Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 16 Reynaldo tidak sadar diri


__ADS_3

happy reading 😚.


Air mata masih senantiasa menetes melewati permukaan wajah neina yang sedang duduk di dalam mobil bersama Reynaldo, raican dan Safira menunju kediaman raican sangga.


"semuanya begitu cepat...malam ini benar-benar mengambil semua yang berharga bagi ku... status dan keluarga yang meninggalkan ku sendirian dengan keluarga baru ku ini... andaikan kak Tara masih ada mungkin saat ini aku tidak akan sendirian Seperti ini dan menikah diusia muda seperti sekarang.. hiks kak Tara Ney kangen...Ney takut kak...Ney takut hidup sendirian dengan keluarga baru Ney..." Reynaldo menoleh menatap iba pada sang istri yang duduk disampingnya dengan memalingkan wajah keluar jendela mobil.


"maafkan gue Ney...gue gak bisa jadi penopang lho disaat lho dalam keadaan tidak baik-baik saja... seandainya saja gue dulu nggak bersikap kurang ajar mungkin saat ini gue bisa jadi penopang hati lho yang sedang hancur...seandainya saja semua perlakuan kasar gue selama ini hanya mimpi belaka saja... mungkin saat ini pernikahan kita akan sedikit mengobati luka lho saat ini..."


" maafin gue Ney...gue benar-benar nyesel...maafin gue yang bejat ini... sungguh gue nyesel Ney... berhentilah menangis hati gue nyeri lihat lho kacau gini..." empat puluh lima menit mobil yang ditumpangi neina berhenti di depan kediaman raican.


"ayo sayang keluar... kita sudah sampai..." Safira membuka pintu mobil untuk menantu kesayangan nya.


"terimakasih Tante..." neina masih senantiasa menetes air matanya , mata yang sudah membengkak namun belum bisa menghentikan tangisan neina.


"mama sayang sekarang tante sudah menjadi mama mu...dan berhentilah menangis sebaiknya kita berdo'a saja semoga kedua orang tua dan kakak mu disana dilancarkan urusannya agar cepat kembali kesini lagi..." neina hanya mengangguk saja, Fira langsung menyusut air mata neina digandeng nya tangan neina.


"selamat datang di rumah baru mu sayang...anggap saja ini rumah sendiri karena memang itu adanya..." Safira membawa duduk menantu kesayangannya, neina hanya tersenyum kecil saat Safira tersenyum padanya.


"apa kau lelah sayang..."neina mengangguk lemah.


"apa boleh Ney numpang mandi tan...mmm maksud nya ma... badan Ney rasanya sudah lengket banget.." neina menghirup badannya rasanya sudah asam badannya.


"tentu saja sayang....Rey ayo cepat bawa istri mu ke kamar kalian... perlakukan dia dengan baik jika ada yang dibutuhkan bisa panggil mama dan papa..." perintah Fira.


"baik ma...ayo Ney..." Reynaldo mendekat dan menggandeng neina, neina diam menurut walaupun dari dalam hatinya dia ingin sekali memberontak.


"apa pernikahan ini akan berjalan lancar...mengapa aku merasakan neina tidak bahagia dengan pernikahan ini... walaupun Rey menolak pernikahan ini namun jelas terlihat di matanya jika dia merasa bahagia dengan pernikahan ini beda dengan neina..."


"mungkin karena dia masih syok sayang...dia masih sangat labil melebihi Rey sayang...umur nya saja dua tahun lebih muda dari rey... "


"yang dikatakan mas ada benar nya juga..." Safira tersenyum dan memeluk raican.


ceklek


"ini kamar gue Ney semoga lho betah..." neina hanya diam saja dia menatap ke sekeliling kamar Reynaldo yang mendominasi warna putih.


"gue mau mandi duluan..." ucap neina yang akhirnya bersuara sambil menatap bunga yang dipegangnya tadi , bunga itu bunga yang diberikan jeassen saat sesi foto pernikahan mereka.


Neina melangkahkan kakinya namun tangannya di tahan oleh Reynaldo dibalikkan nya tubuh istrinya sehingga mereka saling berhadapan.


"Ney gue mau bicara ..."


