Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 89 Izinkan kakak untuk memperbaiki diri


__ADS_3

Selamat malam readers πŸ˜—.


.


Sebelum kalian baca jangan lupa untuk tinggalkan komentar kalian setelah selesai membaca part nya...agar author tetap semangat berkarya disela-sela kesibukan author πŸ₯Ί.


.


Happy reading 😚.


.


"Sudahlah aku tidak mau berdebat lagi dengan mu..." jawab Raican sambil memeluk Safira, Safira hendak memberontak namun tidak jadi saat mendengarkan ucapan maaf Raican yang diperuntukkan nya.


"sungguh maafkan aku Fir... waktu itu aku benar-benar khilaf...aku tidak pernah bermaksud menduakan mu...aku tidak tau bagaimana caranya aku bisa satu kamar dengan nya... yang aku tau saat aku bangun sudah banyak orang menggerebek kami..." ucap Raican lirih sudah puluhan kali Raican menjelaskan hal tersebut pada Safira, jika Safira sedang mengungkit-ungkit hubungan hubungan gelap tersebut.


"jangan lagi kau mengucapkan kebohongan itu lagi...aku tau kau pasti berbohong... yang kau katakan itu hanya alasan yang kau buat-buat... hiks...kau pewaris Sangga...aku tidak percaya kau bisa di jebak dengan begitu mudahnya..." tangis Safira memeluk Raican antara b


enci dan rindu.


"aku pun hanya manusia biasa Fir... yang tak luput dari dosa...negara ini mungkin dapat ku taklukan tapi tidak dengan takdir ku Fir..." ucap Raican dengan mata sendu, setiap kali Safira mengungkit masalah hubungan gelap tersebut Raican Selalu di dera penyesalan yang teramat, terutama rasa takut kehilangan Safira.


Jika Raican dan Safira sedang bersedih hati lain dengan Neina dan Reynaldo yang sedang berdebat konyol.


"Belum juga satu Minggu aku pergi dari kamar ini... tapi kenapa keadaannya sudah sekacau ini..." kesal Neina mengomel pada Reynaldo yang hanya tersenyum manis saja padanya.


"hey...lho denger gue gak hahhh... lihat kenapa kamar ini bisa berantakan seperti ini..." teriak Neina melotot tajam pada Reynaldo yang seketika terhenyak dari mengagumi keimutan Neina yang sedang mengomel kepadanya.


"A...apa Ney..." tanya Reynaldo polos membuat Neina membelalakkan kedua matanya.


"Astagaaa Reynaldo...." teriak Neina melengking.

__ADS_1


"Dari tadi lho lihatin gue tapi lho masih nanya apa hahh....apa lho melihat gue tanpa mendengarkan ucapan gue bad boy..." kesal Neina dan dengan o-onnya Reynaldo mengangguk patuh.


"kakak memang sedang memperhatikan mu sayang...kamu sangat terlihat imut saat marah-marah seperti ini...." senyum manis Reynaldo mengalahkan kemanisan bakpao yang selalu terasa gurih di πŸ‘… author.


blushhhh seketika pipi Neina bersemu merah mendapatkan gombalan cinta Reynaldo dan tidak jadi untuk berteriak seperti yang tadi hendak dia lakukan.


"hmm...ada apa dengan pipi mu ini Sayang...kenapa jadi merah seperti ini...apa kau demam..." ucap Reynaldo menghampiri Neina dengan terkekeh pelan menandakan jika dia mengetahui alasan pipi Neina berubah warna tersebut.


Tanpak di duga-duga dan mendapatkan keberanian dari mana tangan Reynaldo bergerak mengelus pipi mulus Neina dengan penuh kelembutan, refleks Neina yang sedang mengagumi ketampanan Reynaldo menutup kedua matanya merasakan sapuan tangan Reynaldo yang bergerak pelan penuh kelembutan di pipi kirinya.


Tanpa di sangka - sangka Reynaldo mendekatkan wajahnya ke arah wajah Neina dan berbisik tepat di telinga Neina.


"pipi mu sangat lembut istri ku...suami mu menyukainya...." ucap pelan Reynaldo dan dengan nakalnya meniup daun telinga Neina pelan, membuat sang empu merasakan gel-enjar aneh di hati kecilnya.


Cup Reynaldo me-ngecup pelan bi-bir tipis yang selalu menghantui pikirannya selama beberapa bulan ini setelah kejadian Neina makan nasi goreng bersamanya di mobil saat hendak ke sekolah, dari semenjak itu Reynaldo selalu membayangkan bi-bir tipis milik istrinya itu.


Refleks mata Neina membulat merasakan ke-cupan lembut di bi-bir tipis nya, namun sang pelaku tidak mengindahkan hal tersebut dengan penuh kelembutan Reynaldo hendak memper-dalam ci-umannya dengan menekan te-ngkuk Neina.


"manis...semuanya berjalan seperti yang ku pikirkan selama ini... bi-bir istri kecilku ini sungguh terasa manis seperti saat dipandang... sungguh aku tidak merasa rugi memberikan ci-uman per-tama ku padanya... bukan hanya halal saja tapi memberikan kep-uasan untuk ku..." batin Reynaldo tersenyum samar di sela merasakan sen-sasi yang baru dia rasakan selama belasan tahu ini.


Dengan semangat menggebu-gebu namun masih terkesan le-mbut Reynaldo dengan senangnya me-mperdalam hi-sapannya, membuat Neina me-lenguh pe-lan yang semakin membuat ga-irah di hati Reynaldo semakin menggebu-gebu.


