Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 48 Teman b*jingan


__ADS_3

Selamat malam readers 😗


Sebelumnya author minta maaf kemarin gak up dikarenakan kesehatan author sedang menurun ini juga baru dari pak dokter...dan setelah minum obat Alhamdulillah badan author agak membaik jadi author sempatkan untuk up... author gak mau membuat readers author kecewa 🥺 dan jangan lupa jempol,bunga dan komentarnya 🥺 yang masukan favorit lebih dari 20 tapi yang like cuma satu dua tiga dan Paling banyak 8 jempol😭 ayolah readers berbaik hati lah hargai karya author ini... menuangkan ide itu tidak semudah yang kalian bayangkan 🥺.


Happy reading 🥺


.


Jam istirahat pun telat tiba semua murid sudah bubar ada yang ke kantin dan ada juga yang pergi ke perpustakaan dan masih banyak lagi.


"Ney...kenapa lho tadi bisa telat ...." tanya Rere yang sedang bersandar di kursinya.


"nunggu si bad boy..."jawab Neina yang menyembunyikan kepalanya di kedua tangannya dan mencoba memejamkan matanya.


"Mommy kira-kira sedang apa yah...katanya mau telepon gue lagi...tapi sampai sekarang belum ada..." batin Neina .


"Neina... Rere ayo kita ke kantin... Mutia laper..." ucap Mutia menghentikan obrolan mereka namun tidak ditanggapi.


"Ney...kenapa lho gak bawa mobil sendiri aja... dari pada lho terus nunggu si senior sombong itu..." tanya Rere membuat Neina menyembulkan wajahnya.


"gue juga mau nya kaya gitu Re...tapi tante Fira gak ngizinin gue... katanya gue lebih aman bareng si bad boy..." ucap Neina membuat Rere menghela nafas berat.


"ck...kapan Tante Safira pulang dari luar kota.... ingatkan lho dengan janji lho waktu di cafe waktu itu..."


"iya gue ingat... tante fira nanti sore katanya pulang tapi entahlah gue gak tau..." jawab Neina.


"tapi Ney...lho gak ada rasakan sama si bad boy..." tanya Rere yang membuat Neina terdiam untuk sesaat.


"gue punya rasa ama si bad boy... pertanyaan apa itu...gak masuk akal banget..." batin Neina.


"lho ngaco Re...mana ada gue seperti yang lho pikirkan...udah ah ayo kita ke kantin aja..." Neina bangkit dari duduknya dan melangkah lebih dulu yang diikuti Mutia dengan girang.


" lho Tia jalan biasa aja kali...gak usah lebay sampai lompat-lompat segala...jatuh baru tau rasa lho ...dasar bocah..." tegur Rere yang seperti mengejek sang sepupu namun aslinya menegurnya.


" ih Rere...kan Mutia lagi seneng mau ke kantin..." ucap Rere dengan senyum manisnya.


"ck ...gue juga tau tapi gak gitu juga kali...lho kelihatan bocah SD tau ..."kesal Rere tidak suka Mutia bersikap seperti itu yang membuat para siswi lain menertawakannya.


"apa lho lihat-lihat...gak usah ketawa-tawa gak ada yang lucu..." berang Rere saat melihat para siswa-siswi semakin menertawakan sepupunya Mutia.


Refleks Neina mengehentikan langkahnya saat mendengar ucapan sahabatnya itu, kepala Neina langsung melihat ke arah belakang dimana Rere yang sedang memelototi siswa-siswi yang menertawakan Mutia,namun bukannya takut siswa-siswi itu malah semakin tertawa-tawa riuh.


"hahaha....dua sodara yang aneh ..." tawa siswa C.


"iya tuh... yang atu nya bego gak ketulungan dan yang atu nya lagi garang kaya kucing garong..." ledek siswi B.


"hahahaha hahahaha..." Tawa siswa-siswi semakin keras membuat tangan Neina terkepal erat dan berjalan menghampiri mereka.

__ADS_1


"siapa yang lho katain kucing garong dan bego..." dingin Neina yang membuat semua siswa-siswi itu langsung terdiam.


"gue tanya lagi...siapa yang lho katain kucing garong dan bego..." teriak Neina pada siswi yang mengatakan Rere dan Mutia kucing garong dan bego.


"mmm...gak ada..." gugup siswi B.


"berani sekali lho hina sahabat gue...apa lho udah bosan hidup hah..." teriak Neina semakin dingin dan mencengkram erat dagu siswi itu.


"a..ampun Ney...gue minta maaf..." cicitnya.


"ck...kemana nyali lho yang tadi hina sahabat gue hah...ini gue jelaskan sama lho ..Mutia gak bego tapi dia istimewa ... dan yang lho panggil kucing garang itu dia sosok saudari yang gak suka melihat sepupunya dihina...lho paham..." teriak Neina mendorong kuat siswi B itu sampai tersungkur mencium lantai.


