
"apa... tunangan... kenapa papa dan mama tidak bertanya dulu padaku sebelum menyetujui keinginan Om Raihan..."marah Reynaldo yang saat ini sedang di ruang tamu rumahnya bersama sang mama dan papanya.
"ini bukan keinginan Raihan tapi kesepakatan kami..."
"tapi setidaknya kalian bertanya terlebih dahulu pada kami... jangan asal main memutuskan..."kesal Reynaldo yang mengepalkan tangannya.
"ini semua pasti keinginan gadis udik itu... dia pasti meminta pada daddy nya untuk menjodohkan kami... sial awas saja kau neina si cupu..." Reynaldo mengepalkan kedua tangannya sampai terlihat buku-buku putih di tangannya.
"buat apa papa meminta pendapat mu...kau itu anak papa sudah semestinya kau menurut dan ingat ini juga demi kebaikan bisnis kita selain untuk mempererat hubungan diantara kedua keluarga ini Rey..."jelas raican sangga.
"Ck aku ini putra mu bukan ladang bisnis mu pa..."teriak ngamuk Reynaldo.
"turunkan nada suara mu itu Reynaldo raican sangga..." tegas raican yang tidak suka dibentak dan ditentang, Sepertinya Sekarang kita tau readers dari mana sikap arogan Reynaldo seperti sikapnya benar- benar turunan dari raican sangga🤔.
"pokoknya aku tidak setuju dan menentang keras perjodohan ini...aku tidak akan pernah mau bertunangan dengan gadis cupu itu..." ucap Reynaldo keceplosan.
"apa yang kau bilang coba katakan sekali lagi Reynaldo..." mata raican berkilat marah dan merah memancarkan jika sekarang emosinya benar meledak.
"apa papa tuli...aku sudah bilang aku tidak mau bertunangan dengan gadis cupu itu... sudah cukup aku menemaninya selama ini sebagai adik tidak untuk jadi suaminya atau tunangan nya....dia buka tipe gadis cupu dengan penam...."
prettttt mata Fira melotot sementara Reynaldo tersenyum sinis.
"papa..."ucap fira.
"sekali lagi papa mendengarkan mu menjelekkan neina...papa coret kau dari ahli waris kau itu laki-laki Rey tidak sepantasnya aku menjelekkan dan menghina seorang gadis seperti itu...apa pernah papa mengajarkan mu untuk bersikap seperti itu...atau jangan-jangan selama ini kau..."
"aku menyayangi neina sebagai adik pah...aku tidak bisa mencintai nya karena dia adik Rey... bukan maksud Rey menghinanya Rey tadi hanya kesal saja..." kilah Reynaldo.
"pergi kau ke kamar mu... pertunangan mu akan tetap berlangsung..." ucap raican tegas tak terbantahkan, Reynaldo mengepalkan tangannya terlihat rahangnya pun meradang terlihat urat-urat biru.
"sampai kapanpun aku tidak akan bertunangan dengan gadis itu..." Reynaldo menaiki tangga dan menutup pintu dengan kasar.
"Reynaldo..."
"sudah mas biarkan aku yang bicara..." Fira menaiki tangga untuk ke kamar putra satu-satunya.
"arghhhh lho puas cupu... lihat saja besok lho gak akan hidup tenang..."Reynaldo menendang angin.
tok tok tok
"Rey boleh mama masuk..."ucap lembut Safira Reynaldo berusaha meredam emosi nya dan menghela nafas dalam.
"pintu nya tidak dikunci mama masuk saja..." ucap Reynaldo yang sudah tenang,sekeras apapun Reynaldo dia tidak akan bisa bersikap tidak lembut pada mama nya.
__ADS_1
ceklek terlihat Reynaldo sedang tengkurap di kasur king size besarnya Fira berjalan dan memindahkan kepala sang putra tercinta ke pahanya, dibelainya rambut hitam legam milik Sang putra dengan penuh sayang.
"kau tau sayang...papa tidak berniat ingin menjadikan mu ladang pertukaran bisnis...papa mu sangat menyayangi mu dia lebih tau mana yang terbaik untuk mu kedepannya..." fira berhenti menjeda perkataannya guna untuk melihat reaksi anaknya, terlihat Reynaldo mendengarkan setelah itu barulah dia melanjutkan ucapannya.
"Ney adalah gadis cantik pintar dan baik...dia akan pantas menjadi ibu dari anak-anak mu... keluarga kita sudah mengenal nya dengan baik...kami tidak meminta pendapat kalian karena kami yakin tidak akan ada penolakan dari kalian...kami menyimpulkan itu karena melihat sikap mu sangat terlihat menyayangi neina begitu pun sebaliknya... kami pikir kalian akan dengan senang hati menerima perjodohan ini..."
"tapi tidak di sangka Rey menolak perjodohan ini jika putra mama tidak menginginkan perjodohan ini maka kami akan membatalkannya...tapi mungkin mam akan sangat sedih jika Ney tidak menjadi menantu mama hiks...mama sudah menyayangi Maya dari semenjak dia bayi Rey tau sendiri kan Jiak mama tidak akan bisa mempunyai anak perempuan hiks...mama hanya ingin..."
