Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 67 Aku akan kembali ke rumah kelahiran ku


__ADS_3

Selamat sore readers 😗


dobel up jangan lupa tinggalkan jejak sebanyak-banyaknya 🤗


.


Happy reading 😚


.


.


.


"ini semua gara-gara gadis cupu itu..." batin Agus.


Keadaan menjadi hening setelah pertengkaran kedua sahabat itu, semua seolah tenggelam dalam pikiran masing-masing,adapun Nando di pojokan sana sedang membantu mengobati luka-luka lembab yang di tinggalkan Reynaldo di pipi Agus, sementara sang pelaku hanya diam di kursi dengan pemikirannya yang semakin larut kemana-mana ditemani Bara yang juga ikut diam seperti sang pemilik rumah.


Tak

__ADS_1


Tak


Tak Suara sepatu yang begitu runcing membuat keempat laki-laki remaja yang baru menunju dewasa itu mengalihkan perhatiannya pada sang pemilik sepatu runcing.


Terlihat Neina sedang menuruni tangga dengan tampilan yang begitu memukau mata setiap Adam yang melihatnya, Neina menuruni tangga dengan begitu anggunnya,memakai baju dress yang begitu pas di tubuh semampai nya dengan tas di pergelangan tangannya dan jangan lupakan sepatu hak tinggi yang tertera di kaki jenjang putih mulusnya dengan riasan yang tipis di wajah cantiknya membuat setiap mata yang memandangnya tidak bisa mengalihkan perhatiannya dari gadis berambut panjang sepinggang itu, termasuk Agus sendiri yang merupakan musuh bebuyutan yang sama terpesonanya dengan ciptaan tuhan yang begitu sempurna itu yang tidak lain dan tidak bukan Neina si gadis cupu yang berubah menjadi angsa cantik memukau semua mata.


Tak Neina menuruni tangga dengan begitu anggunnya dengan pandangannya yang masih tetap belum melihat remaja-remaja yang masih mengaguminya di tengah-tengah ketidak sadarannya mereka.


"siang Nona..."sapa para pelayan menyadarkan keempat remaja yang tadi sempat mengagumi Neina.


"siang juga bibi..." sapa balik ramah Neina yang dibalas senyuman para pelayan yang sama mengagumi kecantikan nona mudanya, sudah cantik baik hati pula pikir mereka.


"bibi...tolong ambilkan koper ku di kamar dan suruh salah satu pengawal menyimpan nya di mobil pemberian Daddy...aku tunggu di luar..." ucap Neina mengagetkan semua orang, 'koper' ?, buat apa Neina ingin membawa koper dari rumah ini pikir semua orang tiba-tiba pikiran buruk muncul di otak Reynaldo dengan perasaan was-was Reynaldo mendekati sang istri.


"Ney...kakak sedang bicara dengan mu..." ulang Reynaldo masih berusaha Sabar.


"sepertinya untuk beberapa hari ini aku akan kembali ke rumah kelahiran ku...ck..aku sudah sangat merindukan rumah besar itu... Sepertinya tinggal disana lebih menyenangkan dari pada tinggal disini..." ucap Neina dengan masih memperhatikan kuku-kuku cantiknya yang sudah berubah warna menjadi warna merah delima sangat cocok dengan kulit putih mulusnya.


"kau tau di luar sana sangat bahaya untuk keselamatan mu Ney..." ucap Reynaldo masih dengan nada yang sama.

__ADS_1


"ck...disana ada ratusan pengawal Daddy Raihan...terus apa yang harus ku takutkan untuk tinggal di rumah ku sendiri..." cetus Neina memandang Reynaldo benci dan tanpa sengaja matanya malah melihat sosok yang paling dia benci melebihi rasa bencinya pada Reynaldo yang tidak lain dan tidak bukan Agus Mahendra si musuh bebuyutannya, sehingga dengan cepat dia memutuskan untuk meninggalkan kediaman mertuanya itu, mata Neina memutar malas dengan mulut yang berdecih benci.


"Nona...ini kopernya..." ucap dua pelayan yang baru sampai membawakan koper seperti keinginan nona nya.


"hmm terimakasih bibi... sekarang panggil pengawal untuk memasukan koper ini ke dalam bagasi mobil mewah ku..." tutur Neina terlihat sombong, namun apalah daya memang itu kenyataannya, mobil Neina sangatlah mewah sesuai marganya.


"baik nona.. " satu pelayan keluar menuju para pengawal berada.


"apa yang ingin kau lakukan...aku tidak akan membiarkan mu pergi meninggalkan rumah ini Neina..." habis sudah kesabaran Reynaldo melihat tingkah istrinya yang benar-benar menguras kesabarannya.


"ck...izin atau tanpa izin mu...aku akan meninggalkan rumah ini..." cetus Neina melangkahkan kakinya namun belum sempat meninggalkan tempat berdirinya tubuh Neina sudah masuk kedalam dekapan Reynaldo.


Happ tubuh kecil Neina sudah berada di dada bidang Reynaldo.


"kamu tidak boleh pergi dari kakak Ney...kamu jangan berjauhan dengan kakak...di luaran sana bahaya... Kakak tidak mau kamu kenapa-kenapa..." gumam Reynaldo pada telinga Neina.


.


.

__ADS_1


.


bersambung;(


__ADS_2