
Selamat pagi readers 😗
.
Happy reading 😚
.
.
.
Brunggggggg
Reynaldo mengendarai motor besarnya di atas rata-rata membuat laju motor itu menyerempet pengendara lain, banyak umpatan-umpatan yang keluar dari mulut pengendara lain namun tidak membuat Reynaldo menghentikan aksi gilanya itu.
Pikiran Reynaldo sedang kacau dia butuh Pelampiasan untuk menenangkan kembali pikiran kacaunya itu.
"gue cinta banget sama lho Ney...kenapa lho mempersulit hubungan kita...gue khawatir dengan keadaan lho tapi lho menolak dekat dengan gue..." batin kacau Reynaldo
brunggggggg
brunggggggg suara motor besar Reynaldo semakin membisingkan pengendara lain, sementara di lain tempat Neina sedang merebahkan tubuh lelahnya, berdebat dengan Reynaldo sungguh mengurus energinya.
"hufttt... meskipun wajah kak Rey gak terlihat olehku...tapi kenapa masalah ini masih mengikuti ku sampai sini..." racau Neina.
"hmm...kak Rey sedang apa ya ...apa keadaannya baik-baik saja...tadi saat aku meninggalkan rumah kak Rey terlihat tidak baik-baik saja...apa dia sudah makan..." batin Neina mengingat jika Reynaldo sering tidak makan malam jika dia tidak mengajaknya ke meja makan.
"apa dia sedang ada di luar ... seperti apa yang mama sering katakan...jika sebelum kami menikah kak Rey lebih sering menghabiskan waktu di luar...apa mama merasa kesepian lagi sekarang..." pikiran Neina menjadi kacau memikirkan itu semua.
"apa aku udah jatuh cinta pada kak Rey..." batin Neina menelaah perasaannya.
"tidak Ney... sebelum kak Rey menunjukkan sebesar apa rasa cinta dan tulus nya untuk mu...kau tidak boleh jatuh cinta padanya... jangan menjadi orang bodoh untuk yang kedua kalinya..." batin Neina membentengi perasaannya sendiri demi kebaikan nya dimasa yang akan mendatang.
"huftt... sudahlah dari pada banyak berpikir yang tidak-tidak...kamu lebih baik tidur Ney..." gumam Neina menutup kelopak matanya.
__ADS_1
Citttt motor besar milik Reynaldo sudah sampai ke tempat tongkrongan nya dengan muka kacaunya Reynaldo masuk kedalam, banyak puluhan mata anak buahnya yang menatap berbinar melihat kedatangannya lagi yang sudah sekian purnama tidak menunjukkan batang hidungnya.
"eitsss... lihat bos akhirnya nongol juga..." teriak salah satu anak buahnya membuat ketiga sahabat dekat Reynaldo menengok ke arah kedatangannya, siapa lagi kalo bukan Bara, Nando dan Agus.
"apa kabar bos... akhirnya kita bisa ketemu lagi...gue pikir lho sudah tobat..." cengengesan Al Vano menjabat tangan Reynaldo ala laki-laki.
"baik..." Jawab Reynaldo seadanya, Reynaldo memang terkenal dingin bagi orang yang menurutnya tidak terlalu dekat dengannya,termasuk pada anak buahnya sendiri, namun dibalik itu semua Reynaldo merupakan bos yang terkenal akan keadilannya pada setiap anak buahnya, tidak pernah satu kali pun Reynaldo membeda-bedakan mereka.
"itu ada bos...gue yakin dia datang kesini karena bini nya gak ada di rumah... siap-siap aja lho mendapatkan amukan si bos Gus ... gara-gara lho bini bos marah dan pergi dari rumah..." ucap Nando tanpa mengalihkan perhatiannya dari wajah Reynaldo yang terlihat kusut sekali, sedangkan Agus yang juga mengetahui itu semua hanya diam saja dia cukup sadar diri dia sudah melakukan kesalahan besar jika sang bos hendak melampiaskan kekesalannya padanya itu sudah menjadi resiko nya yang sudah terlalu lancang membuat sang bos marah.
"are you okay..." tanya Bara setelah Reynaldo duduk didekatnya.
"fine..." singkat Reynaldo menyambar pemantik rokok lalu menyalakan nya pada sebatang rokok yang baru dia ambil dimeja.