"Mmphhh" Neina tanpa sadar lagi dan lagi mengeluarkan suara la-knat tersebut , mata Neina terpejam tanpa dia sadari dia men-ikmati ci-uman per-tama nya yang diambil oleh suami kecilnya.


"mphh...kenapa rasanya sangat aneh...namun kenapa aku tidak bisa menolaknya..." batin Neina.


Deg Neina tersadar dari akt-ivitas yang mereka lakukan, dengan sedikit kasar Neina membuka kedua matanya dan mendorong kasar Reynaldo membuatnya terhuyung satu langkah ke belakang.


Neina memegang bi-bir nya yang mulai terasa ke-bas, aktivitas mereka lumayan cukup lama membuat Neina mulai merasakan sen-sasi tidak nyaman di bi-bir ti-pis nya, karena ini merupakan ci-uman yang per-tama bagi Neina sudah menjadi hal wajar jika merasakan se-nsasi tersebut, pun demikian dengan Reynaldo, namun Karena Reynaldo kaget dengan Neina yang tiba-tiba mendorongnya saat dia sedang me-nikmati akti-vitas yang sangat dia dam-bakan selama Ini membuat dia melupakan sen-sasi tidak nyaman tersebut.


"Ney..." lirih Reynaldo hendak melangkah kembali mendekati Neina.

__ADS_1


"berhenti di sana..." ucap Neina dengan memberikan kode tangan terangkat pada Reynaldo.


"mengapa aku bisa melakukan kebo-dohan seperti ini...hiks... ci-uman per-tama ku..." batin Neina meneteskan air matanya, membuat Reynaldo di sebrang sana mengernyitkan keningnya.


"kenapa kamu menangis Ney...." tanya Reynaldo tidak peka dan hendak melangkahkan kakinya namun lagi-lagi ditahan oleh Neina.


"hiks... berhenti disana..." teriak Neina dengan berderai air mata, perasaan nya jadi tidak menentu setelah tersadar dari akt-ivitas halal mereka.


"Ney...kakak mohon berhenti menangis...jika semua ini karena akt-ivitas barusan....kakak benar-benar minta maaf....kakak khilaf..." ucap Reynaldo yang sudah mulai mengerti dengan keadaan.


"hiks...aku bilang berhenti disana...hiks jangan pernah dekati aku lagi..."


"Ney..."


"hiks..tega kamu kak... mengambil sesuatu yang sangat penting bagi ku ..." teriak Neina dengan mata memerah .


"apa salahnya Ney ...kakak tau mungkin kakak kur-ang aj-ar sudah melakukannya tanpa izin terlebih dahulu padamu... tapi bukannya kita sudah halal...lantas apa yang kau takutkan Ney..."


"hiks....aku tau kakak sudah berhak atas diriku...tapi....kakak melakukan nya tanpa dasar cinta ...hiks aku bukan pem-uas naf-su mu kak....hiks...aku bukan perempuan seperti itu.. hiks..." teriak Neina dengan tubuh merosot mencium lantai membuat hati Reynaldo terenyuh melihat keadaan Neina.


"hiks... hiks..." Neina terisak pedih sekarang apa yang sudah dia jaga selama belasan tahun ini tak lagi ada, hatinya merasa gagal karena sudah terperdaya dengan kelembutan Reynaldo.


grepppp


"maafkan kakak Ney... maafkan kakak... sungguh kakak khilaf...tapi ketahuilah...apa yang kamu katakan itu tidaklah benar....kakak melakukannya bukan hanya karena naf-su semata saja...kakak mencintai mu Ney...harus berapa kali kakak mengatakannya agar kamu percaya dengan kakak... kakak tau kakak pendosa besar... kakak laki-laki tidak cocok untuk mu...tapi kakak mohon Ney... izinkan kakak untuk memperbaiki diri... agar bisa bersanding dengan mu...kakak sayang sama kamu... kakak mohon berhenti menangis... Kakak tidak bisa melihat mu sedih seperti ini hanya karena kesalahan kakak...kakak tidak mau melihat mu menangis lagi Ney...setiap kali melihatmu menangis hati kakak terasa di tusuk belati tajam...kakak tidak bisa melihat mu menangis.... maafkan kakak...kakak janji tidak akan melakukannya lagi tanpa seizin darimu...tapi ketahuilah... semuanya berjalan murni dari hati kakak... tanpa direncanakan...dan itu semua bukan naf-su semata... semuanya terjadi karena perasaan sayang kakak padamu... maafkan kakak sayang..."


.


bersambung ;(


.

__ADS_1


Huh haredang-haredang guys πŸ™ˆπŸ™Šouh tidak jari Author tidak ternodai πŸ™ˆ maafkan author sebelumnya author tidak mau mengetik hal yang berbau 18+πŸ™ˆtapi ada teman sesama author by yang menyarankan agar author sedikit membumbui novel author dengan yang berbau 18+ agar pembacanya Katanya tidak terlalu merasa novel ini terlalu datar πŸ™ˆtapi author tidak tahu apa kalian menyukainya atau tidak πŸ™ˆ yang jelas jika ada yang tidak suka dengan tulisan 18+ ini author minta maaf πŸ™ˆ sejujurnya author juga sedikit tidak nyaman menulis bab iniπŸ™ˆ author menulis yang aneh-aneh sedangkan author saja tidak pernah melakukan aktivitas 18+ ini 🀣bukan gak mau yah guys tapi agama kita yang melarang sebelum halal Ups πŸ™Š.


__ADS_2