"ma berhenti menangis Rey tiada suka mama menangis...Rey tau Rey salah tapi Rey mohon jangan menangis... jika perjodohan ini bisa membuat mama bahagia maka Rey akan setuju tapi dengan satu syarat mama jangan menangis lagi..."Reynaldo mendekap sang mama Rey memang anak bandel tapi dia masih sangat menyayangi mamanya baginya kebahagiaan mamanya adalah prioritas nya.
"hiks kamu janji Sayang menerima perjodohannya...hiks maafkan mama jika mama memaksakan kehendak tapi mama hanya tidak mau Ney dimiliki keluarga lain....hiks mama tidak mau dia menaruh dari jangkauan mama hiks mama.."
"iya mah Rey janji... sudah jangan menangis lagi,jika disini Rey mendekap sang mama lain lagi dengan disana terlihat neina sedang di dekap sang mommy.
"hiks Ney tidak mau dijodohkan mom...hiks kenapa daddy dan mommy tidak mengerti..." sudah 15 menit setelah mereka memberitahu kan pada neina jika mereka akan menjodohkan nya dengan Reynaldo selama lima belas menit itupun neina menangis.
"jika mommy boleh tau kenapa Ney tidak mau dijodohkan sama kak Rey... bukannya Ney sangat menyayangi kak Rey... bukannya kalian saling menyayangi dan sangat terlihat akrab..."
"hiks itu dulu mom sebelum Ney dewasa dan selalu mendapatkan bullyan dari bad boy itu...hiks Ney takut ma kak Rey akan semakin membenci neina setelah ini..."
"kenapa hanya diam saja sayang..."
"hiks Ney hanya menganggap kak Rey itu Kakak Ney tidak lebih...apa mommy dan daddy mau menjodohkan Ney karena Ney sudah menyusahkan kalian....hiks apa Ney sudah menghabiskan banyak uang kalian sehingga..."
"bukan itu maksud daddy... Daddy ingin yang terbaik untuk mu... daddy tidak ingin nasib mu sama seperti Kakak mu... mengertilah Ney semua ini kami lakukan untuk kebaikan mu.."
"tapi kenap harus dengan kak Rey dad Neina takut...lagi pula pasti kak Rey tidak akan setuju...eits tunggu neina jika kau tau si bad boy itu akan menolak perjodohan ini lantas baut apa kau menangis dari tadi...kau seharusnya tidak haru pusing memikirkannya biarkan saja si bad boy itu yang mengurus...kau tidak perlu banyak menentang...". monolog neina yang baru terpikir ide itu dengan hati senang dia melap air matanya yang sempat jatuh dan melepaskan pelukan kedua orang tuanya.
dengan bibir tersenyum neina mengangkat bibirnya.
"baiklah jika itu yang terbaik untuk Ney...neya terima perjodohan ini tapi dengan syarat kak Rey juga menerima nya..dan jika kak Rey menolak kalian jangan memaksakan untuk terus melanjutkan perjodohan ini..."
"kau serius Sayang... terimakasih sudah menerima perjodohan ini..." ucap Vina.
"Daddy tau putri Daddy tidak akan pernah mengecewakan Daddy..." bangga Raihan.
"hahahaha tentu saja daddy Aku tidak akan mengecewakan kalian... karena yang mengecewakan kalian adalah si bad boy itu hahahaha...kau sangat pintar neina tanpa harus mengotori tangan semuanya selesai hahaha...kita tunggu saja pertemuan besok..." neina tersenyum.
.
.
.
__ADS_1
"bagaimana apa putra mau menerimanya can..."
"tentu saja putra kau tidak akan pernah mengecewakan ku..." bangga raican.
"tapi bagiamana dengan putri jangan bilang jika kau tidak bisa membujuk putri mu sendiri Ray..." raican tersenyum mengejek.
"ck kau pikir aku ini punya putri pembangkang...tentu saja putri ku sama seperti putra mu tidak akan mengecewakan daddy Nya..."
"wow ini sungguh kabar gembira...jadi perjodohan ini akan berlanjut Ray..."
"tentu saja semuanya akan berlanjut can...besok kita bertemu di tempat yang sudah kita sepakati tadi siang..."
"oke kalo begitu sampai bertemu besok..."
"tentu saja..."
Tut panggilan di akhiri.
"wah papa jadi Ney juga menerimanya... sungguh ini kabar gembira...."
"iya ma..papa juga senang mendengarnya...berati kita tinggal menentukan tanggal nikahnya..."
"ih papa tunangan nya juga belum malah sudah Mikir kesana..."
"emang apa salahnya..." mereka tertawa serempak.
"awas saja kau cupu...ku pikir kau akan menolak Nya ternyata kau menerima nya...ini membuktikan jika perjodohan ini keinginan mu... lihat besok mulai dari besok hidup akan semakin sengsara..." Reynaldo mengepalkan tangannya di balik tembok menguping pembicaraan orang tuanya.
.
.
.
bersambung
.
.
.
Jangan lupa like komen vote dan masukan ke favorit 🤗😚 jangan lupa juga pencet iklan gratis nya yah reader 🤗 biar author dapat keuntungan 🤗 tenang itu gak bayar atau pakai Kouta atau sebagainya 🤗itu gratis jadi jangan lupa pencet atau tonton 🤗salam sayang dari author 🤗😚.
__ADS_1