
Selamat sore 😗
.
Happy reading 😚
.
.
.
"tapi tetap aja itu punya gue...lho gak ada sopan-sopannya ambil punya gue ..."marah Neina dengan mata melotot tajam, Reynaldo hendak menjawab namun terhenti ketika mendengarkan nama nya dipanggil.
"Bos...." perhatian Reynaldo dan Neina seketika teralihkan saat mendengar suara yang begitu familiar.
Ekspresi wajah Reynaldo seketika berubah dingin menatap sosok anak buahnya yang sudah berani memberikan beberapa bogeham mentah padanya.
"bos ... gue boleh gabungkan..." tanya sosok itu lagi yang tidak lain dan tidak bukan Nando yang sedang tersenyum manis padanya.
"Hemm.. " hanya deheman singkat yang keeluar dari mulut Reynaldo, bukannya canggung atau segan Nando dengan senang hati malah mendudukkan bokong nya di dekat Reynaldo, sudah jadi hal tak lumrah lagi jika Reynaldo berkata singkat dan padat seperti itu.
"bos..."
"Rey..." sapa bersamaan Agus dan Bara yang baru sampai.
__ADS_1
"yaelah ini cecunguk udah nyampe aja... cepat banget lho kalo nyangkut makanan..." heran Agus.
"yaelah... marah-marah juga butuh energi yah gak bos..." tanya Nando cengengesan namun yang ditanya hanya datar-datar saja membuat Nando jadi canggung.
"hehe maaf yah bos gue ta..."
"tak masalah..." potong singkat Reynaldo dengan sedikit tersenyum.
"ngapain lho duduk disini..." tanya Neina memicingkan matanya menatap tiga orang dihadapannya yang baru saja datang.
"yaelah bos kita ada disini...yah pasti kita juga disini...ya gak Do..." tanya Agus meminta bantuan Nando.
"Yoi...dimana ada bos disana ada kita..kek jelangkung yah..."
Cletakkkk
"NJ*r... sakit t*lol...."berang Nando.
"yah gue hanya sekedar membenarkan saja..." cuek Agus.
"NJ*r ... benar-benar teman kualat lho...gue sumpahin lho banyak uang biar bisa traktir gue...." ucap Nando menengadahkan kedua tangannya dan mengusapkannya pada mukanya.
"amin...makasih yah bro lho memang yang terbaik..." puji Agus.
"Yoi... jadi karena barusan gue udah do'ain yang baik-baik untuk lho...jadi sekarang lho sana pergi pesan makanan dan traktir gue..." seringai Nando dan..
__ADS_1
Cletakkkk
"ANJ*NG LHO AGUS..." teriak Nando untuk yang kedua kalinya mendapatkan jitlakan do keningnya lagi.
"ha-ha-ha....makan tuh jit..."
brakkkk Neina menggebrak meja dengan keras memotong perdebatan konyol Agus dan Nando, seketika Nando dan Agus diam Nando dengan muka cengengesannya menatap Neina sementara Agus hanya menatap datar pada Neina.
" pergi kalian..." bentak Neina dengan mata melotot tajam.
"hehe jangan marah dong Neng Neina kita hanya becanda aja biar suasana ramai dan hangat... suer dah babang Nando gak bohong..." ucap Nando dengan mengangkat jari telunjuk dan tengahnya membentuk telinga kelinci.
"kenapa gue harus pergi...siapa lho berani merintah gue...." ucap Agus menatap tidak suka Neina
" karena ini meja gue...gue dan sahabat gue yang duluan duduk disini dan kalian dengan seenaknya main nyelonong duduk dan buat keributan disini..." kesal Neina membuat Agus berdiri dari duduknya.
brakkkk
"jaga yah ucapan lho...kita gak main nyelonong karena disini ada bos kita....dan lho gadis cupu...jaga tata bicara jangan harap karena lho sekarang sedang dekat dengan bos gue... buat gue bakal takut dan nurut sama lho...gak... gak usaha ngarep....karena disini bos gue hanya Reynaldo bukan lho..." ucap tajam Agus yang masih sempat menyembunyikan pernikahan rahasia mereka, tidak mungkin kan Agus bicara jangan harap karena lho sekarang sedang sudah jadi istri bos gue'.
Bibir Neina menyeringai mendengar perkataan Agus sementara itu Reynaldo hanya diam saja tidak berniat membantu Neina, dia ingin melihat sejauh mana Neina bisa mengatasi permasalahan, sebagai istri darinya sudah jelas jika Reynaldo menginginkan Neina bisa menjaga dan membela diri , bukannya kenapa tapi jika Neina hanya diam saja saat ditindas dan gertak orang lain maka itu akan sangat membahayakan keselamatannya, sedangkan sekarang semua orang sudah hampir mengetahui jika mereka sedang dekat, tidak memungkinkan jika suatu hari ada fans Reynaldo yang tidak terima atas kedekatan mereka dan berniat mencelakai Neina, satu sekolah ini rata-rata di huni orang jajaran konglomerat semua membuat mereka tidak takut melanggar sangsi sekolah seperti membully orang seperti dulu yang sering dilakukan Reynaldo.
.
.
__ADS_1
.
bersambung :(