Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 8 Neina Raihan Alfaro baru


__ADS_3

Taksi berhenti di gerbang mewah yang menjulang tinggi turunlah gadis cantik dengan sejuta pesona namun yang anehnya mata itu memancarkan kebencian yang teramat, siapapun yang melihatnya pasti bergidig ngeri bagaikan melihat ratu kematian.


"buka gerbangnya..." dingin neina pak satpam yang melihat kedatangan gadis cantik pun berlalu.


"eh ada neng geulis... mau cari.."


deg jantung pak satpam berhenti berdetak melihat seorang gadis cantik dengan hidung mancung, bibir tipis dan mata indah namun anehnya memancarkan kebencian yang dalam.


"buka...." ucap neina lagi.


"eh..ekhem.." pak satpam berdehem menghilangkan rasa ke kagumnya.


"sadar diri udah tua... ingat anak istri jangan sampai suka sama daun muda..." batin pak satpam.


"mmm nona cari siapa yah..."


"apa maksud bapak..cepat buka gerbangnya saya mau masuk..."


"eh tapi non...maaf sebelumnya apa nona sudah punya janji... dan janji nya sama siapa..."


"apa maksud bapak saya mau masuk ke rumah saya tapi bapak menghalangi Terus..."


"tapi nona yang bisa masuk ke rumah hanya orang-orang tertentu yang sudah mempunyai janji dengan tuan besar, nyonya besar, tuan muda dan nona muda... yang belum mempunyai janji sama sekali tidak diizinkan untuk masuk ..."


"ck ini pak satpam kenapa sih apa dia gak kenal gue yah...tapi masa iya sih ...." gumam neina.


"astaga Ney.... pantes saja dia gak kenal mungkin karena penampilan gue yang berbeda-beda ini...dasar ini otak dari tadi loading... yaudah deh lebih baik telpon mommy..."


...❤️mommy berdering ❤️...


"yes berdering...semoga mama angkat... dan ada di rumah..."


..." hallo sayang..."...


..."mom cepat keluar Ney mau masuk tapi tidak di perbolehkan sama pak satpam nya..." rengek neina....


..."bukannya ini masih jam sekolah... kenapa..."...


..."ayo keluar dulu mom...kami Ney udah kesemutan berdiri terus... nanti Ney cerita kenapa Ney jam segini sudah ada di rumah..."...


..."yasudah tunggu sebentar..."...


tup suara panggilan di tutup sepihak.


"huh untung mommy ada di rumah... setelah ini siap-siap untuk membujuk mommy ney... mulai hari ini lho gak boleh ditindas lagi... pokoknya hari ini lho harus berhasil bujuk mommy and daddy..." monolog neina.


"mommy cepat...Ney udah kesemutan..." teriak neina yang sudah melihat Vina di teras namun dia malah menghentikan langkahnya.


"hei nona... siapa yang anda panggil mommy.."


"kamu diam aja pak...dari tadi banyak bicara bukain pintu gak mau..."sebel neina.


"kamu siapa... mengapa kamu ada di gerbang rumah saya apa kamu teman putri saya...lantas dimana neina..." tanya Vina celingak-celinguk mencari putrinya yang sudah jelas ada dihadapannya.


"astaga mommy sampai gak kenali gue...apa segitu pangling nya gue...emang Kapan sih terakhir gue penampilan kaya gini...ck ck ck mungkin beberapa tahun yang lalu saat gue dimarahi daddy...tapi ini keterlaluan masa anak sendiri gak dikenali kalah disebut anak temannya...aku ini anak mommy bukan sih..." gurutu neina.


"hey nak kenapa diam saja... mana putri Tante...dan pak at buka gerbangnya..."


" baik nyonya..." gerbang pun dibuka.


"nah kaya gini kek dari tadi...neina kan jadi kesemutan..."


"hahh neina..." teriak Vina dan pak satpam.


"ayo ikut Ney mom..." neina menarik tangan Vina yang masih terkejut.


"stop kenapa kamu main gandeng saya dimana putri saya... dan kenapa kamu main duduk saja padahal saya..."


