Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 13 Sama-sama aneh


__ADS_3

Happy reading 😚


Pagi-pagi sekali neina menghebohkan satu mansion dengan teriakan yang menggemparkan, semua penghuni mansion tersebut berbondong-bondong masuk ke kamar neina yang masih senantiasa berteriak.


"ahhhhhhh tolonggggggggg... seseorang tolong neinaaa.... tolonggggggggg.... ahhhhhhh minggirrrrrr..."


" hos hos hos...ada Ney.. hos .." tanya zales .


"Kakakkk.. tolonggggggggg neinaaa...di kamar mandi ada tikus... tolonggggggggg kak hiks neina takutttt..." teriak neina dengan berderai air mata.


"ck kamu Ney itu cuman tikus tapi kamu teriak-teriak kaya lihat hantu aja..."


"tapi neina takut..."


"huft Ney sayang kamu buat mom khawatir saja...mom pikir ada apa..."


"dasar tuh anak manja mommy... ketimbang tikus aja teriak-teriak sampai menggemparkan satu mansion..." kesal zales yang tadi berlari dari ruangan gym karena khawatir dengan sang adik yang teriak-teriak ketakutan.


"sudah-sudah ayo sekarang kita sarapan dulu...Ney mandi di kamar tamu saja... dan pak mamat tolong buang jauh-jauh tikus nya..." perintah Raihan pada pengurus kebun.


"siap tuan..."


"ck mimpi apa gue punya Ade kaya dia... menyebalkan sekali.." gerutu zales keluar dari kamar neina dengan perasaan dongkal.


"lain kali kamu jangan seperti itu Ney... jangan menggemparkan satu mansion hanya karena masalah seperti itu... apalagi jika kamu sampai berteriak seperti ini di mansion mertua mu...itu sangat tidak sopan..." neina memutar malas matanya mendengarkan nasihat sang daddy bukan dia tidak mau dinasehati tapi dia malas dengan daddy nya yang membahas masalah mertua di pagi hari seperti ini membuat mood jelek saja.

__ADS_1


"Daddy menyebalkan sekali...belum apa-apa juga Udah bahas mertua...huft sabar neina sabar... Semua ini lho lakuin karena lho sayang kedua orang tua lho...lho bukan anak durhaka lho anak yang berbakti pada orang tua...jadi lho harus sabar dan terima saja takdir yang sedang daddy buat untuk lho..." ucap neina dalam hati mengsugesti hatinya agar tidak kesal lagi.


"ayolah Daddy ini masih pagi....kenapa harus bahas mertua... biarkanlah neina untuk beberapa hari ini menikmati masa remaja neina yang sebentar lagi akan terenggut dengan rencana nikah muda itu..."


"Daddy hanya menasehati mu agar kedepannya tidak seperti ini lagi ... bukan maksud daddy..."


"sudah mas... yang dikatakan Ney ada benarnya juga... biarkan putri kita untuk beberapa hari ini menikmati masa mudanya sebelum pernikahan itu dilangsungkan..."


"tapi hon..."


"Daddy keras kepala sekali...kalo begini neina cabut balik keputusan neina untuk terima pernikahan ini..." cetus neina yang kesal dengan sikap Raihan yang tidak pernah mengerti.


"nyesel gue semalem terima pernikahan rahasia ini...ini semua gara-gara kak tira yang nasehati gue...kan gue jadi terpengaruh...ck menyebalkan sekali..."


"ah... maafkan Daddy sayang...kalo begitu sekarang Ney mandi setelah selesai langsung ke meja makan untuk sarapan dan berangkat sekolah dengan mobil Lamborghini baru yang semalam zales belikan khusus untuk Ney..."


"kiyaaaaa Daddy serius mobil idaman neina sudah terparkir cantik di bagasi ...." teriak neina dengan mata berbinar yang mendapatkan anggukan dari sang daddy.


"asyik....ini menyenangkan...ayo Ney Kita mandi dan setelah itu berangkat sekolah dengan mobil baru .. . yuk yuk mobil baru..." neina langsung menyambar handuk yang tadi sempat dia jatuhkan ke lantai saat melihat banyak tikus di kamar mandinya entah dari mana sang tikus pembuat onar tersebut datangnya yang pasti neina takut dengan tikus-tikus itu.


Dengan hati yang girang neina bersiul menyanyikan lagu kesukaannya dan keluar dari kamar menuju kamar tamu untuk numpang mandi di kamar mandinya meninggalkan kedua orang tuanya yang sedang cengo melihat sikap putri kesayangannya.


"lihat lah putri mu hon...dia aneh sekali seperti dirimu... dikit-dikit seneng dikit-dikit ngambek...aneh banget..."


"apa mas bilang aneh..." pelotot Vina yang langsung menyadarkan Raihan yang baru saja keceplosan.

__ADS_1


"eh... maksud mas bukan begitu..."


"terus apa..." sentak Vina memplototkan matanya.


"mmm itu... anu.."


"sudahlah malam ini mas tidur di kamar tamu..." kesal Vina meninggalkan Raihan yang mengangakan mulutnya membentuk huruf O.


"tuhkan apa kataku...neina mirip dengan mu Vin... dikit-dikit seneng dikit-dikit ngambek sama-sama aneh..." gerutu Raihan mengikuti langkah sang istri.


.


.


.


bersambung ;)


.


author mau nanya nih menurut para readers cover nya bagusan yang ini atau yang dulu author pake😚



Hari ini cukup sampai sini dulu yah readers πŸ˜— Nanti kalo ada waktu senggang lagi author usahakan update lagiπŸ€— selamat siang menuju sore 😚

__ADS_1


__ADS_2