"Hahaha... Neina -Neina...buat apa lho belain gadis bego kaya dia... sampai-sampai lho dorong siswi itu...loh emang itu faktanya kalo sahabat lho itu bego..." Sinis Aradella yang dari tadi melihat aksi Neina.


Seketika bibir Neina menyeringai melihat kedatangan Aradella dia melangkahkan kakinya dan berjalan ke arah Aradella yang bersedekap dada.


"coba lho bicara lagi princess sekolah...ck-ck... memalukan sekali seorang primadona sekolah kita ikut-ikutan membully teman nya...ck...gelar dan sifat lho sangat bertolak belakang...lho gak pantas di panggil primadona sekolah...gelar itu terlalu terhormat bagi orang yang gak bermoral kaya lho ini..." ejek Neina melihat Aradella dari atas sampai bawah dengan bibir mengejek yang jelas menghina Aradella.


"jaga ucapan lho cupu...." teriak Aradella tidak terima dikatakan seperti itu.


"ck... ternyata princess kita buta yah...gak bisa bedakan mana gadis cupu dan mana gadis cantik... hahaha kasihan banget ..." ejek Neina lagi yang membuat Aradella kesal dan hendak menampar Neina.


Trekk


"awwww..." teriak Aradella saat tangannya di pelintir Neina.


"jaga tangan lho...kalo lho masih mau tangan lho baik-baik saja...kalo gue kedepannya lihat dan dengar lho hina sahabat gue lagi...gue gak segan-segan rampas gelar kesayangan lho itu..." ancam Neina .


"hahaha... jangan lupakan siapa gue yang dulu Aradella...hahaha jika gue mau besok pun gue busa mendapatkan gelar itu dan membuat lho lengser dari gelar terhormat kesayangan lho itu..."


buggggg Neina mendorong Aradella dan melangkah meninggalkannya begitu saja.


"NEINAAAAAAA.... KURANG AJAR LHO... AKAN GUE LAPORKAN LHO PADA KEPALA SEKOLAH..." teriak Aradella.


"laporkan saja ...gue gak takut..." tantang Neina.


.


.


.


Di tempat lain Reynaldo sedang menatap intens wajah Nando yang dari tadi tidak mahu bicara padanya.


"Kenapa lho tadi gak nunggu gue..." tanya Reynaldo untuk yang ketiga kalinya.


Nando masih diam tidak menjawab malah anteng memainkan ponselnya.

__ADS_1


brakkkkkkkk


"apa lho gak denger gue sedang bicara sama lho..." ucap Reynaldo menggebrak meja.


"apa..."


"gue harus bicara apa sama teman l*knat kaya lho... yang berani nikung gebetan sahabatnya sendiri..." ucap Nando yang akhirnya mengeluarkan suaranya.


"gue gak pernah rebut gebetan lho..." kilah Reynaldo yang membuat Nando terpancing emosi.


buggggggg


"Rey..."


"bos..."


"setelah lho berani rebut gebetan gue..lho masih berani berkilah hah...dasar teman b*jingan lho..." marah Nando dengan napas naik turun.


"lho apa-apaan hah Do..." kesal Agus menatap tajam Nando sementara Bara membantu berdiri Reynaldo yang terhuyung ke belakang.


"apa...apa lho juga mau belain dia... silahkan...gue gak peduli meskipun lho gak mau berteman dengan gue lagi... yang jelas gue benci dengan b*jingan itu..." teriak marah Nando menatap sangar Agus.


buggggg


"kayaknya lho masih terjebak di mimpi lho Do...lho butuh di sadarkan dengan bogeham mentah gue ..." ucap dingin Agus yang membuat Nando terkeheh.


"hah... lho sama aja b*jingan nya kaya mereka...(menunjuk Reynaldo dan Bara) lho belain aja teman l*knat kaya dia..." berang Nando dan berlalu meninggalkan mereka semua.


"Do .."


"Nando...mau kemana lho..."


"NANDO..."


"sudah Gus biarkan saja... mungkin tuh anak lagi butuh sendiri..." ucap Bara.


"tapi Bar..."


"biarkan saja..." ucap Reynaldo menyeka darah di sudut bibirnya seketika Agus diam tidak membantah lagi.


.


.


.


bersambung;(

__ADS_1


.


Maaf readers jika episode ini berantakan dan gak nyambung author sudah berusaha untuk fokus tapi selalu gagal fokus😢 karena nafas author yang mulai sesak lagi 😢mohon do'anya yah readers semoga author cepat sembuh dan bisa up lagi amin 😢🤲🏻.


__ADS_2