
Selamat malam readers 😗
.
Happy reading 😚
.
.
.
"apa yang gue lakukan sudah benar...apa gue gak kelihatan terlalu murahan..." batin Neina di sela-sela langkah kakinya.
"kenapa naik lift..." tanya Neina saat Reynaldo mengajaknya naik lift.
"biar cepat sampai..." balas Reynaldo selembut mungkin.
"tapi Ney mau lewat tangga saja..."
"tidak .... kakak tidak mengizinkannya Ney..."tegas Reynaldo membuat Neina cemberut dan melepaskan tangan Reynaldo.
"kalo menuruni tangga itu terlalu lama dan bisa membuat mu kelelahan Ney..." sabar Reynaldo.
"tapi Ney mau lewat tangga..." ucap Neina dan menuruni tangga meninggalkan Reynaldo yang menghembuskan nafasnya.
"sabar Rey...sabar ..." gumam Reynaldo mengsugesti dirinya untuk bersabar.
"buat apa ikuti Ney..." cemberut Neina merasa kesal dengan Reynaldo.
"tentu saja untuk mengikuti istri kesayangannya kakak..." ucap Reynaldo mencubit Pelan hidung mancung Neina membuat Neina semakin cemberut.
"sakit tau kak...lepasin..." rengek Neina membuat Reynaldo terkekeh geli.
"jadi begini rasanya becanda dengan istri...hati gue menghangat dan rasanya mau terus melihat lho bahagia Ney ... Kakak janji gak bakal sia-siakan kesempatan ini..." batin Reynaldo bertekad untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada.
"ih ... kakak lepas..." teriak Neina semakin merengek dan menghentak-hentakan kakinya, merasa istri kecilnya semakin menggemaskan Reynaldo tanpa sadar menc*um pipi Neina.
__ADS_1
Cup
blushhhh seketika pipi Neina memerah Semerah tomat mendapatkan c*iman mendadak itu, namun Reynaldo malah semakin dibuat gemes saat melihat pipi Neina yang memerah.
"kenapa kamu selalu menggemaskan Sayang..." senyum manis Reynaldo menatap wajah cantik milik Neina yang bersih tanpa jerawat, tidak seperti wajah author yang di tumbuhi jerawat menstruasi 🤣.
"ih...kakak...kenapa c*um-c*um Ney..." rengek Neina menepis tangan Reynaldo yang masih berada di pipi kirinya.
"kakak gak c*um-c*um... kakak hanya c*um saja..." kilah Reynaldo yang mendapatkan pelototan Neina.
"sama saja..." rengek Neina.
" tentu beda my little wife...c*um-c*um itu berulangkali sedangkan kakak hanya satu kali ..." bela Reynaldo tersenyum devil berhasil membuat istrinya tidak bisa membalas perkataannya lagi.
"ih...tau ah..." cemberut Neina dan berjalan cepat meninggalkan Reynaldo.
"eh...kok marah...padahal cuman becanda...." batin Reynaldo kelimpungan dan langsung mengejar langkah Neina.
Hap Reynaldo memegang tangan mungil milik Neina.
"maaf...kakak cuma becanda..." ucap Reynaldo serius dengan sedikit takut, tentu saja Reynaldo takut , takut Neina marah padanya dan kembali bersikap dingin lagi padanya.
"sayang...kakak serius hanya becanda...plis jangan marah oke..." pinta Reynaldo dengan wajah memelasnya.
"huftt...buahahaha..." neina tertawa kencang melihat ekspresi wajah Reynaldo.
"kok malah ketawa..." bingung Reynaldo.
"wajah kakak... hahahaha...wajah kakak kaya bocil hahaha...kakak kaya gitu terlihat sangat jelek tau... hahahaha..." tawa kencang Neina.
"enak saja kakak di bilang jelek...suami mu ini sangat tampan yah..."ucap Reynaldo bersedekap dada pura-pura marah.
"hahahaha...sekali jelek yah jelek... woleeee...." Neina menjulurkan lidahnya dan berlari secepat kilat menjauh dari Reynaldo.
"eh jangan lari kamu yah Ney....enak aja udah ngatain kakak jelek...sini kamu kakak c*um baru tau rasa..."
"woleeee... c*um aja kalo bisa... woleeee..." Neina lagi-lagi menjulurkan lidahnya dan berlari menuruni tangga yang tinggal sedikit lagi.
__ADS_1
"tunggu kamu yah...kalo kakak udah tangkap ...kakak cubit itu bibir mu yang sudah berani mengatai kakak jelek..." ucap Reynaldo semakin mengencang kakinya mengejar Neina yang sudah berlari ke arah sofa.
"Woleeee ... gak kena..." neina menjulurkan lidahnya dengan kedua tangan di telinga membuat Reynaldo semakin dibuat gemas.
"awas yah Ney...kak tangkap nih..."
Hap
"hahahaha...geli kak geli..." tawa kencang Neina yang di gelitiki Reynaldo.
"hahahaha...ampun kak ...ampun... sumpah ini geli kak..."
"gak bakal kakak kasih ampun...sini mana bibir yang udah berani ngatain kakak jelek..."
"hahahaha geli kak..."
"sini...mana bibirnya...kakak c*um nih... hahahaha..." tawa puas Reynaldo yang berhasil mencium Neina, eits tapi jangan salah yang di c*um Reynaldo hanya pipi Neina yang sudah memerah karena terlalu banyak tertawa.
"hahahaha...ampun kakak..."
"rasain ini... hahaha...ini lagi hahahaha..."
"hahaha ...hahaha..." ruang tamu bergema di penuhi suara tawa kedua sejoli yang baru berbaikan itu, sementara dari arah lain para pelayan senyum-senyum sendiri menyaksikan keromantisan kedua majikan mudanya itu.
"ternyata tuan muda bisa romantis juga yah..." ucap Rini.
"laki-laki mama yang tidak akan bersikap seromantis ini ...pada wanita secantik nona..." timpal kepala maid yang juga ikut bahagia
yang di iyakan pelayan yang lainnya.
.
.
.
bersambung ; (
__ADS_1
.
Author udah dobel up nih jangan lupa jempol, bunga dan GIF nya readers...😚.