"bos...apa lho gak takut bokap lho marah lagi karena lho keluar malam-malam..." tanya Nando yang sudah fokus lagi pada game di tangannya.
"hmm...gue sedang butuh ketenangan mungkin dia juga ngerti..."jawab Reynaldo disela-sela mengepulkan asap dari hidung dan mulutnya.
"bos... tentang tadi siang gue..."
"lupakan saja..." potong Reynaldo mencegah Agus untuk bicara.
"mendingan..." jawab Agus akhirnya dia bisa bernafas lega karena Reynaldo sudah tidak mau mengungkit masalah tadi siang padahal tadi dia sempat memikirkan jika dia akan benar-benar di pecat dan di keluarkan dari geng motor bergengsi ini.
"apa Neina sudah ada pulang..." tanya Bara serius.
deg seketika hati Reynaldo dihimpit batu besar dari segala arah mendengarkan pertanyaan yang begitu sensitif bagi organ dalamnya yang akhir-akhir ini begitu sensitif jika menyangkut Neina.
"dia udah pulang ke rumah bokap nya... mana ingat dia pulang ke rumah..." ucap Reynaldo datar namun percayalah di balik ucapan datarnya itu menyimpan harapan besar untuk Neina cepat-cepat kembali pulang ke rumah mereka, ralat ke rumah orang tuanya.
"menurut gue si...dia sedang butuh waktu bos... namanya juga perempuan yah kaya gitu... dikit-dikit ngambek... dikit-dikit marah-marah..." seloroh Nando masih dengan tangan memainkan gadgetnya.
"tumben otak lho bener Do..." ucap Agus.
"yaelah... masalah gituan mah gue jagonya..." bangga Nando.
__ADS_1
" yang dikatakan Nando ada bener nya Rey... mungkin Neina butuh menenangkan dirinya...luka yang lho torehkan di hati kecilnya mungkin sudah terlalu dalam sampai susah untuk disembuhkan...(Bara menepuk pundak Reynaldo)... jika lho bener cinta menurut gue tunjukanlah rasa cinta lho itu padanya lebih serius lagi... tunjukan perjuangan lho dan dapatkan lagi percayaan nya seperti sedia kala waktu kalian masih kecil..." nasehat bijak Bara lagi.
"lho hebat juga yah Bar ngasih solusinya... walaupun lho jomblo karatan...solusi yang lho katakan memang benar adanya...gue aja barusan mau bicara kek gitu... tapi keduluan sama lho... " ucap Nando mengakhiri game nya.
"yaelah.. dia pak ketos pastilah pikirannya bijak gak kaya lho.. " ucap Agus memantik pemantik rokok nya.
"gue memang bejat tapi sebajat-bejatnya gue...gue gak pernah tuh adu mulut sama cewek..." sindir Nando yang membuat Agus diam kalah telak.
"sebaiknya lho pulang sekarang Rey...sebelum om Raican tau lho ada disini.... bisa-bisa habis lho di marahi lagi... masalah Neina lupakan lah sejenak...besok temui dia dan jemput dia ajak dia bicara baik-baik... dan jangan sampai pake otot bicaranya..." nasehat Bara lagi membuat Reynaldo terdiam sejenak dan menyimpan rokok yang baru setengah jalan itu .
"thanks Bar ( menepuk pundak)...lho yang terbaik..." puji tulus Reynaldo berdiri dari tempatnya.
" No problem..." jawab bara balik menepuk pundak Reynaldo sebelum tadi dia berdiri.
"gue duluan..." ucap Reynaldo menyambar kembali jaket yang tadi sempat dia lepaskan.
"hati-hati di jalan bos..." teriak Nando.
"eh...udah mau balik aja bos...baru juga datang ..."
"iya tuh bos...belum juga kita main-main lagi..." timpal anak buah yang lain.
"lain kali aja...gue sedang ada urusan..." jawab Reynaldo melesat cepat dari pandangan mereka.
"ada apa yah dengan bos..." tanya si A.
"ada masalah kali..." jawab si C.
"masalah apa..." timpal di D.
"udah-udah ...diam lho pada...apa lho gak lihat tuh mata Bara ddk yang menyorot tajam pada kita..." ucap si B menghentikan ucapan mereka yang hendak menggosipkan sang bos besar.
.
.
__ADS_1
.
bersambung ;(