
Keadaan sekolah sangatlah sepi padahal jam masih menunjukkan pukul 90.00 mungkin jam pelajaran masih berlangsung makannya sekolah besar itu masih sepi, Neina berjalan seorang diri ke arah lorong sekolah menuju WC dengan menggerutu tidak jelas.
"CK apa kata gue berangkat bareng bukannya hal yang bagus... sekarang gue jadi gosipan sekolah kan..."
.
flashback on
Di sepanjang perjalanan mereka tidak hentinya bertengkar Neina dan Reynaldo bagikan kucing dengan anjing setiap bertemu pasti bertengkar seperti saat ini mereka sudah sampai di sekolah tapi mereka masih berdebat sengit tidak ada yang mau mengalah.
"lho kenapa masih di sini.. kita udah sampai atau lho masih betah di mobil gue...mmm atau lho masih betah mandangin muka ganteng gue ini ..."
"cihhhh.. jangan ke PDan lho ... lihat di depan banyak orang gimana gue bisa keluar..." berang Neina.
"hey cupu bisa gak lho bicara'lembut sama gue... lho sama suami gak ada sopan-sopannya ..."
"stop jangan bahas suami-isteri gue Pusing... yang sekarang yang harus lho bahas itu gimana caranya gue turun dari mobil.."
"tinggal turun aja kenapa lho ribet bener..." enteng Reynaldo acuh tak acuh.
"lho bilang tinggal turun...apa lho bego hahhh kalo semua orang lihat gue turun dari mobil lho gue bakal jadi bahan gosipan...apa lho gak mikirin tentang itu.." kesal Neina.
"lho bawa santai aja kali kaya gak pernah di gosipin aja...ini hidup lho kenapa lho harus mikirin omongan orang lain ya suka-suka lho aja... jangan mikirin pandangan orang sama lho kalo mereka punya pandangan baik sama lho mau lho berbuat buruk pun lho pasti tetap terlihat baik dimata mereka begitu pun sebaliknya...kalo mereka punya pandangan buruk sama lho mau lho berbuat baik sekali pun tetap di pandangan mereka lho buruk...ini hidup lho gak usah terlalu mikirin omongan orang ... ikuti kata hati lho kalo hidup lho mau tenang gak usah dengerin omongan orang tentang sikap lho selama itu bikin lho nyaman ... lakuin aja selagi itu di jalan yang benar di mata agama kita..."
tup mata Neina kicep mendengarkan nasehat bijak Reynaldo apa benar ini si bad boy pikirannya.
tok tok tok
"bos lho kenapa di dalem lama bener..." teriak Nando mengetuk kaca mobil milik Reynaldo menyadarkan keterpakuan Neina.
"sekarang lho turun gak usah dengerin omongan orang lain ada gue yang akan jagain lho sebagai suami lho..." Neina masih diam tidak bergeming di tatapnya intens wajah suami mudanya itu.
"kenapa gue melihat kehangatan lagi di mata lho kak Rey... kehangatan yang udah lama hilang dari mata indah lho itu ...kalo boleh jujur gue memang kangen sama kehangatan yang dulu pernah lho kasih untuk gue...ingin sekali gue bilang sama lho kalo gue udah dapat ingatan gue lagi walaupun belum semuanya...tapi semuanya mustahil kita tidak sedekat dulu..."
tok tok tok
" bos lho di dalam gak pingsan kan..." teriak konyol Nando.
"cepat sana turun....." Reynaldo melepaskan sabuk pengaman ditubuh Neina.
deg deg deg tatapan mereka bertemu seketika jantung mereka berhenti berpacu untuk sesaat di pandangnya wajah satu sana lain.
"cantik ..."
"ganteng..." batin mereka bersamaan memuja ciptaan tuhan yang begitu sempurna di mata mereka.
"tok tok tok
"bos lho gak Ko'it kan..." sekarang Agus yang mengetuk kaca mobil Reynaldo lebih tepatnya menggedor.
"ekhem..." Reynaldo berdehem untuk menetralkan pacuan jantungnya.
"turunlah..." hanya satu kata itu yang keluar dari mulut Reynaldo, dengan perasaan tak tentu arah Neina turun dari mobil.
buggggg suara pintu mobil di tutup.
