Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 44 Hanya bisa memaklumi


__ADS_3

Selamat pagi readers 😗


Happy reading 😚


.


.


.


"Nanti Mommy telepon lagi yah Sayang... Mommy harus rapat dulu..." ucap Vina meminta izin yang di angguki Reynaldo sementara Neina hanya diam saja.


Tup


Tes Air mata Neina turun bersamaan dengan sambungan telepon yang ditutup sepihak, seketika badan Neina lemas tanpa tenaga .


"hiks... Mommy..." tangis Neina dalam dekapan Reynaldo.


"bersabarlah Sayang... percayalah Mommy bukannya gak mau menghabiskan waktu bersama kita... Mommy disana sedang sibuk...dan kesibukannya juga demi masa depan yang cerah untuk mu..." ucap pelan Reynaldo dengan terus mengelus lembut punggung Neina yang bergetar hebat, sungguh hatinya sakit melihat Neina sesedih ini, seketika pikirannya melayang mengingat kejadian pertama kalinya disaat dia melihat dan menenangkan Neina seperti saat ini dengan sebab yang masih sama, yaitu tidak mau ditinggalkan Mommy nya bedanya jika dulu ditinggalkan ke Amerika kalau sekarang ditinggal meeting, Namun ada sedikit rasa syukur di hati kecilnya Reynaldo jika dulu Neina menolak ditenangkan dirinya beda dengan sekarang yang sudah bisa menerimanya walaupun belum sepenuhnya.

__ADS_1


"gue janji Ney bakal jadi suami yang bertanggung jawab lho dan suami yang bisa jagain lho dan bahagiakan lho... tetaplah bersama gue yang buruk ini..." batin Reynaldo.


"hiks...kenapa kalian tega menyembunyikan masalah yang begitu besar pada Ney Mom, Dad...jika nyawa Neina sekarang sedang terancam mengapa kalian tidak menjaga Neina bukan malah menikahkan Neina dan meninggalkan Neina keluar negeri...hiks...apa Neina beban bagi kalian makanannya Kalian memperlakukan Neina seperti ini...hiks Mommy, Daddy, kak Tira Ney kangen...hiks bawa Ney juga kesana ... Ney juga mau berkumpul bersama kalian...hiks Mommy...." batin Neina menjerit dengan sesekali meremas d*da nya yang begitu sakit dan menyesakan, hatinya sekarang sakit sekali,pengap itu yang dia rasakan ingin sekali dia membelah tubuhnya dan membuang hatinya dari organ tubuhnya agar tidak merasakan sakit dan sesak lagi yang menyiksanya.


"sudah sayang...mari kita sarapan lagi sebentar lagi bel sekolah dan kita masih di rumah..." ucap pelan Reynaldo dan melepaskan pelukannya, ditatapnya mata sang istri yang sembab dan berderai air mata , seketika tangannya tergerak menghapus banjiran air mata tersebut.


"sudah yah jangan menangis lagi...kakak janji nanti kalau libur pergantian semester tiba kakak ajak Ney ke Amerika menemui Mommy, Daddy dan kak Zales..." ucap Reynaldo dengan serius, Neina hanya diam saja ditatapnya mata Reynaldo guna mencari kebohongan disana, namun yang dia dapatkan malah kejujuran dan tatapan lembut yang diarahkan padanya, seketika dia mengangguk dan memaksakan sedikit tersenyum kecil untuk Reynaldo.


"Lanjutkan sarapannya..." ucap Reynaldo mengelus rambut Neina yang sedang mengambil sendok kembali.


"bi... temani Neina dulu..." ucap dingin Reynaldo pada art, lalu berdiri dari kursinya menuju ruang tamu.


Sementara itu di ruang tamu Reynaldo menelepon seseorang di seberang sana.


"gue bakal datang telat...gerbang jangan dulu di kunci dan temui teman Neina dan katakan padanya jika Neina bakal telat...kalo nanti ada guru bertanya katakan saja izin terlebih dahulu..."


"__ __ __"


"thanks...."

__ADS_1


Tup Sambungan di tutup sepihak oleh Reynaldo tanpa mendengarkan jawaban dari sebrang sana, kaki panjangnya itu kembali melangkah ke meja makan lagi dan melanjutkan aktivitas sarapan paginya yang sempat tertunda,sepuluh menit berlalu Neina dan Reynaldo sudah bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju mobil Reynaldo yang sudah terparkir rapih di halaman rumah.


"ayo masuk Ney..." ucap lembut Reynaldo membukakan pintu mobil untuk Neina, lagi-lagi Neina hanya diam saja membuat Reynaldo menghela nafas berat sungguh dia tidak suka melihat Neina bersedih, namun dia juga jelas tau bagaimana perasaan Neina sekarang, jadi yang dapat dia lakukan hanya memaklumi saja dan berusaha menghibur semaksimal mungkin atau hanya sekedar diam jangan mencari masalah yang bisa membuat Neina semakin bersedih.


.


.


.


bersambung;(


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak yah reader author udah caper-cape buat satu bab walaupun pendek disela-sela jamkos Author 🤭😂.

__ADS_1


__ADS_2