Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 36 Kalo gue harus kehilangan uang sebanyak itu Itu bukan masalah bagi gue


__ADS_3

Mat siang readers 😗


happy reading 😚


.


"gue gak butuh penjelasan lho dan gue gak mau bicara sama lho..." tekan Neina dengan mata melotot tajam.


"Ney..."


"pergiiiiiii..."


greppppppp


"Ney... dengerin penjelasan gue..."


"gue mohon..." ucap Reynaldo lagi saat merasakan Neina memberontak menolak untuk di peluk.


"Lepasin..." berontak Neina berusaha mendorong tubuh Reynaldo namun kekuatan Reynaldo jelas lebih besar dibandingkan Neina.


"gak sebelum lho dengerin penjelasan gue..." kekeh Reynaldo.


"lepas..."


"gue bilang lepas Reynaldo..." teriak Neina.


"ok gue lepasin tapi dengerin penjelasan gue..." Reynaldo mengurai pelukannya.


plakkkkkk


"jaga sikap lho... jangan melebihi batas dan bersikap kurang ajar sama gue..." tekan Neina memplototkan matanya sedangkan Reynaldo memegangi pipinya yang terasa perih dan ngilu sungguh tamparan Neina tidak main-main sepertinya dia menggunakan sedikit tenaga dalamnya.


"lho nampar gue Ney..." tanya Reynaldo lirih menyeka darah yang ada di sudut bibirnya.


"cih...lho masih nanya..."


"apa salah gue Ney..." tanya Reynaldo yang benar-benar merasakan sakit di hatinya jika hanya di cuekin mungkin Reynaldo masih bisa memaklumi tapi ini tamparan, istri kecilnya menamparnya sungguh tidak dapat dipercaya.


"cih...lho udah berani peluk gue... maksud lho apa hah berani peluk- peluk gue...apa lho pikir gue cewek murahan yang dapat lho peluk seenaknya..."


"apanya yang salah...lho istri gue Ney apa salahnya kalo gue meluk lho..."


"jelas salah karena gue gak pernah nganggap lho suami gue...." tekan Neina.


deg hati Reynaldo seketika di tusuk belati tajam sakit? jangan ditanya lagi .


"kenapa rasanya hati gue sakit banget denger lho bicara seperti itu Ney... ternyata sampai sekarang gue belum bisa masuk ke dalam hati lho walaupun sekecil biji kurma..."

__ADS_1


" gue gak jemput lho ke kelas karena gue lupa ada janji sama lho...tadi siang tiba-tiba ada urusan yang harus gue selesaikan secepatnya..."


"cihhhh...kalo lho gak bisa nemenin gue ke makam kak Tara seharusnya lho bilang dari awal gak usah sosoan mau nemenin gue kalo kenyataan nggak bisa nemenin gue..."


"maafin gue Ney ...gue benar-benar gak ada maksud buat lho nunggu dan memberikan harapan palsu untuk lho...tadi gue tiba-tiba dapet telpon dari manager cafe kalo ada klien yang mau bertemu langsung dengan pemilik cafe R2S tanpa di wakilkan lebih tepatnya mitra bisnis gue yang bakal memberikan keuntungan besar untuk cafe gue yang baru buka cabang ke dua ingin bertemu sama gue tanpa di wakilkan wakil gue seperti biasanya..." jelas Reynaldo menatap serius Neina sedangkan Neina memilih diam.


"pemilik cafe...mitra bisnis...cafe gue...apa maksudnya...." seolah mengerti dengan apa yang Neina pikirkan Reynaldo pun mengacak gemas rambut istri kecilnya itu.


"yang lho pikirkan memang benar adanya...gue punya cafe Ney...waktu gue ngajak lho makan di cafe waktu itu gue bawa lho ke cafe gue yang baru dibuka lebih tepatnya cafe cabang terbaru gue..." jelas Reynaldo tersenyum lembut menatap istrinya yang tampak syok .


"l..lho..." ucap Neina tidak melanjutkan perkataannya seketika dia menutup mulutnya tidak percaya, dengan apa yang dikatakan suaminya kejadian saat datang ke cafe beberapa hari yang lalu langsung terbayang kembali di ingatan Neina.


Teringat disaat mereka baru datang ke cafe manager cafe dan para pelayan langsung menyambut kedatangan mereka dengan hormat dan menundukkan kepalanya.


"astaga...jadi penyambutan waktu itu karena mereka sedang menyambut pemilik cafe nya yang tidak lain dan tidak bukan suami gue..." batin Neina dengan menggelengkan kepalanya.


"kenapa gue baru sadar sekarang...ck..gue pikir waktu itu mereka menundukkan kepala dan menyambut kami itu semua dilakukan karena kami pelanggan baru dan karena cafe itu baru buka makannya sampai menyambut kami seperti itu.... ahhhhhhh gue bego banget...kenapa gue gak kepikir dan curiga.... dengan sambutan mereka dan pemikiran gue waktu itu gak sinkron banget ... memikirkan penyambutan itu dilakukan karena kami pelanggan baru tidak masuk akal..." pikiran Neina seketika berkecamuk sedangkan Reynaldo tersenyum lembut melihat istrinya yang sedang mengigit b*bir bawahnya.