"mommy stop...ini Neina apa mommy tidak bisa mengenali putri mommy sendiri.." teriak neina dengan mata berkaca-kaca, bagaimana tidak seperti itu dia sungguh sakit hati mommy nya tidak mengenalinya mungkin jika hanya orang lain dia bisa memaklumi tapi ini sang mommy yang tidak mengenalinya sungguh sekarang hati neina tambah hancur setelah kejadian tadi di sekolah.

__ADS_1


"apa sebegitu jelek nya kak neina saat di kepang dua dan pake kaca mata mom... sampai saat neina melepas semuanya mommy tidak mengenali neina putri mama sendiri..." cairan bening sudah melintas di kedua pipi mulus neina.


"ada apa ini ribut-ribut..." Raihan menuruni tangga refleks neina pun menoleh.


deg langkah Raihan terhenti .


"kau..."


"hiks apa daddy pun tidak mengenali neina sama seperti mommy..." tanya neina dengan berderai air mata Vina menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya.


"astaga neina..." teriak Vina jika Vina terkejut lain dengan Raihan yang memang dari awal sudah mengenali putrinya wajahnya datar sangat datar .


"apa yang kau lakukan...harus daddy bilang berapa kali sama kamu untuk jangan memperlihatkan jati diri mu neina.." tegas Raihan yang sepertinya menahan emosi.


"hiks sampai kapan dad...hiks sampai kapan... sampai neina depresi karena terus di bully hiks..."


"apa maksud mu..."


"hiks neina pikir selama ini daddy selalu memantau neina dari kejauhan hiks ternyata yang neina pikirkan salah..."


."pantas saja selama beberapa tahun ini Neina di bully pun daddy hanya dia saja...hiks asalkan kalian tau...hidup neina di luaran sana sangat menyedihkan dad ...mom... hidup neina selama beberapa tahun ini seperti sedang dipenjara...hiks tapi kalian tidak pernah tau itu..hiks kalian egois hanya memuji keinginan kalian tanpa melihat ku yang kesusahan..."


"jaga tutur bahasa mu neina Alfaro..." tegas Raihan.


"hiks itu memang kenyataannya...selama ini Neina diasingkan dan dijadikan babu apa daddy tau ini... kemana saja Daddy selama ini...putri menderita tapi kau tidak tau itu...hiks apa kau puas sudah melepaskan ku dengan penampilan cupu... yang banyak dicaci maki hahh..apa ini yang Daddy ingin sebenarnya agar neina di asingkan..."


"hiks neina hanya ingin hidup normal dad...neina juga ingin di hargai teman-teman... selama ini Neina kena bully bahkan lebih kejam dari itu ...saat SMP neina di kunci di perpustakaan sampai berjam-jam sampai neina pingsan baru dikeluarkan hiks...apa daddy tau itu... dan belum cukup disana neina di SMA pun di asingkan di benci caci maki bully dan mendapatkan kekerasan...apa Daddy Raihan tau itu..." Raihan mematung mendengarkan curhatan sang putri sementara Vina sudah berderai air mata.


"hiks neina cuman minta diperbolehkan hidup normal dad...hiks neina mau dihargai...neina tidak mau dilempari sampah lagi ...neina tidak mau mendapatkan kekerasan dad...hiks izinkan neina dad..." neina menjatuhkan dirinya dan bersujud di bawah kaki Raihan.


"sayang..." teriak Vina memeluk neina.


"hiks mom neina cuman mau hidup tenang mom...hiks neina sudah cape mom...hiks neina..neina juga kau seperti kak neintara...hiks tolong izinkan neina merasakan masa-masa remaja neina dengan tenang dan ceria...hiks izinkan neina seperti kak neintara...."


"tidak sayang...kamu tidak boleh Seperti kakak mu... mommy tidak mau kehilangan putri mommy lagi hiks ... tidak sayang jangan tinggalkan mommy..." Raihan mendekat istri dan anaknya dipeluk erat neina dan Vina kedua wanita yang paling dia sayangi.


