
Selamat Sore readers 😗
.
Happy reading 😚
.
"Sangat terlihat seperti pasangan kekasih yang sedang bertengkar....ck... menyebalkan..." batin Neina memutarkan matanya malas.
"hiks.. apa kakak tega meninggalkan Ica sendirian...gimana kalo Ica kenapa-kenapa..." teriak Ica saat melihat mobil milik Neina sudah berlalu melewatinya.
"arghhhhhhh...kakak...." teriak Ica dengan berderai air mata mencari simpati semua orang.
"kasihan yah anak baru itu...dia sudah datang jauh-jauh sampai pindah sekolah...hanya untuk bisa berdekatan dengan tunangannya... tapi lihat lah tunangan nya malah jalan dengan cewek lain..."
"benar banget...gak nyangka yah bang Rey tega kaya gitu..."
__ADS_1
"jangan menyalahkan bang Rey... cowok mana sih yang gak bakal tertarik dengan cewek secantik Neina...dan bukan hanya cantik saja...dia juga cerdas dan..."
" sudahlah jangan menggosipkan sesuatu yang tidak penting...itu urusan mereka bertiga kita tidak perlu ikut campur..." tegur seorang siswi.
"lihat saja... mungkin sekarang lho bisa miliki kak Rey....tapi gue pastikan itu semua hanya untuk sesaat saja..." batin Ica mengepalkan kedua tangannya.
Jika Ica sedang dalam suasana hati yang buruk lain halnya dengan Reynaldo yang terus bersiul senang disepanjang perjalanan karena bisa satu mobil lagi dengan pujaan hatinya.
"lho bisa diam gak sih..." teriak Neina yang akhirnya kehilangan kesabarannya.
"gak..." ketus Neina.
"itu semua karena mu..." ucap Reynaldo dengan mata berbinar terang.
"berada di dekat mu membuat suasana hati kakak gembira...dari kemarin malam kakak sangat merindukan mu Ney...kakak sudah tidak bisa lagi hidup tanpamu... hidup kakak hampa tanpa kehadiran mu yang mengisi waktu kakak Ney..." sambung Reynaldo.
"ckkkk...maaf yah gue gak mempan dengan gombalan receh kaya gitu..." sinis Neina membuat hati Reynaldo terasa terhimpit batu besar, dengan tersenyum miris Reynaldo mengacak pelan rambut Neina.
__ADS_1
"itu semua murni dari hati kakak... tidak seperti yang kamu katakan Ney..." senyum getir Reynaldo yang untuk kesekian kalinya mendapatkan penolakan dari Neina, baik melalui perkataan dan sikap Neina yang selalu menunjukkan penolakan untuknya.
"terserah..." Neina memutarkan matanya kesamping melihat jalanan yang sudah mulai padat, waktu pulang sekolah yang bertepatan dengan jam istirahat para pekerja membuat jalanan menjadi macet.
Seketika keadaan menjadi hening baik Neina maupun Reynaldo tidak ada lagi yang mengeluarkan suaranya, tidak ada lagi siulan kegembiraan Reynaldo, tidak ada lagi protes-an Neina yang selalu menyuruh Reynaldo untuk diam, dan akhirnya keinginan Neina yang mau hening diiyakan Reynaldo yang seketika menjadi diam merasai hatinya yang terasa di tusuk belati tajam.
"mengapa mendapatkan dan meluluhkan hati lho... memerlukan perjuangan yang sangat panjang...apa tidak ada kah maaf untuk gue Ney...gue tau gue bersalah...gue tau gue sudah melukai hati lho ...tapi gue sekarang sudah sadar atas kesalahan gue dulu...gue hanya ingin menjalankan pernikahan kita seperti pernikahan pada umumnya...tapi mengapa seolah lho mempersulit jalannya Ney..." batin Reynaldo.
"aku bukannya tidak percaya dengan perkataan mu kak...aku percaya...tapi...masih ada setitik rasa takut di hatiku...jika nanti aku akan terluka untuk kedua kalinya...cukup dulu aku merasakan kecewa yang teramat dari mu kak... tidak untuk sekarang... jika benar kakak mencintai ku...maka buktikan dan berjuang lah lebih keras lagi...luluhkan lah hati ini yang sudah membuka... cairkan lah hati ini seperti sedia kala sebelum kau buat dia kecewa... kalo harus jujur... sungguh aku juga sudah mulai mencintai mu kak...namun setiap kali aku ingin melupakan kenangan buruk itu...kenangan buruk itu justru semakin menjadi... dan berputar-putar di otak kecil ku ini... maafkan aku kak..." batin Neina sambil menghela nafas berat.
"ayo turun kita sudah sampai..." ucap Reynaldo membuka sabuk pengamannya lalu beralih ke sabuk pengaman yang dipakai Neina, sedangkan Neina hanya diam saja merasakan perlakuan lembut Reynaldo dan tanpa diduga-duga lagi Reynaldo membukakan pintu mobil untuk nya.
"sebenarnya kamu itu orang baik kak... tapi ntah apa yang membuatmu dulu sangat membenciku... sampai-sampai menyuruh semua orang untuk menjauhi ku ... bahkan tidak sampai disana...kau juga menyuruh semua siswa-siswi membully ku tanpa ampun...maaf jika sikap ku sekarang terlihat egois tidak bisa mempercayai mu lagi...tapi sungguh aku sudah berusaha melupakannya...namun hatiku belum sembuh sepenuhnya...luka yang kau torehkan di hati ku ini terlalu besar dan terlalu dalam untuk dimaafkan secepat ini..." batin Neina menatap Reynaldo yang sedang tersenyum manis padanya.
.
bersambung ;(
__ADS_1