Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 42 Kepribadian ganda


__ADS_3

Selamat pagi 😗


happy reading 😚


" Ney...dimana baju gue..." teriak Reynaldo saat melihat tidak ada baju di kasur, Neina yang sedang di walk in closet pun mengernyitkan keningnya dan keluar dari walk in closet terlihat Reynaldo yang berdiri dengan bersedekap dada dengan tubuh setengah p*losnya sehabis mandi yang hanya menggunakan handuk yang menutupi area s*nsitifnya.


"mana baju gue..." ulang Reynaldo lagi melihat intens wajah Neina.


"yah ada di lemari lah..." santai Neina dan berjalan menuju meja rias.


"hmm kalo begitu ambilkan..." ucap balik santai Reynaldo duduk di sofa dengan bersandar menggunakan kedua tangannya semetara kaki nya di silangkan dan setelah itu menutup matanya, masih terlihat air yang menetes melewati dahi Reynaldo yang berasal dari rambutnya yang basah sehabis keramas.


' gagah ' satu kata itu yang cocok untuk disematkannya pada Reynaldo, Neina akui suaminya itu sangat sempurna dalam segi fisik hanya saja kadang dia dibuat bingung dengan sifat Reynaldo yang terlihat berubah-ubah, kadang Reynaldo akan bersikap lembut padanya,atau terkadang dia bersikap dingin dan cuek dan kadang juga dia jahil, manja dan nyebelin seperti sekarang.


"kenapa gak ambil sendiri... dari dulu juga lho selalu ambil sendiri..." ucap Neina menatap intens wajah Reynaldo dari balik kaca.


"mulai sekarang dan seterusnya lho yang ambilkan dan siapkan untuk gue..." ucap Reynaldo dengan masih menutup mata, Neina menghela nafas dia semakin yakin jika Reynaldo sepertinya memiliki kepribadian ganda, terlihat dari sekarang yah mungkin menurut sebagian orang permintaan Reynaldo itu terlihat lumrah saja meminta disiapkan baju pada Neina yang notabene istrinya tapi tidak untuk Neina dia malah merasa aneh dengan sikap Reynaldo yang selalu berubah-ubah itu, Neina menggindikan bahunya merasa seram jika seandainya yang dia pikirkan benar adanya kalo Reynaldo memiliki kepribadian ganda.


"ahhhhhhh tidak - tidak...apa yang lho pikirkan Ney...mana ada orang kaya gitu di dunia ini orang kaya gitu hanya ada di dalam novel saja...lagi pula lho selama ini belum pernah ketemu dengan orang seperti itu kan di dunia nyata ini..." batin Neina bertanya pada diri sendiri.


"Ney...lho denger gak sih gue bicara apa..." ucap Reynaldo menyadarkan Neina.


"eh.." Neina tersadar dan langsung berjalan menuju lemari,rasanya aneh dia harus menyiapkan baju untuk Reynaldo, walaupun dia suaminya tapi rasanya aneh jika Neina harus menjalankan tugas seorang istri dimasa muda seperti ini, mungkin jika kebanyakan istri menyiapkan baju kantor untuk suaminya namun tidak bagi Neina yang malah menyiapkan baju sekolah untuk suaminya, Neina terkekeh bersamaan dengan perasaan geli dengan pemikirannya sendiri.


Neina berjalan dengan membawa sepasang baju lengkap sekolah milik Reynaldo, diletakkan nya di kasur dan berjalan lagi mencari dasi sekolah Reynaldo.


"mana celana d*lam nya Ney..." tanya Reynaldo yang membuat Neina melotot mendengarkan pertanyaan yang begitu memalukan.

__ADS_1


"a..apa..m.. maksud lho..." tanya Neina membalikan badannya ke arah Rey .


"masa gak denger sih...mana celana d*lam gue Ney..." ucap Reynaldo untuk kedua kalinya dengan sedikit ketus.


"j..jadi lho belum pakai itu ..." tanya Neina yang di angguki Reynaldo.


"astaga...lho yah bad boy...gak tau malu ya... bisa-bisanya bersikap santai dan duduk di sofa tanpa sedikit pun dihinggapi rasa malu dengan lho yang gak pakai celana d*lam..." teriak Neina bersamaan dengan rasa malunya dengan sikap aneh Reynaldo, bahkan pikirannya sudah melayang jauh ke beberapa menit yang lalu dimana Reynaldo menyilangkan kakinya dengan tidak memakai celana d*lamanya Neina langsung menggelengkan kepalanya , tidak-tidak otaknya kan jadi traveling.


"ck...buat apa gue harus malu...lho istri gue jadi buat apa gue harus malu dihadapan lho yang notabene isteri gue .."senyum devil Reynaldo yang sedikit menggoda Neina.


