Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 37 Masa PMS


__ADS_3

Mat malam readers 😗


sebelumnya author ucapan maaf dua hari ini author tidak up...dua hari ke belakang author sedang sibuk karena keluarga author sedang ada hajatan makannya author tidak bisa up mohon pengertiannya.


happy reading 😚


jelas Reynaldo dengan berkata lembut mata mereka saling beradu Jantung Neina berdetak lebih kencang mendengarkan penjelasan Reynaldo, seketika didalam perutnya bermekaran bunga-bunga cinta yang membuat Neina ingin menangis haru mendengarkan perkataan dan penjelasan yang begitu lembut mengetuk pintu hati nya, namun sebisa mungkin dia tahan dia tidak mau terlihat rapuh dihadapan Reynaldo apalagi menangis karena mendengarkan perkataannya yang belum tentu benar dan tulus.


Neina memalingkan wajahnya setelah sadar dari pikirannya Reynaldo tersenyum getir melihat Neina memalingkan wajahnya.


"memang benar kata orang menyembuhkan luka itu seperti menyatukan kembali pecahan kaca walaupun sudah menyatu kembali tapi pantulannya tidak akan sama seperti sediakala... mungkin iya Neina bisa tersenyum dan bicara sama gue lagi...tapi saat gue bicara masalah hati dia selalu seperti ini..." batin Reynaldo sendu.


"kalo misalnya lho ngasih kesempatan


yang kedua kalinya agar kita bisa kaya dulu lagi ...gue janji gue gak bakal kecewain lho lagi Ney...gue janji bakal jadikan lho sebagai ratunya kehidupan gue...gue janji kalo gue kesal dan marah sama lho gue gak bakal bertindak kasar lagi...gue janji bakal selalu bersikap lembut meskipun lho bersikap kasar sama gue..."


"ekhem..." Reynaldo berdehem setelah sadar dari pikirannya.


"ini minum jus lemon nya..." Reynaldo menyodorkan jus lemon lagi dengan cepat Neina meminumnya dan berlari ke kamar mandi di iringi dengan tatapan sendu Reynaldo.


"gue cinta sama lho Ney...gue mau lho anggap gue suami lho..." gumam Reynaldo dan duduk kembali fokus dengan laptopnya seperti semula.


Tiga puluh menit kemudian Reynaldo masih betah memainkan laptopnya sepertinya Reynaldo benar-benar sedang fokus mengerjakan sesuatu entah itu tugas sekolahnya atau pekerjaannya yang jelas dari tadi dia tidak mengalihkan penglihatannya dari laptop di tangan itu.


ceklek Neina keluar dari kamar mandi tatapan matanya langsung tertuju ke arah sofa dimana Reynaldo tengah fokus memandangi laptopnya dengan jari-jari yang terus bergelut mengetikan sesuatu.


"apa dia sedang mengerjakan tugas atau sedang mengerjakan pekerjaannya..." gumam Neina yang seketika merasa lapar.


kryukkkkk suara perut Neina berbunyi keras sehingga Reynaldo dapat mendengar nya dan menghentikan aktivitas nya.


tup Reynaldo menutup laptopnya dan berjalan ke arah Neina yang sedang merutuki cacingnya yang berbunyi keras sangat memalukan pikirnya.


"lho lapar Ney..." tanya Reynaldo mengelus rambut Neina.


"i..ya..." jawab singkat Neina.


"iya sudah ayo kita makan...gue juga udah laper banget..." Reynaldo menggandeng tangan Neina dan membawa Neina keluar dari kamar.


"apa lho belum makan ..." tanya Neina yang di angguki Reynaldo.


"tadi gue nunggu lho Ney..."


"apa... buat apa lho nunggu gue...ck lho biasanya juga gak kaya gitu..."


"kapan gue makan tanpa lho Ney..." tanya Reynaldo tidak suka dikatakan seperti itu Neina menggaruk kepalanya berusaha mengingat kapan Reynaldo meninggalkan nya makan terlebih dahulu namun dalam ingatannya tidak ada satupun waktu Reynaldo makan terlebih dahulu tanpa bersamanya seketika Neina langsung cengengesan.

__ADS_1


"hehehe di mimpi gue.. " jawab ngasal Neina.


"jadi lho suka mimpiin gue Ney..." tanya Reynaldo dengan wajah berbinar terang.


"hanya satu kali ... jangan ke GR-an..." ketus Neina yang membuat senyuman di bibir Reynaldo seketika pudar tergantikan dengan senyuman getir lagi-lagi hatinya sakit melihat sikap ketus Neina ' apa gue bisa dapatkan hati lho balik Ney...' pikirnya.


"malam tuan... nona..." sapa art saat melihat kedatangan mereka berdua yang dibalas senyuman dan anggukan Reynaldo.


"apa papa dan mama sudah kembali..." tanya Reynaldo datar.


"belum tuan muda..." jawab art itu sopan .


"mama dan papa keluar..." tanya Neina sambil mendudukkan bokongnya.