"anjayy kenapa dari dalam mobil si hos ada si cupu Gus..."teriak Nando heboh langsung menjadi pusat perhatian semua orang.
__ADS_1
Agus mengernyitkan dahinya dan menatap Reynaldo meminta penjelasan.
"dia sementara waktu ini tinggal di rumah gue... Daddy and mommy nya pergi ke Amerika dan dia di titipkan ke mama gue..." jelas Reynaldo .
"tapi bos lho gak perlu juga naik mobil bareng sama tuh cupu gak gatal tuh badan..." tanya Agus.
"jaga kata-kata lho ..." bukan Reynaldo yang menjawab melainkan Neina.
"gue gak bicara sama lho..." dingin Agus.
"tapi lho bawa-bawa nama gue...gue harus tekan kan berapa kali nama gue Neina bukan cupu..."
"sekali cupu ya cupu.. cihhhh gak tau diri lho...lho sengaja kan berangkat bareng Reynaldo biar lho bisa goda dia..." hina Agus menjadi sorotan semua orang.
plakkkkkk tamparan hangat mendarat di pipi Agus.
"jaga ucapan lho...apa lho pikir gue gak tau lho siapa ...lho udah keterlaluan selama ini gue diam bukan berarti gue lemah Agustina Gunawan.." teriak Neina berapi-api.
"lebih baik lho tutup mulut gak guna lho itu kalo lho masih betah mencicipi uang daddy gue...lebih baik lho diam dari pada bikin papi lho dalam keadaan kesusahan...gue gak ada niat untuk bongkar status lho yang hanya anak dari orang kepercayaan daddy gue... cihhhh yang pantas di katakan gak tau malu itu lho Agus bukan gue..." teriak Neina semetara Agus mengepelkan tangannya.
" kalo papi gue memang kerja di kantor bokap lho apa masalahnya apa lho pikir gue malu dengan status gue yang hanya anak dari seorang kepercayaan daddy lho ... cihhhh gue gak malu cupu selagi papi gue kerja halal gue gak akan malu ngakui nya sebagai papi gue..." senyum mengejek Agus yang langsung mendapatkan sorakan semua murid yang berada di sana.
"benar tuh Gus buat apa lho malu Orang tua lho gak maling kok..."
" benar dia kerja halal...bukan hasil nipu..."
"dasar neina si cupu bisanya hanya mengandalkan kekuasaan daddy nya..."
" ya tentu dia cuman ngandalin kekuasaan bokap nya orang dia gak punya nyali...."
"ciuhhhh menyampah...lho dasar anak gak tau diri... daddy lho merekomendasi kan lho sebagai orang kepercayaan daddy gue untuk mengganti papi lho yang bakal pensiun...kalo papi lho pensiun maka Daddy gue juga pensiun...lalu atasan lho nanti siapa.... hahaha Paling juga gue... karena perusahaannya yang ada di negri ini gue yang bakal urus kakak gue ngurus yang ada di Amerika dan Eropa... cihhhh sebaiknya lho perbaiki terlebih dahulu sikap lho ini sebelum melamar kerja di kantor gue nanti..." senyum mengejek Neina yang langsung membungkam mulut Agus.
"dan untuk lho semua...gue pastiin kalian semua dimasa depan gak akan pernah menginjakkan kaki di perusahaan gue... karena gue gak membutuhkan sampah rakyat seperti kalian ini yang bisanya cuman ngehina Orang tanpa bercermin terlebih dahulu..." Neina menatap satu persatu wajah dari orang yang telah menghinanya.
"gue tandai lho semua.." dingin Neina melangkahkan kakinya ke gedung yang menjulang tinggi yang ada di hadapannya.
Keadaan menjadi hening setelah kepergian Neina.
"bubarrr..." teriak Reynaldo.
Mata Reynaldo menatap tajam sosok Agus yang sedang mengepalkan tangannya dengan muka yang Semerah tomat baru kali ini dia di permalukan dan terlebih parahnya lagi dia di permalukan oleh sosok yang sering dia bully.
"Ambi balik ucapan lho...kalo lho masih sayang nyawa lho..." dingin Reynaldo menatap tajam mata Agus lalu melangkahkan kakinya.
"lho baik-baik aja bro..." Nando menepuk pundak Agus .
"I'm fine..."