"Daddy izinkan Ney untuk merubah penampilan Ney...tapi dengan syarat Ney harus ada yang menjaga..neina harus mau dijodohkan dengan kak Rey...agar ada yang menjaga neina do sekolah... Daddy tidak mau apa yang terjadi pada kakak mu di alami Ney..."


"Ney tolong jangan menolak ini demi kebaikan mu sayang... daddy tidak mau kau mempunyai nasib yang sama dengan Kakak mu..." Raihan semakin mengeratkan pelukannya dengan cairan bening sudah mulai keluar kejadian sepuluh tahun yang lalu langsung berputar di otaknya.


"aku harus bagiamana yaallah...ku pikir dengan neina cupu dia akan selamat dari kejaran pemuda...tapi yang ku pikirkan tidak sejalan dengan keadaan... lindungi lah keluarga kecil ku ini..."


"apa yang dimaksud Daddy dan mommy...apa ada yang dirahasiakan dari ku...tapi apa itu...tapi apapun itu gue jangan sampai tunangan dengan bad boy itu..."


"dengan gue tunangan dengan nya sama saja aku memasuki kandang harimau... atau mungkin sebaliknya... dengan aku menerima perjodohan ini bisa memberikan peluang untuk membalas dendam...yah seperti nya ini yang terbaik untuk ku... sudah cukup neina cupu ada di dunia ini pagi...sekarang yang ada neina si gadis tangguh...aku ku bahasa satu persatu perbuatan kalian... dengan penampilan ku yang akan berubah akan ku buatkan kalian malu untuk mendongakkan kepala kalian dihadapan ku.."


"lihat saja pembalasan ku..." tangan neina terkepal mengingat apa yang sudah terjadi padanya beberapa tahun ini.


"aku ku pastikan kau akan menyesal telah menampik ku Reynaldo...akan ku buat kau tidak bisa hidup tanpa ku... permainan yang sebenarnya akan segera dimulai..." bibir neina menyeringai.


Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 para murid mulai keluar dan menuju kantin namun tidak bagi Reynaldo ddk yang malah memilih pergi ke rooftop keadaan sangat hening tidak ada yang bicara mereka sibuk dengan pemikiran masing-masing.


"apa yang gue lakukan selama ini sudah keterlaluan...tapi gue tadi kelepasan...gue benar-benar gak sengaja melakukan itu pada si cupu...."


"tapi dia cantik sekali dengan penampilan seperti itu... meningkatkan ku pada Ney kecil... arghhhhhhh gak Rey lho gak boleh terpesona pada gadis cantik itu... ingat bagaimana dia dulu mempermainkannya lho..."


"dia hanya gadis licik tidak tau terimakasih...gue yang jagain dia dari orok tapi setelah dia besar dan memiliki teman dia ngelupain gue begitu saja..." tangan Reynaldo terkepal.


"tapi tatapan benci yang gue lihat di matanya...kenapa bikin dada gue sesak padahal selama ini gue sering bully dia tapi hati gue gak pernah sesak ini...gak dipungut gue memang selalu ngerasa sakit jika bully dia tapi gue juga selalu ngerasa seneng disaat bersamaan... tapi mata dia tadi pagi benar-benar bukan neina yang gue kenal..."


"kenapa gue jadi ngerasa bersalah gini yah sama neina...apa karena gue terpesona atau apa karena mata hati gue mulai terbuka...ck ck ck gadis cupu itu sepertinya sudah memenangkan hati gue yang selama ini membeku..." Nando tersenyum samar.


"apa yang gue lihat tadi pagi bagaikan mimpi tapi nyata...gue gak nyangka dibalik kaca mata itu menyimpan kecantikan yang alami...baru pertama kali gue lihat gadis cantik tanpa make up ..." batin Agus.


"bagaimana dengan keadaan neina...apa dia baik-baik saja...huh sepetinya gelar gue sebagai OSIS sudah tercoreng gara-gara gue gak bisa misahin neina dan Rey...ini salah gue juga yang bego terpesona dalam keadaan yang gak pas..." bara menghela nafas panjang.


