Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 32 Nasi goreng


__ADS_3

"gue bilang hapus ya hapus...apa lho mau buat Nando makin cinta sama lho...apa lho mau buat gue semakin cemburu lihat lho yang terus di dekati Nando..." Neina seketika menghentikan langkahnya saat mendengarkan satu kalimat yang membuatnya tertegun tidak melanjutkan langkahnya lagi.


"hapus...kalo lho hargai gue sebagai suami lho..." dingin Reynaldo menyodorkan tisu dan berlalu meninggalkan Neina sendirian di kamarnya dengan segala pikirannya.


"ck...kenapa gue jadi gini... seharusnya gue gak nurut barusan..." gerutu Neina mulai menghapus bedak dan lip balm nya.


"lihatlah lho Ney...yang di katakan dia memang benar gue tetap cantik walaupun tanpa makeup...hahaha lho bener-bener cewek beruntung Ney diberikan wajah cantik..." puji Neina yang sedang berada di tingkat ke PDan yang tinggi.


"kalo lihat gue tanpa makeup gue jadi keingat dulu...apa kalo gue pake kaca mata tetap cantik...ck gue jadi kangen berpenampilan kaya dulu..." batin Neina mengingat bagaimana dulu penampilannya.


"tapi kalo gue keingat dulu...apa alasan Daddy larang gue berpenampilan modis... mommy selalu bilang Daddy hanya tidak mau kejadian yang dulu terulang lagi...apa maksudnya..."gumam Neina.


tok tok tok


"Ney..."


"apa belum siap.." tanya Fira .


"eh...udah ma bentar..." teriak Neina langsung membuka pintu kamar.


"pagi Ney..."senyum manis Fira.


"pagi juga ma..."


"kenapa belum turun Ney.. Rey sudah nunggu lama di mobil.. katanya hari ini tidak sarapan di rumah..."


"iya ma maaf...Ney ada urusan..." sendu Neina yang merasa bersalah.


"yasudah tidak apa-apa...tapi tadi mama sudah siapkan bekal untuk Ney apa Ney mau bawa ..." tanya Fira penuh harap Neina seketika mengangguk mengiyakan baginya tidak masalah bawa bekal dari rumah apalagi yang menyiapkan nya mertuanya rasanya tidak enak jika menolak pikirnya.


"yasudah sebentar yah...bibi tolong bawakan satu kotak bekal yang tadi saya siapkan..." teriak Fira pada ART nya.


"apa kak Rey udah sarapan ma..." tanya Neina yang heran saat mendengarkan Fira untuk membawakan satu kotak bekal kok hanya satu bekal apa Reynaldo sudah makan pikirnya.


"anak itu belum sarapan... tapi dia mana mau bawa bekal dari rumah..." jelas Fira seolah tau dengan isi pikiran Neina.


"ini nyonya..."

__ADS_1


"terimakasih... jangan lupa di makan yah sayang... yasudah sana berangkat dan hati-hati..." Neina mengangguk dan menyalami ibu mertuanya itu dan berlari kearah mobil Reynaldo yang sudah terparkir di halaman rumah.


buggggg suara pintu mobil yang di tutup Neina seketika mata Reynaldo teralihkan dari ponselnya dan menatap wajah cantik istrinya seketika senyuman manis melengkung dari bibir kecil Reynaldo.


"istri penurut..." puji nya mengacak gemes rambut Neina sementara sang empu memutarkan matanya males.


"lho bawa apa Ney..." tanya Reynaldo mengalihkan fokus nya ke arah Neina yang sedang membuka bekal yang diberikan Fira.


"sarapan dari mama..." Neina menyuapkan nasi goreng telur dadar itu ke mulutnya seketika matanya berbinar.


"enak banget...apa ini mama yang masak kenapa gue jadi ingat mommy..." seketika mata yang berbinar itu berubah sendu Reynaldo yang menyadari kesedihan Neina langsung menghela nafas mungkin rindu pada Mommy pikirnya yang bisa menebak apa yang sedang dipikirkan Neina.


"kenapa berhenti makan hmm..." lembut Reynaldo yang fokus melihat lampu lalu lintas didepannya.


"mommy..." lirih Neina dengan suara tercekat.


"mommy disana pasti baik-baik saja...mommy dan Daddy pasti sedang keteteran mengurus bisnis supaya tidak guling tikar... makannya mereka sibuk sampai lupa ngabarin Ney..."


"Tapi apa perlu sampai lupa sama gue..." mata Neina mulai berkaca-kaca Reynaldo melirik ke arah istrinya dan membawa Neina kedalam dekapannya dengan satu tangan masih fokus menyetir sedangkan satu tangannya mengelus lembut rambut Neina yang sedang terisak lirih.


"mommy and daddy bukannya lupa Ney...tapi mommy sedang sibuk mengertilah itu semua mommy lakukan untuk masa depan mu..."


