Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 51 Gue lebih suka di kenal sebagai cewek galak


__ADS_3

Selamat pagi ๐Ÿ˜—


.


Happy reading ๐Ÿ˜š


.


.


.


"hahaha kejar aja kalo lho bisa ...hahahaha..." tawa Agus yang di barengi Bara.


Sementara itu di kantin terlihat Neina ddk yang sedang duduk memakan makanan masing-masing dengan sesekali mengobrol.


"Neina sekarang hebat yah bisa buat Aradella takut ..." senyum antusias Mutia yang di angguki Rere.


"Ney...apa lho serius mau rebut gelar primadona..." tanya Rere pemasaran.


"hahahaha gue tadi hanya ngancam dia aja..gue gak serius...gue gak kepengen gelar itu...gue lebih suka kaya sekarang aja..." tawa Neina.


"tapi Ney... bukannya lho katanya dulu primadona sekolah yah...menurut gue nih lho bakal dengan mudahnya mendapatkan gelar itu Ney kalo lho mau... sekarang lho udah cantik berprestasi dan mungkin hanya satu yang belum lho capai..."

__ADS_1


"apa..." mata Neina menyipit


"model...lho harus jadi model Ney...yang gue denger nih semenjak lho berubah banyak siswa-siswi yang nge fans sama lho... bahkan sebagian besar dari fans Aradella saja pada pindah haluan sama lho...hanya saja sebagian besar juga masih jadi fans setia Aradella..." jelas Rere.


"Ck...buat apa gue harus bersaing dengan tuh orang memperebutkan gelar tidak bermanfaat itu...gue lebih suka di kenal sebagai cewek galak dari pada primadona..." senyum miring Neina membuat Rere dan Mutia yang melihatnya merinding.


"eits lho yah Ney...kenapa malah mau jadi cewek galak..." tanya Rere tidak habis pikir.


"soalnya gelar itu menantang ..."


"Neina gak boleh jadi cewek galak loh... nanti tuhan marah..." ucap Mutia.


"Ck ..Tia gue juga galak hanya sama orang yang cari masalah aja..kaya tadi Aradella paham..." jelas sabar Neina pada Mutia .


"yaelah dari dulu juga lho kaya gitu Tia..." senyum mengejek Rere.


"ih Rere yah sama Tia kayanya gak suka banget...tiap kali Tia bicara selalu saja di ejek..." mata Mutia berkaca-kaca membuat Rere kelabakan.


"hahahaha rasain tuh Re kayaknya Mutia bakal nangis..." bisik Neina yang semakin membuat Rere kelabakan.


"ekhem... Tia mau es krim gak nanti biar Rere yang bayar..." bujuk Rere dengan nada lembut selembut bunga kapas๐Ÿคฃ.


"Rere serius..." tanya Mutia dengan mata berbinar terang.

__ADS_1


"iya dong....sekarang Tia pesan aja nanti Rere yang bayar..." ucap Rere tersenyum manis.


"makasih Rere.. yaudah Mutia mau pesan dulu..." cepat-cepat Mutia berlari untuk memesan.


"hahahaha...masih beruntung lho Re Tia gak sampai nangis...kalo gak lho pasti kena omel kedua orang tua lho..." tawa kencang Neina.


"jangan sampai deh....kalo Tia nangis susah di diemin nya kaya bocah..." ucap lirih Rere diakhir kalimat, dengan mata sendunya.


"lho sekeluarga yang sabar yah Re..gue yakin suatu saat Mutia bisa kembali kaya dulu lagi...gue yakin suatu saat Tia bisa kaya kita..." senyum manis Neina berusaha menghibur Rere yang jelas terlihat sedih sekali.


"terimakasih Ney..." senyum tipis Rere yang di angguki Neina.


"awwww...." teriak Mutia membuat Neina dan Rere mencari asal suara sang sahabat.


.


.


.


bersambung;(


.

__ADS_1


Ayolah readers jangan baca senyap Mulu ๐Ÿ˜” author juga butuh penyemangat untuk senantiasa nulis ๐Ÿ˜”hargai atu usaha author yang terus berusahalah up ๐Ÿ˜”jika kalian menganggap author cengeng atau cerewet minta like kalian percayalah readers kalian akan merasakan tidak semangat jika suatu saat kalian ada diposisi author ๐Ÿ˜”.


__ADS_2