
Jam pelajaran sudah selesai neina masih duduk di bangkunya memikirkan bagaimana sekarang dia pulang, apa dia harus menemui Reynaldo untuk pulang bersama atau tidak,tapi kalau dia pergi menemui Reynaldo pasti akan membuat semua orang Curiga dan belum tentu Reynaldo mau pulang bersamanya setelah pertengkaran tadi, ngomong-ngomong tadi neina jadi merasa bersalah sudah bersikap tidak sopan pada Reynaldo tapi memang itu juga pantas dia lakukan karena Reynaldo yang memulai neina hanya membalas saja, hufttt apa dia berdosa sudah bersikap tidak sopan pada suaminya?neina pun tidak tahu,entah apa yang harus dia lakukan kedepannya menikah dengan rival tentu bukan hal yang mudah apalagi rasa sakit yang Reynaldo tanamkan di hatinya bukanlah rasa sakit yang kecil yang bisa menghilang begitu saja dengan seiringnya waktu.
"arghhhhhhh gue jadi pusing harus gimana..."erang Neina menjambak rambutnya frustasi membuat kedua sahabatnya terkejut.
"ck lho kenapa Ney...gue lihat-lihat semenjak masuk jam pelajaran lho gak ada fokus-fokusnya gak seperti biasanya..." tanya Rere .
"iya nih Neina kenapa...apa ada masalah... dan kenapa kita belum pulang-pulang juga lihat dikelas hanya tinggal kita bertiga..." kepala Mutia celingak-celinguk memperhatikan isi kelas.
"gue gak kenapa-kenapa gue juga gak punya masalah..." Neina menggelengkan kepalanya.
"stop deh Ney lho kalo ada masalah cerita lah sama kita jangan dipendam sendiri... kita ini sahabat sudah seharusnya kita saling terbuka..."
"tapi ini masalahnya besar Re...gue gak yakin gue bisa cerita sama kalian..."
drt drt drt
"handphone Rere bunyi tuh..." ucap Mutia dengan gerakan cepat Rere mengangkat telpon nya.
"hallo Bun..."
"...."
"sudah kok Bun...ini juga Rere dan tia udah mau ke pulang...."
"..."
"iya Bun... wa'alaikumsalam..."
"ada apa re...apa Tante baik-baik saja..." tanya Mutia sedangkan Neina hanya diam saja menunggu jawaban Rere.
" bunda bilang kita dimana...ayo kita balik Tia...Ney supir lho udah jemput belom..."
"belum kalian pulang duluan aja...gue juga mau ke perpustakaan dulu..."
"yaudah kita duluan ...jaga diri lho baik-baik..." neina hanya mengangguk saja.
"karena sekarang Rere and Mutia udah pergi sebaiknya gue cari si bad boy saja...kalo gue gak pulang bareng dia pasti mama akan bertanya-tanya..." neina bangkit dari duduknya dan melangkah keluar.
"cupu...eh maksudnya Neina...lho kenapa belum pulang..." tanya Nando dengan khas tengilnya neina menatap Nando dengan malas.
"jangan urusi kehidupan gue..." neina berlenggang pergi meninggalkan Nando dengan mulut terbuka nganga.
__ADS_1
Baru pertamakali di sejarah bukunya Nando dia dicuekin perempuan, Nando adalah seorang cowok playboy kelas kakap di antara Reynaldo,bara dan Agus Nando lah yang paling terkenal dengan ke playboyan nya , sedangkan Agus adalah sosok cowok sad boy yang sampai sekarang belum pernah bisa melupakan sahabat kecilnya yang sudah mengambil hatinya semenjak kecil, kepergian sahabatnya yang tidak pernah ada kabar membuat Agus kecil menjadi cowok kecil sad boy lebih tepatnya cinta pertama nya meningkatkan nya tanpa ada kabar dan alasan.
Bara adalah sosok cowok cool tidak banyak berulah, sosok ketos ini terkena dengan kebijakannya tidak pernah terpikir dalam benaknya untuk merasakan jatuh cinta, siapa cinta pertama bara? author pun tidak tau karena dalam kehidupannya bara hanya sosok rajin tekun dalam belajar dan jangan lupa jika bara adalah sosok teman kecil Reynaldo dengan segudang rahasia.
Dan untuk Reynaldo tak perlu author jelaskan lagi, Reynaldo adalah sosok cowok macho namun dingin tapi juga tengil.
sosok bad boy ini yang sering membully anak murid yang terlihat tak modis tapi jangan salah kira hati bad boy ini sangatlah lembut dan baik hanya saja satu tragedi merubah sifat lembut nan baiknya menjadikan Reynaldo yang sekarang.
Ok cusss Karena sekarang author sudah jelaskan kepribadian mereka satu-persatu jadi author harap kalian tidak pusing lagi dengan mereka berempat.
eitsss author lupakan dengan Rere and Mutia.
Rere adalah sosok gadis tomboi dengan segala keisengannya dan kekasarannya di kamus besar nya tidak ada rasa takut yang teramat menurutnya,sompral blak-blakan itulah dia .
