Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 54 Bukan lagi Neina si cupu


__ADS_3

Selamat pagi 😗


.


Happy reading 😚


.


.


.


"lho bilang jaga tata cara bicara gue... hahahaha...apa gue gak salah denger seorang bad kaya lho mau ngajarin sopan santun sama gue... hahahaha lucu lho... sebelum lho menyuruh orang lain untuk menjaga tata cara bicara... lho seharusnya ngaca dulu...apa lho juga udah bicara benar..." senyum devil Neina.


"Manggil orang lain cupu...apa itu tata bicara yang baik dan sudah benar... cihhhh... tidak berkaca dulu..." ejek Neina.


brakkkk


"lho..."


Wusshhhhhh Neina menepis tangan Agus yang menunjuk wajahnya.

__ADS_1


"jangan pernah nunjuk-nunjuk wajah gue dengan jari kotor lho itu... " tajam Neina tidak suka di perlakukan seperti itu.


"cih...siapa lho sampai-sampai gue harus nurut sama lho... bahkan gue bisa lakukan lebih dari itu seperti in... arghhhhhhh..." teriak Agus saat merasakan sakit di pergelangan tangannya karena di pelintir Neina saat dia hendak mendaratkan tamparan di wajah Neina.


trekkk Suara tulang tangan Agus yang di pelintir Neina dengan kuat.


"sekali lagi lho berani berbuat kasar sama gue ..gue gak bakal segan-segan patahin tangan lho lebih dari ini..." marah neina dengan mata menatap tajam seolah ingin menelan Agus hidup-hidup membuat semua orang yang melihatnya ketakutan dibuatnya.


"anj*r...cewek nya bos galak banget..shitt sepetinya sakit banget tuh tangan lho Gus...ternyata cewek macam modelan gini memang cocok untuk lho bos...ih ngeri kebayang kalo gue pacar Neina dan ketahuan selingkuh tau-tau nanti tangan gue buntung dibuatnya..." batin Nando menelan kasar ludahnya.


"hufttt salah sendiri selalu mencari masalah... sekarang lho rasain akibat dari lidah tajam lho itu Gus..." batin Bara menghela nafas tidak habis pikir dengan Agus yang sudah jelas beberapa kali dikalahkan Neina baik itu adu mulut atau sekedar adu kekuatan seperti saat ini, dan Agus juga t*lol sekali tidak bisa menahan emosi nya sampai lupa jika sekarang didepannya ada tatapan datar dari Reynaldo.


" lepaskan tangan lho dar Agus Ney..." kesal Reynaldo menepis tangan Agus yang tadi di pegang Neina.


"arghhhhhhh..." teriak Agus merasa lebih sakit di area tulang tangannya karena di tepis kasar Reynaldo.


"lho apa-apaan sih ganggu kesenangan gue aja..." kesal Neina.


"maaf Ney...tapi yang dilakukan Reynaldo itu benar...lho kalo terus pegang tangan Agus kaya gitu bakal semakin membuat rasa sakit di tangan Agus semakin besar..." ucap Bara.


"Hmm yang dikatakan Bara benar adanya Neng...lho jangan jahat kaya gitu...lho jadi terlihat seper..."

__ADS_1


" apa lho bilang...gue jahat...baru segini saja gue udah dikatakan jahat...apa lho lupa dengan apa yang pernah lho lakuin sama gue...ini belum seberapa dengan apa yang lho dan dia pernah lakukan sama gue...kalo gue segini aja udah dikatakan jahat lantas lho pantas dikatakan apa..." senyum devil Neina yang berhasil memotong sekaligus membuat bibir Nando terkatup rapat, tak bisa berkutik lagi.


"cihhhh....lho gak bisa jawab kan...lain kali kalo lho mau nasehati orang lain berkaca lah terlebih dahulu... lagi pula gue gak bakal bertindak kasar jika sahabat lho itu gak car-cari masalah sama gue...lho pikir gue harus diam saja gitu saat dia hendak menampar gue...apa gue harus terima saja pipi gue di tampar teman lho itu... cihhhh...gak bakal...gue gak bakal diam aja...jika lho masih berpikir gue masih sama kaya dulu yang diapa-apain pun diam saja... Ck...lho salah besar... karena yang sekarang ada di hadapan mu ini adalah Neina yang jahat jika dia di ganggu bukan lagi Neina si cupu yang sering di bully lho..." senyum menyeringai Neina yang membuat bulu kuduk Nando berdiri semua saat melihat senyuman yang begitu mengerikan yang diperuntukkan untuk nya.


"selamat datang bersama si cupu yang sudah berubah menjadi Dewi kejahatan bagi yang pernah menindas nya..." bisik Neina tepat di telinga Nando dan berlalu pergi begitu saja meninggalkan Nando yang berdiri mematung.


.


.


.


bersambung :(


.


.


.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2