Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 31 Masalah bedak dan lip balm


__ADS_3

Semoga di loloskan review malam ini 🤲🏻


happy reading 😚


Jam sudah menunjukkan pukul 04.57 mata Reynaldo terbuka perlahan ada yang aneh di tubuhnya kenapa dia merasa pahanya berat, matanya memindai ruangan kamarnya.


"ada apa sama gue...kenapa paha gue berat banget ya..." Reynaldo berniat mendudukkan tubuhnya,namun urung saat melihat kaki mulus membelit pahanya seketika senyuman pagi terbit dari bibir tipisnya itu.


"ternyata ini yang buat paha gue berat dan kesemutan... dasar gadis cupu..." batin Reynaldo tersenyum lembut matanya terus memandangi wajah cantik istrinya itu sesekali dia terkekeh pelan saat mendengarkan dengkuran halus Neina.


"gue baru lihat cewek ngedengkur...gue pikir cewek kalo tidur gak ngedengkur..." saking gemesnya Reynaldo mencolek-colek hidung mancung Neina, seketika ingatannya kembali ke beberapa minggu yang lalu dimana Neina di bully nya.


"lho tau Ney...saat gue ngebully lho dan sering pecahin kaca mata lho...apa lho tau apa alasan gue Selalu pecahin kaca mata lho itu..." Ucap Reynaldo bertanya pada sosok yang masih betah di alam mimpinya itu yang tidak lain dan tidak bukan Neina.


"itu semua gue lakuin karena gue ingin lihat wajah cantik lho Ney...setiap kali gue lihat kacamata lho bertengger di hidung mancung lho ini gue selalu dibuat kesal karena gue gak bisa lihat wajah cantik lho lagi..."


"kata sarapan pagi yang sering gue bilang itu bukan mau memulai hari dengan bully lho tapi sebenarnya gue mau memulai hari dengan melihat wajah cantik lho Ney...setiap hari gue selalu merasa seneng kalo pagi hari nya gue bisa lihat wajah lho...tapi jika gue gak lihat wajah lho do pagi hari,hari gue jadi berantakan dan lebih sering marah-marah..."


"CK... seharusnya gue sadar dari dulu kenapa gue bisa seperti itu ternyata karena wajah lho udah jadi candu gue...gue udah jatuh cinta sama lho tapi gue belum sadar gue selalu menyangkal jika hari gue kacau karena gatal belum bully lho.... ck pemikiran yang aneh..." Reynaldo terkekeh saat mengingat bagaimana dulu begonya dia tidak mengetahui isi hati sendiri.


"emmm..." Neina mengerang menandakan jika dia sudah bangun dengan cepat-cepat Reynaldo menutup kembali matanya.


"emmm ini udah jam berapa..." tanya Neina pada diri sendiri matanya langsung melihat jam dinding 05.00, Neina langsung turun dari kasur dan berlari kecil ke kamar mandi.


Reynaldo langsung membuka matanya dan terkekeh melihat Neina yang berlari kecil ke kamar mandi pasti udah gak kuat mau buang air kecil pikirnya, namun pada kenyataannya Neina berlari kecil karena sedang menghindar dari Reynaldo sebelum Reynaldo terbangun Neina sudah terbangun lebih dulu saat matanya mulai dia buka dia terkejut setengah mati dengan posisi intim mereka dengan cepat Neina ingin melepaskan belitan kakinya di paha Reynaldo tapi justru Reynaldo keburu membuka matanya alhasil untuk menutupi rasa malunya Neina berpura-pura tidur lagi.


"arghhhhhhh... malunya gue....gimana ini...kenapa sih gue bisa belit pahanya... malunya gue...gue pikir itu guling ternyata itu guling bernyawa..." kekeh Neina dengan terus menutupi wajahnya yang mulai memanas masih jelas ditelinga nya saat Reynaldo berkata jujur sungguh di lubuk hati yang paling dalam ada rasa senang saat mendengarkan alasan Reynaldo selama ini sering membully nya.


"ahhh masih sih dia gitu...mana mungkin lah kalo dia iya rindu dengan wajah cantik gue ini kan seharusnya dia bilang jujur aja jangan so menghindari gue tapi nyatanya gak bisa dan malah memilih bully gue biar bisa terus-terusan deket sama gue..."

__ADS_1


tok tok tok


" Ney lho didalam..." tanya Reynaldo seketika Neina langsung salah tingkah seolah Reynaldo ada didepannya.


"Ney .." tanya Reynaldo yang tidak sabaran karena sudah ke belet pipis.


"eh..i..ya bentar.. " lima menit kemudian Neina keluar dari kamar mandi dengan berusaha tidak salah tingkah.


" Rileks Ney rileks jangan sampai si bad boy itu tau kalo lho lagi salah tingkah..." Reynaldo menatap heran Neina.