"sepertinya cupu itu udah berubah jadi singa bro...gue aja kemarin di permalukan sama dia...hanya gue masih beruntung gak kaya lho yang di permalukan di depan anak-anak..."
"gue gak masalah di permalukan sama tuh cupu ...tapi gue heran kenapa Rey gak seperti biasanya...dia tadi hanya diam saja saat gue di hina...apa menurut lho itu gak aneh..."
"kalo masalah itu gue juga gak tau... mungkin si bos udah insyaf kali atau dia udah jatuh dalam pesona gadis cupu itu..."
pletakkkkk
"jaga ucapan lho do...lho pikir si bos bakal mau jilat ludah sendiri...kita udah berteman dengannya lama banget lho juga pasti udah tau kalo sosok Reynaldo Raican sangga gak akan mungkin menjilat ludah sendiri..."
__ADS_1
"ck... sakit an*ING...lho aja yang buta ...noh buka mata lho lebar-lebar siapa yang gak bakal terpesona sama tuh cupu... naluri ke cowok-an gue aja meronta-ronta lihat perubahannya...dia sekarang menarik Gus dan yang lebih gue sukanya sikap beringasnya itu.. itu bagaikan tantangan untuk gue untuk naklukin dia..." Nando tersenyum devil.
"jangan gila lho..."
"gue gak gila... sayang ada barang bagus di anggurin Gus...apapun caranya gue bakal lakuin untuk dapetin tuh barang bagus..."
"serah lho aja..." Agus melenggang meninggalkan Nando yang masih tersenyum penuh siasat.
"kita lihat aja gadis galak...dalam satu bulan lho pasti sudah ada di genggaman gue... cewek mana yang gak bakal terpesona dengan gue hahaha..."
.
flashback off
.
"cihhhh gara-gara kejadian tadi pagi gue jadi bahan gosipan... Sekarang gue bukannya hanya dapat panggilan cupu aja ...tapi gue juga dapat panggilan baru yaitu cewek galak, sombong dan j*Lang nya Reynaldo si kampret... cihhhh benar-benar bukan kepribadian gue...." Neina terus menggerutu tanpa memperhatikan jalan.
buggggg
"awwww ...pantat gue .."
"lho... apa lho gak bisa lihat jalan hahhh...main nyeruduk aja kalo gue kenapa-kenapa gimana...apa lho mau tanggung jawab..." teriak Neina menuding Nando yang malah tersenyum manis padanya.
"jangan marah-marah Mulu lah Ney...lho gak takut cepat tua apa... bukannya orang yang sering marah-marah bakal cepat tua...sini bangun gue bantuin.." Nando menyodorkan tangannya namun di tepis Neina.
"gue gak butuh bantuan dari cowok kaya lho...lebih baik lho minggir dari jalan gue..." cetus Neina.
"ini cewek bener-bener susah di taklukan...mmm menarik.. " gumam Nando.
"apa lho budeg ...minggir Nando..." teriak Neina .
" kalo gue gak mau gimana...apa yang bakal lho lakuin..." tantang Nando.
Neina langsung mengambil ancang-ancang nya dan...
buggggg bugg buggggg
"arghhhhhhh...linu paha gue... lho cewek atau cowok hahhh kenapa gerakkan lho dalam bener..." ringis Nando yang mendapatkan tiga tendangan di sela-sela pahanya.
"itu peringatan buat lho agar kedepannya gak cari perkara lagi sama gue..." senyum devil Neina melewati Nando begitu saja.
"arghhhhhhh...apa dia punya ilmu dalam atau bisa taekwondo...kenapa paha gue rasanya di timpa besi besar... gerakkan Neina bener-bener gak main-main...kenapa gue baru tau dia bisa ilmu bela diri... bukannya dari dulu gue sering bully dia tapi dia gak pernah nunjukin sisi ilmu bela diri nya..." Nando melangkah dengan tertatih-tatih.
"cihhhh rasain tuh...emang enak ..salah siapa juga bikin gue kesal... hufttt... ternyata kembali nya ingatan gue berguna juga ..." senyum Neina merekah melihat Nando berjalan tertatih-tatih.
.
.
.
bersambung;)
.
Readers author tau kok cerita author tidak seberapa 🤓tapi author bolehkan minta like, komen vote dan bunga nya agar author semangat nulisnya 🤓 ayolah Readers berbaik hati lah 😔.
__ADS_1