Dan untuk Mutia dia adalah gadis lugu dengan ke OONanya yang tiada tanding,Mutia adalah sosok gadis lembut dan cantik, Karena suatu tragedi menjadikan Mutia gadis O*N dan lugu yang pastinya hanya Rere beserta keluarga yang mengetahui seluk beluk kehidupan Mutia yang cukup tragis.
Yups readers kembali pada neina dan Nando 😉.
"anjayy ini gak bisa di biarkan citra gue sebagai playboy cap kakap bisa-bisa tercemar gara si cupu yang cuekin gue... hufttt untung gak ada yang liat kalo nggak malu gue .. apalagi kalo sampai si sagus yang liat bisa berabe gue kena bully... eitsss maksud gue si Agus..." ralat Nando.
"tapi ngomong-ngomong tuh bocah mau kemana... bukannya arah itu menuju kelas gue yah..." gumam Nando memperhatikan punggung Neina yang mulai menjauh dari pandangannya.
"Neina..."
"mau apa dia kesini..." ucap bara, Agus dan Reynaldo yang hampir bersamaan namun yang membedakannya Reynaldo bicara dalam hati, bara terlihat menyapa dengan senyum khasnya yang membuat perempuan mabuk kepayang.
"Neinaaa..."
"hey kak bara..." sapa Neina dengan senyum ramahnya bara hanya mengangguk saja dan bertanya...
"lho ada perlu apa kesini ..." tanya bara sementara Agus dan Reynaldo hanya diam acuh tak acuh apalagi Reynaldo yang kembali fokus dengan ponsel ditangannya.
"mmm aku...ehhh..gu..gue... mau ketemu bang Rey.." ucap Neina salah tingkah bagaimana tidak salah tingkah dia bingung,takut, malu semuanya menyatu menjadi satu apalagi setelah melihat tatapan tajam Agus dan ke acuhan Reynaldo.
"mau apa lho ketemu Rey..." ketus Agus turun dari mejanya da bersandar di dinding dengan tangan terlipat di dada.
"gu...gue ada perlu sama bang Rey..."
"cuhhhh lho gadis cupu ada perlu apa dengan Rey bos gue...apa lho mau goda dia... cihhhh murahan..."
brakkkk Reynaldo menggebrak meja.
__ADS_1
"ambil balik kata-kata lho.." dingin Reynaldo menatap tajam Agus membuat sang empu takut bersamaan dengan perasaan heran.
"ada perlu apa lho sama gue..." dingin Reynaldo menatap datar Neina.
"mmm itu..a...ada sesuatu yang harus gue bicarakan dengan bang Rey..." mata Neina memindai satu-persatu cowok yang ada dikelas itu yang tidak lain Reynaldo,Agus dan bara. Reynaldo yang mengerti tatapan Neina pun angkat bicara.
"lho berdua keluar..." perintahnya pada Agus dan bara Agus yang hendak bicara pun digagalkan bara dengan tangan nya yang langsung di tarik keluar.
"ada apa..." tanya Reynaldo untuk yang kedua kalinya dengan wajah dingin.
"hufttt gue mau pulang..." ucap Neina ketus.
"kalo mau balik tinggal balik kenapa harus bilang sama gueeee..." Reynaldo menatap dingin Neina dan kembali fokus dengan ponsel ditangannya.
"lho bad boy kenapa malah main ponsel lagi..gue mau balik apa lho gak dengar itu hah...." kesal Neina.
"terus kalo lho mau balik urusannya apa sama gue... timbang balik juga ribet amat lho..." geram Reynaldo yang tidak suka dengan kehadiran Neina yang mengganggu fokusnya.
"ck lho udah pikun hah...kalo gue pulang sendiri pasti mama akan bertanya-tanya kenap gue pulang sendiri tanpa lho..." geram Neina dengan mata yang melotot tajam.
"arghhhhhhh... kenapa gue bisa lupa kalo dia sekarang istri gue... arghhhh ribet..." Reynaldo menyambar jaket dan tas nya lalu berlalu keluar dengan diikuti Neina yang terus menggerutu tidak jelas.
" gak ada manis-manisnya pantes aja selama ini jomblo orang orangnya aja kek gini cewek mana yang mau sama kulkas..." gerutu Neina.
"eh lho mau kemana bos..." tanya Agus saat melihat Reynaldo Sudah membawa tas dengan jaket yang sudah tertera di badannya.
"balik..." jawab singkat padat Reynaldo
"eh tapi bos apa kita gak jadi ke sana..." teriak Agus karena Reynaldo sudah mulai menjauh.
"nanti jam tujuh aja ..." jawab Reynaldo.
"kesana kemana...apa yang mereka bicarakan kok gue jadi penasaran..."
"eh kenapa gue harus penasaran gak guna banget..." gerutu Neina yang bisa di dengarkan Reynaldo tapi Reynaldo memilih acuh saja Reynaldo tidak mau berdebat lagi dengan Neina yang benar-benar menguras emosinya.
.
.
.
__ADS_1
bersambung