"apa dia gak shalat ...kenapa malah balik ke kasur lagi..." pikir Reynaldo.


" Ney lho gak shalat...lihat tuh jam..." Reynaldo mengingatkan Neina.


deg seketika jantung Neina berhenti berdetak dia terus menggerutu karena salah aktivitas gara-gara salting Reynaldo yang tidak mendapatkan jawaban pun langsung masuk melenggang kedalam kamar mandi.


" astaga kenapa gue bego sih... bagaimanapun ini ...ah memalukan..." Neina terus memukul keningnya berkali-kali sambil terus menggerutu dan berakhir melakukan aktivasinya sebagai seorang muslim.


"gue hari ini berangkat duluan ada sesuatu yang harus gue kerjakan..." ucap Neina yang sedang memakai bedak jari jemari Reynaldo seketika berhenti dan mengalihkan matanya kearah Neina.


"urusan apa sampai lho harus ninggalin sarapan pagi..."


" buku gue ada di Rere dan kebetulan ada tugas nya jadi gue harus kerjain tugasnya sebelum masuk...kalo gak nanti bisa di hukum pak Ardi..." ucap Neina yang masih memoles wajahnya dengan bedak andalannya tanpa menghentikan penglihatannya pada Reynaldo dari cermin.


Reynaldo menyimpan laptopnya dan melangkah ke arah Neina dengan tatapan dingin Neina seketika terkejut melihat tatapan dingin Reynaldo apa dia sudah berbuat salah pikir nya sampai Reynaldo menatap tajam dan dingin dirinya.


"lho mau sekolah atau dangdutan hah..." kesal Reynaldo langsung merebut bedak yang ada di tangan Neina dan menyimpannya di meja rias.


"maksud lho apa..." tanya Neina tidak mengerti.

__ADS_1


"buat apa lho dandan secantik ini...apa lho di sekolah mau tebar- tebar pesona..." kesal Reynaldo berdecak sebal.


"emang apa salahnya...orang gue cuman pake bedak dan lip balm aja ..kalo muka gue cantik ya itu udah dari sananya..." bangga Neina, Reynaldo mengepalkan tangannya.


"lho ini masih siswa ...lho gak pantas ke sekolah dandan beginian...lho lebih baik alami aja kaya dulu gak usah banyak nuka-neko..." bibir Neina berdecak.


"lho ribet amat sih emang apa salahnya kalo gue dandan apa itu bikin lho rugi gitu..." kesal Neina menatap sebal Reynaldo.


" hapus..." Reynaldo menyodorkan tisu namun Neina tidak mengambilnya dan malah mengerucutkan bibirnya sebal.


" gue bilang hapus Neina..." Nada suara Reynaldo mulai naik satu oktaf.


"lho apa-apaan sih teriak-teriak gak jelas...apa lho pikir gue budeg..." kesal Neina bangkit dari duduknya dan melongos melewati Reynaldo namun tangannya malah dipegang Reynaldo.


"gue bilang hapus Neina Raihan Alfaro..." tekan Reynaldo dengan mata tajam nya.


" gue gak mau...lho gak usah so ngatur-ngatur gue..." Neina melepaskan pegangan tangan Reynaldo.


"Neina..." teriak Reynaldo mulai tersulut emosi.


"gue bilang hapus ya hapus...apa lho mau buat Nando makin cinta sama lho...apa lho mau buat gue semakin cemburu lihat lho yang di terus di dekati Nando..." Neina seketika menghentikan langkahnya saat mendengarkan satu kalimat yang membuatnya tertegun tidak melanjutkan langkahnya lagi.


.


.


.


bersambung;(

__ADS_1


.


Maafkan author yang sering up malam atau bahkan ceritanya tidak asyik😔 author sedang ada masalah pikiran author tidak tentu arah😔 pikiran author tidak bisa fokus terus merasakan sesak dihati melihat orang yang kita sayang dan temenin selama satu tahun lebih malah berakhir ninggalin kita begitu saja😔 tanpa ada alasan mutusin mengakhiri hubungan yang sudah lama terjalin 😔 pikiran author benar-benar tidak karuan saat mendengarkan dia berkata jujur dia dari dulu sudah dekat lagi dengan cewek lain 😔 bagaimana hati Author tidak nyesek coba 😭kita yang nemenin dari nol tapi orang lain yang merasakan manisnya tanpa berjuang terlebih dahulu 😭 author minta ke makluman dari kalian jika author jarang up author sedang dalam proses menenangkan diri dan penyembuhan luka yang tidak berdarah ini😭 bukanya author tidak konsisten tapi apalah daya hati Author sakit ditinggalin begitu saja setelah lama berjuang menemani dari nol 😭 semoga readers author tidak akan merasakan yang Author rasakan amin😭🤲🏻.


__ADS_2