Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 87 Bukannya manis tapi busuk


__ADS_3

Selamat siang readers 😗


.


Happy reading 😚


.


Ica terdiam cengo mendengarkan ucapan Safira yang begitu pedas menyindir sikap buruknya itu, bagaikan mimpi di siang bolong sungguh dia tidak pernah menyangka jika Safira yang notabenenya lemah lembut itu bisa berubah pedas dan sadis pada gadis yang baru menginjak SMA seperti dirinya ini.


Sedangkan di sebrang sana Neina yang mendengarkan perkataan pedas Safira langsung bergidik ngeri tidak bisa dia bayangkan Jika dia sekarang sedang ada di posisi Ica, Neina tidak menyangka Jika mertua baiknya itu bisa berkata pedas juga,lain dengan Neina yang bergidik ngeri Reynaldo malah tersenyum puas melihat sikap tegas mama nya itu.


"hahaha rasain lho gadis gak tau diri...mama seharusnya bersikap tegas dari dulu bukan baru sekarang... jadikan gadis gak tau diri ini bersikap baik putri istimewa sangga... ckkkk...gak tau malu...hanya seonggok sampah pun merasa menjadi berlian...gue sebelumnya nggak nyangka jika gadis kecil yang gue kenal lugu dan pemalu ini bisa berubah licik dan tamak hanya karena harta .... huftt...nyesel banget gue dulu pernah memujinya gadis manis... bukannya manis ini yang ada malah busuk..." batin Reynaldo mengenang masa lalu dimana saat Smith berkunjung ke rumahnya dengan pertama kalinya membawa Ica, dulu Ica kecil sangat lah menggemaskan rambut sepundak dan bondu yang selalu menghiasi rambutnya nya yang terlibat gelap itu, Ica kecil sangat pemalu dan sopan sehingga berhasil memikat hati semua orang untuk menyayangi nya, apalagi dengan status piatu yang semakin membuat orang merasa kasihan dan iba padanya, namun sikap pemalu dan sopan itu seketika menghilang entah kemana setelah keluarga Sangga memberikan fasilitas bak keluarga mereka sendiri pada Ica.


Ica yang polos itu seketika tergantikan dengan Ica yang penuh trik licik dan tamak semakin menginjak dewasa semakin besar pula ketamakan gadis kecil itu, sehingga puncak ketamakannya itu terlihat jelas saat satu tahun yang lalu dimana Ica sedang sakit keras akibat benturan keras yang dia dapatkan saat menolong Reynaldo dulu membuat Ica mengidap penyakit geger otak, Smith yang sekalipun dokter tidak bisa menyembuhkannya, bertahun-tahun ica mengidap penyakit tersebut hingga pada suatu saat Ica di bawa ke London untuk ditangani oleh dokter yang lebih ahli di bidang penyakit tersebut,disaat Ica terbangun dari masa kritisnya dia meminta permintaan pada Raican dan Safira untuk menjodohkan nya dengan Reynaldo dengan dalih dia sudah mencintai putra mereka, dan dia juga sudah banyak berkorban untuk Reynaldo sampai dia memiliki penyakit yang mematikan, waktu itu kaget mendengarkan permintaan Ica yang saat ini sudah keterlaluan dan melebihi batas, namun karena tidak ingin memperburuk kondisi Ica lagi yang baru terbangun dari masa kritisnya Safira dan Raican terpaksa mengiyakan saja permintaan gadis kecil yang baru terbangun dari masa kritisnya itu.

__ADS_1


Satu tahun di London dengan perawatan yang ekstra akhirnya penyakit Ica sudah mulai membaik namun sampai sekarang penyakit mematikan tersebut masih betah bersemayam di diri Ica.


"Tante...hiks.. mengapa Tante tega pada Ica....hiks..." tangis Ica pilu mendayu-dayu sehingga siapapun yang mendengarnya akan merasa tersentuh dan tidak tega untuk kembali memarahinya, tapi tidak untuk Safira yang sudah mengenal jelas siapa gadis yang ada dihadapannya itu, gadis yang penuh dengan trik licik.


"Sebaiknya sekarang kau ke kamar mu...dan renungkan kesalahan mu itu...jika kau masih ingin tinggal di kediaman ku ini..."ucap Safira tidak terbantahkan, tidak menunggu lama lagi Safira yang sudah benar-benar tersulut emosi pun melangkah kakinya menuju kamarnya meninggalkan ke-tiga anak remaja yang baru hendak menginjak dewasa itu.


" Huh... Mama seram banget kalo sedang marah kaya gitu..." gumam Neina masih bisa terdengar oleh Reynaldo yang seketika mengusap lembut kepalanya.


"Mama tidak seram melainkan tegas...mama pada kenyataannya orang yang lembut tapi akan berubah tegas jika menyangkut nama baik kelurganya..." ucap lembut Reynaldo membuat Neina menoleh padanya.


"bibi...tolong bawakan koper Neina ke kamar...." teriak perintah Reynaldo.


"baik tuan muda..." sigap kepala maid.


"hiks kakak mau kemana..." tanya Ica yang melihat Reynaldo sudah kembali menggandeng tangan Neina.

__ADS_1


" apa lho gak denger tadi kalo gue mau ke kamar..." ketus Reynaldo.


"hiks kalo begitu Ica ikut sekalian mau ke kamar juga....kamar nginap Ica juga ada di sebelah kamar kakak..." ucap Ica menghapus air matanya dan memperlihatkan senyuman yang dipaksakan muncul untuk menutupi kesedihannya, namun jelas semua itu hanya aktingnya saja untuk mengambil rasa empati Reynaldo.


"berhenti bersikap polos dan naif di hadapan gue...gue udah tau siapa lho sebenarnya...gue udah muak melihat sikap aneh lho ... yang terkadang angkuh dan terkadang so baik sama gue, Mama dan Papa..."ucap Reynaldo membuat Ica terdiam, sebenarnya Ica Selalu berusaha untuk bersiap baik dihadapan keluarga Raican, namun semua itu selalu gagal karena dia yang tidak bisa mengendalikan emosinya.


"hiks... maafkan Ica kakak...Ica janji..Ica gak akan seperti itu lagi ...Ica khilaf..." ucap Ica menunduk.


"terserah lho..." ucap Reynaldo dan berlalu begitu saja dengan menggandeng tangan Neina menuju lift.


"kenapa kak Rey menaiki lift... dan kenapa gue baru sadar jika sekarang ada lift di rumah ini... bukannya tadi gue gak lihat ada lift di lantai dua... terus itu lift menuju ke arah mana...apa lantai tiga...tapi mau apa kak Rey kesana dengan membawa j*lang itu... " batin Ica bertanya-tanya.


.


bersambung ;(

__ADS_1


__ADS_2