Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 64 Masih belum kapok


__ADS_3

Selamat Sore readers 😗


.


Happy reading 😚


.


.


.


Setelah aksi kejar mengejar Sepang suami istri muda itu melanjutkan aktivitas mereka yang sebelumnya sempat tertunda setelah Neina banyak di rugikan sedang Reynaldo banyak diuntungkan dengan aksi kejar mengejar mereka yang berakhir Reynaldo bisa banyak m*ngecup pipi mulus Neina.


"hey...kenapa masih cemberut..."kekeh Reynaldo memperhatikan sang istri yang merajuk dengan mulut cemberut namun Neina hanya diam saja seolah tidak mendengar pertanyaan Reynaldo


Deting Reynaldo menyimpan sendok ke piring dan berpangku tangan memperhatikan istri kecilnya yang sedang merajuk itu padanya.


Glek Neina menelan makanan yang ada di mulutnya dengan sudah payah, rasanya tenggorokan nya menjadi kering karena di tatap intens Reynaldo sebegitu dalamnya dengan senyuman yang tidak pernah pudar-pudar di bibir kecil Reynaldo.


Neina semakin mengerucutkan bibirnya sementara Reynaldo malah terkekeh dibuat gemas dengan sikap istri kecilnya yang kembali bersikap manja padanya seperti sedia kala saat mereka masih kecil.


" kakak kenapa terus menatap Ney seperti itu..." kesal Neina yang dibuat salting.


"kakak hanya memperhatikan istri kakak ..."


"dengan menatap Ney terus tidak bakal buat kakak kenyang..." ketus Neina.


"kata siapa... dengan melihat kau kenyang saja sudah bisa membuat kakak kenyang... tidak ada yang lebih membahagiakan selain membuat istri kita bahagia.."


blushhhh wajah Neina langsung berubah merah mendengarkan perkataan Reynaldo.

__ADS_1


"ihhhhh...kak Rey ternyata raja gombal..." ketus Neina menyembunyikan rasa malunya.


"hmm...siapa yang dikatakan gombal...itu memang benar adanya..." jawab Reynaldo tidak setuju dengan perkataan tulusnya dibilang gombal semata, padahal jelas-jelas itulah yang dirasakan Reynaldo saat ini semua yang menyangkut kebahagiaan untuk Neina dia selalu ikut bahagia, tapi ini istri kecilnya ini malah mengatakan jika dia gombal saja.


Ding dong


Ding dong Suara bel rumah menghentikan aktivitas kedua sejoli itu yang sedang makan siang, mereka saling menatap seolah bertanya 'siapa yang bertamu'.


"siapa yang bertamu..." tanya Neina yang dijawab gelengan kepala Reynaldo, Neina meminum air putih di hadapannya dan langsung berdiri.


"eh...mau kemana Ney..." teriak Reynaldo saat melihat Neina meninggalkan dia seorang diri.


"mau lihat siapa yang bertamu..." jawab Neina.


"kenapa dengan dia...maid di rumah ini banyak kenapa dia repot-repot membuka pintu..." gumam Reynaldo tak habis pikir namun tetap ikut menghentikan aktivitas makan siangnya dan mengikuti langkah Neina.


ceklek


"Hay Neng Neina...gimana kabarnya...apa sakitnya sudah sembuh...tadi bos bilang Neng Neina sakit..." tanya Nando dengan sedikit menyugar rambutnya mencari perhatian, walaupun dia sudah tau jika yang digodanya itu istri bos nya tapi tidak membuat Nando berhenti untuk menggoda Neina, toh dia hanya sebatas becanda.


"so ganteng lho..." cetus Agus dengan perban masih menempel dipergelangan tangannya Neina yang melihat itu acuh tak acuh saja.


"Alhamdulillah baik...ayo masuk..." ucap Neina menjawab pertanyaan Nando , dibukanya pintu besar kediaman suaminya itu.


"siapa yang datang Ney..." tanya Reynaldo dari arah meja makan.


"eh bos... mentang-mentang udah punya bini lho jadi gak pernah nongkrong lagi..." ucap Nando main nyelonong begitu saja bak putra dari kediaman rumah itu, Reynaldo mengernyitkan dahinya.


"kenapa kalian kesini... perasaan gue gak ada undang kalian..." tanya heran Reynaldo.


"suruh siapa lho susah di ajak keluar bos... karena lho gak mau nongkrong di luar yaudah kita aja yang nongkrong di rumah lho bos...ya gak Gus..." ucap Nando duduk di sofa dan mengambil cemilan yang setiap hari tersaji di meja tamu.

__ADS_1


"Yoi..." jawab Agus yang ikut mendudukkan bokongnya.


"lho udah sembuh..." tanya Reynaldo mendudukkan bokongnya juga dan menatap lekat pergelangan tangan Agus, yang waktu itu di vonis patah tulang Osteoarthritis.


Osteoarthritis atau pengapuran sendi merupakan kondisi yang umum terjadi bahkan di bagian tubuh mana saja termasuk tangan.


Pengapuran sendi umumnya lebih sering terjadi pada bagian tangan atau jari, tulang punggung, lutut, dan pinggul. Kondisi ini terjadi akibat kerusakan tulang rawan yang berada di antara tulang tangan.


Rasa nyeri, kaku pada persendian menjadi tanda yang umum dialami. Namun, kondisi tersebut masih dapat dikelola secara efektif sehingga gejala yang ditimbulkan lebih ringan. (diambil dari google www.bola.com, jika tidak kena dengan ilmu medis mohon maaf atas kesalahannya karena author membuat novel bukan untuk memperdalam pengetahuan ilmu medis author melainkan untuk menghibur kalian semata).


"hanya patah tulang gak bakal bikin gue mati bos..." ucap Agus santai.


" iya bos...lho gak usah khawatir orang si biang lele memiliki banyak nyawa...ya gak Gus..." cerocos Nando dengan mulut penuh makanan ringan.


"nj*r...lho pikir gue kucing apa..." kesal Agus melempar bantal sofa ke arah Nando dengan tangan satunya lagi.


"itu faktanya Gus... buktinya lho gak mati ... padahal gue pikir Waktu itu lho bakal koit..."


"cihhhh... cuman karena tangan gue di genggaman semut...gak bakal bikin gue ko*t secepat itu..." senyum miring Agus menatap tidak suka Neina yang sedang berdiri di dekat mereka.


"sepertinya lho masih belum kapok dan masih memainkan genderang permusuhan untuk gue...oke...jika itu yang lho mau...gue dengan senang hati menuruti keinginan lho itu... " batin Neina dengan ikut tersenyum miring membuat, Bara, Nando dan Reynaldo menatap Neina dengan ekspresi dan pemikiran masing-masing.


.


.


.


bersambung ; (


Jangan lupa tinggalkan jempol dan bunganya 😂🥺 author dengan susah payah masih berusaha up tiap hari jadi untuk membuat author semangat terus up ny jangan lupa berikan hadiah untuk author ini 😂🤣.

__ADS_1


__ADS_2