"hmm..." balas Reynaldo mengiyakan Neina berdecak sebal mendengarkan sahutan yang begitu singkat terlihat tidak ada niat menjawab makannya hanya ber-hmm saja.


"singkat banget ..." gerutu Neina menghentikan Reynaldo yang sedang menyuapkan makanan ke mulutnya.


"apa lho gak suka gue bicara singkat kaya barusan..." tanya Reynaldo dengan tersenyum senang.


"biasa aja..." bohong Neina mengetuk-ngetuk sendok ke arah piringnya dengan sedikit keras .


"kenapa dengan gue...kenapa dengerin jawaban dia yang lebih tepatnya deheman buat mood gue jadi buruk..." batin Neina bingung dengan sikapnya sendiri.


"ada apa sama gue .. kenapa gue menjelaskan sedetail itu pada Neina..." pikir Reynaldo heran dengan sikapnya yang barusan terjadi.


"*apa..."


"si bad boy tau isi hati gue...apa dia seorang cenayang* ..." pikir Neina.


cletakkkk


"jangan berpikir yang nggak-nggak..."


"lho yah bad boy...berani banget jitlak kening gue..." kesal Neina yang mendapatkan jitlakan di keningnya nya dengan cepat dia memegangi keningnya.


"yaelah Ney... cuman jitlakan ringan juga..."


"lho bilang jitlakan ringan hah...apa mata lho buta lihat kening gue jadi sakit dan kayanya merah..."berang Neina tersulut emosi.


"eh..." Reynaldo jadi kikuk niat ingin becanda tapi Neina malah marah pikirnya .


"gue minta maaf Ney gue gak bermaksud nyakitin lho gue..."


"diam lho dasar cowok kejam... tidak berperi kewanitaan... dengan mudahnya lho nyakitin gue...hiks.. " tangis Neina seketika membuat Reynaldo gelagapan .

__ADS_1


"Ney ..gue minta maaf gue gak bermaksud nyakitin lho ....gue hanya bercanda .." ucap Reynaldo melangkah mendekati Neina dan membawa Neina kedalam dekapannya.


"maaf...kalo jitlakan gue buat lho kening lho sakit..."


"hiks...minggir lho jangan cari kesempatan dalam kesempitan..." Neina mendorong Reynaldo sehingga pelukan mereka terlepas Reynaldo langsung duduk di kursi dekat Neina dan memegang tangan Neina.


"apa jitlakan gue benar-benar keras..." tanya Reynaldo pada Neina dan mengelus dahi Neina yang sedikit memerah seketika hatinya di liputi rasa bersalah karena sudah menyakiti istri kecilnya.


"ternyata jitlakan gue terlalu keras padahal tadi gue hanya asal jitlak dan gue perkiraan itu gak bakal nyakitin dia..."


"apa ini benar-benar sakit...apa perlu kita ke rumah sakit..." tanya Reynaldo lagi.


plakkkkkk Neina memukul tangan Reynaldo.


"lho bego hah...hanya ketimbang kena jitlakan aja dibawa ke rumah sakit...lho mau buat gue malu yah..." kesal Neina berhenti menangis sedangkan Reynaldo mengusap-usap tangannya yang kena pukulan Neina.


"maaf Ney...gue hanya khawatir aja habisnya lho jadi nangis setelah gue jitlak...gue takut jitlakan gue benar-benar dalam dan melukai kening lho..."


"ck...lho pikir gue lemah itu apa..." kesal Neina memplototkan matanya.


"memang iya lho itu..." ucapan Reynaldo menggantung begitu saja saat melihat mata Neina yang melotot tajam padanya.


"lho apa hah...ayo teruskan ucapan lho..." ucap Neina seketika membuat Reynaldo meneguk air ludahnya yang terasa begitu susah di telan .


"njir...itu mata tajam banget... emang apa salahnya dengan perkataan gue..." batin Reynaldo.


"kenapa dengan gue...kenapa gue jadi emosian begini...kenapa juga gue jadi cengeng kaya tadi... kenapa mood gue berubah-ubah... padahal jitlakan si bad boy gak terlalu sakit tapi kenapa gue jadi mau nangis saat di jitlak kaya tadi...hiks gue mau nangis lagi ini..." batin Neina.


tes cairan bening menetes lagi dari mata Neina yang seketika membuat Reynaldo gelagapan.


"eh lho nangis lagi..."


" maafin gue Ney kalo jitlakan dan perkataan gue bikin sakit hati lho... gue mohon berhenti menangis gue jadi ikutan sedih dan semakin merasa bersalah..." ucap Reynaldo sendu.


"astaga ada apa dengan gue...kenapa lihat dia nangis bikin hati gue sakit banget kaya ditusuk-tusuk...apa rasa cinta gue sudah sangat besar sampai tidak bisa melihat dia menangis...dan tadi kenapa gue jadi tidak bisa berkutik saat dia marah-marah sama gue.. apa gue udah bucin.. " pikir Reynaldo.


"astagaa kenapa mood gue berubah-ubah banget...apa hari ini masa PMS gue makanannya mood gue gak menentu kaya gini..." batin Neina.


.


.


.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2