"gak ada yang perlu dibicarakan..." neina menghempaskan tangan Reynaldo namun lagi-lagi Reynaldo memegang kembali tangan neina.



"gue mau lho terima pernikahan ini dengan ikhlas...mau sebesar apa lho nolak pernikahan kita sudah terjadi... jadi gue mau lho terima pernikahan kita ini...gue gak mau lho mempermainkan pernikahan kita gue mau lho belajar menerima gue sebagai suami lho dan gue belajar menerima lho sebagai istri gue..."


"itu tidak akan pernah terjadi sampai kapanpun...gue menerima lho sebagai suami gue...hah itu hanya mimpi lho saja... sampai kapanpun menurut gue pernikahan ini hanya sebatas pernikahan rahasia ... bersikaplah selayaknya suami istri pada umumnya jika berada dihadapan mama dan papa saja... selebihnya bersikaplah seperti biasanya..." ucap neina ketus dan kembali menghempaskan tangan Reynaldo.


"Ney pernikahan kita sudah terjadi percuma juga kita masih berusaha menolak...mari kita buka lembaran baru dengan mulai menerima satu sama lain..."

__ADS_1


"sudah gue katakan gue gak mau Reynaldo..." teriak neina dengan mata yang tajam dan melemparkan bunga yang sedang dia pegang ke dada Reynaldo.


"neina..." Reynaldo mulai terpancing emosi.


"gue mau mandi dan tidur..." ucap neina tajam.


"permisi tuan ini koper nona neina..." ucap pelayan sopan.


"bawa masuk dan simpan di dekat lemari... gak perlu dibereskan malam ini... besok kau bisa datang kembali untuk membereskan nya..." titah Reynaldo dingin sementara neina memalingkan wajahnya dengan sebal.


"cih... lihat saja tampang si bad boy so memerintah Banget... benar-benar menyebalkan...gue mana Sudi punya suami kek gitu... sombong bener..." dengus Neina.


"baik tuan..." pelayan tersebut menyeret koper neina sesuai perintah Reynaldo.


" mandilah...gue mau mandi di kamar sebelah..." Reynaldo beranjak dari tempat berdirinya menuju kamar sebelah.


"tanpa lho suruh juga gue pasti mandi..." gerutu neina.


"sudah siap nona...apa nona membutuhkan sesuatu..."


"tidak ada bibi bisa langsung keluar dan tutup pintunya..." art itu mengangguk dan melangkah keluar dengan menutup pintu.


"hufttt...gue rindu mommy..." air mata neina turun lagi namun cepat-cepat dia hapus dengan cepat.


"hufttt... sudahlah berhenti menangis Ney.. yang dikatakan Tante Fira benar gue gak boleh nangis..."


"mari kita mandi saja neina.. hufttt tapi dimana kamar mandinya...kenapa kamarnya luas banget..." mata neina memindai kamar tersebut dan terlihat ada pintu di sebelah kanan.


"oh mungkin itu kamar mandinya...." neina membuka kopernya dan mengambil sepasang baju tidur beserta dal*mannya.


Dua puluh menit kemudian neina baru keluar dari kamar mandi.


ceklek kepala neina menyembul melihat ke sekeliling.


"apa dia belum selesai mandi...apa yang dilakukan cowok sampai mandi selama itu..." gumam Neina, neina melangkahkan kakinya menuju meja rias.


"oh my God kenapa ada kosmetik di meja ini..." teriak kaget neina


"jangan bilang bad boy itu gak normal... oh my God gak nyangka gue dia suka pake ginian.. " heboh Neina.


"jangan mikir yang aneh-aneh...itu semua mama yang persiapkan dua hari yang lalu khusus untuk lho..."


"ahhhhhhh setan..." teriak neina cepat-cepat Reynaldo membekap mulut neina.


"lho berisik banget Ney...belum juga dua puluh empat jam jadi istri gue tapi lho udah mau bikin gue budeg..." Reynaldo melepaskan bekapan nya dan menatap kesal neina.


"ciuh lho nya aja yang kaya setan main nongol aja...kan gue jadi kaget..." kesal neina tidak mau kalah.


"lho sama suami gak ada sopan-sopan nya..." tegur Reynaldo.