"lho ngegemesin banget sih Ney..." batin Reynaldo.


"ekhem...lho mikirin apa Ney... sampai segitunya..." ucap Reynaldo menyadarkan Neina dari lamunannya.


"lho... sedang becanda kan..."


"becanda apa nya..." tanya Reynaldo pura-pura tidak mengerti.


"jangan pura-pura bego lho..."


"ck lho sedang bohong kan...mana mungkin lho punya usaha cafe di usia semuda ini..."


"buat apa gue bohong sama lho..." kekeh Reynaldo mengacak rambut Neina lagi tapi langsung di tepis Neina.


"gak usah ngacakin rambut gue..." kesal Neina seketika mengerucutkan bibirnya


"gak usah di manyunin kaya gitu b*birnya...gue c*um baru tau rasa lho..."


"Reynaldo..." teriak kesal Neina yang seketika berhasil memecahkan tawa Reynaldo.


"hahahaha... hahahaha.... lho lucu banget Ney...sensi amat sih lho... lagi PMS lho..." kekeh Reynaldo disela-sela tawanya.


"berhenti ketawa gak lucu..." kesal Neina kembali mengerucutkan bibirnya.


"hahahaha... Ok - Ok istri kecil ku..."kekeh Reynaldo.


blushhhh seketika pipi Neina memerah malu mendengarkan perkataan Reynaldo 'istri kecil ku ' itu sangat menggelikan namun membuat jantungnya berdetak cepat sepuluh kali lipat lebih dari biasanya.


"itu kenapa dengan pipi lho Ney..."

__ADS_1


"apa lho sakit..." goda Reynaldo.


"apaan sih...siapa juga yang sakit..." ucap Neina menepis tangan Reynaldo yang memeriksa dahinya.


"kalo lho gak sakit kenapa pipi lho merah banget Ney..." kekeh Reynaldo.


"ck..gue gapapa..." Reynaldo hendak membalas perkataan istrinya namun urung karena handphonenya berdering nyaring.


ceklek


"hallo..."


" bos gawat kami tidak bisa menenangkan rekan kita...dia tadi membatalkan acara kerjasama kita karena bos tidak bisa datang kesini... katanya bos tidak tepat janji tidak profesional...cafe kita rugi banyak bos bagaimana ini..." Reynaldo tersenyum miring 'seperti yang gue pikirkan ' pikirnya.


"tidak masalah..." singkat Reynaldo.


"tapi bos kita rugi 25 JT... "


"tidak masalah penghasilan perhari kita masih bisa menutup kerugian itu..."


" iya sudah jika itu sudah jadi keputusan bos..."


"hmm..."


Tup sambungan telepon di tutup Reynaldo, mata Reynaldo dengan Neina beradu.


"kenapa hmm..." tanya lembut Reynaldo membenarkan helaian rambut Neina yang menutupi wajah cantiknya.


"apa lho rugi gara-gara gue ..." tanya Neina mengintimidasi sedangkan Reynaldo hanya menggeleng saja.


"bukan rugi hanya saja harus menut..."


"gue denger semuanya Rey walaupun samar-samar..." potong Neina saat tau Reynaldo hendak menutupi kebenaran.


"lho rugi karena lho gak bisa tepati janji pastinya gara-gara nyari gue kan...dan nama baik lho juga tercemar ga..." Reynaldo menyimpan jari telunjuknya di bibir Neina yang seketika berhasil menghentikan perkataan Neina.


"gue gak rugi karena harus kehilangan uang segitu...tapi gue rugi kalo gue kehilangan lho Ney...gue lebih baik kehilangan uang dari pada harus kehilangan lho karena kelalaian gue sama lho ..."


"uang bisa di cari tapi istri semanis lho susah di dapatkan...lagi pula gue kerja buat lho...buat memenuhi kebutuhan lho...jadi kalo gue harus kehilangan uang sebanyak itu ...itu bukan masalah bagi gue ..." jelas Reynaldo dengan berkata lembut mata mereka saling beradu Jantung Neina berdetak lebih kencang mendengarkan penjelasan Reynaldo, seketika didalam perutnya bermekaran bunga-bunga cinta yang membuat Neina ingin menangis haru mendengarkan perkataan dan penjelasan yang begitu lembut mengetuk pintu hati nya, namun sebisa mungkin dia tahan dia tidak mau terlihat rapuh dihadapan Reynaldo apalagi menangis karena mendengarkan perkataannya yang belum tentu benar dan tulus.


.


.


.


bersambung ;(

__ADS_1


.


jangan lupa tinggalkan jejak 👣 nya readers biar author semakin semangat nulisnya 🥺


__ADS_2