
Selamat pagi readers 😗
.
Happy reading 😚
.
.
.
Jam sudah menunjukkan waktu istirahat namun Neina belum melihat akan anda-tanda kepulangan Reynaldo.
"Ckkk... katanya akan pulang setelah ulangannya selesai dan pulang lebih awal...tapi ini malah udah jam istirahat tapi belum nongol-nongol juga... cihhhh... seharusnya lho gak usah percaya sama dia Ney...lho tau sendiri kan kalo dia itu pandai berakting dan ujung-ujungnya mengecewakan lho.." batin Neina kesal, setelah kepergian Reynaldo yang berangkat sekolah Neina hanya tiduran saja di ranjangnya sesuai perintah Reynaldo dan kepala pelayan yang tidak memperbolehkannya melakukan apapun, alhasil karena merasa bosan dia memutuskan untuk menunggu Reynaldo saja karena hanya Reynaldo saja yang bisa menyelamatkannya dari penjara gabut ini.
"hufttt... membosankan sekali..." gumam Neina.
Ting Satu nontif masuk kedalam ponselnya, dengan rasa malas yang teramat Neina tetap melihat pesan tersebut.
......"maafkan kakak ...kakak gak bisa pulang lebih awal...hari ini semua mata pelajaran mengadakan ulangan harian.. maafkan kakak yah baru mengabari...kakak baru bisa megang ponsel...dan satu lagi jangan lupa makan dan minum obatnya..."......
Bunyi notif pesan dar Reynaldo seketika membuat senyaman terbit di bibir Neina namun hanya sesaat selanjutnya bibirnya berdecak kesal.
"dasar lho yah bad boy nyebelin banget deh...gue pikir lho mau pulang ... arghhhhhhh gue bisa-bisa gila terus tinggal di kamar ini seharian..." kesal Neina membanting bantal, kepala maid yang melihat kekesalan nona nya hanya diam saja.
"bagaimanapun caranya...gue harus bisa keluar dari kamar terkutuk ini...gue bisa-bisa gila kalo terus tiduran, makan dan minum obat saja..." batin Neina mencari ide.
"Mmm bibi...aku mau makan sesuatu..." ucap Neina seketika membuat kepala maid tersenyum manis akhirnya nona nya mau makan tanpa dibujuk terlebih dahulu pikirnya.
" baiklah nona...nona mau makan apa biar saya siapkan..." ucap ramah kepala maid.
"mmm aku mau...buah...yah aku mau buah bi..." senyum gugup Neina membuat kepala maid mengerutkan keningnya namun tetap mengiyakan keinginan nona nya.
"baiklah... tunggu sebentar nona...saya akan menyuruh pelayan menyiapkannya..." ucap kepala maid membuka ponselnya.
"tidak perlu bibi... aku mau makan di ruang tengah sambil nonton TV..." senyum manis Neina.
"tapi..." ucap ragu kepala maid.
"aku hanya di ruang tamu saja bibi..."
__ADS_1
"tapi nona..."
" iya sudah gak perlu...tapi aku akan kasih tau kak Rey ko bibi gak mau menuruti keinginan istri kecilnya..." cemberut Neina.
"Mmm baiklah nona...tapi hanya di ruang tengah yah nona..."
"tentu saja..." jawab antusias Neina.
"setidaknya gue bisa bebas dari penjara mengg*lakan ini..." batin Neina.
"nona sebaiknya pakai lift saja..."
"tidak apa-apa bibi...ini masih pagi baik untuk tulang ku ... jalan menuruni tangga sama saja dengan olahraga pagi ..." ucap santai Neina.
"tapi...apa nona tidak kenapa-kenapa..."
"tentu saja tidak bibi..." jawab santai Neina menuruni tangga.
"Ck...gue udah kaya buronan aja... kemana-mana di ikuti...ck dasar lho bad boy bikin gue kesal aja...". gerutu Neina yang tentu saja di dengar kepala maid namun kepala maid seolah-olah tidak mendengarkan gerutuan istri kecil tuan mudanya itu.
"Rini..." ucap kepala maid setelah sampai dibawa memanggil pelayan yang sedang membersihkan kaca, sedangkan Neina langsung menuju ruang televisi.
"iya mba..."
" baik mba..." ucap Rini memberikan anggukan kecil lalu berjalan menuju dapur.
"kamu tina..."
"iya saya mba..." sigap tina teman yang menemani Rini bersih-bersih tadi.
"hentikan aktivitas mu terlebih dahulu...dan temenin nona sebelum teman mu datang ... dan jangan biarkan nona keluar rumah...paham ..."
"baik mba..." ucap Tina yang di angguki kepala maid dan berjalan keluar.
📞 "Hallo tuan..." 📞 ucap kepala maid yang teryata dari tadi mendapatkan telepon dari' Reynaldo.
📞 "bagaimana keadaan istri ku..." 📞 tanya Reynaldo dari sebrang sana.
📞 "nona baik-baik saja tuan... sekarang nona sedang menonton di ruang televisi..." 📞.
📞 "baiklah... jangan biarkan dia keluar rumah sebelum saya pulang..." 📞.
__ADS_1
"tuan muda terlalu posesif pada nona..." batin kepala maid.
📞 "dan satu lagi jangan lupa dia harus minum obat dengan teratur...sebentar lagi saya akan pulang..." 📞
📞 "baik tuan...tapi mohon maaf sebelumnya tuan bukannya tuan harus ..." 📞.
📞 "tidak jadi ulangannya di undur jadi saya akan pulang sekarang...jaga nona mu sebelum saya sampai..." 📞.
📞 "baik tuan..." 📞.
Tut Suara sambungan telepon ditutup Reynaldo.
"akhirnya tuan pulang juga... maafkan saya nona...tapi menjaga mu lebih berat dari pada mengatur banyaknya pelayan di rumah ini...". gumam kepala maid yang tentunya dari tadi mendapatkan pelampiasan kekesalan sang nona yang tidak bisa kemana-mana.
Jam sudah menunjukkan pukul 10.49 Neina tertidur lelap dengan televisi masih senantiasa menyala terlihat ada potongan apel di tangannya .
" siang tuan muda..." sapa kepala maid dan pelayan yang lainnya.
"dimana nona kalian..." tanya Reynaldo to the poin.
" nona masih di ruang televisi tuan..." ucap kepala maid mewakili yang lainnya, tanpa banyak bertanya lagi Reynaldo melangkahkan kakinya menuju tempat yang disebutkan kepala maid kediaman besar itu.
Senyuman manis terukir di bibir Reynaldo melihat istri kecilnya tertidur pulas dengan potongan apel ditangannya.
" ternyata kau sudah tidur sayang..." lirih Reynaldo mendekati Neina.
Cup
"mari kita pindah ke kamar..." bisik Reynaldo sangat pelan.
Hap dengan satu hentakan tubuh Neina sudah berada di gendongan Reynaldo.
.
.
.
bersambung ;(
.
__ADS_1
jangan lupa jempol dan bukanya readers agar author selalu semangat dalam berkarya 😩ðŸ¤.