"ck terserah lho lah...dimana dasi lho... jangan bilang lho gak punya dasi dari dulu sampai sekarang gue gak pernah lihat lho pake dasi...mmm ralat mungkin pernah sih tapi cuma beberapa kali..."


"mata lho buta yah Ney...itu yang menggantung apa kalo bukan dasi...dan cepat sekalian bawakan celana d*lam gue...dingin nih...lho juga mau telat ke sekolah yah... ketimbang siapkan baju gue aja lho lambat banget... belajarlah jadi istri cetakan Ney..." Nasehat sok bijak Reynaldo.


"cih... orang lho aja cuma bilang siapkan baju saja gak dengan celana d*lam nya..." kesal Neina tidak terima di bilang lamban, dengan sedikit kesal bercampur malu dia mengambil apa yang di pinta Reynaldo.


"buat apa gue cape-cape ke walk in closet kalo disini saja bisa..."


"REYNALDO..." teriak kesal Neina yang dibalas tawa pecah Reynaldo.


"hahahaha... jangan teriak-teriak nanti lho cepat tua..." tawa Reynaldo sambil berjalan kearah walk in closet.


"kalo gue cepat tua itu karena lho..." kesal Neina yang malah semakin membuat Reynaldo tertawa ngakak.


"ck dasar bad boy s*nting..." decak Neina dan kembali duduk di meja riasnya dengan mengatur nafas nya yang sudah naik turun.


Sepuluh menit berkutat di depan meja riasnya seketika senyuman Neina terbit .

__ADS_1


"lihatlah Ney... gue perhatikan hari ke hari lho semakin cantik saja...oh my God pantas saja kalo gue keluar rumah banyak cowok yang melirik gue...orang gue nya aja secantik ini... hahaha..." tawa bangga Neina


"Ney...tolong kancingin baju gue..." Neina menghentikan tawa nya dan melihat ke arah Reynaldo, dia dibuat kesal dengan sikap Reynaldo yang benar-benar manja dan nyebelin pagi hari ini namun karena tidak mau berdebat lagi akhirnya dia menurut saja tanpa banyak bicara, diambilnya dasi yang tadi dia simpan di atas kasur, Neina berjalan ke arah Reynaldo dan mulai mengancingkan satu persatu kancing baju sekolah Reynaldo setelah selesai dia langsung memasangkan dasi di kerah leher baju milik Reynaldo, seketika senyum Neina terbit melihat maha karya nya.


'Wow' satu kata itu yang hanya bisa menandakan jika tampilan Reynaldo benar-benar memukau mata tapi sebentar-sebentar rasanya ada yang kurang tapi apa itu pikir Neina.


Ditatap nya Reynaldo dari atas sampai bawah , Reynaldo yang melihat Neina seperti itu hanya tersenyum manis saja merasa lucu dengan tingkah istri kecilnya itu.


Cup Satu kecupan hangat mendarat di kening Neina, Reynaldo sangat dibuat gemas dengan sikap istri kecilnya itu yang terlihat sangat menggemaskan dengan tingkah nya yang memperhatikan dia dari atas sampai bawah dengan muka polosnya,sampai Reyna refleks mencium kening Neina penuh sayang.


Mata Neina seketika berhenti memindai tampilan Reynaldo matanya sudah melotot tajam tidak suka dengan sikap Reynaldo yang main c*um saja, lidahnya berdecak sebal.


"lho cari kesempatan dalam kesempitan ...gue udah bantu lho siapkan baju dan pakaikan baju juga...dan inikah ucapan terimakasih lho atas kerja keras gue....dasar mesum bukannya mengucapkan terimakasih malah c*um gue..." kesal Neina.


" makannya dari itu gue ci*m lho... bukannya menc*um kening lho sama saja dengan gue mengucapkan terimakasih atas kerja keras lho itu..." senyum manis Reynaldo.


"itu bukan ucapan terimakasih tapi lho cari kesempatan dalam kesempitan..."kesal Neina.


"tapi kebanyakan suami menc*um kening istrinya kalo mereka sedang merasa bahagia atas sikap istrinya yang perhatian..." kekeh Reynaldo, seketika Neina terdiam ingatannya langsung menerawang jauh ke beberapa bulan yang lalu dimana dia pernah melihat Daddy nya menc*um kening Mommy nya setelah sang Mommy menyuguhkan segelas kopi saat Raihan sedang bersantai di teras, bahkan bukannya hanya itu saja, Raihan sampai memeluk Vina.


Setelah mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu, Neina langsung mendengus dan berlalu ke arah meja riasnya dan mengambil sisir milik Reynaldo.


.


.


.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2