"dan lho sama perempuan gak ada lembut- lembut nya..."

__ADS_1


"jangan membalikkan perkataan gue ..." geram Reynaldo yang tidak suka di bantah.


"ck udahlah gue males debat malam-malam sama lho..." neina langsung duduk dimeja rias dan mulai mengeringkan rambutnya dengan hair dryer.


Reynaldo menatap kesal punggung neina dia melangkah meninggalkan neina sendirian lagi di kamarnya, Reynaldo keluar dari kamar dengan menahan hati yang bergemuruh, semenjak dia dan neina kecil tidak punya hubungan dekat lagi dan disitulah emosi Reynaldo mudah sekali tersulut.


"dari pada gue berantem sama dia di malam pertama kami...lebih baik gue tidur di kamar tamu..." kamar tamu yang dimaksud Reynaldo adalah kamar sebelah yang tadi di pakai Reynaldo mandi.


"ekhem..." Reynaldo menghentikan langkahnya dia mengenal betul deheman siapa itu.


"mati gue..." Reynaldo dengan berat hati berbalik ke belakang.


" kamu mau kemana Rey..." mata Fira melotot tajam, dengan senyum canggung Reynaldo menjawab.


"Rey mau ngambil barang yang tadi Rey tidak sengaja tinggalkan setelah mandi ma..."


"kamu tadi mandi di kamar sebelah..." Mata Fira melotot tajam.


"ekhem...(Reynaldo berdehem untuk menetralkan Jantung nya) iya tadi Rey mandi di kamar tamu...tadi Rey dan Ney bersamaan mau cepat-cepat mandi jadi Rey mengalah untuk mandi di kamar tamu saja...mana mungkin kan kami mandi berdua..." Reynaldo tersenyum canggung.


"kamu serius..." tanya Fira yang masih belum percaya.


"mama bisa tanya langsung sama Ney...Rey mau ngambil barang Rey dulu..."


"barang apa yang hendak kau ambil Rey..." pertanyaan Fira sontak membuat Reynaldo tidak berkutik.


ceklek


"mama..." neina keluar dari kamarnya seketika senyum terbit di bibir Fira yang sedang menatap tajam putranya,di alihkannya penglihatannya dan ditatapnya menantu kesayangannya itu dengan penuh kelembutan.


"Ney baru saja mama ingin mengajak mu makan malam..." sapa Fira dengan mengelus rambut neina.


"ngajak makan malam istri rey atau ngintrogasi rey ma..." kesal Reynaldo menghembuskan nafasnya.


"oh iya sayang Rey bilang tadi dia mau ngambil barang yang ketinggalan di kamar sebelah saat selesai mandi di kamar sebelah...apa benar Rey tadi mandi di kamar sebelah..." tanya fira hati-hati neina menatap Reynaldo yang berubah datar setelah ditatapnya.


"kok mama nanya gitu ...emang kenapa kalo si bad boy mandi di kamar sebelah..." .heran neina.


"iya ma tadi Ney cepat-cepat mau mandi dan mungkin kak Rey juga mau cepat-cepat mandi makannya tadi kak Rey mandi di kamar sebelah..." setelah mendengarkan penjelasan menantunya fira menganggukkan kepalanya.


"yasudah... Rey cepat ambil barang mu yang Ketinggalan itu ... setelah itu langsung turun untuk makan malam..ayo sayang kita ke bawah lebih dulu..." fira menggandeng tangan neina, sebelum mengikuti langkah Fira neina menatap sekilas Reynaldo yang berwajah datar baru setelah itu neina mengikuti langkah fira yang menggandeng tangan nya.


"di depan mama aja manggil kak Rey...kalo lagi berdua manggil Reynaldo ,lho ,Bad boy, cek menyebalkan..." Reynaldo menggerutu tanpa bercermin terlebih dahulu, apa sudah lupa kah kalau dia juga dulu seperti neina, saat di hadapan mom Vina Reynaldo manggil Ney sedangkan saat berdua manggil si cupu, dasar si Rey ini gak sadar diriπŸ˜•πŸ˜….


.


.


.


bersambung ;)

__ADS_1


.


Selamat siang readers πŸ˜—


__ADS_2