"lho lagi apa cupu..apa lho baik-baik aja...apa lho sudah mulai benci sama gue..apa gue sudah keterlaluan...gue batu lihat sisi lho yang lain hari ini dari sekian seringnya gue bully lho...gue ngerasa bersalah tapi gue gengsi untuk minta maaf... dan gue juga masih sakit hati dengan kejadian beberapa tahun yang lalu..."


"cabut..." satu kata akhirnya keluar dari mulut Reynaldo yang langsung diikuti temen-temennya.

__ADS_1


.


.


.


Pagi ini para murid di gemparkan dengan kedatangan neina,semua orang tercengang melihat perubahan nya termasuk guru-guru juga yang tidak menyangka jika gadis cantik yang sedang duduk di bangku sekolah itu neina mereka pikir murid baru ternyata neina, sekarang waktu istirahat pun tiba neina dari tadi di bujuk Mutia dan Rere untuk ke kantin namun neina lagi-lagi menolak.


"ayolah neina...." lagi dan lagi Mutia mengeluarkan puppy eyes nya namun neina yang sudah teguh tidak mau ke kantin tidak menghiraukannya.


"jika Kalian mau ke kantin ke kantin saja aku sedang males keluar..."


"kenapa..."tanya Rere untuk yang kesekian kalinya.


"gue males lihat cowok brengsek itu gue males kalian kenapa gak pada ngerti sih..." neina mendengus kesal dan melengos begitu saja berjalan menuju taman belakang tempat terbongkarnya identitas aslinya.


"eh nein....kok malah pergi kesana...kantin arahnya kesini .."teriak Mutia.


"sudahlah Tia mungkin neina sedang butuh waktu sendiri...lho tau sendiri kan kejadian kemarin pasti membuat neina terpukul..."


"kok terpukul... bukannya itu bagus yah jadi sekarang dia gak akan di bully lagi secarakan dia cantik banget...Tia jadi nge fansnya nein ah..."


"ck sudah ayo kita ke kantin saja..." Rere menggandeng tangan Mutia.


.


.


.


"kemana lho semalam..." ucap seseorang mengagetkan neina yang sedang bersandar di pohon besar di taman sambil menutup matanya.


"ck gue kesini mau ketenangan tapi malah di ganggu aja..."


"kenapa gak Jawab lho sudah berani..."


"jangan urusin kehidupan gue..." neina menatap tajam pemuda di depannya.


"lho Sekarang tunangan gue...jadi gue berhak atas lho..." menyeringai bibi neina menyeringai membuat sosok pemuda itu termenung melihat perubahan gadis di depannya itu .


"lho bilang lho berhak atas gue... hahaha apa gue gak salah denger... seorang Reynaldo raican sangga mengklaim gadis cupu kaya gue..."


"Ney gue..."


"pergi dari hadapan gue..."


"Ney gue udah minta maaf dari semalam Sampai gue datang ke rumah lho gak datang di acara penentuan tunangan kita..."


"gue udah bilang gue gak mau lihat muka lho... dan gue gak peduli dengan tunangan itu..."


"jangan bohong...kalo iya lgi gak peduli dengan tunangan itu kenapa lho nerusin pertunangan kita..."


"hahaha lho pikir gue Nerima tunangan ini dengan senang hati hahaha Reynaldo gue harus bilang berapa kali biar lho paham dan ngerti... gue gak pernah menginginkan pertunangan ini...gue Nerima pertunangan ini hanya karena gue masih menghormati kedua orang tua lho..."


"Ney..."


"apa lho pikir dengan kata maaf lho itu akan meluluhkan hati gue...ck lho salah gue Neina Raihan Alfaro yang baru bukan yang dulu..." neina meninggalkan Reynaldo sendirian dengan tatapan kosong milik Reynaldo.


.


.


bersambung


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like komen vote dan masukan ke favorit 🤗😚 jangan lupa juga pencet iklan gratis nya yah reader 🤗 biar author dapat keuntungan 🤗 tenang itu gak bayar atau pakai Kouta atau sebagainya 🤗itu gratis jadi jangan lupa pencet atau tonton 🤗salam sayang dari author 🤗.


__ADS_2