"lho bicara apa sih Ney...lho disini gak sendirian ada gue,mama dan papa dan ada almarhum kak Tara juga..." seketika Neina menyembulkan kepalanya dan melihat wajah tampan suami kecilnya itu.


"apa lho mau temenin gue untuk ziarah ke makam kak Tara .." tanya Neina lebih tepatnya permintaan Reynaldo tersenyum dan tanpa sadar mencium dahi Neina penuh sayang.


deg pipi Neina seketika merah merona mendapatkan perlakuan seperti itu.


"nanti sore atau sesudah pulang sekolah kita kesana..." senyum Reynaldo yang sudah menyadari perlakukan nya pada Neina, Neina yang malu pun hanya mengangguk dan memasukan kepalanya lagi ke pelukan Reynaldo, Reynaldo seketika terkekeh melihat istrinya yang malu-malu kucing.


"ternyata gini rasanya punya istri...gue pikir setelah nikah gue bakal kehilangan masa muda gue... tapi ternyata yang ada gue bisa menikmati masa muda gue tanpa harus takut dosa...mau pelukan, ciuman bebas tidak ada yang larang dan yang pastinya sudah sah di mata agama...kalo lihat lho yang kayak gini gue rasanya lihat lho yang dulu Ney.."


"hufttt...lho manis banget kalo sedang nurut kek gini Ney...tapi kalo sedang sangar lho persis kaya ibu singa yang menyusui..." Reynaldo terkeheh dengan pemikirannya.


"arghhhhhhh malunya gue...kenapa gue jadi nurut gini yah sama si bad boy... arghhhh gue maunya nolak ngebantah tapi kenapa badan dan hati gue gak sinkron... arghhhh rasanya gue mau sobek tuh bibir main cium aja ...tapi kenapa tubuh gue nerima-nerima aja... arghhhh memalukan..." teriak senang Neina dalam hati rasanya bahagia sekali diperlakukan selembut ini tapi dia juga kesal dan malu karena tubuhnya menerima perlakuan Reynaldo begitu saja.


"ekhem... yasudah makam lagi Ney.... nanti keburu dingin..." ucap Reynaldo melerai pelukannya Neina hanya mengangguk saja tidak kuasa bicara saking malunya.

__ADS_1


"mmm enak..." gumam Neina saat merasakan nasi goreng yang kelima kalinya masuk kedalam mulutnya Reynaldo yang sedang fokus menyetir pun meliriknya.


"apa itu enak..." tanya Reynaldo penasaran.


"banget... mama ternyata jago masak juga yah...mmm enak banget..." Reynaldo melirik ke arah nasi goreng milik Neina.


"baru pertamakali gue tergiur sama makanan kek gitu..." batin Reynaldo berusaha menelan ludahnya.


Neina yang melihat Reynaldo terus melirik ke arah bekalnya pun mengernyitkan dahinya apa dia mau pikirnya.


"ini nasi goreng enak banget... pasti lho udah sering makan nasi goreng buatan mama kan... " pancing Neina.


"masa sih ... nggak...gue gak pernah makan makanan yang gituan..." jujur Reynaldo.


"WHAT...." kaget Neina seketika Reynaldo mengerem mendadak.


"astaghfirullah lho apa-apaan sih Ney...pake acara teriak-teriak segala bikin kaget aja..." kesal Reynaldo langsung mengemudikan mobilnya lagi banyak orang yang mencemooh Reynaldo yang tidak tau cara bawa mobil .


"eh...maaf...lho sih bicara bikin gue kaget...masa sih lho udah segede gini belum pernah makan nasi goreng..."


"yah kan itu memang adanya...kan lho nanya yaudah gue jawab jujur ..." ucap Reynaldo Neina menggeleng tidak habis pikir.


"ini lho makan... pokoknya lho harus makan nasi goreng...rugi lho udah segede gini belum pernah makan nasi goreng...udah mati baru nyesel lho... apalagi nasi goreng nya enak banget..." Neina menyodorkan satu sendok nasi goreng ke mulut Reynaldo yang hendak menolak namun saat melihat bibir tipis milik Neina Reynaldo tanpa berpikir dua kali lagi langsung melahap nasi goreng yang ada dihadapannya rugi mumpung ada kesempatan kapan lagi mereka bisa makan satu sendok pikirnya.


"mmm enak ..."


"tuhkan apa kata gue juga..." ucap Neina dengan tersenyum manis yang membuat Reynaldo terpaku untuk sesaat.


"eh...lho mau kemana lihat tuh gerbang sekolahnya udah kelewat..." teriak Neina yang menyadarkan Reynaldo seketika Reynaldo berputar balik dengan terus menelan ludah.


"jangan...lho gak boleh berpikir seperti itu Rey...lho gak boleh makan dia... lho dan dia masih sekolah...lagi pula dia belum nerima cinta lho..." batin Reynaldo terus berusaha mengingatkan diri sendiri agar tidak bertindak yang tidak diinginkan.


.


.


.

__ADS_1


bersambung;)


__ADS_2