan sangat pelan.


"pagi nona...tuan..."sapa art saat melihat kedua majikan mudanya.


"pagi juga bi..." jawab ramah Neina sementara Reynaldo tidak mengindahkan sapaan dari art nya tersebut.


"Nona muda tadi ada telepon dari nyonya Vina Katanya..." ucap terpotong art karena Neina sudah keburu bersuara.


"a..apa...nyo..nyonya Vina..."kaget Neina yang di angguki art.

__ADS_1


"iya nona... katanya tadi saya di suruh untuk kasih tahu pada nona untuk mengangkat telepon dari nyonya Vina..." jelas art itu.


"apa Mommy nyuruh gue angkat telepon... bukannya dari tadi gak ada yang telepon gue..." batin Neina dan memeriksa ponselnya, seketika matanya melotot saat melihat 20 notif panggilan tidak terjawab dari sang Mommy.


"ada apa Ney..." tanya Reynaldo saat melihat Neina memplototkan matanya.


"20 panggilan tidak terjawab dari Mommy..." ucap Neina memperlihatkan notif panggilan tidak terjawab dari Vina.


"yaudah telepon balik aja... mungkin ada yang penting..." saran Reynaldo yang di setujui Neina saat hendak menekan tombol hijau itu gerakkan Neina terhenti karena Vina menelepon Neina lagi via video call.


ceklek


"Mo.. Mommy..." ucap Neina saat sambungan berlangsung dengan mata berkaca-kaca, sekian purnama merindu akhirnya dia bisa melihat wajah sang Mommy yang selalu dia rindukan.


"hiks Mommy..." Isak tangis Neina yang tidak bisa menahan kesedihannya .


"hey ...kenapa menangis Ney..."


"hiks.. Mommy tega sama Ney...hiks kenapa Mommy baru bisa di hubungi...hiks dari kemarin kemana saja Mom....hiks Ney sangat kangen...hiks Mommy, Daddy and kak Tira jahat tidak pernah mengabari Ney..." tangisan Neina pecah begitu memilukan hatinya dihinggapi rasa senang, haru,pilu dan sedih bersamaan karena merasa kecewa diabaikan oleh keluarganya sendiri selama satu bulan ini.


"Ney..." ucap pelan Reynaldo menghampiri Neina dibawanya Neina kedalam dekapannya dan mengelus-elus lembut punggung istri kecilnya yang bergetar hebat menandakan rasa sakit yang teramat.

__ADS_1


"sayang... maafkan Mommy... Mommy tidak ada niatan seperti itu..." ucap Vina sedikit bergetar menahan air mata yang sudah ada di ujung kelopak mata.


"hiks ... Mommy kenapa tidak pernah kabari Ney...disini Ney mengkhawatirkan kalian..." ucap Neina masih dengan air mata yang semakin deras keluar dari kedua mata indahnya yang mulai sembab.


"maafkan Mommy Sayang... Mommy tidak bisa menceritakan sekarang...tapi Mommy janji kalau Mommy sudah pulang kesana Mommy akan ceritakan semuanya..." ucap Vina bergetar.


"hiks kalian baik-baik saja kan...kemana Daddy dan kak Tira..." tanya Neina dengan masih bergetar.


"Daddy dan kakak mu sedang menemui klien penting sayang..."


"eh kamu Rey...apa kabar Rey.." tanya Vina yang baru Sadar jika di dekat Neina ada Reynaldo yang sedang memeluk dan mengelus-elus lembut punggung putrinya kesayangannya, seketika senyuman manis terbit dibibir Vina melihat putrinya di perlakukan sehangat itu.


"Rey...jaga putri Mommy... Mommy mohon jaga dia..." ucap Vina dari sebrang sana penuh permohonan, Reynaldo hendak menjawab Namaun urung karena dari sebrang Vina. ada yang mengetuk pintu ruang kerjanya.


"Nanti Mommy telepon lagi yah Sayang... Mommy harus rapat dulu..." ucap Vina meminta izin yang di angguki Reynaldo sementara Neina hanya diam saja.


.


.


.

__ADS_1


bersambung;(


__ADS_2